cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2005)" : 4 Documents clear
Globalisasi Ekonomi Dan Tekanan Ideologi Ekonomi Liberal Edy Suandi Hamid
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2473.231 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22157

Abstract

Berbagai aksi yang menolak praktik globalisasi ekonomi dewasa ini kerap kali muncul di media massa di tanah air. Penolakan tersebut terkait dengan ban yak bidang atau aspek, seperti pertanian, industri, lingkungan, perburuhan, ataupun juga berkaitan dengan isyu privatisasi BUMN. Hampir setiap hari kita menjumpai berita-berita di media massa yang mengambarkan dampak globalisasi ekonomi yang prosesnya semakin jauh dan merasuk perekonomian nasional. Globalisasi, menurut penelitian Rice dan Sulaiman (2004: 80-90) telah menimbulkan berbagai kesulitan bagi ekonomi Indonesia, di samping juga menciptakan beberapa peluang. Sedang Mubyarto (2002: 1-4) menilai globalisasi telah menjadi kekuatan serakah dari sistem kapitalisme-liberalisme yang telah menyengsarakan kehidupan Bangsa Indonesia, sehingga harus dilawan dengan kekua tan ekonomi-politik nasional yang didasarkan pada ekonomi rakyat.Tanggapan sebagian masyarakat di tanah air terhadap proses globalisasi ekonomi yang sedang berjalan, kondisinya hampir sama dengan kondisi global: ada yang bisa menerima, di samping banyak pula yang menentang. Pandangan yang menen tang menganggap proses globalisasi yang berlang-sung saat ini merupakan hasil rekayasa dari korporasi internasional dan negara-negara maju, di samping juga pandangan yang menilainya sebagai pemaksaan ideologi ekonomi yang tidak sejalan dengan ideologi ekonomi nasional. Kampanye ideologi ini disebarkan melalui media global milik korporasi-korporasi internasional bidang me-dia yang berpusat di negara maju (Hartiningsih, 2005: 33).
Revitalisasi Nilai Budaya Dan Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Rangka Pembangunan Kodiran Kodiran
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2209.69 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22158

Abstract

Pada hakikatnya di dalam program pembangunan terda-pat dua macam konsep, yaitu pembangunan menurut "konsep Barat" dan pembangunan menurut "konsep Timur". Keduanya satu sama lain berbeda baik ciri-cirinya maupun tujuannya. Adapun program pembangunan yang dilaksa-nakan dengan dasar "konsep Barat" itu ditandai oleh (1) penggunaan teknologi tinggi dalam proses produksinya, (2) dilakukan secara kompetitip, dan (3) hasilnya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi, sedangkan tujuannya untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan dari individu-individu serta kelompok-kelompok sosial tertentu. Sementara itu, program pembangunan yang diselengga-rakan dengan landasan pembangunan "konsep Timur" dilakukan memakai berbagai jenis teknologi yang dijalankan secara kooperatif dan hasilnya dimanfaatkan bagi kepen-tingan umum, serta tujuannya untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan penghasilan segenap warga masyarakat.
Perspektif Hak Asasi Manusia Terhadap Empat Persyaratan Yuridis Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22159

Abstract

Hak asasi manusia tidaklah dapat tegak dengan sendiri-nya. Tegak tidaknya hak asasi manusia - termasuk hak asasi masyarakat hukum adat - akan selalu terkait dengan peran dan kualitas kehidupan kenegaraan. Argumen paling jernih, paling lugas, dan paling tegas ten tang perlunya negara-negara menjamin hak asasi manusia terdapat dalam Preambul Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia bertang-gal 10 Desember 1948. Dalam alinea ketiga preambul tersebut tercantum kalimat penting ini: " Whereas it is issential, if man is not to be compelled to have recourse, as a last resort, to rebellion against tyranny and oppres-sion, that human rights should be protected by the rule of law". Artinya: "Bahwa jika kita tidak ingin orang terpaksa untuk memberontak sebagai upaya terakhir untuk menentang tirani dan penindasan, sungguh teramat penting untuk menjamin hak asasi manusia melalui tegaknya hukum."
Rekronstruksi Daerah Bencana Tsunami Harus Didahului Rekonsiliasi Sofian Effendi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22160

Abstract

Menurut para ahli gempa tektonik dan Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 merupakan bencana alam terbesar pada abad ini. Selain menyebabkan hilang dan kematian ratusan ribu jiwa, juga meninggalkan puluhan ribu anak yatim dan janda serta kerusakan infrastuktur yang parah. Di NAD saja kematian mencapai 236.116 jiwa (Serambi Indonesia, 19 Pebruari 2005). Hampir lima ratus ribu penduduk terkena dampak dari 4 juta penduduk NAD. Sebanyak 17 dari 21 kabupaten/kota terkena dampak yang cukup parah (Nazamuddin, 2005). Kerusakan mencakup infrastruktur, sektor produktif, sektor sosial dan sektor kelembagaan. Bappenas memperhitungkan kerugian di NAD mencapai 4.452 milyar US dollar.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue