cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Praktik Kehidupan Toleransi di Masyarakat Desa Pancasila dan Implikasinya terhadap Ketahanan Ideologi (Studi di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Bondowoso) abd. mu'id aris shofa
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.73778

Abstract

AbstrakPenelitin ini memiliki beberapa tujuan, yaitu 1) untuk mengetahui pola perilaku masyarakat dan peran aktor lokal dan strategi untuk mewujudkan kehidupan toleransi di Desa Pancasila, 2) untuk mengetahui kendala dalam menerapkan praktik toleransi di Desa Pancasila serta solusi dari kendala tersebut, dan 3) untuk mengetahui implikasinya terhadap ketahanan ideologi.Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, lokasi penelitian berada di Desa Wonorejo, Kecamatnan Banyuputih, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan 1) wawancara mendalam (Kepala Desa dan Kepala Dusun serta 2 tokoh masyarakat), 2) dokumentasi (foto dan dokumen terkait), dan 3) observasi (peneliti melakukan pengamatan secara langsung di Desa Pancasila. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis data interaktif yang terdiri dari beberpaa komponen yaitu pengambilan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktor lokal yang terlibat ialah peran aktor lokasl (pemerintah desa dan tokoh masyarkat) selalu mengakomodir masyarakat untuk selalu bersikap saling menghormati dan meghargai antar perbedaan yang ada khususnya agama dan etnis, sehingga masyarakat selalu berusaha untuk mengedepankan toleransi di dalam kehidupan sehari-hari, 2) kendala yang dihadapi ialah a) munculnya sikap skeptis dalam beribadah, b) adanya konflik di keluarga terkait perbedaan agama dan c) terbatasnya upacara perayaan keagamaan. Solusi untuk mengatasi kendala, yaitu dengan dialog dan mengedepankan sikap keterbukaan di dalam keluarga untuk menerima perbedaan agama, dan 3) Masyarakat di Desa Pancasila mengimplementasikan nilai religius, kemanusiaan, persatuan, demokratis, dan keadilan, sehingga berimplikasi pada ketahanan ideologi yang tangguh
Determinan Kinerja Sub Sektor Perikanan Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Di Provinsi Kepulauan Riau Widiyarini Widiyarini; Said Latuconsina
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.74691

Abstract

ABSTRACT Riau Islands Province has a large potential of fishery resources but has not been utilized optimally to increase regional economic growth, in addition to the problem of territorial boundaries in the South Natuna Sea between Indonesia and Vietnam and China, as well as a decrease in the number of Indonesian fishing fleets operating in the province. The Riau Archipelago is faced with the proliferation of foreign fishing vessels looking for fish in the region. The purpose of this study is to find and analyze the effect of domestic investment, fishery business credit, fishery exports and the number of fishing fleets on the performance of the fisheries sub-sector in the Riau Islands Province. In this research, the natural logarithm equation (Ln) model is used, with explanatory research analysis research methods or hypothesis research through explanations of causal relationships between variables, while the research design uses panel data analysis cross section 7 cities/districts and time series for 6 years from 2015 to 2020 in the Riau Islands Province using quantitative inferential statistics. The result show that the variables of domestic investment, fishery business credit, fishery exports and the number of fishing fleets simultaneously have a significant effect, also partially have a significant and positive effect on the performance of the fisheries sub-sector in the Riau Islands Province. Likewise, the fishery sub-sector performance variable has a significant and positive
Keamanan Regional Asia Tenggara Dan Implementasi Terhadap Ketahanan Wilayah Indonesia Pasca Perjanjian AUKUS Saskia Tasnim Utami
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.75593

Abstract

ABSTRAKAsia Tenggara khawatir atas strategi nuklir yang akan mengakibatkan adanya perlombaan senjata, meningkatkan potensi resiko konflik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang berdasarkan kepada studi objek maupun situasi dan peneliti sebagai sarana utama dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dengan cara triangulasi (kombinasi) dan diskusi dengan narasumber serta menggunakan Teori Neorealisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenal serta menganalisa lebih jauh kemungkinan tentang bagaimana dampak dari perjanjian AUKUS pada kawasan regional Asia Tenggara dan bagaimana sikap yang harus diambil di masa kini maupun di masa depan demi pertahanan dan keamanan regional Asia Tenggara serta implementasinya terhadap ketahanan wilayah Indonesia berdasarkan konsep yang ada pada konsep ketahanan nasional demi pertahanan dan keamanan Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi kekuatan Perjanjian AUKUS yang akan mengancam keamanan serta stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Perjanjian AUKUS dapat melemahkan ASEAN untuk melestarikan kawasan bebas nuklir demi perdamaian dan keamanan internasional dengan adanya perjanjian AUKUS ini menjadikan Traktat Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara menjadi tidak terealisasikan serta penulis memberikan rekomendasi dan proyeksi tentang bagaimana sikap yang harus diambil oleh Indonesia terkait dengan Perjanjian AUKUS di dunia internasional.
Strategi Pelestarian Dan Pengembangan Kesenian Tari Dolalak Sebagai Daya Tarik Wisata Dalam Upaya Mewujudkan Ketahanan Budaya Di Kabupaten Purworejo Saryani Saryani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.77285

