cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 3 (2022)" : 7 Documents clear
Ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ideologi Wilayah (Studi Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Periode 2019-2020) Agus Budiman; Otong Husni Taufiq; Egi Nurholis
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.61332

Abstract

ABSTRAKPancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Penerapan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia agar terciptanya warga negara yang baik serta mampu mengimplementasikan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari seperti toleransi umat beragama sehingga akan meningkatkan ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila dan Implikasinya Kepada Ketahanan Ideologi Wilayah terutama di Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data untuk menggambarkan respon dari suatu peristiwa pada periode tertentu, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan untuk teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan.Permasalahan mengenai ketahanan ideologi Pancasila saat ini menjadi polemik bangsa Indonesia. munculnya berbagai isu gerakan pembentukan negara berbasis agama sampai dengan praktik-praktik pemahaman dan perubahan ideologi di berbagai aspek kehidupan sikap intoleransi terhadap umat beragama salah satunya adalah pemahaman agama yang bersifat ekstrinsik Pancasila menjadi sebuah alat pemersatu bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah,Pancasila adalah ideologi dan dasar negara kesatuan memiliki nilai yang digali dari Indonesia, artinya digali dan diambil dari kekayaan, rohani, moral dan budaya masyarakat dan bangsa Indonesia. Sikap toleransi harus ditegakkan untuk melawan sikap anti toleransi atau intoleransi yang semakin berkembang. Bhinneka Tunggal Ika dan nilai Pancasila dijadikan dasar dalam upaya membina kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Analisis Pengambail Alihan Tata Ruang Pantai Carita Kabupaten Pandeglang Untuk Mendukung Penanggulangan Bencana Tsunami Anwar - Kurniadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.66364

Abstract

The terrible effects of the tsunami disaster in 2018 are almost all damage to infrastructure and environment in the recreation location of Carita Beach. Therefore, it needed to rearrange Carita Beach spatial.This research used method descriptive qualitative. This research analyzes the alternative reasons of Pandeglang Regency to taking over the spatial management of Carita beach to support Tsunami Disaster management.The results of the research were 1) the factors of supporting were old local government regulation based on this research were not suitable anymore and unable to prevent the terrible impact of the tsunami disaster, but with using the regional autonomy authority, the local government has a chance to take over the arrangement of spatial management of Sunda beach; 2) the factor of obstacles were special economic zone area of the central government in Sunda beach and different perception about the authority to manage Carita beach with Province of Banten; 3) the reason of alternatives for taking over were the terrible impact of tsunami disaster to defense and state security, precede the participation of the community in the development program, local government has the authority to give penalty and punishment to the inappropriate use. The conclusion was the local government of Pandeglang Regency makes taking over for rearrangement of the spatial of Carita beach because of relation to regulation and on the fact that the central government could not control it.
Peran Guru Penggerak Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Ketahanan Pendidikan Karakter Abad 21 Dewi Umi Qulsum S.Pd.
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.71741

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana peran guru penggerak dalam  penguatan profil pelajar Pancasila untuk mewujudkan ketahanan pendidikan karakter pada abad 21 sehingga generasi bangsa Indonesia mampu bersaing secara global. Apa saja yang menjadi hak dan tanggung jawab guru penggerak dalam melaksanakan penguatan profil pelajar Pancasila dalam proses pendidikan. Serta nilai apa saja yang harus dimiliki oleh guru penggerak agar mampu mewujudkan ketahanan pendidikan karakter abad 21.Penelitian ini merupakan penelitian normatif; tahap penelitian studi kepustakaan dan analisis deduktif. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Penelitian yang dilakukan peneliti membahas mengenai apa saja peran guru dalam upaya menguatkan profil pelajar Pancasila pada siswanya sebagai upaya ketahanan pendidikan karakter abad 21. Peneliti juga menggunakan metode kepustakaan (library research) dan wawancara kepada beberapa guru penggerak.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa guru penggerak mempunyai peran  penting  dalam membentuk ketahanan karakter siswanya. Peran penting guru penggerak tersebut yaitu menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah. Guru penggerak juga berperan menggerakkan komunitas belajar (menjadi praktisi komunitas) untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, menjadi pengajar praktik (coach) bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah. Selain itu guru penggerak juga berperan membuka ruang diskusi positif serta ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong peningkatan kepemimpinan siswa di sekolah.
Peran Balai Latihan Kerja dalam Meningkatkan Kompetensi Calon Tenaga Kerja dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pribadi Siswa (Studi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Serang, Kota Serang, Provinsi Banten) Adie Bangga
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.76540

Abstract

ABSTRACT This study aimed to (1) analyze the student training process at BBPVP Serang in improving student competence, (2) identify and analyze the factors that cause BBPVP Serang not to be optimal in increasing student competence, (3) formulate and analyze the efforts of BBPVP Serang in improving competence of prospective workers, (4) analyze the implications of the BBPVP Serang student competency improvement program on students' personal resilience. In this study, the theories used are role theory, human capital theory, competency theory, and human development theory.This research approach is descriptive qualitative research with data collection techniques, namely observation, interviews, documentation and literature. The informants in the study were 26 people consisting of the Head, Staff of BBPVP Serang, Instructors, Students, Alumni and Alumni Users of BBPVP Serang. Data analysis used is data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results of this study indicate (1) BBPVP Serang carrying out the training process has fulfilled the function of the management/training system according to Permenakertrans No. 8/  2014, (2) Factors that cause BBPVP Serang not to be optimal: Mismatch of BBPVP Serang training with industry needs, Input from training participants who heterogeneous educational background and age, as well as student personality factors, especially from local communities who have low interest and motivation to work; (3) Efforts of BBPVP Serang to overcome obstacles, namely the Synergy of BBPVP Serang with alumni users, more optimal OJT programs, and student competency certification; (4) The improvement of student competence has been proven to have implications for the formation of students' personal resilience, with indicators of students having competence (hardskills & softskills), certification of work competence, having a permanent job and having a fixed income. Recommendations from the results of the research: (1) The role of BBPVP Serang needs to be increased in its training capacity, (2) Central Government and Regional Government of Banten Province need to make regulations that encourage active industrial participation in improving vocational training for the surrounding community, (3) Selection of trainees must be more selective in looking for participants who have a high interest in learning, and are interested in finding work and work anywhere after completing the training, (4) It is necessary to group/mapping the trainees according to their educational background, interest/motivation to learn, and the age of the trainees, and (5) BBPVP Serang has reactivated the Serang BBPVP training alumni network through the Serang BBPVP tracer study.  
Desain Pengembangan Potensi UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Bahari dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah (Studi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo) Idris Yanto Niode; Endi Rahman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.77943

Abstract

                 Penelitian ini mempunyai tujuan untuk merumuskan desain pengembangan potensi UMKM berbasis ekonomi kreatif dan pariwisata bahari sebagai sektor unggulan daerah di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.               Pendekatan pada kajian ini memakai pendekatan Mix Method Eksploratory dimana untuk penguatan analisis kuantitatif memakai statistik deskriptif. Adapun subjek pada kajian ini ialah Pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango, Dinas Perindag dan UMKM Kabupaten Bone Bolango, Kelembagaan pariwisata, BUMN/BUMS, Universitas, Media, UMKM Kreatif, Wisatawan, Praktisi UMKM dan Perusahaan (Non Perbankan).               Pengumpulan data memakai metode Focus Group Discussion (FGD), penyebaran angket, wawancara terbuka dan terstruktur serta observasi. Analisis data untuk kualitatif memakai pendekatan Miles dan Huberman dan untuk kuantitatif memakai analisis SWOT, Analisis Peran Stakeholder dan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP).              Hasil kajian menunjukkan jika desain pengembangan potensi UMKM berbasis ekonomi kreatif dan pariwisata bahari sebagai sektor unggulan daerah di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo menghasilkan suatu model intergrasi dan optimalisasi yakni “Pogambango-Hepta Helix Model (PHHM)” yang merupakan model pengembangan dengan langkah konsistensi untuk melakukan integrasi dan optimalisasi produk utama pariwisata dan produk kreatif yang dipadukan dengan kearifan local. Adapun 7 (tujuh) pihak yang berkepentingan dilibatkan dalam “Pogambango Hepta Helix Model (PHHM)” yakni pemerintah yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perindag & UMKM (Regulator), komunitas kelembagaan pariwisata (Accelarator), Universitas (Conseptor), BUMN/BUMS (Enabler/Creditur), UMKM Kreatif (Creator/Designer), Media (Catalisator) dan Wisatawan (Afiliator). Desain pengembangan potensi UMKM berbasis ekonomi kreatif dan pariwisata bahari sebagai sektor unggulan daerah di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo bisa dioptimalkan melalui strategi integrasi dan optimalisasi produk utama pariwisata dan produk kreatif yang dipadukan dengan kearifan lokal Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Berbagai upaya tersebut telah  menciptakan ketahanan ekonomi wilayah dalam bentuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.           
Dampak Kampanye #AyoVaksin pada Media Sosial Twitter Terhadap Ketahanan Sosial Masyarakat Indonesia Di Masa Pandemi COVID-19 Delila Putri Sadayi; Suswanta Suswanta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.78221

