cover
Contact Name
M. Agus Burhan
Contact Email
urbansocietysart@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
urbansocietysart@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Urban Society´s Arts
ISSN : 23552131     EISSN : 2355214X     DOI : -
Journal of Urban Society's Art ( Junal Seni masyarakat Urban) memuat hasil-hasil penelitian dan penciptaan seni yang tumbuh dan berkembang di masyarakat perkotaan yang memiliki struktur dan kultur yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Seni masyarakat urban merupakan manifestasi seni yang dihadirkan melalui media-media seni rupa, seni pertunjukan, dan seni media rekam yang erat dengan problematika kehidupan yang terjadi dalam keseharian masyarakat, serta bisa menjadi simbol yang menarik dan menjadi elemenpenting yang menjadi ciri khas dari (1) pusat kota, (2) kawasan pinggiran kota, (3) kawasan permukiman, (4) sepanjang jalur yang menghubungkan antar lingkungan, (5) elemen yang membatasi dua kawasan yang berbeda, seperti jalan, sungai, jalan tol, dan gunung, (6) kawasan simpul atau strategis tempat bertemunya berbabgai aktivitas, seperti stasiun, jembatan, pasar, taman, dan ruang publik lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018): October 2018" : 6 Documents clear
Pedagogi Estetik Berbasis Kearifan Lokal melalui Kriya Nusantara Batik Cianjur Wuri Handayani
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2086

Abstract

ABSTRAKJawa Barat memiliki keanekaragaman seni dan budaya, salah satunya ialah kriya nusantara berupa batik yang ada di Kabupaten Cianjur. Motif batik Cianjur disesuaikan dengan keadaan alam dan kearifan lokal yang ada dan hal ini menjadi pendukung bagi Kabupaten Cianjur sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Barat. Motif batik Cianjur selain memiliki nilai estetik juga memiliki nilai pendidikan, sehingga bisa dijadikan sebagai media pedagogi estetik bagi masyarakat,. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai proses pedagogi estetik melalui kriya nusantara batik Cianjur.Kata kunci: pedagogi estetik, kriya nusantara, batik Cianjur  ABSTRACTLocal Wisdom-based Aesthetic Pedagogy through Indonesian Archipelago Craft: Cianjur Batik. West Java is rich of arts and cultural diversity, among others, the Indonesian archipelago craft of batik in Cianjur Regency. The Cianjur batik motif is adapted to prevailing natural condition and local genius that support Cianjur Regency as a tourist-destination in West Java. The Cianjur batik motif has both aesthetic and education values so that it can be used as an aesthetic pedagogy media for society. This study employs qualitative approach and case-study method in order to obtain a comprehensive description of aesthetic pedagogy through the Indonesian archipelago craft of Cianjur batik.Keywords: aesthetic pedagogy, Indonesian archipelago craft, Cianjur batik
PENCIPTAAN CINDERAMATA IKON-IKON WISATA SEJARAH SEBAGAI UPAYA REVITALISASI BUDAYA LOKAL KABUPATEN SUMEDANG Ai Juju Rohaeni
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2151

Abstract

Tempat wisata dan tokoh sejarah Kabupaten Sumedang menjadi sumber inspirasi pembuatan produk cinderamata. Cinderamata memiliki tiga syarat yaitu sebagai objek, kenangan dan hadiah. Objek memiliki nilai didalamnya atau simbol dari pengalaman seseorang di satu tempat/wilayah. Penelitian penciptaan dan penyajian seni ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penciptaan eksplorasi, eksperimen dan finalisasi produk. Hasil penelitian penciptaan dan penyajian seni ini menjelaskan proses penciptaan cinderamata ikon Sumedang yaitu Menara Loji Jatinangor,  Monumen Lingga, Pangeran Aria Soeria Atmadja dan benda-benda pusaka yang menjadi koleksi Museum Geusan Ulun yaitu Mahkota Binokasih yang pernah dipakai oleh Prabu Geusan Ulun, dan wisata kuliner yang sudah terkenal yaitu Tahu Sumedang. Sumber penciptaan yang dipilih berupa tempat, benda dan makanan khas Sumedang dikarenakan benda-benda tersebut memperlihatkan kekhasan Kabupaten Sumedang membedakan  dengan peninggalan sejarah di daerah lain.
Mendobrak Kriteria Perempuan sebagai Model Fesyen dalam Indonesia Plus-Size Festival 2018 Bonifacia Bulan Arumingtyas
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2098

Abstract

Sebagai seorang model fesyen, perempuan dituntut untuk memiliki tubuh ideal atau kurus proporsional. Seringnya menampilkan tubuh kurus perempuan, menjadikan sebuah konstruksi tentang standar kecantikan perempuan. Konstruksi tersebut menyebabkan sosok perempuan yang tidak bertubuh ideal atau gemuk, tidak layak tampil di muka publik. Berbeda dengan Indonesia Plus Size Festival 2018 yang digagas oleh Ririe Bogar. Ririe Bogar justru melakukan audisi model khusus untuk perempuan gemuk dengan berat minimal 70 kg. Penelitian ini menerapkan metode fenomenologis yang melibatkan langsung peneliti sebagai peserta audisi model untuk melihat fenomena riil yang ada. Selain melihat interaksi sesama perempuan gemuk dalam acara tersebut, peneliti dapat juga melihat respon masyarakat ketika melihat model catwalk yang tidak seperti umumnya, dalam kasus ini bertubuh gemuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh yang gemuk dapat juga dengan baik menampilkan produk fesyen, sedikit demi sedikit, dapat merubah pandangan masyarakat tentang konstruksi standar kecantikan yang selama ini dibentuk.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN FILM INDIE: MODEL PEMASARAN DAN DISTRIBUSI FILM INDIE INDONESIA Rangga Saptya Mohamad Permana; Lilis Puspitasari; Sri Seti Indriani; Hanny Hafiar
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2120

