cover
Contact Name
Yusep Ahmadi F
Contact Email
yusep-ahmadi-f@ikipsiliwangi.ac.id
Phone
+62226658680
Journal Mail Official
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Editorial Address
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 22524657     EISSN : 25496506     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Semantik journal is a medium for disseminating the result of research about language, literature, and language and literature education in Indonesia. Scope Semantik journal publishes the research article in language, literature, language and literature education in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014" : 6 Documents clear
MEMBURU “CINTA” DENGAN MANTRA: ANALISIS PUISI MANTRA ORANG JAWA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN MANTRA LISAN Heri Isnaini
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.01 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p158 - 177

Abstract

Cara penyebaran mantra tidak sama dengan cara penyebaran teks-teks lisan yang lain seperti dongengatau legenda. Pewarisan teks mantra berkaitan dengan laku mistik tertentu. Dengan kata lain, mantratidak dapat dipisahkan dengan unsur mistik yang melekat padanya. Sedangkan puisi adalah karyasastra imajinatif yang bersifat konotatif karena banyak menggunakan makna kias dan makna lambangatau dengan kata lain bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran danperasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan srukturbatinnya. Kemiripan antara kedua teks tersebut (puisi dan mantra) menimbulkan kesan bahwakeduanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama. Walaupun pada kenyataannya antara teks puisi danmantra sangatlah berbeda. Perbedaan yang paling mendasar adalah pada tradisi penyebarannya.Mantra hidup dalam tradisi lisan, sedangkan puisi berkembang dalam tradisi tulisan. Kedua tekstersebut akan disandingkan dan dibandingkan dalam keterkaitannya satu dengan yang lain.Pembahasan kedua teks akan merujuk pada struktur teks, proses penciptaan, konteks penuturan, danfungsinya.Kata kunci: puisi, mantra, struktur, konteks penuturan, fungsi
PENERAPAN MODEL MAPPING ACTIVITY (MA) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Yeni Rostikawati
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.33 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p178 - 189

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pembelajaran membaca pemahaman dengan menerapkan model Mapping Acivity (MA)? 2)Bagaimanakah hasil pembelajaran membaca pemahaman setelah menggunakan modelMapping Acivity (MA)? 3) Apakah model Mapping Acivity (MA) efektif dalam meningkatkankemampuan membaca pemahaman? Penganalisisan data dilakukan dengan menggunakanrumus Chi-kuadrat untuk menguji normalitas data, rumus varian untuk menguji homogenitasdata, dan rumus uji t untuk membuktikan hipotesis. Adapun hasil pengujian hipotesismenunjukkan bahwa hipotesis kerja (Ha) diterima. Oleh karena itu, model Mapping Activity(MA) efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XAdministrasi Perkantoran 3 SMK Negeri 3 Bandung. Penelitian tentang penggunaan modelMapping Activity dalam pembelajaran membaca pemahaman menambah variasi caramengajar yang dilakukan oleh guru. Guru dapat lebih kreatif dalam menerapkan pembelajaranmembaca yang sering dianggap membosankan oleh siswa. Selain itu, kegiatan mapping dapatmelatih kemampuan otak kanan siswa sehingga ingatan akan lebih panjang.Kata kunci: pembelajaran, mapping activity, peningkatan, membaca pemahaman
PENGKAJIAN PUISI MELALUI PEMAHAMAN NILAI-NILAI ESTETIKA DANETIKA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER SISWA Yusida Gloriani
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.332 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p97 - 113

Abstract

Melalui eksplorasi bahasa yang khas dalam puisi, pengarang akan menampilkan aspek keindahan yangoptimal. Nilai estetik adalah nilai yang berdasar pada keindahan. Selain nilai-nilai estetika, di dalampuisi pun terdapat pula pemikiran, ide/gagasan, emosi, bentuk, kesan, dan pesan yang ingindisampaikan pengarang. Dengan demikian, dapat kita temukan nilai-nilai etika yang ingindisampaikan pengarang melalui keindahan bahasa pada puisinya. Nilai-nilai etika berkaitan denganaturan-aturan yang harus dijalani manusia dalam kehidupannya. Manusia harus memiliki perilakusesuai norma-norma, baik norma agama maupun norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Disekolah, guru bahasa dan sastra Indonesia dapat memanfaatkan karya sastra, diantaranya puisi.Dengan mengajak siswa untuk sering membaca dan mengkaji nilai-nilai estetika dan nilai-nilai etikapada puisi, maka perasaan halusnya akan tersentuh dengan keindahan atau nilai estetika. Pesan-pesanmoral atau nilai-nilai etik pada puisi akan berdampak pada pikiran kritis siswa dalam menjalanikehidupan dengan baik, lurus, dan benar.Kata-kata kunci : nilai-nilai estetika, nilai-nilai etika, puisi, pendidikan karakter.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERPEN “ROBOHNYA SURAU KAMI’’ KARYA A.A NAVIS Nofiyanti Nofiyanti
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.671 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p114 - 128

Abstract

Cerita pendek (cerpen) sebagai salah satu jenis karya sastra ternyata dapat memberikan manfaat kepada pembacanya, karena karya sastra yang baik selalu memberi pesan kepada pembaca untukberbuat baik dan mengajak pembaca untuk menjunjung tinggi norma-norma atau sering jugadinamakan “amanat”. Dengan demikian sastra dianggap sebagai sarana pendidikan moral. Pesan moraltersebut merupakan petunjuk tentang berbagai masalah kehidupan seperti, tingkah laku, sopan santundalam pergaulan, dan sebagainya. Berdasarkan hasil analisis unsur intrinsik yang ada pada cerpen“Robohnya Surau Kami” karya A.A Navis ini adalah sebuah karya sastra (cerpen) yang menarik danbaik. Hal ini dapat dilihat dari unsur-unsur intrinsik pembangunnya, selain itu dalam cerpen ini dapatdijadikan sebagai bahan pembelajaran khususnya dalam pembentukan pendidikan karakter. Karenadalam cerpen tersebut mengandung nilai-nilai moral.Kata kunci : Pendidikan karakter, Cerpen, Robohnya Surau kami
BUDAYA KONTEKS TINGGI: STUDI KASUS BUDAYA INDONESIA DAN CHINA Meli Meli
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.973 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p129 - 144

Abstract

Diberlakukannya pasar bebas menyebabkan peran komunikasi lintas-budaya sangat penting. Duniasebagai pasar global membuat transaksi perekonomian menjadi tanpa batas ruang dan waktu. Untukitu dibutuhkan keterampilan komunikasi lintas-budaya yang efektif untuk dapat berhasil dalampersaingan global. Perbedaan budaya memberikan tantangan yang unik dan sering mengakibatkankesalahpahaman. Komunikasi lintas-budaya ini penting karena dalam interaksi sosial sehari-hari,paparan budaya yang berbeda tidak bisa dihindari. Di dalam komunikasi biasa antara dua orang,adalah 35% komponen verbal, sedangkan 65% terjadi secara non-verbal (Ray L. Birdwhistell, 1969)1). Negara Indonesia dan China termasuk negara yang berbudaya konteks tinggi, namun masih sajaada beberapa faktor budaya di antara keduanya yang berbeda, yang juga menjadi ciri khas masingmasing.Dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa budaya khas, khususnya yang berkaitan dengankomunikasi lintas budaya di antara keduanya yang memiliki persamaan ataupun perbedaan, baikverbal maupun non-verbal.Kata kunci: budaya konteks tinggi, China, Indonesia, komunikasi, lintas-budaya.
ANALISIS KESANTUNAN BAHASA DALAM ACARA EXTRAVAGANZA Reka Yuda Mahardika
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.709 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p145 - 157

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran terhadap maksim kesantunan yang dilakukan oleh para pelawak dalam acara Extravaganza yang ditayangkan di Trans TV. Pisau analisis yangdigunakan adalah teori kesantunan yang dikemukakan oleh Geoffrey Leech. Kajian ini berolehkesimpulan bahwa frekuensi pelanggaran terhadap maksim kesantunan sering dan efektif digunakanuntuk memunculkan efek tawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2014 2014