cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014): November 2014" : 8 Documents clear
KEBERHASILAN PROGRAM DESA VOKASI TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA GEMAWANG KABUPATEN SEMARANG Abdul Malik; Siti Irene Astuti Dwiningrum
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.085 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2683

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan keberhasilan program desa vokasi terhadap pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan: (1) pelaksanaan; (2) hasil (3) dampak; (4) faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah tim pengembang desa vokasi, kepala desa, ketua dan peserta program. Pengumpulan data melalui: wawancara; observasi; dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui: reduksi data; penyajian data; dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) Pelaksanaan program desa vokasi melalui: seleksi wilayah, sosialisasi dan pembentukan pengurus, identifikasi dan pembentukan kelompok, pemilihan ketua kelompok, pelaksanaan diklat, dan pertemuan antar kelompok; (2) Hasil program berupa peningkatan kecakapan vokasi dan perkembangan kelompok usaha; (3) Dampak program berupa peningkatan ekonomi, status sosial dan perubahan budaya; (4) Faktor pendukung internal adalah tingginya target meningkatkan kualitas hidup, dan faktor pendukung eksternal ialah kuatnya komitmen aparat desa dan adanya pembinaan instansi terkait. Faktor penghambat internal adalah rendahnya motivasi. Faktor penghambat eksternal adalah cuaca, terbatasnya modal serta banyaknya pesaing dalam pemasaran.Kata Kunci: program desa vokasi, pemberdayaan masyarakat. THE SUCCESS OF THE VOCATIONAL PROGRAM FOR COMMUNITY EMPOWERMENT IN GEMAWANG VILLAGE, SEMARANG REGENCYAbstractThis study aims to reveal the perception the success of vocational to community empowerment about: (1) Implementation; (2) Results; (3) The impact; and (3) supporting and inhibiting factors the program.The study employed the qualitative descriptive approach. The research subjects comprised the team developing the vocational village, the village chief, the head of the program. The data were collected through: interviews, observations, documentation. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The study reveals the following findings: (1) Implementation the Vocational Village Program through several steps including page region selection, socialization, identification and determination of the group, election of the chairman, the implementation of vocational education and training, vocational group; (2) Output rural vocational program consisting of an increase in vocational skills for each member of the group and the development of business groups; (3) Impact of the vocational village program is the increased economic, social status and cultural; (4) Internal supporting factor is the presence of the ideals of the program participants to achieve a better life, and external contributing factors is the strong commitment by village officials, and special group. While the internal limiting factor is the lack of motivation. External limiting factor is the state of the weather, the limited capital and many competitors in marketing.Keywords: vocational village program, community empowerment
KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT PESERTA PELATIHAN KELOMPOK PRAKOPERASI DI KECAMATAN NAMLEA KABUPATEN BURU Ateng Wesa; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.421 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan kelompok prakoperasi di Kecamatan Namlea, faktor pendukung dan penghambat pelatihan kelompok prakoperasi di Kecamatan Namlea, dan dampak pelatihan terhadap anggota kelompok Prakoperasi di Kecamatan Namlea. Penelitian ini merupakan penelitian kasus dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Data yang diperoleh dianalisis secara interaktif dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok prakoperasi dibentuk dari organisasi kelompok masyarakat yang memiliki pola pikir yang sama, dengan bantuan dari Dinas Koperasi lewat sosialisasi tentang proses pembentukan prakoperasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan prakoperasi. Biaya pelatihan disediakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Buru masih kurang sehingga waktu pelatihan terbatas sedangkan fasilitator su-dah baik. Diklat yang dilaksanakan disambut baik oleh peserta dari kelompok prakoperasi karena materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta pelatihan dilapangan dalam mengelola usaha atau membuka usaha baru. Pelaksanaan pelatihan didukung oleh biaya dari pemerintah daerah Kabupaten Buru, memiliki fasilitator pelatihan yang memadai dan didukung oleh peserta pelatihan yang memilik motivasi untuk belajar agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola koperasi maupun usaha sendiri.Kontribusi pelatihan terhadap peserta pelatihan adalah dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM), membangkitkan semangat untuk berkoperasi dan berwirausaha, serta membantu masyarakat khususnya anggota kelompok prakoperasi dalam meningkatkan ekonomi keluarganya. Namun kurang transparansi keuangan dari pengurus kepada anggota sehingga banyak koperasi yang kurang berkembang.Kata kunci: pelatihan, kelompok prakoperasiTHE ECONOMIC WELFARE OF THE COMMUNITY MEMBERS JOINING THE PRE-COOPERATIVE GROUP TRAINING IN NAMLEA DISTRICT, BURU REGENCYAbstractThis research was aimed to know: the process of forming of pre-cooperative group in Namlea District, supportingand obstacle factors and of pre-cooperative group training in Namlea District, training effects towards pre-cooperative groups in Namlea District. This was a case research using a qualitative naturalistic approach. Data obtained was analyzed interactively by steps ofdata gathering, data reduction, data presentation and, drawing conclusion. The research result showed that pre-cooperative groups was established from community group organization that had the same patterned thinkers with the aids of Cooperative Office through a socialization on pre-cooperative establishment process and requirements to fulfill to establish a pre-cooperative. Training fee provided by Buru Regency regional government was still less so that training time was limited, while the facilitators had been good.  The education and training conducted was well welcomed by the training participants from pre-cooperative groups due to the modules given was adjusted to field training participant needs in managing business and run new businesses. The training enforcement was aided by Buru Regency regional governmental that had adequate training facilitators and supported by training participants who were motivated to learn in order that they could increase knowledge and skills to manage a cooperative as well as self business. The training contribution towards training participants was to be able to improve human resources (SDM), ignited enthusiasm to run cooperative and to do business and also to help people, especially pre-cooperative group members to improve their family economics. However, the lack of financial transparency from the co-operative administrators to the members so that a lot of cooperatives were less-developed.Keywords: training, pre-cooperative groups
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TERPADU TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DI KB-TK ISLAM AL AZHAR 31 YOGYAKARTA Avanti Vera Risti Pramudyani; Sugito Sugito
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.077 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran terpadu pada pendidikan anak usia dini dan pengaruh pembelajaran terpadu terhadap aspek perkembangan anak. Penelitian ini adalah Penelitian metode kualitatif dengan dengan pendekatan fenomenologis yang mendeskripsikan tentang pemahaman terhadap seseorang di berbagai situasi dimana akan menjadi bagian utama dalam penggambarannya. Teknik pengumpulan data pengamatan peran serta, di mana peneliti berfungsi sebagai instrumen yang tak terpisahkan dengan subjek penelitian untuk melakukan wawancara mendalam, pengamatan terus-menerus dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang dilakukan melalui empat kegiatan utama yakni: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Proses pembelajaran terpadu yang dilakukan belum memperlihatkan keterkaitan antara tema dan dilakukan melalui tahapan: kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengaruh pembelajaran terhadap perkembangan anak, bidang yang paling menonjol adalah bidang sosial emosional dengan pengenalan “rewards and punishment”.Kata kunci: pembelajaran terpadu, pendidikan anak usia dini, aspek perkembangan anak THE IMPLEMENTATION OF INTEGRATED LEARNING IN EARLY CHILDHOOD DEVELOPMENT IN KB-TK ISLAM AL AZHAR 31 YOGYAKARTAAbstractThis study aims to investigate: (1) the implementation of integrated learning in early childhood education, and (2) the impact of integrated learning on the aspects of children’s development. The study employed the qualitative method with the phenomenological approach in which the illustration of understanding people in different situation becomes the essential point of the data. The data were collected through participant observations, in which the researcher functioned as the instrument inseparable from the research subjects to carry out in-depth interviews, continuous observations, and documentation study. The data analysis technique was the interactive analysis model conducted in four main activities, namely data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The research findings are as follows. (1) The implemented integrated learning process has not shown the relation among themes and was conducted through the stages of activity planning, implementation, and evaluation. In terms of the impact of learning on children’s development, the most outstanding areas are the emotional and social areas using the introduction to rewards and punishments.Keywords: integrated learning, early childhood education, aspects of children’s development
EFEKTIVITAS PELATIHAN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KECAMATAN GRABAG Benni Farida Fauziarti; FX. Soedarsono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.296 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2687

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan kurikulum PAUD dilihat dari empat variabel, yaitu reaksi peserta terhadap pelatihan, pemahaman materi, perubahan perilaku, dan dampak di lembaga asal. Jenis penelitian adalah evaluasi dengan menerapkan model evaluasi Kirkpatrick. Populasi penelitian meliputi seluruh peserta pelatihan sebanyak 43 peserta. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sensus, yakni meliputi seluruh ang-gota populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah inventori, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen, digunakan analisis faktor, uji koefisien Alpha, dan reliabilitas kombinasi linier. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kurikulum efektif. Keefektifan tersebut ditunjukkan oleh hasil kontribusi tiga level terhadap level akhir dan skor tinggi yang diperoleh para peserta pada semua variabel penelitian serta didukung oleh hasil wawancara dan observasi. Namun variabel yang memberikan kontribusi secara signifikan terhadap dampak di lembaga hanyalah variabel pemahaman materi sebanyak 15,6% dan variabel perubahan perilaku sebesar 9,5%.Kata kunci: efektivitas pelatihan THE EFFECTIVENESS OF THE TRAINING OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION CURRICULUM IN GRABAG DISTRICTAbstractResearch aims to know effectiveness of of the training of early childhood education curriculum viewed from four variables, namely reaction participants against training, understanding matter, behavior modifications, and impact in an institution origin.The kind of research is evaluation by applying model evaluation kirkpatrick. Population research over all the trainees 43 participants. Sampling techniques used is technique census, namely covering all members of the population.Technical data used is inventori, interview observation, and documentation.To know validity and reliabilitas instrument, used of factor analysis, test coefficient alpha, and reliabilitas combination linear. The technique of data analysis were descriptive analysis and path analysis.The result showed that training curriculum is effective. The effectiveness is showed by the contribution of three levels to the last level and based on the high scores obtained by the participants on all study variables and also supported by interview and obervation results. However, the variables that provide the significant impact on the institution is only the variables of understanding the material as much as 15.6% and the variable of behavior change by 9.5%.Keywords: the effectiveness of training
PERAN ORANG TUA DAN PENDIDIK DALAM MENERAPKAN PERILAKU DISIPLIN TERHADAP ANAK USIA DINI Ernie Martsiswati; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.2 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya hubungan peran orang tua dan pendidik dalam menerapkan perilaku disiplin terhadap anak usia dini. Menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur skala Guttman, observasi dengan dokumentasi pada 35 anak usia dini di Kelompok Bermain Surya Marta Yogyakarta. Hasil penelitian adalah tingkat keeratan hubungan antara peran orang tua dengan perilaku disiplin anak usia dini adalah sangat lemah dan hubungannya berbanding terbalik, tingkat keeratan hubungan antara peran pendidik terhadap perilaku disiplin anak adalah lemah, dan hubungannya searah, tingkat keeratan antara hubungan peran orang tua dan pendidik secara bersama-sama adalah lemah dan hubungannya tidak searah. Rekomendasi hasil penelitian kepada orang tua dan pendidik supaya mengoptimalkan perannya dengan memberikan arahan kepada anak usia dini dalam berperilaku disiplin, mengadakan hubungan dengan bekerja sama dalam menerapkan perilaku disiplin terhadap anak usia dini.Kata Kunci: peran orang tua dan pendidik, perilaku disiplin, anak usia dini. THE ROLES OF PARENTS AND EDUCATORS IN THE APPLICATION OF THE DISCIPLINE BEHAVIOR OF EARLY AGED CHILDRENAbstractThis study aims to investigate the relationship of parents and educators’ roles in the application of the discipline behavior in early aged children The study employed the quantitative research method. The data collecting techniques included structured interviews using the Guttman scale  and  observations with documentation on 35  early aged children in Surya Marta Play Group Yogyakarta. The results of the study are as follows. The level of the relationship