Abstract

ABSTRAK  Artikel bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan sosial masyarakat Indonesia melalui seruan kampanye #AyoVaksin di media sosial Twitter selama pandemi COVID-19 di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif (QDA) dengan pendekatan eksploratif. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini; dataset #Ayovaksin yang dikumpulkan dari media sosial Twitter dan data bersumber dari 25 berita media online nasional dari tahun 2021-2022. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi variabel penelitian menggunakan perangkat lunak Nvivo 12 plus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Seruan #Ayovaksin di Indonesia memiliki mobilitas interaksi rata-rata berfluktuasi dengan tagar. 2) Seruan vaksin didominasi oleh akun palsu/anonim diidentifikasi sebagai akun buzzer, aktif dalam memperbarui isu vaksin, dan aktivitas kerja akun berpola berpengaruh terhadap kontrol sosial. 3) Ajakan kampanye vaksinasi COVID-19 melalui #Ayovaksin terbukti tidak efektif, di mana media sosial memiliki kerentanan terhadap penyebaran informasi palsu (hoaks). 4) seruan #AyoVaksin tidak berpengaruh terhadap ketahanan sosial di masyarakat, sebab kontribusi dalam seruan vaksin melalui tagar #AyoVaksin tidak berjalan efektif karena didominasi oleh akun anonim. Masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan media sosial sebagai sarana kontrol sosial; dengan kata lain, masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial
Penyuluhan Hukum Dalam Pencegahan Desersi Dan THTI Di Kalangan Prajurit TNI AD Dan Implikasinya Bagi Ketahanan Organisasi (Studi Di Yonif R 631/Atg Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah) Fransiscus Aparius Andri Tambunan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.78509

Abstract

ABSTRAKPrajurit Yonif R 631/Atg dituntut untuk mentaati setiap norma hukum yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah (1) agar dapat mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab prajurit melakukan tindak pidana desersi dan THTI (Tidak Hadir Tanpa Ijin) dan bagaimana penanganannya, (2) agar dapat mengetahui relevansi antara penyuluhan hukum dengan pencegahan tindak pidana desersi dan THTI serta ketahanan organisasi,(3) agar dapat menganalisis sejauhmana implementasi penyuluhan hukum bagi prajurit Yonif R 631/Atg dalam pencegahan tindak pidana desersi dan THTI serta bagi ketahanan organisasi, dan (4) agar dapat memberikan solusi berupa model penyuluhan hukum yang perlu diberlakukan agar dapat optimal dalam mencegah terjadinya tindak pidana desersi dan THTI demi ketahanan organisasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Yonif R 631/Atg yang berkedudukan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis data dalam penelitian ini mengambil dari observasi di objek penelitian dan wawancara terhadap 10 (sepuluh) informan. Peneliti juga melakukan studi pustaka dan mengambil dokumentasi dari literasi internet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor penyebab tindak pidana desersi dan THTI adalah ekonomi, sosial dan psikologis, (2) relevansi penyuluhan hukum dengan pencegahan tindak pidana desersi dan THTI adalah adanya pengetahuan hukum, pemahaman, sikap dan pola prilaku yang baik dalam hukum, sehingga meningkatkan kepatuhan hukum setiap prajurit, dan (3) pelaksanaan penyuluhan hukum di Yonif R 631/Atg ada beberapa kendala yaitu penyampaian materi yang belum maksimal karena penayangan slide materi yang biasa saja dan kurang menarik, belum optimalnya satuan Yonif R 631/Atg dalam pengerahan prajurit untuk dapat mengikuti penyuluhan hukum, dan penyuluhan hukum hanya dapat diberikan 1 (satu) kali dalam setahun terhadap prajurit Yonif R 631/Atg dan letak Yonif R 631/Atg yang tersebar di beberapa wilayah. Dampaknya pelanggaran hukum desersi dan THTI selalu ada dan (4) model penyuluhan hukum di Yonif R 631/Atg agar dapat optimal adalah beberapa hal yaitu melalui : metode penyampaian pesan/informasi, metode mengajar, metode mengajak (persuasif), dan metode dialog (tanya jawab), selain itu dalam rangka efisiensi biaya dan optimalisasi penyuluhan hukum, maka perlu agar penyuluhan hukum di jajaran Korem 102/Pjg khususnya Yonif R 631/Atg dilaksanakan oleh Kumrem 102/Pjg agar dapat mencegah terjadinya pelanggaran hukum di jajaran Yonif  R 631/Atg khususnya pelanggaran hukum desersi dan THTI.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue