cover
Contact Name
Zaffril Syam
Contact Email
zaffril.syam@uin-suska.ac.id
Phone
+6282385365000
Journal Mail Official
imam.hanafi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
ISSN : 20860315     EISSN : 24071595     DOI : https://doi.org/10.24014/trs.v12i2.13542
Core Subject : Religion,
Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar etnik.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember" : 6 Documents clear
INKLUSIVISME DAN HUMANISME PESANTREN Zulkifli Nelson; Dardiri Dardiri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2475

Abstract

Pesantren selama ini dianggap memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan pemahaman ke-Islaman di negeri ini. Hal ini menjadi sangat menarik jika kemudian pesantren dihadapkan pada isu eksklusifitas keagamaan. Isu ini memberikan dampak pada pemahaman keagamaan yang mengangap bahwa hanya pemahaman agamanyalah yang paling benar. Sikap yang lebih tinggi dari pemahaman agama seperti ini adalah munculnya teror dan pembunuhan atas nama Tuhannya. Oleh karena itu, pemahaman ulang atas pesantren menjadi penting, yaitu apakah pesantren justru memberikan kontribusi atas pemahaman diatas? Sehingga pembunuhan atas nama Tuhan sering terjadi di negeri ini. Dari ulasan pada tulisan ini, jika berangkat dari akar tradisi keilmuan pesantren, justru nilai-nilai keterbukaan (inklusifitas) dan penghargaan atas hak-hak kemanusiaan (humanitas) dijunjung tinggi. Hal ini, semakin menepis anggapan bahwa pesantren "sarang teroris"
AKAL DAN WAHYU; Antara Perdebatan dan Pembelaan dalam Sejarah Masbukin Masbukin; Alimuddin Hassan
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2476

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang peran akal dan wahyu dalam sejarah Islam. Perdebatan ini kemudian melahirkan sikap-sikap intoleransi dalam Islam. Masing-masing bersiteguh akan kebenaran yang dimiliki. Agaknya pada dua abad pertama Islam banyak beredar hadits-hadits yang menjunjung tinggi akal. Tetapi karena hadits-hadits itu lebih mendukung “kaum liberal”, maka dalam perkembangan lebih lanjut dikenakan prasangka sebagai lemah dan tidak sah, sehingga juga tidak banyak dimuat dalam kitab-kitab hadit hasil pembukuan masa-masa sesudahnya
MEMBANGUN TASAMUH KEBERAGAMAAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Ade Jamarudin
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2477

Abstract

Tasamuh merupakan sikap menghormati orang lain untuk melaksanakan hak-haknya. Kita tidak boleh memandang rendah suku bangsa, agama, atau kebudayaan daerah lain, apalagi bersikap menghina, membenci, atau memusuhinya. Selain itu, makna tasamuh juga dapat diartikan sabar menghadapi keyakinan-keyakinan orang lain, pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dengan keyakinan dan batil menurut pandangan kita, dan tidak boleh menyerang dan mencela dengan celaan yang membuat orang tersebut sakit dan tersiksa perasaannya.Tasamuh dalam beragama bukan berarti kita hari ini boleh bebas menganut agama tertentu dan esok hari kita menganut agama yang lain atau dengan bebasnya mengikuti ibadah dan ritualitas semua agama tanpa adanya peraturan yang mengikat. Akan tetapi, toleransi beragama harus dipahami sebagai bentuk pengakuan kita akan adanya agama-agama lain selain agama kita dengan segala bentuk sistem, dan tata cara peribadatannya dan memberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing
MUSLIM SALEH ATAU RADIKAL: Prospek Toleransi Agama di Indonesia Pasca 2-12 Imron Rosidi
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2478

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang prospek toleransi beragama di Indonesia setelah peristiwa demonstrasi umat Islam pada tanggal 02 Desember 2016 (2 12), dengan sudut pandang pada peningkatan kesalehan atau radikalisme pemahaman. Berdasarkan tulisan ini, gerakan aksi bela Islam yang puncaknya terjadi pada tanggal 2 Desember 2016 di lapangan Monas itu adalah gejala kesalehan yang hybrid dengan kapitalisme, politik dan budaya populer. Aksi itu menjadi contoh sempurna perkawinan antara kapitalisme dan Islam sebab aksi itu dimanfaatkan sebagai wahana penting mempromosikan produk-produk tertentu seperti sebuah produsen busana Muslim terkenal yang sengaja mengirimkan pesan melalui SMS ke konsumen dengan menawarkan produk diskon sekian persen dengan brand “promo Aksi Bela Islam jilid III”. Ia juga berkelindan dengan politik sebab sebagaimana diberitakan di media mainstream, aksi itu telah dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk saluran atau alat menggulingkan kekuasaan pemerintahan sekarang
MEMPERTEGAS SEMANGAT TOLERANSI DALAM ISLAM Maulana Maulana
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2474

Abstract

Cara pandang terhadap agama dengan menempatkan agama sebagai sumber konflik, telah menimbulkan berbagai upaya menafsirkan kembali ajaran agama dan kemudian dicarikan titik temu pada level tertentu, dengan harapan konflik di antara umat beragama akan redam jika antar pemeluk agama saling toleran. Diantaranya adalah upaya meneguhkan kembali nilai-nilai toleransi yang didalam al-Qur’an diungkapkan beberapa kali. Oleh karena itu, penting untuk membaca dan meyakini bahwa pertama, meyakini bahwa terhadap kemuliaan manusia, apapun agamanya, kebangsaannya, dan kesukuannya. Kedua, meyakini bahwa perbedaan manusia dalam agama dan keyakinan merupakan realitas yang dikehendaki Allah swt yang telah memberi mereka kebebasan untuk memilih iman atau kufur. Ketiga, meyakini bahwa seorang muslim tidak dituntut untuk mengadili kekafiran orang kafir, atau menghukum kesesatan orang sesat. Keempat, meyakini bahwa bahwa Allah swt. memerintahkan untuk berbuat adil dan mengajak kepada budi pekerti mulia meskipun kepada orang musyrik
KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA; Telaah atas Piagam Madinah dan Relevansinya bagi Indonesia Abu Bakar; Hurmain Hurmain
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i2.2479

Abstract

Kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya sudah diatur secara baik. Berbagai aturan sudah diterbitkan oleh pemerintah dalam upaya merealisasikannya. Setelah mengkaji lebih mendalam, bahwa aturan-aturan tentang kerukunan umat beragama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan aturan yang tertuang dalam Piagam Madinah. Andai kata ditemukan akhirnya berbagai konflik antar umat beragama di Indonesia, hal tersebut tidak terkait dengan masalah agama semata, melainkan sudah ditunggangi oleh berbagai kepentingan, terutama kepentingan politik dan kepentingan lainnya

Page 1 of 1 | Total Record : 6