IJEE (Indonesian Journal of English Education)
IJEE (Indonesian Journal of English Education) is a peer-reviewed journal of English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teachers Training, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The journal aims at improving the quality of research on the area of English education which is issued twice in a year.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020"
:
12 Documents
clear
Strategies in dealing with the Reading Section of ‘TOEFL Prediction’: a case of Aceh EFL Learners
Fera Busfina Zalha;
Alfiatunnur Alfiatunnur;
Cut Annisa Triana Kamil
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17622
ABSTRACTHighlighting the TOEFL prediction test, this study attempted to explore EFL learners’ strategies in dealing with the reading comprehension section of the TOEFL prediction test, both in reading the texts and tackling the questions. This study employed a qualitative research design as its approach and a semi-structured interview as the instrument to gain the data. Six participants were purposively selected from the English Language Education Department of UIN Ar-Raniry Banda Aceh. They were interviewed concerning their reading strategies in dealing with the questions in the TOEFL Prediction test. The findings revealed five strategies used by the participants in contending with the TOEFL reading section, classified into reading strategy and test-taking strategy. The reading strategies consist of skimming and scanning the passages, using context to understand the meaning of unfamiliar vocabulary, and utilizing background knowledge. Meanwhile, reviewing the questions and prioritizing easier questions are included in the test-taking strategy. This study proposes further research to investigate the effectiveness of particular strategies in improving EFL students’ performance in facing the reading section.ABSTRAKMengangkat topik tes TOEFL Prediksi, penelitian ini mencoba menyelidiki strategi yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi Bahasa Inggris dalam menghadapi bagian Reading Comprehension di tes TOEFL, baik strategi ketika membaca teks maupun ketika menjawab soal-soal yang tersedia. Studi ini menggunakan pendekatan qualitatif dan menggunakan wawancara semi-terstruktur sebagai instrument untuk menghasilkan data. Teknik purposive sampling digunakan dalam memilih enam partisipan untuk studi ini yang keenamnya berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima strategi yang digunakan oleh partisipan dalam menyelesaikan TOEFL Reading Section. Kelima strategi tersebut dapat diklasifikasikan kepada reading strategy (strategi membaca) dan test-taking strategy (strategi dalam menghadapi tes). Reading strategies terdiri dari membaca teks dengan menggunakan teknik skimming and scanning, menggunakan konteks untuk dapat memahami makna dari kata-kata yang sukar, dan menggunakan background knowledge (pengetahuan sebelumnya) ketika membaca teks. Sementara mereview pertanyaan dan mengutamakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang lebih mudah termasuk dalam test-taking strategy yang dilakukan oleh partisipan ketika menghadapi tes. Studi ini mendukung penelitian lebih dalam kedepannya terkait keefektifan dari strategi-strategi ini dalam meningkatkan performa mahasiswa-mahasiswi Bahasa Inggris dalam menyelesaikan bagian reading comprehension.
Online Learning Readiness of Junior High School Students in Denpasar
Kadek Erlita Dwiyanti;
I Putu Yogi Pratama;
Ni Putu Ines Marylena Candra Manik
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17773
ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has caused learning to be carried out online. Not all students, however, are ready for online learning. This study aims to examine the level of readiness of eighth-grade students at a junior high school through an explanatory sequential mixed method design consisting of quantitative and qualitative phases. Student readiness for online learning in this study was reviewed from five dimensions: self-directed learning, motivation for learning, computer/internet self-efficacy, learner control, and online communication self-efficacy. The Online Learning Readiness Scale (OLRS) survey proposed by Hung (2010) with a five-point-Likert scale was used to collect quantitative data. The data were analyzed quantitatively, and the level of readiness was measured utilizing the e-learning readiness assessment model suggested by Aydin and Tasci (2005). Follow-up interviews were then held to support the quantitative data. The results showed that the majority of students entered the level of "ready but needs a few improvements". However, there was one item in the dimension of self-directed learning that was included in the level of "not ready needs some work". The implication of this study is the need to encourage students to actively communicate in online learning, especially for shy students.ABSTRAKPandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran dilakukan secara online. Namun, tidak semua siswa siap dengan pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat kesiapan siswa kelas VIII sebuah sekolah menengah pertama melalui penelitian explanatory sequential mixed method yang terdiri dari tahap kuantitatif dan kualitatif. Kesiapan siswa untuk pembelajaran online ditinjau dari lima dimensi: pembelajaran mandiri, motivasi belajar, efikasi diri komputer / internet, kontrol peserta didik, dan efikasi diri komunikasi online. Survei Online Learning Readiness Scale (OLRS) yang digagas oleh Hung (2010) dilengkapi dengan skala Likert lima poin digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan tingkatannya diukur dengan model penilaian kesiapan E-learning yang dikemukakan oleh Aydin dan Tasci (2005). Wawancara kemudian dilakukan untuk mengumpulkan data guna mendukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa memasuki level “siap, tetapi perlu sedikit perbaikan”. Namun, ada satu item dalam dimensi pembelajaran mandiri yang termasuk dalam tingkat "belum siap, perlu peningkatan". Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya mendorong siswa untuk aktif berkomunikasi dalam pembelajaran online, khususnya bagi siswa yang pemalu.