Abstract

AbstrakFilm independent atau yang lebih akrab disebut dengan film indie secara umum adalah film yang diproduksi di luar major label atau perusahaan/production house (PH) film besar. Karena tidak dipasarkan melalui jalur distributor komersial, maka para sineas film indie harus cerdas dan intuitif dalam mencari peluang-peluang untuk memasarkan karya mereka kepada khalayak luas. Hal inilah yang menarik minat penulis untuk melakukan riset mengenai strategi komunikasi pemasaran film indie Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran film indie Indonesia. Teknik wawancara, observasi, studi pustaka dan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengumpulkan data-data riset yang dibutuhkan. Penulis telah melakukan wawancara dan FGD dengan beberapa produser, sutradara dan aktivis/pengkaji film indie di 3 kota besar di Indonesia (Yogyakarta, Jakarta dan Makassar). Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas para sineas film indie di Indonesia menjadikan festival-festival film (baik nasional maupun internasional) sebagai media pemasaran utama bagi karya-karya mereka. Selain menggunakan festival film sebagai ajang promosi, para sineas film indie Indonesia juga menggunakan beberapa media/cara lain, yaitu melalui ruang putar alternatif, media sosial, website yang memasarkan film-film alternatif, digital TV platform, roadshow, dan melalui press screening.Kata Kunci: Film; Indie; Komunikasi; Pemasaran AbstractMarketing Communication Strategy of Indie Film: Marketing Model and Distribution of Indonesia Indie Film. Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced by non-major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. The authors interested to do research on the marketing communication strategy of Indonesia indie films. Based on the description, the purpose of this research in this article is to explore the marketing communication strategy of Indonesia indie films. The authors has conducted interviews and FGDs with several producers, directors and indie film activists/reviewers in three cities in Indonesia (Yogyakarta, Jakarta and Makassar). The research results show that Indonesian’s indie filmmakers utilises film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition, indie film producers also use alternative media, such as social media, websites, digital TV platforms, roadshows, and through press screening.Keywords: Film; Indie; Communication; Marketing
'Ora Minggir Tabrak' Electronic Dance Music (EDM), a Montage of The Time-Image Citra Aryandari
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2185

Abstract

Electronic Dance Music (EDM) is a music genre which has been perceived in negative way because closely related to night life in which alcoholic drinks and illegal drugs. The beatings of the rhythm presented can arouse a desire to shake the body, giving instant pleasure to escape from the weariness of life. Although it could be said that this music genre is able to help the listeners to forget “the problems” of life, however, it is very rarely that the academic circle looked into this music genre and make it as a subject of interesting studies. This article is written out of subjective observations in social sphere on subjects containing a lot of secrecies and initially considered as a taboo to be discussed. The existence of EDM in line with the technological developments as montage of the time-image related with complexity of social relations, attempting to embark on a new identity in power, politics, and ideological trappings. The phenomenon comes into sight specifically in the song of “Ora Minggir Tabrak”,literally means if you get on my way I will hit you, a soundtrack of Ada Apa Dengan Cinta 2feature film. And it obviously could be seen in talent hunting for EDM musicians program broadcast by Net TV (the ReMix), and several other big events with internationally standard organized annually, such as DWP (Djakarta Warehouse Project); and Dreamfield at GWK Bali, which are worth-discussing amidst the hustle and bustle of music market in Indonesia.
KONSEP SLAMMING PADA ANATOMI HURUF DAN TIPOGRAFI BAND REZUME Ni Wayan Setiasih
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2156

Abstract

Huruf adalah hal yang terpenting dalam kehidupan sehari-hari, karena huruf manusia dapat berkomunikasi. Huruf menentukan berhasil tidaknya suatu penerima dan pengirim pesan. Permasalahan yang nantinya akan dibahas adalah konsep yang digunakan pada huruf dan tipografi pada band metal yang memiliki sub genre Slamming. Band yang memiliki aliran musik Brutal Slamming Death Metal, mengusung konsep dalam pembuatan huruf dan tipografi sesuai dengan aliran music yang digelutinya yakni Slamming. Huruf dan tipografi dari band Rezume adalah penggambaran dari jenis musik slamming. Tipografi yang yang memiliki kesan sulit dibaca karena memiliki tingkat distorsi sehingga tipografi ini unik untuk dikaji berdasarkan perspektif seni.Dalam penelitian ini materi yang digunakan adalah tipografi pada band Rezume sebagai objek yang akan diangkat sebagai kasus. Permasalahan yang diangkat yaitu, bagaimana peran konsep slamming pada bentuk anatomi huruf dan tipografi band Rezume? dan adapun tujuan dari penulisan hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui peran konsep slamming pada bentuk anatomi huruf dan tipografi band Rezume.Materi yang digunakan dalam mengkaji konsep pada anatomi huruf dan tipografi band Rezume adalah teori anatomi huruf dan kaitannya terhadap konsep. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskritif kualitatif yakni menguraikan secara fakta mengenai peran konsep slamming pada anatomi huruf dan tipografi band Rezume. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6