cover
Contact Name
Goegoes Dwi Nusantoro
Contact Email
goegoesdn@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaleeccis@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal EECCIS
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 19783345     EISSN : 24608122     DOI : -
Core Subject : Engineering,
EECCIS is a scientific journal published every six month by electrical Department faculty of Engineering Brawijaya University. The Journal itself is specialized, i.e. the topics of articles cover electrical power, electronics, control, telecommunication, informatics and system engineering. The languages used in this journal are Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Pengaruh Tipe Belitan Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi Satu Fasa Asfari Hariz Santoso; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.576 KB)

Abstract

Motor induksi satu fasa banyak digunakan karena konstruksinya yang kokoh, relatif sederhana, mudah dalam perawatan, dan harga yang murah. Konfigurasi atau tipe belitan stator berpengaruh terhadap nilai impedansi motor. Pada penelitian ini dibuat dua tipe belitan atau  konfigurasi yang berbeda. Tipe belitan yang diteliti adalah terbagi-skrup (Mesin A) dan terpusat terdistribusi (Mesin B). Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan tipe belitan yang menghasilkan unjuk kerja motor yang baik. Langkah yang dilakukan adalah mendapatkan beda sudut fasa arus antara kumparan utama dan bantu yang ideal dengan kumparan yang simetri. Beda sudut fasa arus yang ideal adalah sebsesar 90°. Kumparan yang simetri yaitu jumlah kumparan utama dan bantu sama banyaknya. Hal tersebut dapat menghasilkan torsi yang optimum dan arus yang setimbang. Motor yang dirancang dianalisis menggunakan metode elemen berhingga dengan bantuan perangkat lunak FEMM 4.2. Simulasi dilakukan pada keadaan nominal. Kerapatan fluks rata-rata celah udara (Bav) yang didapat dari simulasi digunakan untuk menghitung kapasitas motor. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis daya dan torsi dengan perhitungan parameter dan pengujian berbeban. Hasil simulasi dan pengujian menunjukkan Mesin B memiliki torsi yang lebih tinggi dibanding Mesin A. Faktor yang berpengaruh adalah jumlah komponen harmonisa pada gaya gerak magnet (Magnetomotive force-MMF) dan distribusi medan yang dihasilkan kumparan stator.
Konsolidasi Beban Kerja Kluster Web Server Dinamis dengan Pendekatan Backpropagation Neural Network Alan Stevrie Balantimuhe; Sholeh Hadi Pramono; Hadi Suyono
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.045 KB)

Abstract

Meningkatnya permintaan pengguna applikasi WWW telah menyebabkan peningkatan yang sepadan dalam penggunaan sumber daya server kluster. Penelitian ini mengkaji tentang penyediaan sumber daya server Web berdasarkan parameter beban kerja server (load average CPU). Data yang digunakan adalah akses terhadap web server yang melayani applikasi Sistem Informasi Akademik Mahasiswa Universitas Brawijaya (SIAM-UB). Penggunaan sumber daya server secara maksimal (beban puncak) terjadi pada periode registrasi mahasiswa, yaitu lebih dari 65000 mahasiswa akan mengakses server SIAM secara bersamaan. Jumlah permintaan yang dilayani server dalam 1 hari dapat mencapai 1.7juta permintaan. Pada penelitian ini, penyediaan sumber daya server diprediksi untuk mendapatkan beban kerja CPU dalam kluster web server yang optimal. Prediksi beban kerja server diklasifikasikan menjadi 3 kelas, yaitu: Min (0-2), Medium (3-6), Maximum >7. Metode backpropagation neural network (BNN) digunakan untuk memprediksi kelas beban kerja server berdasarkan parameter input penggunaan CPU, memory, jaringan (throughput) dan jumlah IP akses. Arsitektur BNN dengan 32 input, 2 hidden layer dengan jumlah neuoron h1 512; h2 32, 3 output, dan learning rate 0.0001, menghasilkan bobot yang mampu melakukan klasifikasi dengan tingkat precision 90%, tingkat sensitivity 0.9, dan tingkat akurasi 93%.
Audit dan Rancangan Implementasi Sistem Manajemen Energi berbasis ISO 50001 di Universitas Brawijaya Malang Fajariyah Mulyani; Hadi Suyono; Rini Nur Hassanah
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.772 KB)

Abstract

Jurnal ini membahas tentang Audit Energi dan perancangan Implementasi Sistem Manajemen Energi Berbasis ISO 50001 di universitas Brawijaya Malang. Hasil Audit akan digunakan sebagai acuan Best practices serta upaya-upaya efisiensi energi yang sedang dan akan terus dilakukan oleh Universitas Brawijaya. Dari Hasil audit energi diperoleh informasi intensitas konsumsi energi terbesar adalah Ac 30%, lain-lain 22,84%, komputer 17,94% serta penerangan dan alat laboratorium sebesar 12,83% dan 12,45%. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan energi listriksignificant di Universitas Brawijaya, serta menghitung gambaran kebutuhan energi listrik saat ini dan yang akan datang hingga membangun dasar-dasar sistem manajemen energi yang mengarah ke standar internasional ISO 50001. Kata Kunci – audit energi, intensitas konsumsi energi, perancangan SME berbasis ISO 50001
Desain Lilitan Motor Induksi 1-Fasa dengan 4 Kumparan yang Tidak Identik Sama (Studi Kasus: Daya Keluaran dan Efisiensi Motor) Zuriman Anthony; Erhaneli Erhaneli
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.255 KB)

Abstract

Penelitan ini dimaksudkan untuk memberikan bentuk disain baru lilitan motor induksi 1-fasa dengan bentuk disain 4 kumparan yang tidak identik sama. 3 buah lilitan motor ini dibuat lebih besar dan bertindak sebagai kumparan bantu yang dipasang seri dengan kapasitor, sedangkan 1 lilitan yang lainnya bertindak sebagai kumparan utama. Motor yang digunakan sebagai pembanding adalah induksi 1-fasa 1Hp, 220 V, 50Hz, 1440 rpm, 8,3A, dengan Cs = 200µF dan Cr = 30µF. Motor induksi yang didisain juga menggunakan konstruksi yang sama dengan motor induksi pembanding, tetapi dengan bentuk lilitan yang telah dirubah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa motor induksi 1-fasa yang didisain baru mempunyai kinerja yang lebih baik dari motor induksi 1-fasa pembanding dengan hanya menggunakan Cs = 20µF dan Cr = 25µF yang mana lebih kecil dari yang digunakan oleh motor induksi 1-fasa pembanding (konvensional).Kata Kunci— Lilitan 4-fasa, motor induksi 1-fasa, daya keluaran motor, efisiensi motor. 
Buck Converter Sebagai Regulator Aliran Daya Pada Pengereman Regeneratif Ali Basrah
 Pulungan; Sukardi Sukardi; Taslim Ramadhani
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2379.353 KB)

Abstract

Makalah ini memaparkan perancangan dan pengujian Buck Converter Sebagai Regulator Aliran Daya yang digunakan pada pengereman regeneratif. Buck converter digunakan untuk menurunkan tegangan yang diperoleh dari input yang berubah-ubah yang dihasilkan saat pengereman regeneratif, regulator ini menggunakan Atmega 8 sebagai mikrokontrollernya. Hasil pengujian menunjukkan kinerja buck converter yang baik dengan tegangan output antara nilai 14,32-14,63 volt atau rata- rata 14,4 volt rentangan kerja dutycycle dari 14,90% hingga 68,29%, sehingga mampu bekerja saat tegangan input berubah ubah. Nilai tegangan ini dapat digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik jenis GP SERIES- VRLA 65 Ah. Kata Kunci— Regulator Aliran daya, Buck converter, Pengereman regeneratif. 
Pengembangan Model Boost-Buck untuk Mempertinggi Stabilitas Tegangan Keluaran Konverter DC-ke-DC Freddy Kurniawan

Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.325 KB)

Abstract

Abstract— This paper presented a novel boost-buck converter to provide the DC-DC converter. The converter consists of a cascaded configuration of the boost and buck converter. The boost converter supplied the voltage for the buck converter by converting the input voltage to the shared capacitor voltage with four modes operation: idle, up-transient, boost, and down transient. Meanwhile, the buck converter converted the shared capacitor voltage to the output voltage. To provide the fast-transient and low- ripple output-voltage, the buck converter responded the overshoot or undershoot of the output voltage by directly increasing or decreasing the on/off time of switching pulse. As the results, the transient response can be reduced to 1μs and the ripple output-voltage can be improved to 20 mV for the 5 A load current.Key Words — DC-DC Converter, Boost-buck, Fast- transient, Low-rippleAbstrak— Pada artikel ini dibahas model boost-buckuntuk membentuk konverter DC-ke-DC. Konverter ini tersusun dari konverter boost dan buck. Konverter boost mengonversi tegangan masukan menjadi tegangan di kapasitor bersama dengan empat mode operasi: tanpa beban, transisi-naik, boost, dan transisi-turun. Sementara itu konverter buck mengonversi tegangan di kapasitor bersama menjadi tegangan keluaran. Untuk memperkecil waktu transien dan tegangan kerut, konverter buck menanggapi kemungkinan naik/turunnya tegangan keluaran dengan manurunkan/menaikkan waktu on/off pulsa switching. Konverter boost-buck ini mempunyai waktu transien 1 mikrodetik dan tegangan kerut 20 mV pada beban 5 A.Kata Kunci— Konverter DC-ke-DC, Boost-buck, waktu transien, tegangan kerut.
Kinerja Pemutus Tenaga Tegangan Tinggi Bermedia Gas SF6 Berdasarkan Sejumlah Parameter Diri Arief Goeritno; Syofyan Rasiman; Zaky Komara
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.511 KB)

Abstract

Kinerja pemutus tenaga tegangan tinggi bermedia gas SF6 didasarkan kepada sejumlah parameter yang dilekatkan pada PMT dan meliputi (1) kualitas gas SF6, (2) keserempakan titik kontak bergerak saat operasi pembukaan atau penutupan, dan (3) parameter resistans. Kualitas gas SF6 terukur meliputi (a) tekanan sebesar 7,4 bar, sedangkan kebutuhan minimum untuk kondisi trip sebesar 7,2 bar dan untuk kondisi alarm sebesar 7,3 bar; (b) impuritas berkisar 98,4 sampai 98,9%, standar minimum lebih kecil dari 97%, (c) titik humiditas berkisar -41 sampai -45 0C, sedangkan batasan maksimum sebesar -5 0C); (d) kandungan uap air berkisar 80-104, batasan maksimum lebih kecil dari 840), dan (e) dekomposisi produk berkisar 33 sampai 100, sedangkan batasan maksimum lebih kecil dari 1000. Keserempakan titik kontak bergerak saat operasi pembukaan atau penutupan atau nilai ∆t dari PMT berkisar 1,7 sampai 4,8 milidetik, sedangkan nilai maksimum kurang dari 10 milidetik.  Parameter resistans terukur berupa (a) nilai resistans isolasi berkisar 21.300 sampai 98.700 MΩ, sedangkan sesuai standar ANSI dengan nilai diatas 2.000 MΩ dan PLN pada 2.000 MΩ dan (b) nilai resistans kontak berkisar 33 sampai 35 µΩ, sedangkan nilai standar ANSI lebih kecil dari 350 µΩ dan PLN pada nilai maksimum 200 µΩ.
Simulasi Rancangan Antena Planar Bow-tie untuk Aplikasi GPR Mohammad Darsono; Alfin Hidayat
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.973 KB)

Abstract

Perancangan antena bow-tie mikrostrip dikembangkan guna mendukung pengembangan Teknologi Ground penetrating radar (GPR) pada frekuensi 1,6 GHz. Untuk merancang antena dilakukan dengan menggunakan metode simulasi melalui software microwave office. Material substrat yang digunakan pada simulasi adalah duroid jenis RT/5880, dimana konstanta dielektrik 2,2 dengan ketebalan 1,57 mm. Struktur antena bow-tie terdiri dari dua patch simetris dengan dua saluran pencatu indentik dipasang paralel masing-masing untuk karakteristik impedansi 50 Ohm. Penambahan slot indentik pada masing-masing patch berpengaruh pada performance untuk memperoleh frekuensi resonansi dan bidang grounding sebagian berpengaruh pada lebar bandwidth. Hasil dari simulasi  perancangan antena diperoleh parameter, sebagai berikut: bandwidth return loss < 10 dB adalah 285 MHz (wideband), VSWR antara 1 sampai dengan 2 diperoleh 1,025 dengan frekuensi resonansi pada 1,6 GHz, impedansi masukan saat resonansi terhadap karakteristik impedansi 50  Ohm dalam keadaan mismatch. Untuk maksimum directivity  radiasi  diperoleh 3,39 dB dengan lebar sudut beamwidth adalah 91,2 derajat dan maksimum power radiasi sebesar 5,39 dB pada level diatas 3 dB. Pencapaian target performance sebagai rancangan antena GPR terlihat dengan baik seperti yang terlihat pada bandwidth maupun VSWR terhadap nilai frekuensi kerja yang ditetapkan oleh GSSI ( Geophysical Survey Systems, Inc).
Cover Jurnal EECCIS Vol.12 no.2 Oktober 2018 rakhmad romadhoni
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Jurnal EECCIS Vol.12 no.2 Oktober 2018
Peningkatan Keandalan Sistem Distribusi dengan Relokasi Penempatan Fuse-Recloser Optimal karena Injeksi Pembangkit Tersebar Moch Fahrulrozi; Hadi Suyono; Abraham Lomi
Jurnal EECCIS Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sistem yang paling dekat dengan pelanggan dalam sistem tenaga adalah sistem distribusi. Sistem perlindungan digunakan untuk melokalkan dan mengisolasi area yang bermasalah, dan karena itu jumlah pelanggan yang terputus akan berkurang dan sistem distribusi juga akan meningkat. Peralatan Fuse-recloser adalah perangkat yang biasa digunakan untuk meningkatkan sistem distribusi yang memungkinkan sistem untuk dibuka kembali setelah dibuka karena masalah sistem. Selain itu, sistem yang diperbarui juga akan meningkat dengan injeksi generasi yang terdistribusi dalam sistem distribusi. Namun, penggunaan sekering-recloser perlu dievaluasi dengan injeksi dari generasi yang dikeluarkan dalam sistem distribusi.Solusi optimal untuk relokasi fuse-reclosers yang digunakan adalah metode Particle Swarm Optimization (PSO). Berdasarkan analisis yang dilakukan, dengan injeksi generasi terdistribusi, sistem rilis naik 0,014% dengan SAIFI 2,4073 kali / tahun dan SAIDI sebesar 104,9991 jam / tahun dibandingkan dengan kondisi yang ada.Persyaratan Indeks - sekering-recloser, berjuang, Generasi Terdistribusi, Optimalisasi Kawanan Partikel