The Effect of Schoology on the Students’ Writing Interest
Agustin Apriliani
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17577
ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of using Schoology as learning media on students’ writing interest. The research was done in a 2x2 experimental design with experimental and control classes selected as participants using purposive random sampling. The two groups had the same writing ability but received different learning media treatments, Picture Series for the control class, and Schoology for the experimental class. The Tukey’s test results showed that qobtain between columns A1 and A2(3.46) was higher than qtable (2.92) proving that using Schoology in teaching writing was significantly different from Picture Series. On the other hand, qobtain between cells A1B1and A2B1(4.47) was higher than qtable (3.08) proving that using Schoology differed significantly from Picture Series in teaching writing for students who had high interest. Then qobtain between cells A1B2and A2B2(0.41) was lower than qtable (3.08) proving that using Schoology did not differ significantly from Picture Series in teaching writing for students who had low interest. This study concludes that learning writing skills using Schoology affects students' levels of learning interests. Schoology, therefore, could be an alternative learning media platform for teaching and learning writing skills.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Schoology terhadap minat menulis siswa. Penelitian dilakukan dalam rancangan eksperimen 2x2 dengan kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih sebagai partisipan dengan menggunakan purposive random sampling. Kedua kelompok memiliki kemampuan menulis yang sama tetapi mendapat perlakuan media pembelajaran yang berbeda yaitu Picture Series untuk kelas kontrol dan Schoology untuk kelas eksperimen. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa qobtain antara kolom A1 dan A2 (3,46) lebih tinggi dari qtabel (2,92) yang membuktikan bahwa penggunaan Schoology dalam pengajaran menulis berbeda secara signifikan dengan Picture Series. Di sisi lain, qobtain antara sel A1B1 dan A2B1 (4,47) lebih tinggi dari qtabel (3,08) membuktikan bahwa penggunaan Schoology berbeda secara signifikan dengan Picture Series dalam pengajaran menulis untuk siswa yang memiliki minat tinggi. Kemudian qobtain antara sel A1B2 dan A2B2 (0.41) lebih rendah dari qtabel (3.08) membuktikan bahwa penggunaan Schoology tidak berbeda secara signifikan dengan Picture Series dalam pembelajaran menulis untuk siswa yang memiliki minat rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis menggunakan Schoology berpengaruh terhadap tingkat minat belajar siswa. Oleh karena itu, Schoology dapat menjadi platform media pembelajaran alternatif untuk pembelajaran keterampilan menulis.
Enhancing EFL Learners’ Motivation through Songs
Reza Anggriyashati Adara
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17321
ABSTRACTImproving learners’ motivation is an essential task for teachers because it can maintain learners’ interest in learning. This is why teachers employ numerous motivational strategies in order to enhance learners’ motivation. One of the strategies that can enhance learners’ motivation is using songs in English classrooms. The present study aims to analyse the effects of using songs in EFL classrooms on EFL learners’ motivation. The study used an experimental method by dividing the respondents into two groups: the experimental and control classes. While the control class was taught English conventionally, the experimental class lessons were integrated with English songs. Furthermore, a set of questionnaires and semi-structured interviews were administered in order to obtain the data. The findings suggest that songs seem to have positive effects on EFL learners’ motivation. Besides, using songs in EFL classrooms helps learners absorb new vocabulary and make English lessons more engaging. Thus, English teachers need to consider using English songs in their classrooms to improve learners’ motivation. Nevertheless, songs need to be suited to the learners’ level of English, age, and characteristics of the lessons.ABSTRAKMeningkatkan motivasi siswa adalah tugas penting bagi guru karena hal itu bisa meningkatkan minat siswa dalam belajar. Hal itu yang membuat guru menerapkan berbagai strategi motivasional demi meningkatkan motivasi siswa. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi siswa adalah menggunakan lagu-lagu di kelas-kelas bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek-efek lagu dalam peningkatan motivasi di kelas-kelas bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membagi responden ke dalam dua grup: eksperimental dan kontrol. Kelas kontrol belajar bahasa Inggris secara konvensional sedangkan kelas eksperimental belajar bahasa Inggris dengan pelajaran yang diintegrasikan dengan lagu. Selain itu penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur untuk mendapatkan hasilnya. Penelitian ini mengindikasikan lagu dapat memotivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dan mendapatkan kosakata baru. Oleh karena itu, guru harus mempertimbangkan penggunaan lagu dalam kelas-kelas bahasa Inggris untuk meningkatkan motivasi siswa. Namun, penggunaan lagu perlu disesuaikan dengan level kemampuan bahasa Inggris, usia dan karakteristik pelajaran.
Incorporating 9GAG Memes to Develop EFL Learners’ Speaking Ability and Willingness to Communicate
Budi Eko Pranoto;
Suprayogi Suprayogi
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17496
ABSTRACTThis research aimed at examining whether employing 9GAG humorous memes as ELT materials is effective in developing EFL learners’ speaking ability and their willingness to speak English. A group of Indonesian intermediate EFL learners were selected as respondents for this study and a series of pre-test was conducted to indicate their initial speaking ability and willingness to communicate before the incorporation of 9GAG humorous memes. The group then learned and practiced speaking skills using their routine topics but complemented with humorous materials adopted from the 9GAG application. Ten teaching and learning sessions were held and were followed by post-test to measure participants’ learning achievements as to speaking ability and willingness to speak. A SPSS software was used to calculate samples t-test to make comparisons between the pre-test and post-test of group’s test scores. The results indicated that using 9GAG humorous memes resulting in laughter is impactful in creating a relaxed atmosphere for EFL learners during learning sessions. Students' attention, retention, creativity, and critical thinking are also maintained and increased. It is concluded that humorous materials in language classes are effectively applicable in increasing learners’ speaking ability and willingness to communicate.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penggunaan meme humor 9GAG sebagai materi ELT efektif dalam mengembangkan kemampuan berbicara dan kemauan siswa EFL untuk berbicara bahasa Inggris. Sekelompok pelajar EFL menengah Indonesia dipilih sebagai responden untuk penelitian ini dan serangkaian tes awal dilakukan untuk menunjukkan kemampuan berbicara awal mereka dan kemauan untuk berkomunikasi sebelum penggabungan meme lucu 9GAG. Kelompok tersebut kemudian belajar dan mempraktekkan keterampilan berbicara menggunakan topik rutin mereka tetapi dilengkapi dengan materi humor yang diadopsi dari aplikasi 9GAG. Sepuluh sesi belajar mengajar diadakan dan dilanjutkan dengan post test untuk mengukur prestasi belajar peserta dalam hal kemampuan berbicara dan kemauan berbicara. Software SPSS digunakan untuk menghitung sample t-test untuk membuat perbandingan antara nilai tes awal dan tes akhir kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan meme humor 9GAG yang menghasilkan tawa berdampak dalam menciptakan suasana santai bagi peserta didik EFL selama sesi pembelajaran. Perhatian, retensi, kreativitas, dan pemikiran kritis siswa juga dijaga dan ditingkatkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa materi humor di kelas bahasa dapat diterapkan secara efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan kemauan siswa untuk berkomunikasi.
The Impact of Teacher's Indirect Written Corrective Feedback on Eleventh Graders' Ability in Writing Explanation Texts
Septia Tri Gunawan;
Ratna Sari Dewi;
Zaharil An'asy
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17182
ABSTRACTThis study is intended to acquire empirical evidence regarding the impact of the teacher's Indirect Written Corrective Feedback on students' writing ability of explanation texts. Fifty six students enrolling at a high school in Jakarta were selected as the sample. They were separately distributed in the experimental class and the control class that respectively contained 28 students. Purposive sampling was utilized to recognize who the research subjects were and what level of their competence was for inclusion in this study. A quasi-experimental design, which is a subpart of a quantitative method, was employed. The data were assembled by running a writing test in the pre-test and post-test sections, whose results were followed by normality and homogeneity tests. The findings showed that the experimental class’ post-test outcome was 64.71, while the control class’ post-test was 58.25. Since the t-value surpasses the t-table (2.502>1.675), it indicates that the teacher's Indirect Written Corrective Feedback has a significant effect on improving students' writing explanation texts.ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk memperoleh bukti riil terkait pengaruh dari umpan balik tertulis tidak langsung oleh guru terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi. 56 siswa yang bersekolah di sebuah sekolah menengah atas terpilih sebagai sampel. Siswa tersebut terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang masing-masing kelas berisikan 28 orang. Oleh karenanya, purposive sampling diterapkan karena peneliti sudah mengetahui siapa saja subjek penelitian dan kompetensi apa saja yang dimiliki. Desain kuasi-eksperimen yang merupakan sub-bagian dari metode kuantitatif digunakan oleh peneliti. Data diperoleh dengan mengadakan ujian tes tulis yang terdapat pada pra-tes dan pasca-tes yang diikuti dengna uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil temuan menunjukkan bahwa rata-rata hasil pasca-tes yang diraih oleh siswa di kelas eksperimen sebesar 64.71, sedangkan 58.25 adalah hasil dari siswa kelas kontrol. Karena nilai t hitung melampaui nilai t tabel (2.502>1.675), maka hal tersebut menandakan umpan balik tertulis tidak langsung oleh guru memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa menulis teks eksplanasi.
The Benefits of Backward Design in the English as a Foreign Language Context
Carlos Lenin Alvarez Llerena
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17785
ABSTRACTThe Backward Design Model (BDM) is a curriculum approach in language teaching, which begins with the specification of learning outcomes that are the basis for developing instructional processes and input (Richards, 2013). This study aims to display a theoretical analysis of how the integration of the BDM has impacted English as a Foreign Language class. Thus, this study provides the results of reviewing research-based articles about how the integration of the BDM has benefited EFL teachers and students. These benefits are related to the main elements of the BDM, namely, designing learning to provide enduring understandings, assessing students’ performance based on acceptable evidence, and planning learning experiences and instructions based on desirable outcomes. The results indicated that the BDM indeed brought benefits to EFL teachers and students, revealing that this model's efficient application can help (a) teachers better understand the procedural knowledge of learning and (b) students improve their English language skills.ABSTRAKBackward Design Model merupakan pendekatan kurikulum dalam pengajaran bahasa yang diawali dengan spesifikasi hasil belajar yang menjadi dasar untuk pegembangan proses dan masukan pembelajaran (Richards, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan analisis teoritis tentang bagaimana integrasi Backward Design Model (BDM) berdampak pada kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini merupakan hasil dari telaah artikel berbasis penelitian tentang bagaimana integrasi BDM bermanfaat bagi para guru dan siswa EFL. Manfaat ini berkaitan dengan elemen utama BDM yaitu merancang pembelajaran untuk pemahaman yang bertahan lama, penilaian kinerja siswa berdasarkan bukti yang dapat diterima, dan merencanakan pengalaman dan instruksi pembelajaran berdasarkan hasil yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BDM memang membawa manfaat bagi para guru dan siswa. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa penerapan model yang efisien ini membantu para guru untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengetahuan prosedural pembelajaran dan juga membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka.
Narrative Study: Diary of Digital Immigrant EFL Teacher In Myanmar
Yam Saroh;
Khin Wint War Htun
IJEE (Indonesian Journal of English Education) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17690
ABSTRACTTeachers, mainly digital immigrants, find challenges to chase technology to integrate digital learning in the classroom. The previous studies revealed that some digital immigrant teachers, the newcomers of the digital age, lacked the confidence to integrate technology during teaching since they were aware of the fact that their students were more proficient than they were. This study depicts the struggles of a digital immigrant EFL teacher-educator to engage with technology that aims at improving the English teaching performance. A digital immigrant EFL teacher from a high-quality education college in Myanmar was invited to be the research participant. Open-ended questionnaires and semi-structured interviews with both the research participant and students were applied to collect the data. The triangulation data revealed that the digital immigrant EFL teacher found difficulties in creating her digital learning media and improving her teaching technology integration competence due to her insufficient knowledge and IT skills. It also revealed that integrating technology improved the teacher's teaching performance; however, it destructed the objectives of the teaching due to technology deviation on students' attention.ABSTRAKGuru, terutama yang imigran digital, mengalami tantangan besar dalam mengejar ketertinggalan mereka terhadap teknologi yang bertujuan mengintegrasikan pembelajaran digital di kelas. Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa beberapa guru imigran digital, pendatang baru di era digital, kurang percaya diri untuk mengintegrasikan teknologi selama mengajar karena mereka menyadari fakta bahwa siswanya lebih mahir. Penelitian ini menggambarkan seorang guru-pendidik EFL imigran digital untuk terlibat dengan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengajaran bahasa Inggris. Seorang guru EFL imigran digital dari perguruan tinggi pendidikan berkualitas di Myanmar diundang untuk menjadi peserta penelitian. Kuesioner terbuka dan wawancara semi terstruktur untuk peserta penelitian dan mahasiswa digunakan untuk mengumpulkan data. Triangulasi data mengungkapkan bahwa guru EFL imigran digital mengalami kesulitan dalam media pembelajaran digital dan meningkatkan kompetensi integrasi teknologi karena pengetahuan dan keterampilannya yang kurang di bidang teknologi informasi. Ia juga mengungkapkan bahwa mengintegrasikan teknologi meningkatkan kinerja mengajar guru. Namun, hal itu merusak tujuan pembelajaran karena adanya penyimpangan teknologi yang menjadi perhatian siswa.
Incorporating 9GAG Memes to Develop EFL Learners’ Speaking Ability and Willingness to Communicate
Budi Eko Pranoto;
Suprayogi Suprayogi
IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.17496
ABSTRACTThis research aimed at examining whether employing 9GAG humorous memes as ELT materials is effective in developing EFL learners’ speaking ability and their willingness to speak English. A group of Indonesian intermediate EFL learners were selected as respondents for this study and a series of pre-test was conducted to indicate their initial speaking ability and willingness to communicate before the incorporation of 9GAG humorous memes. The group then learned and practiced speaking skills using their routine topics but complemented with humorous materials adopted from the 9GAG application. Ten teaching and learning sessions were held and were followed by post-test to measure participants’ learning achievements as to speaking ability and willingness to speak. A SPSS software was used to calculate samples t-test to make comparisons between the pre-test and post-test of group’s test scores. The results indicated that using 9GAG humorous memes resulting in laughter is impactful in creating a relaxed atmosphere for EFL learners during learning sessions. Students' attention, retention, creativity, and critical thinking are also maintained and increased. It is concluded that humorous materials in language classes are effectively applicable in increasing learners’ speaking ability and willingness to communicate.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penggunaan meme humor 9GAG sebagai materi ELT efektif dalam mengembangkan kemampuan berbicara dan kemauan siswa EFL untuk berbicara bahasa Inggris. Sekelompok pelajar EFL menengah Indonesia dipilih sebagai responden untuk penelitian ini dan serangkaian tes awal dilakukan untuk menunjukkan kemampuan berbicara awal mereka dan kemauan untuk berkomunikasi sebelum penggabungan meme lucu 9GAG. Kelompok tersebut kemudian belajar dan mempraktekkan keterampilan berbicara menggunakan topik rutin mereka tetapi dilengkapi dengan materi humor yang diadopsi dari aplikasi 9GAG. Sepuluh sesi belajar mengajar diadakan dan dilanjutkan dengan post test untuk mengukur prestasi belajar peserta dalam hal kemampuan berbicara dan kemauan berbicara. Software SPSS digunakan untuk menghitung sample t-test untuk membuat perbandingan antara nilai tes awal dan tes akhir kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan meme humor 9GAG yang menghasilkan Salah satu keunggulan utama indohoki77 adalah antarmuka pengguna yang ramah dan mudah digunakan. Para pemain dapat dengan mudah mengakses berbagai permainan dan fitur yang ditawarkan. Desain situs yang modern dan responsif memastikan bahwa para pemain dapat menikmati permainan dengan lancar tanpa gangguan teknis. tawa berdampak dalam menciptakan suasana santai bagi peserta didik EFL selama sesi pembelajaran. Perhatian, retensi, kreativitas, dan pemikiran kritis siswa juga dijaga dan ditingkatkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa materi humor di kelas bahasa dapat diterapkan secara efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan kemauan siswa untuk berkomunikasi.
sasuke mendapatkan kekuatan jinchuriki
uchiha sasuke
IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION) IJEE (INDONESIAN JOURNAL OF ENGLISH EDUCATION)| VOL. 7 | NO.2 | 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ijee.v7i2.39233
qqvip303 adalah situs permainan online terkemuka yang menyediakan berbagai game menarik seperti poker, dominoqq, dan lainnya. Untuk mulai bermain, pengguna perlu melakukan proses qqvip303 login melalui qqvip303 link resmi. Dengan antarmuka yang mudah digunakan dan sistem keamanan yang handal, QQVIP303 menjadi pilihan utama bagi para pecinta game online. Dengan reputasi yang terpercaya dan pelayanan terbaik, tidak heran QQVIP303 tetap menjadi salah satu platform terdepan dalam industri perjudian online. Rasakan pengalaman bermain yang seru di qqvip303 link dengan login sekarang juga