cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Membangun Karakter Pemuda Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi Pada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah) Pipit Widiatmaka; Agus Pramusinto; Kodiran Kodiran
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.132 KB) | DOI: 10.22146/jkn.12002

Abstract

ABSTRACTThis research discussed about the role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency in building youth character and its implications towards youth personal resilience.This research used descriptive qualitative method. There were 5 (five) data collecting techniques used, such as deep interview, observation, literature study, internet, and documentation. The data analyzing process used in this research were collecting data,  reducing data,  presenting data, and  drawing conclusion.  The result of this research showed that the role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency could build youth character, but could not be maximized because there were several obstacles, namely financial condition, the lack of the management coordination, the lack of the management activeness, position vacuity, and personal interest. The character which could be built in that organization were religious, responsible, discipline, independence, honesty, mandatory, empathy, cooperative, confidence, creativity, toughness, leadership, tolerance, and nationalism. The role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency could implicate in youth personal resilience of the young, especially in Basic Education and Training, because other activities didn’t work effectively. The implication of Basic Education and Training were that it could build several characters, such as independence, togetherness, confidence, heading towards ideology, dynamics, creativity, and toughness. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dalam membangun karkater pemuda dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi pemuda.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 (lima) teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, internet, dan studi pustaka. Proses analisis data dalam penelitian ini, yaitu  pengumpulan data,  reduksi data,  penyajian data, dan  penarikan kesimpulan.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dapat membangun karakter pemuda, namun belum bisa maksimal karena terdapat beberapa kendala, yaitu keuangan, koordinasi pengurus masih kurang, keaktifan pengurus masih kurang, terjadi kekosongan jabatan, dan kepentingan pribadi. Karakter yang dapat dibangun di organisasi tersebut, yaitu religius, tanggung jawab, disiplin, mandiri, kejujuran, amanah, peduli antar sesama, kerja sama, percaya diri, kreatif, pantang menyerah, kepemimpinan, toleransi, dan nasionalisme. Peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dapat berimplikasi terhadap ketahanan pribadi pemuda khususnya Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), karena kegiatan yang lain tidak berjalan dengan efektif. Implikasi dari Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) dapat membangun kepribadian yang mandiri, kebersamaan, percaya diri, berpegang teguh pada prinsip, dinamis, kreatif dan pantang menyerah.  
Manajemen Koperasi Dalam Rangka Pengelolaan Hutan Rakyat Dan Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Ekonomi Masyarakat (Studi Pada Koperasi Wana Lestari Menoreh Di Kabupaten Kulon Progo Diy) Imam Subekti; Edhi Martono; Edy Suandi Hamid
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.631 KB) | DOI: 10.22146/jkn.16467

Abstract

ABSTRACTThis study identified KWLM management in public forest management and analyzed the effect of cooperative management in public forests management to economic resilience of society of KWLM members. It took at Koperasi Wana Lestari Menoreh in Kulon Progo.This study used combination method with "KWLM management" and "sustainable forest management in public forest management" as independent variable and "economic resilience of society of KWLM members" as dependent variable. Sampling used purposive sampling method. Informants were representing management and members of the cooperative, and respondents were taken from 40 cooperative members.This study concluded that KWLM management in public forests management was done with good cooperative management based on the cooperative principles so as to improved its members welfare and implementing sustainable forest management so it could produce forest products in a sustainable manner. Cooperative management in public forests management had positive effect on economic resilience of society of KWLM members.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen KWLM dalam rangka pengelolaan hutan rakyat dan untuk menganalisis pengaruh manajemen koperasi dalam rangka pengelolaan hutan rakyat terhadap ketahanan ekonomi masyarakat anggota KWLM. Penelitian ini mengambil studi pada Koperasi Wana Lestari Menoreh di Kabupaten Kulon Progo, DIY.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi dengan variabel bebas manajemen KWLM dan manajemen hutan lestari dalam rangka pengelolaan hutan rakyat, serta variabel terikat ketahanan ekonomi masyarakat anggota KWLM. Pengambilan sampel menggunakan metode  purposive sampling. Informan mewakili pengurus dan anggota koperasi, dan responden sebanyak 40 orang anggota koperasi yang sudah bergabung minimal 2 tahun.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa manajemen KWLM dalam rangka pengelolaan hutan rakyat dilakukan dengan manajemen usaha koperasi yang baik dilandasi prinsip-prinsip koperasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan manajemen hutan lestari, sehingga dapat memproduksi hasil hutan secara berkelanjutan. Manajemen koperasi dalam rangka pengelolaan hutan rakyat berpengaruh positif terhadap ketahanan ekonomi masyarakat anggota KWLM.
Peran Pemuda Dalam Mengelola Kawasan Ekowisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat Desa (Studi tentang Pemuda Pengelola Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah) Sri Haryati; Armaidy Armawi; Muhammad Supraja
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.75 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11986

