cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017" : 8 Documents clear
ETNOMATEMATIKA MELAYU: PERTAUTAN ANTARA MATEMATIKA DAN BUDAYA PADA MASYARAKAT MELAYU RIAU Hasanuddin Hasanuddin
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4429

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur etnomatematika pada masyarakat melayu Riau. Hal ini penting, mengingat Propinsi Riau sedang mempersiapkan diri menjadi sebagai pusat kebudayaan Melayu. Oleh karena itu upaya penggalian, pengembangan dan pengenalan etnomatematika melayu Riau sangat diperlukan. Eksplorasi etnomatematika pada masyarakat melayu Riau menggunakan metode peneltian kulitatif-etnografis. Hasil penelitian ini menunjukkan banyaknya aktivitas etnomatematika dalam masyarakat melayu Riau. Pada artikel ini, disajikan berbagai aktivitas etnomatematika pada seni sastra, seni busana melayu, seni ukir dan aplikasi etnomatematika pada permainan masyarakat melayu Riau.
ANALSISI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KEPUTUSAN MENGUNJUNGI DESTINASI WISATA SYARIAH DI SUMATERA BARAT Ainun Mardiah; Herlinda Herlinda
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4434

Abstract

This study aims to determine the influence of consumer behavior consisting of cultural, social, individual, and psychological factors which have simultaneous and partial influence on the decision to visit the Shariah tourism destination in West Sumatra. The number of sample is 100 respondents. The research variables consist of independent variables are culture (X1), social (X2), individual (X3), psychological (X4) as well as the dependent variable (Y) is the decision to visit the destination of sharia tourism. Data analysis used multiple linear regression analysis. The result of research indicate that culture has significant influence to the decision to visit shariah tourism destination, social has significant effect to the decision to visit the shariah tourism destination, the individual has a significant effect on the decision to visit the sharia tourism destination, the psychology has significant effect to the decision to visit the sharia tourist destination. Based on F test, it is found that cultural, social, individual and psychological variables influence together to the decision to visit the Shariah tourism destination in West Sumatera.
KONDISI SOSIAL EKONOMI KOMUNITAS PEMULUNG DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) MUARA FAJAR RUMBAI PEKANBARU: FENOMENA DAN SOLUSI Asliati Asliati
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4430

Abstract

Salah satu masalah sosial yang ada di tengah masyarakat adalah masalah kemiskinan. Adapun kemiskinan tidak akan bisa di berantas kalau hanya sebatas di jadikan bahan diskusi. Untuk itu perlu langkah konkrit untuk mengatasi kemiskinan tersebut. Karya tulisan ini hasil penelitian penulis  di mana berusaha mengemukakan fakta sesuai fenomena yang ada dilapangan melalui hasil observasi dan wawancara dengan pemulung dan sumber terkait. Dalam tulisan ini penulis berupaya mengungkap fenomena pemulung di TPA Muara Fajar dan mengadakan analisis selanjutnya ditawarkan solusi. Tinjauan teori dikemukakan tentang seluk beluk pemulung dan konsep kemiskinan. Sangat banyak tinjauan definisi pemulung namun dapat disimpulkan pemulung adalah seorang atau sekelompok manusia yang penghidupannya diperoleh dari mencari atau mengumpulkan barang-barang bekas yang telah terbuang di tempat pembuangan sampah sebagai barang bekas. Sedangkan kemiskinan disimpulkan adalah kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Setelah data didapatkan dan dilakukan analisis maka diperoleh kesimpulan bahwa kondisi social ekonomi komunitas pemulung di TPA Muara Fajar Rumbai Pekanbaru adalah berada pada level memprihatinkan, hal ini berdasarkan tinjauan terhadap beberapa faktor  berikut Faktor Pendidikan rata-rata pemulung hanya menamatkan Sekolah Dasar (SD). Faktor Pekerjaan bahwa pemulung tidak mempunyai pilihan lain karena keterbatasan akses kepada pekerjaan pada sektor formal. Faktor Penghasilan bahwa rata-rata hasil yang didapat dari pekerjaan sebagai pemulung hanya mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari dan sangat kesulitan ketika ingin memenuhi kebutuhan sandang dan papan. Faktor Perumahan kebanyakan pemulung yang ada di TPA Muara Fajar belum memiliki rumah sendiri dan hidup dalam rumah kontrakan  yang sempit dengan jumlah keluarga tergolong besar dengan jumlah anak 3 sampai 6 orang. Faktor Pelayanan kesehatan bahwa pemulung cenderung ketika sakit tidak tidak buru-buru berobat ke Rumah Sakit atau ke Puskesmas dengan alasan keterbatasan biaya dan apabila berobat memakai kartu berobat gratis pemulung tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya. Adapun solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan life skill dengan harapan memperoleh penghidupan yang lebih baik.
HEGEMONI EKONOMI ETNIK TIONGHOA DI PESISIR KABUPATEN BENGKALIS RIAU Arbi Yasin
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4431

Abstract

Dalam tatanan kehidupan komunitas desa pantai Meskom keberadaan etnik Tionghoa sangat penting, sangat menentukan dan merupakan bagian terintegral yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan komunitas desa pantai tersebut. Karena secara ekonomi, warga Tionghoa di daerah ini cukup memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai ajaran Konghuchu yang mempengaruhi keberhasilan ekonomi etnik Tionghoa. Data diambil melalui wawancara mendalam, pengamatan terlibat, studi kepustakaan serta instrumen dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya, dengan tidak melupakan pula menggunakan teknik FGD (Focus Group Discussion). Beberapa ajaran Konghuchu seperti ; chung (kesetiaan), hsin yung (dapat dipercaya), kuan shi (koneksi), hao peng (rekan) dan hsiung ti (saudara) dipraktekkan oleh etnik Tionghoa dalam memperlancarkan usaha atau bisnis mereka. 
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENGHAYATAN AKHLAK PELAJAR POLITEKNIK BANTING SELANGOR DAN KOLEJ KOMUNITI KUALA LANGAT, MALAYSIA Nor Hayati Fatmi Talib; Nur Azmah Mohamad Saleh; Nursuriati Mohd Badli
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4424

Abstract

Lingkungan sosial siswa berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku dan kehidupan siswa. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tersebut. Lingkungan sosial dalam kajian ini meliputi ibu dan bapa, guru, teman, artis, lingkungan sekolah, masyarakat dan undang-undang. Kajian kuantitatif ini dilakukan terhadap 192 orang pelajar semester satu sebagai sampel yang berasal dari Kolej Komuniti Kuala Langat dan Politeknik Banting Selangor. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan tingkah laku siswa. Pengaruh lingkungan sosial yang tertinggi adalah ibu bapak (SM 4.25, SP=0.57), diikuti guru (SM 3.97, SP=0.61), masyarakat (SM 3.81, SP=0.60), lingkungan sekolah (SM 3.76, SP=0.59), undang-undang (SM 3.74, SP=0.73), rakan (SM 3.63, SP=0.62) dan artis (SM 2.80, SP=0.93). Terdapat perbedaan tingkat pengaruh lingkungan sosial antara dua institusi dan antara program studi di Kolej Komuniti Kuala Langat. Hasil kajian menyumbang input kepada penambahbaikan aktivitas pengajaran dan pembelajaran serta pembangunan akhlak ssiwa di kedua institusi.PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENGHAYATAN AKHLAK PELAJAR POLITEKNIK BANTING SELANGOR DAN KOLEJ KOMUNITI KUALA LANGAT, MALAYSIA
BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT MAYA (CYBER): SUATU PROSES INTERAKSI SIMBOLIK Rohayati Rohayati
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4432

Abstract

Masyarakat cyber atau yang biasa disebut dengan warga net memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi. Teknologi digunakan untuk berinteraksi satu sama lain, bentuk komunikasinya pun berbeda dengan masyarakat di dunia nyata. Perubahan bentuk komunikasi yang terjadi tidak dapat kita pisahkan dari perkemangan teknologi komunikasi dan informasi. Banyak sekali masyarakat yang menggunakan tekonologi komunikasi sebagai cara primer untuk menyampaikan pesan, akibatnya pesan yang disampaikan lebih kaya makna karena pesan disampaikan dalam bentuk simbol-simbol. Masyarakat cyber sebagai masyarakat maya bergantung pada simbol-simbol dalam menyampaikan pesan. Interaksi simbolik digunakan oleh masyarakat cyber untuk menyampaikan pesan. Tidak jarang kita temukan bahwa makna dari simbol yang disampaikan diinterpretasikan secara berbeda, sehingga menimbulkan mutlipersepsi. Tulisan ini mengkaji bagaimana budaya komunikasi masyarakat cyber, pola komunikasi seperti apa yang digunakan untuk menyampaikan pesan, serta bagaimana pemberian makna terhadap simbol yang dikomunikasikan. Selain itu, penulis juga mengkaji tentang proses inteaksi simbolik yang berlangsung dalam masyarakat cyber. Seperti diketahui bahwa interaksi simbolik tidak bisa dipisahkan dari proses komunikasi yang terjadi pada masyarakt cyber. 
PERAN ORANG TUA DALAM PROSES AKSEPTABILITAS MASYARAKAT TERHADAP ANAK PENYANDANG TUNA GRAHITA DI KOTA YOGYAKARTA Ratna Dewi; Zarkasih Zarkasih
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4425

Abstract

Penyandang tuna grahita sering mendapat perlakuan marginal dari masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan meninjau bagaimana peran orang tua dalam proses akseptabilitas masyarakat terhadap anak-anak penyandang tuna grahita di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan tinjauan rasionalitas Weber dalam melihat peran-peran yang dilakukan orang tua kepada anaknya yang menyandang tuna grahita. Dengan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologis peneliti melihat bahwa setiap orang tua mempunyai rasionalitas sendiri mengenai tindakan atau peran yang dilakukannya yang mengarah pada penerimaan masyarakat terhadap anaknya yang menyandang tuna grahita. Peran yang dilakukan oleh para orang tua itu tergantung pada sikap atau reaksi mereka terhadap kehadiran anaknya yang menyandang tuna grahita. Orang tua yang dapat menerima keadaan anaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik dan membawa anaknya beradaptasi dan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat, sehingga masyarakat pun menjadi lebih mudah untuk menerima keadaan anak penyandang tuna grahita tersebut. Sebaliknya, orang tua yang sulit menerima kondisi anaknya yang menyandang tuna grahita, akan berusaha membatasi ruang gerak dan ruang interaksi sosial anak, sehingga masyarakat  pun cendrung sulit menerima keterbatasan dan kehadiran anak penyandang tuna grahita.
DIMENSI MISTIK DALAM EVENT PACU JALUR Hasbullah Hasbullah
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskn dimensi mistik yang terdapat dalam event pacu jalur. Pacu jalur tidak hanya melibatkan unsur fisik, namun juga hal-hal yang bersifat mistik. Dukun merupakan tokoh utama berkaitan dengan jalur. Perannya terlihat dengan jelas mulai dari menetapkan lokasi pencarian kayu, memilih kayu yang akan dibuat jalur, pemberian nama jalur, sampai pada pacuan berlangsung. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian yang mendalam tentang dimensi mistik yang terdapat dalam event pacu jalur. Kajian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini dipandang tepat karena data-data yang diperlukan semuanya bersifat kata-kata atau penjelasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang berkaitan dengan kajian ini didapatkan dari informan kunci, yaitu: dukun jalur, tukang jalur, anak pacu, pengurus jalur, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa dimensi mistik hampir terdapat pada setiap proses dalam pacu jalur. Bertahannya hal-hal yang bersifat mistik dalam event pacu jalur dikarenakan masyarakat mempercayai bahwa hal tersebut tersebut mempunyai kekuatan dan berpengaruh dalam memenangkan perlombaan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8