cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 259, Jurusan Teknik Pengairan,Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Hidro
ISSN : 19799764     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Hidro (p-ISSN : 1979 9764) adalah media publikasi ilmiah peer-reviewed yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Teknik Pengairan, diantaranya : Sungai, Irigasi, Pantai, Bendungan, Kualitas air. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun. Tim Editor mengundang kepada ahli dan praktisi di bidang Teknik Pengairan untuk berpartisipasi mengirimkan hasil penelitian terbaru untuk dimuat dalam jurnal ini.
Articles 89 Documents
PENGARUH POROSITAS DINDING CAISSON TERHADAP GAYA SERET GELOMBANG Kasmawati Kasmawati; Indriyanti Indriyanti; Fauziah Latif
TEKNIK HIDRO Vol 13, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v13i2.4240

Abstract

Struktur-struktur yang dibebani oleh gelombang laut perlu dilakukan analisa dengan cermat, terutama pada saat terjadinya respons struktur yang didominasi oleh interaksi antara struktur dengan fluida di sekelilingnya. Interaksi struktur dengan fluida tersebut dimanifestasikan oleh munculnya massa tambahan (added mass) dalam dinamika responsnya. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengkaji pengaruh lubang pori dinding Caisson terhadap gaya seret gelombang struktur. Dari penelitian ini didapatkan bahwa besarnya gaya seret yang terjadi pada suatu struktur dipengaruhi oleh luasnya penampang yang diterpa gelombang, hal ini disebabkan karena disipasi gelombang yang dipantulkan lebih kecil. Selain itu, gaya seret juga dipengaruhi oleh tinggi gelombang dan kedalaman air.
ANALISIS KAPASITAS DAYA TAMPUNG KOLAM REGULASI NIPA-NIPA SEBAGAI SOLUSI BANJIR KOTA MAKASSAR Muh. Amir; Rahmawati Rahmawati; Muh. Ikhsan Ridwan
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6118

Abstract

Saluran alam atau sungai dan anak sungai yang ada pada daerah aliran Sungai Tallo tersebut pada saat ini sudah banyak mengalami pendangkalan sehingga kapasitasnya sudah tidak mampu menampung debit banjir yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tampungan Kolam Regulasi Nipa-Nipa dalam mengurangi banjir di kota Makassar dan menganalisis fluktuasi muka air kolam pasca banjir akibat evaporasi dan rembesan air waduk. Metode yang digunakan dalam menganalisis curah hujan rencana adalah metode Gumbel. Untuk perhitungan debit banjir rancangan digunakan metode hidrograf satuan sintetik Nakayasu (HSS Nakayasu). Dalam penelitian ini digunakan rumus efektivitas untuk menganalisis seberapa efektif Kolam Regulasi Nipa-Nipa dalam mengurangi banjir di kota Makassar dengan memperhatikan fluktuasi muka air kolam pasca banjir akibat evaporasi dan rembesan air waduk. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data lewat instansi terkait. Dari hasil penelitian diperoleh nilai tampungan maksimum yang terjadi adalah sebesar ±3,447,917,35 m³ dengan luas ±1,181,1067 m². Waduk Kolam Regulasi Nipa-Nipa efektif menampung air banjir pada Q₂₀₀ sampai 103 hari. Fluktuasi muka air waduk turun rata-rata 0,838 m/bulan pada saat cuaca cerah dan tidak ada lagi input air dari sungai. Kesimpulan penelitian menjadikan Waduk Kolam Regulasi Nipa-Nipa  efektif dalam mengurangi banjir di kota Makassar.
ANALISIS FISIK PENGARUH LIMBAH ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL PADA BETON NORMAL Fausiah Latif; Fauzan Hamdi; Muh. Amir
TEKNIK HIDRO Vol 13, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v13i2.4279