Abstract

ABSTRACTThe influence of globalization had an impact on the youth of today. Social values that became a figure of youth had been eroded by modernization. Reality same was true in a Kandri Tourism Village was located in the Village Kandri, Gunungpati subdistrict, Semarang. Youth who numbered about 900 only 16 youths who participated managing ecotourism. The purpose of research were to determined the role of youth in the management of ecotourism, and examined the implications of the management of ecotourism to the rural communities resilienceThis research was qualitative descriptive exposure. The research approach used in the study was a problem that occurs in the community. The collecting of data used observation, interview and documentation.The results showed that youths’ manager had role in the management of ecotourism in the tourist village Kandri with the indicator most prominently the way to the natural area. The shapes of youth’s role in this program activities Kandri educational tour namely Farming Tour, Outbound Tour, Goa Kreo Tour,  and River Tubing’s Tour. The role of youth in the management of the society, especially the youth in the area of ecotourism had not run optimally.This had implications for the management of the ecotourism area to the  rural communities resilience, but it had not run optimally. The impact had positive and negative impacts. The positive impact on the rural communities resilience was the ability to renewed and maintained ecotourism, strengthening of social capital and the rule of law within the citizens, as well as the independencecitizens. The negative impact was the declining ability of youth RW III in selecting the socio-cultural values and social institutions. Therefore, the role of youth Kandri should be increased to preserved the environment so that the sustainability of ecotourism was maintainedABSTRAKPengaruh arus globalisasi telah memberikan dampak terhadap pemuda masa kini. Nilai-nilai sosial yang menjadi sosok pemuda telah tergerus dengan adanya modernisasi. Realita yang sama juga terjadi di sebuah Desa Wisata Kandri yang berada di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pemuda yang berjumlah sekitar 900-an hanya 16 pemuda yang ikut serta mengelola kawasan ekowisata. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran pemuda dalam pengelolaan kawasan ekowisata, dan mengkaji implikasi pengelolaan kawasan ekowisata terhadap ketahanan masyarakat desa.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu studi pada suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, pemuda pengelola berperan dalam mengelola kawasan ekowisata di Desa Wisata Kandri hanya pada indikator ekowisata yaitu perjalanan menuju kawasan alamiah. Bentuk peran tersebut berupa program kegiatan wisata edukasi yang meliputi Wisata Nyawah, Wisata Outbond, Wisata Goa Kreo, dan Wisata River Tubing. Peran pemuda pada pengelolaan masyarakat secara keseluruhan terutama pemuda di kawasan ekowisata belum berjalan secara maksimal. Pengelolaan kawasan ekowisata ini berimplikasi terhadap ketahanan masyarakat desa, akan tetapi belum mampu berjalan secara maksimal. Pengaruh yang dihasilkan berupa pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif pada ketahanan masyarakat desa yaitu penguatan modal sosial dan ketaatan hukum dalam diri warga, kemampuan memperbaharui dan memelihara kawasan ekowisata, serta kemandirian warga. Pengaruh negatif yang ditimbulkan yaitu menurunnya kemampuan pemuda RW III dalam memilih nilai-nilai sosial budaya dan kelembagaan sosial. Oleh karenanya, peran pemuda pengelola harus ditingkatkan untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga keberlangsungan ekowisata tetap terjaga. 
Peran Pemuda Dalam Pendampingan Mahasiswa Difabel Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Abd Mu'id Aris Shofa; Bagus Riyono; Sri Rum Giyarsih
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12012

Abstract

ABSTRACTThe researched aims to determined how the role of youth, and the implications for personal resilience in assisting students with disabilities at the Center For Disability Service (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.The method that was used by the researcher in this study was descriptive qualitative method. Data collection techniques used three techniques, namely in-depth interviews, observation and documentation. The sampling technique used purposive sampling, so that researcher got the data from key informants. The procedure of data analysis techniques in this research, namely 1) the reduction of data, 2) data display, 3)conclusions. The object of this research was the youth who becomes a companion for students with disabilities at the Center For Disability Service (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.From this research it can be noted, the role of youth in mentoring students with disabilities in the PLD UIN Sunan Kalijaga had a positive impact on the personal resilience of youth. This was shown by the increasing of self-confidence attitude , adhering to the principle, had a sense of responsibility, crave togetherness, and a creative spirit.ABSTRAK             Pemuda menjadi aset bangsa yang sangat penting bagi kelanjutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas pemudanya baik secara intelektualitasnya ataupun karakter pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemuda dan implikasi terhadap ketahanan pribadi pemuda dalam pendampingan mahasiswa difabel di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur teknik analisis data dalam  penelitian ini,  yaitu 1) reduksi data, 2) display data, 3) mengambil kesimpulan. Objek dalam penelitian ini adalah para pemuda yang menjadi pendamping bagi mahasiswa difabel di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Dari penelitian ini diketahui, peran pemuda dalam pendampingan mahasiswa difabel di PLD UIN Sunan Kalijaga mempunyai dampak positif terhadap ketahanan pribadi pemuda. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap rasa percaya diri yang bertambah, berpegang pada prinsip, memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kreatif dan mendambakan kebersamaan. Dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan pribadi pemuda yang tangguh dan baik maka program pendampingan terhadap mahasiswa difabel bisa digunakan sebagai salah satu metode atau cara untuk meningkatkan ketahanan pribadi 
Peran Kelompok Batik Tulis Giriloyo Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) Arif Nursaid; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan produktivitas kelompok batik tulis Sekar Arum di Dusun Giriloyo, peran kelompok batik tulis  Sekar Arum dalam memberikan kontribusi pada ketahanan ekonomi keluarga di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kendala-kendala dan upaya yang ada di lapangan.Penelitian ini bersifat Mixed Methods Research. Mixed Methods Research pada tahap pertama menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara secara terstruktur, observasi dan studi pustaka yang selanjutnya diproses menggunakan uji kuantitatif. Uji kuantitatif pada penelitian ini menggunakan uji koefisien determinasi, uji t, dan uji analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan yaitu data primer. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan menyebar kuesioner. Penelitian ini menggunakan beberapa indikator dalam mengukur ketahanan ekonomi keluarga. Indikator yang digunakan yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik, Bank Dunia, Standar UMK, Peraturan Bupati No 21 A Tahun 2007 tentang Indikator Kemiskinan Kabupaten Bantul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga kelompok Sekar Arum tidak terklasifikasi dalam keluarga miskin. Keluarga anggota kelompok Sekar Arum memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh. Kendala yang dihadapi berupa sistem marketing produk batik tulis yang belum optimal, sistem laporan keuangan yang kurang profesional, aksesibilitas yang kurang mendukung, ketersediaan jaringan komunikasi yang sangat minim, dan kurangnya kesadaran dan ketertarikan generasi muda untuk membatik. Rekomendasi berupa pengoptimalan marketing berbagai produk batik tulis Giriloyo, pendampingan pembuatan sistem laporan keuangan, menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk perbaikan aksesibilitas, menjalin komunikasi intens dengan provider dan pemerintah kabupaten, dan bekerjasama dengan pemerintah untuk pendidikan dan proses regenerasi.
Partisipasi Pemuda Dalam Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta) Gina Lestari; Armaidy Armawi; Muhamad Muhamad
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.074 KB) | DOI: 10.22146/jkn.17302

Abstract

ABSTRACT The global tourism wave lead to a new trend of village tourism where tourists come in small groups to interact and learn the life of villagers intensively. If the management is not well planned, this model inflicts social cultural changes in society. This study aimed to assess and formulate the youth participation in the community-based tourism (CBT) development and their contribution on social cultural regions resilience. This study used descriptive mixed methods research by using quantitative and qualitative approaches. The samples determined through purposive sampling by judgment sampling criteria.The result showed that youth was the part of the CBT’s manager actor in Pentingsari Tourism Village (Dewi Peri). The level of youth participation was a citizen power with an average of 70%. CBT development allowed the entire community to be actively involved as the main actor. Youth participation in the development of CBT contributed to social cultural resilience which based on the principle of partnership, prosperity, protection, independence, unity, and the values of  local social cultural. The social cultural resilience was formed through social and cultural preservation dynamically with protecting, developing and utilizing local social cultural by tourism activities.ABSTRAK Arus pariwisata global mengarah pada tren baru pariwisata pedesaan dimana wisatawan datang dalam kelompok-kelompok kecil dan berinteraksi intensif, mempelajari kehidupan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan penduduk desa. Pariwisata model ini rentan menyebabkan perubahan sosial budaya di masyarakat jika pengelolaannya tidak direncanakan secara matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan partisipasi pemuda dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) dan kontribusinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan prosedur metode campuran konkuren yang mengkombinasikan pendekatan kualitatif dengan kuantitatif. Penentuan sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan penggunaan keriteria berdasarkan pertimbangan. Hasil penelitian menunjukkan pemuda merupakan bagian dari aktor pengelola CBT di Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri). Partisipasi pemuda berada pada tingkat partisipasi citizen power dengan bobot rata-rata sebesar 70%. Model pengembangan CBT di Dewi Peri memungkinkan seluruh masyarakat terlibat secara aktif sebagai aktor utama. Partisipasi pemuda dalam pengembangan CBT di Dewi Peri berkontribusi terhadap ketahanan sosial budaya berdasarkan parameter asas kemitraan, kesejahteraan, perlindungan, kemandirian, kerukunan, nilai sosial dan budaya lokal. Ketahanan sosial budaya terbentuk melalui pelestarian sosial budaya secara dinamis dengan melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan sosial-budaya lokal melalui aktivitas pariwisata.   

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue