cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN -, Ismail
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Khaldun memandang bahwa perkembangan dankemajuan pendidikan tidak dapat lepas dari kemajuan peradaban.Tujuan pendidikan Islam menurutnya adalah meningkatkan kualitashidup, kualitas iman dan ketaatan, kualitas nalar, kualitas moral dankualitas kerja. Konsep Ibnu Khaldun tentang kurikulum dapat dilihatdari apresiasinya terhadap ragam ilmu yang menjadi saranapemenuhan kebutuhan hidup manusia. Dari konsep epistemologinya,ia membagi menjadi ilmu-ilmu yang berdasarkan otoritas syari’at (al-‘ulûm al-shar’iyyah al-naqliyyah) dan ilmu pengetahuan filosofis yangbersifat alami dan diperoleh manusia dengan kemampuan pikirnya(al-‘ulûm al-‘aqliyyah). Kurikulum yang dipandang baik untukmencapai tujuan pendidikan Islam adalah yang bersifat integratif dankomprehensif antara ilmu-ilmu yang bersifat naqliyyah dan ‘aqliyyahdengan memperhatikan landasan normativitas, historisitas, filosofis,dan sosiologisnya.
PROFIL GURU IDEAL DALAM PANDANGAN MUHAMMAD ‘ATHIYAH AL-ABRASYI SaÂ’diyah, Halimatus
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya insanparipurna yang mampu mengabdi kepada Allah dan menjadikhalifah-Nya. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, peran gurusangat penting. Karena itu, al-Abrasyi menyarankan agar seorangguru di samping menguasai pengetahuan yang akan diajarkankepada siswa, juga harus memiliki sifat-sifat ideal, sehingga bisadidengar dan dipatuhi, serta tingkah lakunya dapat ditiru danditeladani dengan baik. Di antara sifat tersebut adalah zuhud,memiliki jiwa yang bersih dari sifat dan akhlak yang tercela, ikhlasdalam melaksanakan tugasnya, bersifat pemaaf dan sabar, mencintaisiswanya seperti mencintai anaknya sendiri, mengenali bakat, tabi’atdan karakter siswanya.
PERUBAHAN-PERUBAHAN PENDIDIKAN DI PESANTREN TRADISIONAL (SALAFI) Hana, Rudy Al
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua persoalan yang dihadapi pesantren. Pertama,primer, yaitu persoalan bagaimana menyuguhkan kembali isi pesanmoral yang diembannya kepada masyarakat masa kini sehingga tetaprelevan dan mempunyai daya tarik. Kedua, sekunder, bagaimanamenguasai sesuatu yang kini dikuasai orang lain. Akan menjadipreseden buruk jika pesantren hanya memilih peran moral saja, tanpadisertai dengan mutu penyuguhannya, sehingga yang akan terjadiadalah semakin melemahnya hak hidup pesantren di tengahkehidupan abad ini. Dalam perkembangannya, pesantren tradisional(salafi) menyadari kenyataan ini, dengan melakukan aktualisasipemaknaan tradisional (salafi). Pesantren ini telah memberikan perannyata dan mengembangkan pesantrennya sebagai upaya mengantisipasiperkembangan zaman, sehingga keberadaan pesantren salafitetap eksis di era global, tentunya diharapkan tidak meninggalkannilai-nilai kesalafiyahannya yang masih relevan.
BUDAYA MADRASAH: STRATEGI PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN -, Siswanto
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan madrasah mengalami kompleksitasmasalah dan kurang berdaya menghadapi tuntutan dan tantanganperubahan, baik tantangan internal maupun eksternal. Maka dari itu,pengembangan madrasah yang bermutu membutuhkan perubahan,terutama budaya madrasah. Budaya madrasah yang kondusif ditandaidengan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dantertib, sehingga pembelajaran dapat berlangsung efektif. Budayamadrasah yang kondusif mendorong semua warga madrasah untukbertindak dan melakukan sesuatu yang terbaik yang mengarah padaprestasi siswa yang tinggi serta dapat meningkatkan kinerja gurusehingga produktivitas madrasah lebih baik dan lebih tinggi.
KANDUNGAN AGAMA ISLAM DALAM MATA PELAJARAN IPA DI MADRASAH Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini berupaya mendeskripsikankandungan agama Islam dalam bahan ajar IPA (Fisika, Kimia, danBiologi ) di madrasah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatifdan analisis dokumen terhadap bahan ajar IPA di Madrasah Aliyah,diperoleh kesimpulan bahwa kandungan agama Islam dalam bahanajar IPA di madrasah jumlahnya sangat terbatas dan tidaksignifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dari aspek bahan ajar,semangat Kementerian Agama untuk melakukan integrasi ilmumelalui islamisasi sains di madrasah belum terbukti. Karena itu,menjadi sangat penting untuk menyusun ulang bahan ajar IPA dimadrasah berbasis Islam. Dan tak kalah pentingnya jugamenyiapkan tenaga pengajar IPA di madrasah yang mampumenyampaikan pelajaran IPA bernuansa islami.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM -, Busahwi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam belum mampu menghasilkan out put yangkompetitif dan produktif. Orientasi sistem pembelajaran masihdiarahkan pada pencapaian target kurikulum, dan penjejalan konseppada pemahaman. belum diarahkan pada membangun kepribadiandan kedewasaan anak didik. Untuk itu, diperlukan guru yang kreatifyang dapat membuat pelajaran menjadi lebih menarik dan disukaioleh peserta didik, sehingga siswa bisa memahami materi pelajaranyang ditentukan. Salah satu model yang dapat dikembangkan dalampendidikan Islam adalah pembelajaran kooperatif yang merujuk padaberbagai macam metode pengajaran di mana para siswa bekerjadalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu samalain dalam mempelajari materi pelajaran. Penerapan pembelajarankooperatif dalam pendidikan Islam ini dikarenakan adanya kesamaanmetode.
SISTEM PEMBELAJARAN PONDOK CILIK MAKTAB NUBDZATUL BAYAN MAMBAUL ULUM BATA-BATA PAMEKASAN -, Sarkawi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini menjelaskan tentang sistempembelajaran di Pondok cilik Nubdzatul Bayan. Pesantren ini dapatdikategorikan sebagai lembaga yang bercorak salaf, institusi keagamaanyang concern pada materi keislaman dengan sistem pembelajaranyang umumnya reading text. Pembelajaran fiqh di pondok cilik, yangmayoritas santrinya adalah anak kecil usia sekitar 6 sampai 15 tahun,dikombinasikan dengan pembelajaran yang menyenangkan (learningby fun). Pondok ini memiliki penekanan khusus pembelajaran padapenguasaan ilmu alat seperti Nahwu dan Sharraf. Ketika santridianggap telah cakap dalam ilmu dasar tersebut maka selanjutnyasantri akan dibekali dengan ilmu fiqh. Materi yang berkaitan denganNahw, Sharraf, I‘lâl, dan I‘râb digabung dalam satu kitab yang namanyadisamakan dengan nama pondok, yaitu Nubdzat al-Bayân.
PERAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK PADA KELUARGA PEGAWAI Abadi, Ghafiqi Faroek
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini berupaya mengelaborasi peranpendidikan keluarga di alangan pegawai Kantor Kementerian AgamaSumenep dalam proses pembentukan akhlak anak, metode pendidikankeluarga yang diterapkan, dan faktor pendukung atau penghambatpendidikan keluarga yang dihadapinya. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa keluarga memegang peranan penting dalamproses pembentukan akhlak anak, karena keluarga merupakaninstitusi yang mula-mula sekali berinteraksi dengannya. Metodependidikan keluarga yang dilakukan adalah metode komunikasi,metode pemberian reward (hadiah), dan metode keteladanan. Faktorpendukungnya adalah lingkungan rumah dan masyarakat yangreligius, kecerdasan orang tua dalam memahami karakter dasar anak,serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan faktorpenghambatnya meliputi faktor tingkat pendidikan orang tua, faktorekonomi, faktor sosial dan faktor agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8