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi para ahli teknologi beton adalah bagaimana memanfaatkan limbah industri sebagai bahan tambah atau substitusi parsial pada beton normal. Dalam hal ini, para ahli mengkaji dan meneliti tentang pemanfaatan limbah industri yang ada agar dapat dimanfaatkan terutama bahan limbah abu ampas tebu industri pabrik gula. Hal ini menjadi salah satu dari sekian solusi penanganan limbah yang ada dimasyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi abu ampas tebu terhadap agregat halus pada beton normal secara fisik dan mekanik. Bahan  yang digunakan dalam penelitian  ini terdiri dari  semen  Portland  Composit Cement (PCC), agregat halus Sungai Je’ne’berang Gowa, agregat kasar yang berasal dari batu pecah Bili-Bili dan air PDAM dan material limbah abu ampas tebu sebagai substitusi agregat halus berasal dari Pabrik Gula Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Alat yang digunakan pada penelitian ini sebelumnya telah diperiksa kondisi dan kemampuannya serta telah dikalibrasi terlebih  dahulu.  Benda  uji silinder dibuat dengan cara memasukkan beton segar dari molen ke dalam cetakan silinder ukuran 15 cm x 30 cm yang telah diolesi minyak pelumas. Pengisian ini dilakukan secara bertahap, yaitu tiap sepertiga bagian dilakukan penumbukan dengan tongkat baja sebanyak ± 25 kali. Setelah 24 jam, cetakan dibuka kemudian dilakukan perawatan dengan direndam di dalam bak air selama 28 hari. Benda uji beton normal sebanyak 9 sampel dan benda uji yang disubstitusi abu ampas tebu sebanyak 9 sampel. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai berat volume beton untuk komposisi pencampuran ampas tebu 8% yaitu 701,41 kg/m3, 10% yaitu 701,41 kg/m3 dan 12% yaitu 690,10 kg/m3 dari ketiga komposisi tersebut diperoleh berat volume beton yang maksimal yaitu komposisi pencampuran ampas tebu 12%. 
STUDI PENGARUH VARIASI DEBIT ALIRAN TERHADAP LAJU ANGKUTAN SEDIMEN DASAR PADA SUNGAI HARAPAN KABUPATEN JAYAPURA Riswandy Loly Paseru; Davy Ivan Robert Jansen; Kartika Sari
TEKNIK HIDRO Vol 15, No 1 (2022): Teknik Hidro Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v15i1.7648

Abstract

Besarnya transport sedimen yang terjadi di sungai harapan mengakibatkan alinyemen alur sungai berubah dari tahun ke tahun. Penelitian bertujuan mengetahui besarnya laju angkutan sedimen pada kondisi banjir rancang periode ulang. Analisa hidrologi untuk mengetahui debit sungai menggunakan metode hidrograf satuan sintesis Nakayasu berupa transformasi dari hujan rancang menjadi debit banjir rancang. Adapun analisis angkutan sedimen dilakukan dengan persamaan Einstein dan persamaan Meyer-Peter.Hasil analisis menunjukan besar debit banjir rancang periode ulang 2 hingga 100 tahun pada sungai Harapan berkisar antara 55,535 m3/s hingga 126,202 m3/s. Adapun laju angkutan sedimen metode Einstein untuk debit banjir periode ulang 2 hingga 100 tahun berkisar antara 11182,724 ton/tahun hingga 18696,496 ton/tahun. Sedangkan laju angkutan sedimen yang dihitung dengan metode Meyer-Peter untuk debit banjir rancang periode ulang 2 hingga 100 tahun berkisar antara 4814,128 ton/tahun hingga 8916,966 ton/tahun
IDENTIFIKASI POTENSI KERUSAKAN PADA BOTTOM OUTLET BENDUNGAN PASELLORENG Rini S Harun; Zaky Fhanisworo; Anshar Anshar
TEKNIK HIDRO Vol 15, No 1 (2022): Teknik Hidro Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v15i1.7643

Abstract

Bendungan Paselloreng yang terletak di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan di impuonding pada tanggal 01 maret 2021 adalah bangunan sebagai pengendali banjir dan bangunan penyimpan air pada saat musim kering. Bendungan yang didesain dengan fasilitas bottom outlet. Salah satu permasalahan yang dijumpai di lapangan yaitu terkait bottom outlet. Saat pembahasan persiapan pengisian awal waduk, hasil sidang Pleno KKB (Komisi Keamanan Bendungan) merekomendasikan agar bendungan dilengkapi dengan fasilitas bottom outlet yang dibangun pada terowongan pengelak untuk mengantisipasi potensi-potensi rembesan, retakan dan penurunan. Kemudian setelah bendungan sudah beroperasi, bottom outlet direncanakan dapat difungsikan sebagai bangunan pengeluaran tambahan, pembilasan sedimen dan emergency outlet. Namun, hingga saat ini bottom outlet belum dapat difungsikan dengan optimal dikarenakan rumah bottom outlet belum selesai dibangun serta beberapa permasalahan lain. Permasalahan yang terjadi pada operasi bottom outlet umumnya disebabkan oleh kondisi aliran dengan kecepatan yang tinggi, seperti erosi, kerusakan akibat getaran, kavitasi dan disipasi energi yang kurang memadai 
DEBIT PUNCAK BANJIR BERDASARKAN NILAI KOEFISIEN LIMPASAN DAS JENELATA KABUPATEN GOWA Marupa Marupa; Asnita Virlayani
TEKNIK HIDRO Vol 15, No 1 (2022): Teknik Hidro Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v15i1.7644

Abstract

Salah satu indikator kesehatan DAS adalah debit puncak. Debit puncak yang tinggi menggambarkan tingkat kerusakan suatu DAS, Kerusakan suatu DAS akan menyebabkan terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaryna nilai koefisien limpasan DAS Jenelata dengan metode U. S. Forest Service berdasarkan tutupan lahan dan untuk mengetahui nilai debit puncak DAS Jenelata. Penelitian ini menggunakan metode Rasional untuk mengetahui debit puncak DAS Jenelata. Metode Rasional menggunakan 3 variabel yaitu faktor koefisien limpasan (C), intensitas hujan (I) dan luas daerah aliran Sungai (A). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien limpasan yang diperoleh dari metode U. S. Forest Service adalah sebesar 0,39. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 39% hujan yang jatuh di wilayah DAS Jenelata akan menjadi aliran permukaan dan tergolong dalam klasifikasi sedang. Debit puncak terendah di DAS Jenelata terjadi pada tahun 1999 yaitu 205,64 m3/detik dengan intensitas hujan 8,52 mm/ dan debit puncak tertinggi yaitu 408,85 m3/detik terjadi pada tahun 2015 dengan intensitas hujan 16,94 mm/jam.
POTENSI PEMANFAATAN ENERGI GELOMBANG LAUT MENJADI ENERGI LISTRIK DI KELURAHAN SAPOLOHE KABUPATEN BULUKUMBA Irwan Irwan; Syatir Suaib
TEKNIK HIDRO Vol 15, No 2 (2022): Teknik Hidro Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v15i2.9164

Abstract

Gelombang laut merupakan salah satu sumber energi baru dan terbarukan yang bernilai ekonomis, serta ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi dan mudah ditemukan di daerah pesisir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung seberapa besar potensi energi gelombang di Kelurahan Sapolohe Kabupaten Bulukumba yang bisa dimanfaatkan sebagai energi listrik.  Metode yang digunakan adalah metode hindcasting gelombang untuk menentukan tinggi gelombang dari input data kecepatan angin. Kemudian menggunakan metode analisis perhitungan energi mekanik gelombang untuk menentukan besar energi gelombangnya. Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu (1)penentuan fetch gelombang, (2)penentuan tinggi gelombang (3)perhitungan energi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan besar potensi energi gelombang dari arah tenggara berkisar 436,68 Joule/m2 sampai 2.432,23 Joule/m2, sedangkan gelombang dari arah selatan berkisar 1.574 Joule/m2 sampai  8.042,63 Joule/m2 dan gelombang dari arah barat daya berkisar 2.365,71 Joule/m2 sampai  28.676,62 Joule/m2. Disimpulkan bahwa energi gelombang yang berpotensi membangkitkan listrik di Kelurahan Sapolohe adalah energi gelombang yang datang dari tenggara, selatan dan barat daya. Potensi energi listrik terbesar yang bisa dibangkitkan adalah energi gelombang dari arah barat daya yang bisa mencapai 28.676,62 Joule/m2
STUDI EXPERIMENTAL PENGARUH BELL SIPHON TERHADAP VOLUME RESAPAN AIR HUJAN Hardiyanto Ahmad; Aslina Aris; Andi Rahmat; Mahmuddin Mahmuddin; Andi Bunga Tongeng
TEKNIK HIDRO Vol 15, No 2 (2022): Teknik Hidro Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v15i2.9166

Abstract

Secara umum proses resapan air tanah ini terjadi melalui 2 proses berurutan, yaitu infiltrasi (pergerakan air dari atas ke dalam permukaan tanah) dan perkolasi yaitu gerakan air ke bawah dari zona tidak jenuh ke dalam zona jenuh air. Daya infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum yang mungkin, yang ditentukan oleh kondisi permukaan tanah. Daya perkolasi adalah laju perkolasi maksimum yang mungkin, yang besarnya ditentukan oleh kondisi tanah di zona tidak jenuh. Laju infiltrasi akan sama dengan intensitas hujan jika laju infiltrasi masih lebih kecil dari daya infiltrasinya. Perkolasi tidak akan terjadi jika porositas dalam zona tidak jenuh belum mengandung air secara maksimum. dari uraian tersebut di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian eksperimental yang mengkombinasikan terasering dengana,alat Bell Siphon. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengaruh Bell Siphon dan tanpa menggunakan Bell Siphon terhadap volume resapan pada kemiringan lereng dan Untuk mengetahui pengaruh Bell Siphon dan tanpa menggunakan Bell Siphon terhadap debit resapan pada kemiringan lereng. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu, instrument model flume (Uji Laboratorium). Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis metode yaitu, metode dengan menggunakan Bell Siphon dan metode tanpa menggunakan Bell Siphon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume air yang meresap yang terjadi pada metode pertama dengan menggunakan Bell Siphon Pada durasi hujan 5 menit debit resapan yang didapat sebesar 0,97 ml/det dengan kemiringan lereng datar, pada durasi hujan 5 menit debit resapan yang didapat 0,6 ml/det dengan kemiringan lereng 150, pada durasi hujan 5 menit debit resapan yang didapat 0,17 ml/det.
ANALISIS JARINGAN PERPIPAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN BENTENG MENGGUNAKAN SOFTWARE EPANET 2.0 A. Hardiyanti Putri Tamara; Mutmainna Bin Sudin; Sukmasari Antaria; Muh. Amir; Fithriyah Arief Wangsa
TEKNIK HIDRO Vol 15, No 2 (2022): Teknik Hidro Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v15i2.9174

Abstract

Benteng adalah suatu kelurahan yang berada di Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Denganluas wilayah 1,94 km², jumlah penduduk sebanyak 7.689 jiwa. Kelurahan Benteng sudah memiliki jaringan pipayang dikelola oleh PDAM Selayar. Namun pada kenyataannya, konsumsi air oleh pelanggan seringkali berkurangatau tidak mengalir sama sekali. Masalah tersebut muncul ketika jaringan distribusi tidak dapat berfungsi denganbaik. Metode analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasilperhitungan proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2042 sebesar 12.781 jiwa, proyeksi jumlah pelanggan sebesar3.000 SR, dan berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air rata-rata pada tahun 2042 sebesar 23,110 lt/dt,kebutuhan harian maksimum sebesar 25,241 lt/dt, maka diperoleh kebutuhan air sampai tahun 2042 diperolehtotal kebutuhan pada jam puncak sebesar 34,665 lt/dt. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Epanet 2.0didapatkan pada tahun 2022 sebanyak 4 junction bernilai negatif dan 6 pipa memiliki headloss yang bernilaibesar. Pada tahun 2042 jumlah junction bernilai negatif bertambah yaitu sebanyak 9 junction dan 9 pipa denganheadloss yang bernilai besar. Untuk solusi dari permasalahan pada kondisi ini hingga tahun 2042 adalahpenggantian diameter pipa dengan diameter yang lebih besar. Hal ini dilakukan karena diameter pipa yang kecilmenyebabkan headloss dalam pipa besar. Oleh karena itu dengan adanya penggantian pipa diharapkan dapatmengurangi besarnya headloss dan kecepatan dalam pipa.
Analisis Perbandingan Debit Banjir Rencana Menggunakan Metode Empiris Dan Simulasi Aplikasi HEC-HMS Di Das Maros Farida Gaffar; Nasrah Nasrah; Adelia Adelia; Farouk Maricar
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.9546

Abstract

DAS yang terletak di kabupaten Maros disebut juga DAS Maros dengan luas ±659,78 km2 dan panjang sungai utama adalah 69 km. Daerah aliran sungai Maros secara administrasi terletak di wilayah Maros tepatnya berada di Kecamatan Maros Baru, Bantimurung, Tanralili dan Camba. Sungai Maros dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan lahan pertanian, lalu lintas nelayan menuju laut, serta kegiatan lainnya. Tingkat rawan banjir di DAS Maros terdapat 3 kelas yaitu : tidak rawan, rawan dan sangat rawan. Curah hujan di wilayah DAS Maros cukup tinggi karena curah hujan berkisar 2000 hingga 4000 mm/thn. Curah hujan tersebut tersebar dibagian tengah hingga hulu DAS Maros, meliputi wilayah kecamatan Bantimurung bagian selatan, Simbang bagian timur, dan Tompobulu Oleh karena itu, perhitungan dan permodelan besarnya debit banjir rencana perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya debit banjir rencana yang akan terjadi selama periode waktu tertentu di DAS Maros dengan menggunakan pemodelan debit hujan dan perbedaan perhitungan menggunakan software HEC-HMS dan perhitungan manual menggunakan HSS Nakayasu. Dari hasil analisis perhitungan debit banjir DAS Maros menggunakan metode HSS Nakayasu pada kala ulang 5 tahun sebesar 686,2099 m3/s, 10 tahun sebesar 832,4823 m3/s, 25 tahun sebesar 1000,2864 m3/s, 50 tahun sebesar 1123,9443  m3/s, 100 tahun sebesar 1245,7978 m3/s, 200 tahun sebesar 1366,3281 m3/s. Dari hasil analisis perhitungan debit banjir DAS Maros dengan simulasi HEC-HMS pada kala ulang 5 tahun sebesar 747,1 m3/s, 10 tahun sebesar 971,2 m3/s, 25 tahun sebesar 1261,9 m3/s, 50 tahun sebesar 1495,5  m3/s, 100 tahun sebesar 1740,0 m3/s, 200 tahun sebesar 1994,1 m3/s.