Abstract

ABSTRAKKesenian Tari Dolalak merupakan kesenian asli Kabupaten Purworejo hasil alkuturasi budaya barat dan budaya timur. Kesenian ini adalah warisan budaya peninggalan sejak jaman Belanda. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui alasan kesenian Tari Dolalak dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata budaya, mengetahui bentuk pelestarian dan pengembangan, serta faktor pendukung dan penghambat serta strategi untuk menjadikan Tari Dolalak sebagai daya tarik wisata budaya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sampel diperoleh dari masyarakat yang terlibat langsung dalam pelestarian dan pengembangan kesenian Tari Dolalak yang meliputi Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Purworejo, pamong budaya, sanggar tari, kelompok kesenian Tari Dolalak, serta pelaku seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan pengisian kuisioner. Kevalidan data diuji dengan Teknik triangulasi serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Tari Dolalak dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Purworejo. Sedangkan berdasarkan hasil analisis SWOT Tari Dolalak berada pada kuadran I yang berarti kesenian tersebut sangat menguntungkan untuk dikembangkan terutama menggunakan strategi SO (streghts-opportunities).  
Peran Depo Pemeliharaan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Alutsista Arhanud (Studi Di Depo Pemeliharaan Sistem Senjata Arhanud Kota Batu Jawa Timur) Edi Nugraha
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.77290

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of Dohar Sista Arhanud in the maintenance of defense equipment and to analyze its implications for resilience of defense equipment. In this study, the theories used are role theory, bureaucratic theory, maintenance theory, readiness theory and resilience theory. This research method is a qualitative research with analytical descriptive approach. Data collection techniques used are interviews, observation, documentation and literature. Analysis of the data used is data categorization, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.  The results of this study indicate that through the role played by Dohar Sista Arhanud in the maintenance of the main defense equipment, it has implications for increasing the operational readiness of the main defense equipment , increasing the age of use to create resilience of the main defense equipment. In the implementation of defense equipment maintenance, there are obstacles faced by Dohar Sista Arhanud in maintaining the defense equipment including aspects of personnel, infrastructure, budget, organization and duties as well as policy aspects. The defense equipment maintenance activities carried out have implications for the defense of the main defense system, which can be seen through two aspects, namely: (1) operational readiness of the defense equipment and (2) the resilience of the defense equipment after maintenance. 
Peran Komando Kewilayahan Dalam Membantu Pemerintah Daerah Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pangan (Studi Kampung Moibaken Dan Kampung Suneri Di Kabupaten Biak Numfor) Zulkifli Mansyur
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.77295

Abstract

AbstractThis research was conducted in Biak Numfor Regency with the title Implementation of the role of regional command in assisting local governments and its implications for resilience with a focus on Moibaken and Suneri Villages, Biak Numfor Regency. The method used in this research is to use descriptive research with a qualitative approach that aims to describe and analyze the implementation of the role of the Regional Command in assisting local governments and its implications for food Resilience in Moibaken Village and Suneri Village, Biak Numfor Regency.observation), in-depth interviews, documentation,and library studies covering the role of regional commandos aimed at assisting local governments. The results of this study indicate that the implementation of the role of the Regional Command in assisting local governments and its implications for food Resilience has not run optimally. to farmers. as a regulator, a regulation is needed that regulates food Resilience. Then as a dynamist in its role it needs to be optimized by efforts to mobilize all existing units or form a post on food Resilience which is not just a guide as has been so far, so that with experience and togetherness the soldiers can take quick steps and actions to achieve food self-sufficiency. The strategies carried out by the Government and the Regional Command in Biak Numfor Regency in improving food Resilience are 1) socialization, this seems not yet optimal. 2) supervision and control, showing that the role of the Regional Command in supervision is good, but in controlling it is not optimal. 3) Education. shows that his role as an educator has not gone well because it is due to a lack of coordination with the government and farmers, 4) coordination, this shows that it is not optimal, this is due to a lack of communication made to farmers to increase awareness of the importance of food Resilience by paying attention to aspects of production agriculture, human resources, and agricultural innovation
Peran Babinsa Dalam Upaya Penanggulangan Bencana Banjir Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Pada Babinsa Kodim 0501/Jakarta Pusat BS) Zaenal Arifin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.77296

Abstract

ABSTRACT This study aims to (1) analyze the factors that influence the role of Babinsa in flood disaster management efforts at Kodim 0501/Central Jakarta BS and (2) analyze the role of Babinsa in disaster management efforts and their response to regional resilience at Kodim 0501/Central Jakarta BS.This study uses a quantitative and qualitative approach. Quantitative to analyze the factors that influence the role of babinsa and qualitative to analyze the role of babinsa. Data sources are primary and secondary data. Primary data were collected by questionnaires, interviews and observations. Secondary data was collected by literature study, documentation, and internet. The role of babinsa is described as it is without intending to make generally accepted conclusions.Babinsa's role in flood prevention is in line with the TNI's duties related to Military Operations Other than War (OMSP) and in accordance with the Babinsa Task Guidance Manual. Central Jakarta has high regional resilience to flooding according to Babinsa at Kodim 0501/Central Jakarta BS. The factors that influence the role of Babinsa simultaneously or partially in flood prevention at Kodim 0501/Central Jakarta BS are education, rank and the amount of training. Babinsa's role in flood management carried out during pre-disaster, during disaster, and post-disaster has positive implications for regional resilience, especially in Central Jakarta.
Ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ideologi Wilayah (Studi Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Periode 2019-2020) Agus Budiman; Otong Husni Taufiq; Egi Nurholis
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.61332

Abstract

ABSTRAKPancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Penerapan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia agar terciptanya warga negara yang baik serta mampu mengimplementasikan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari seperti toleransi umat beragama sehingga akan meningkatkan ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana ancaman Intoleransi Terhadap Dasar Negara Pancasila dan Implikasinya Kepada Ketahanan Ideologi Wilayah terutama di Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data untuk menggambarkan respon dari suatu peristiwa pada periode tertentu, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan untuk teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan.Permasalahan mengenai ketahanan ideologi Pancasila saat ini menjadi polemik bangsa Indonesia. munculnya berbagai isu gerakan pembentukan negara berbasis agama sampai dengan praktik-praktik pemahaman dan perubahan ideologi di berbagai aspek kehidupan sikap intoleransi terhadap umat beragama salah satunya adalah pemahaman agama yang bersifat ekstrinsik Pancasila menjadi sebuah alat pemersatu bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah,Pancasila adalah ideologi dan dasar negara kesatuan memiliki nilai yang digali dari Indonesia, artinya digali dan diambil dari kekayaan, rohani, moral dan budaya masyarakat dan bangsa Indonesia. Sikap toleransi harus ditegakkan untuk melawan sikap anti toleransi atau intoleransi yang semakin berkembang. Bhinneka Tunggal Ika dan nilai Pancasila dijadikan dasar dalam upaya membina kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Analisis Pengambail Alihan Tata Ruang Pantai Carita Kabupaten Pandeglang Untuk Mendukung Penanggulangan Bencana Tsunami Anwar - Kurniadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.66364

Abstract

The terrible effects of the tsunami disaster in 2018 are almost all damage to infrastructure and environment in the recreation location of Carita Beach. Therefore, it needed to rearrange Carita Beach spatial.This research used method descriptive qualitative. This research analyzes the alternative reasons of Pandeglang Regency to taking over the spatial management of Carita beach to support Tsunami Disaster management.The results of the research were 1) the factors of supporting were old local government regulation based on this research were not suitable anymore and unable to prevent the terrible impact of the tsunami disaster, but with using the regional autonomy authority, the local government has a chance to take over the arrangement of spatial management of Sunda beach; 2) the factor of obstacles were special economic zone area of the central government in Sunda beach and different perception about the authority to manage Carita beach with Province of Banten; 3) the reason of alternatives for taking over were the terrible impact of tsunami disaster to defense and state security, precede the participation of the community in the development program, local government has the authority to give penalty and punishment to the inappropriate use. The conclusion was the local government of Pandeglang Regency makes taking over for rearrangement of the spatial of Carita beach because of relation to regulation and on the fact that the central government could not control it.
Peran Guru Penggerak Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Ketahanan Pendidikan Karakter Abad 21 Dewi Umi Qulsum S.Pd.
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 28, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.71741

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana peran guru penggerak dalam  penguatan profil pelajar Pancasila untuk mewujudkan ketahanan pendidikan karakter pada abad 21 sehingga generasi bangsa Indonesia mampu bersaing secara global. Apa saja yang menjadi hak dan tanggung jawab guru penggerak dalam melaksanakan penguatan profil pelajar Pancasila dalam proses pendidikan. Serta nilai apa saja yang harus dimiliki oleh guru penggerak agar mampu mewujudkan ketahanan pendidikan karakter abad 21.Penelitian ini merupakan penelitian normatif; tahap penelitian studi kepustakaan dan analisis deduktif. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Penelitian yang dilakukan peneliti membahas mengenai apa saja peran guru dalam upaya menguatkan profil pelajar Pancasila pada siswanya sebagai upaya ketahanan pendidikan karakter abad 21. Peneliti juga menggunakan metode kepustakaan (library research) dan wawancara kepada beberapa guru penggerak.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa guru penggerak mempunyai peran  penting  dalam membentuk ketahanan karakter siswanya. Peran penting guru penggerak tersebut yaitu menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah. Guru penggerak juga berperan menggerakkan komunitas belajar (menjadi praktisi komunitas) untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, menjadi pengajar praktik (coach) bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah. Selain itu guru penggerak juga berperan membuka ruang diskusi positif serta ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong peningkatan kepemimpinan siswa di sekolah.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue