cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2012)" : 8 Documents clear
MODEL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Afif, Ahmad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan diskursus pendidikan multikultural, yang oleh beberapa tokoh dipandang sebagai sebuah konsep yang paling cocok untuk diterapkankan di Indonesia. Pasalnya, konsep ini mencerminkan konsep umum dari bangsa Indonesia yang beragam. Di sisi lain, ada ketidaksepahaman bagi sebagian masyarakat Indonesia, yang mayoritas muslim, untuk melaksanakan pendidikan multikultural karena dianggap tidak berasal dari ajaran Islam. Artikel ini berupaya mendeskripsikan sebuah model pengembangan pendidikan multikultural yang didasarkan pada landasan Islam-teologis, dengan menggunakan penelitian pustaka dari sumber sumber primer maupun sekunder.
MITOS NILAI-NILAI KEPATUHAN SANTRI Syarif, Zainuddin
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang nuansa nilai kepatuhan santri tehadap kiai, khususnya dalam perilaku politik. Di mata santri, kiai diidentifikasi sebagai sosok figur kharismatik dan model (uswah) dari sikap dan tingkah laku, serta figus ideal sebagai penyambung silsilah keilmuan para ulama pewaris ilmu masa kejayaan Islam. Dari identifikasi tersebut melahirkan pola kepatuhan atau ketaatan santri terhadap kiai, yang terbagi pada tiga varian, yaitu: 1) kepatuhan mutlak; 2) kepatuhan semu; kedua perilaku ini ditunjukkan oleh santri aktif yang memiliki ikatan guru dan murid dengan kiai; dan 3) ketaatan prismatik yang ditunjukkan oleh santri alumni. Walaupun mereka masih memiliki ikatan guru dan murid, tetapi dalam perilaku politik berani berbeda dengan kiainya.
PENERAPAN NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERUBAHAN SOSIAL REMAJA Wardi, Moh.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos danstereotype mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Tugas-tugasperkembangan pada masa remaja yang disertai oleh berkembangnyakapasitas intelektual, stres dan harapan-harapan baru yang dialamiremaja membuat mereka mudah mengalami gangguan baik berupagangguan pikiran, perasaan maupun gangguan perilaku. Sehingga,tidak jarang remaja mengambil resiko dengan melakukan sesuatuyang berupa kenakalan remaja. Untuk mengatasi hal tersebut,Pendidikan Agama Islam perlu diarahkan untuk menumbuhkan danmeningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan,penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didiktentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terusberkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa danbernegara. Penanaman nilai-nilai agama melalui pendidikan merupakansesuatu yang sangat penting karena agama mengatur segalakehidupan manusia.
DIALOG DAN PENDIDIKAN SEBAGAI MEDIA GERAKAN (Studi Fethullah Gulen Movement di Turki) Romli, Mursyid
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fethullah Gulen Movement merupakan gerakan yang bertolakdari kegelisahan problema kemanusiaan dengan tindakan radikalisme,anarkisme, dan terorisme, yang melibatkan sekelompok umatIslam di berbagai belahan dunia. Gulen ingin menghadirkan Islamyang ramah dan cinta damai, sebagai pembuktian terhadap Islamsebagai agama rahmah li al-‘âlamîn. Agama cinta yang menjadi essensidari esoterik agama dipadukan dengan ajaran toleransi yang menjadipilar perjuangannya dalam menghadirkan perdamaian dunia. Gulendan para pengikutnya menyebarkan roh agama, cinta dan toleransi,melalui berbagai aktivitas sosial terutama dialog dan pendidikansebagai media utamanya.
MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN MU’ADALAH DIROSATUL MUALLIMIN ISLAMIYAH PONDOK PESANTREN AL-HAMIDY BANYUANYAR PALENGAAN PAMEKASAN Anam, Saiful
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang manajemen kurikulumPesantren Mu’adalah Dirosatul Muallimin Islamiyah Al-HamidyBanyuanyar. Pertama, karakteristik kurikulum lebih menitikberatkankepada disiplin ilmu-ilmu keagamaan; Kedua, manajemen kurikulummeliputi perencanaan yang dilakukan dengan membentuk timpenyusun kurikulum, strategi penyampaian kurikulum menggunakanmetode diskusi dan tanya jawab, pengorganisasian kurikulumdimulai dari elemen pelaksananya berdasarkan tugasnya masingmasingyang dilanjutkan dengan pengorganisasian materi agama danumum yang dikemas secara rapi dalam satu skema pembelajaran.Sedangkan evaluasi kurikulum melalui ikhtibâr al-daury dan tamrîn.Ketiga, kendala implementasi kurikulum adalah kurangnya motivasidan kegairahan belajar siswa serta kurangnya inovasi pembelajaran.
PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF SYEIKH MUSTHAFA AL-GHALAYAINI DALAM KITAB ‘IZHAH AL-NÂSYI’ÎN Solichin, Mohammad Muchlis; Mahfudzah, Siti Athiyatul
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sebagai makhluk yang berakal, dituntut untukmemiliki akhlak yang baik. Untuk itu manusia harus mengupayakanpembentukan dan pembinaan akhlak agar dapat menghiasi dirinyadan menaikkan derajatnya. Dalam penanaman dan pembinaanakhlak, para ulama memberikan ajaran yang sangat berharga, yangitu didasarkan pada ajaran al-Qur’an dan al- Hadith, yang secaragaris besar menginginkan terbinanya akhlak yang mulia bagi setiapmuslim. Syeikh Musthafa al Ghalayaini melalui kitab ‘Izhah al-Nâsyiînmemberikan penekanan pada pembinaan akhlak dengan terbentuknyaakhlak yang mulia seperti kemajuan, keikhlasan, kesabaran,harapan, keberanian, dapat dipercaya, kesederhanaan, kedermawanan,dan kemauan. Di samping itu juga ditekankan pentingnyaseseorang menghindar diri dari akhlak tercela, seperti kemunafikan,putus asa, tertipu dengan perasaan sendiri , kemewahan, ambisi danlain-lain.
PEMIKIRAN SYEIKH MUHAMMAD SYAKIR TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB WASHÁYÁ AL-ÁBÁ’ LI AL-ABNÁ’ Hadie, Nur
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab Washâyâ al-Ãb⒠li al-Abn⒠merupakan salah satukarya penting Syeikh Muhammad Syakir al-Iskandari. Berisi tentangpendidikan akhlak bagi para pelajar tingkat dasar, yang meliputi;akhlak terhadap Allah dan Rasul-Nya, akhlak terhadap orang tua,akhlak terhadap guru, saudara dan teman-temannya, akhlak dalammenuntut ilmu, tentang sifat-sifat terpuji yang harus dilakukan, dantentang sifat-sifat tercela yang harus dijauhi. Agar mudah dipahami,kitab ini menggunakan beragam metode dalam penyampaian, yaitumetode nasehat, metode pembiasaan, metode kisah, metode dialog,metode perumpamaan, dan metode muhâsabah, metode targhîb dantarhîb.
PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM AÂ’la, Ach. Syaiful
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengeksplorasi tentang pengertian pendidik,kedudukan pendidik, dan sifat-sifat yang harus dimiliki olehseorang pendidik khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Kajiantentang pendidik sangat penting untuk terus didiskusikan, karenapendidik menempati posisi strategis dalam proses pembelajaran.Keterbatasan fasilitas belajar bisa diatasi jika pendidik memainkantanggungjawab dan peranannya dengan baik. Sebaliknya, kelengkapanfasilitas belajar akan menjadi percuma jika pendidik tidak mampumemerankan dirinya secara optimal. Pentingnya kedudukan pendidik,menuntut siapa pun yang menekuni pekerjaan mulia ini untukbekerja secara professional dengan cara melengkapi kompetensi yangdibutuhkan seorang pendidik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8