strength between parents’ roles and the discipline behavior of early aged children is very low and the relationship of the two variables is negative. The level of the relationship strength between educators’ roles and the discipline behavior of early aged children is low and the relationship of the two variables is positive. The level of the relationship strength of parentsand educators’ roles as an aggregate is low and the relationship is negative. The recommendations from the results of the study are as follows: parents and educators   should optimize their roles by giving guidance on the discipline behavior to early aged children. Parents and educators are expected to establish cooperative relationship in the application of the discipline behavior of early aged children.Keywords: the roles parents and educators, dicipline behavior, early aged children
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN SANDIWARA BONEKA Mila Faila Shofa; Suparno Suparno
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.137 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengimplementasikan kegiatan permainan sandiwara boneka dalam mengembangkan keterampilan berbicara peserta didik di PAUD SAYMARA Kartasura kelompok A, (2) meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini melalui permainan sandiwara boneka di PAUD SAYMARA Kartasura kelompok A. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok A di PAUD SAYMARA Kartasura tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini bersifat kolaboratif antara peneliti, guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif model alur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi permainan sandiwara boneka meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal berupa apersepsi dan pengenalan tokoh, pada kegiatan inti guru menunjukkan permainan sandiwara boneka, dan kegiatan akhir peserta didik menceritakan kembali dengan permainan sandiwara boneka. (2) permainan sandiwara boneka dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini. Peningkatan prosentase keterampilan berbicara dari sebelum tindakan sampai dengan siklus II yakni sebelum tindakan 40,13 %, siklus I mencapai 61,08 %, siklus II mencapai 79,74 %.Kata kunci: keterampilan berbicara, anak usia dini, permainan sandiwara boneka. IMPROVING EARLY CHILD SPEAKING SKILLS THROUGH PUPPET PLAYSAbstractThe study aims to: (1) implement puppet play activities in developing speaking skills in PAU Improving Early Child Speaking Skills through Puppet Plays (A Classroom  Action Research  in PAUD Kartasura SAYMARA Group A in the Academic Year of 2013/2014 )D SAYMARA Kartasura group A, and (2) improve speaking skills in early child through puppet plays in PAUD SAYMARA Kartasura group A.This research is Classroom Action Research. The subjects in this study are students in PAUD SAYMARA group A Kartasura in the Academic Year of  2013/2014. This research is a collaborative research, between researcher, classroom teachers, and  school headmaster. Data validity were checked  by triangulation. Data were analyzed by descriptive qualitative flow models. The results indicate that (1) the implementation of puppet play include first activity, core activity, and closing activity. First activity include apperception and character recognition, teacher show the puppet plays in the core activity, and the final activity student retell the puppet plays. (2) puppet plays can improve speaking skills in early child. The percentage of speaking skills in pre cycle is 40.13 %, in first cycle 61.08 % and in the second is 79.74 %.Keywords: speaking skills, early child, puppet plays
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM UNTUK PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Susmiyati Jiwaningrum; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.774 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.2691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) kemampuan kognitif anak, (2) penggunaan media pembelajaran berbasis alam dan, (3) dampak penggunaan media pembelajaran berbasis alam terhadap pengembangan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak, pendidik dan pengelola. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, catatan lapangan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, mendeskripsikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kognitif anak sebelum tindakan masih dalam kategori mulai berkembang; hasil penelitian siklus II menunjukkan hasil yang lebih baik dari siklus I; penggunaan media pembelajaran berbasis alam mempunyai dampak sangat baik ditunjukkan dengan kemampuan kognitif anak yang mengalami perkembangan yang sangat baik dibandingkan sebelum tindakan.Kata Kunci: media alam, kemampuan kognitif, pendidikan anak usia dini. THE USE OF NATURE-BASED LEARNING MEDIA TO DEVELOP THE COGNITIVE ABILITY OF CHILDREN AGED 5-6 YEARSAbstractThis study aims to reveal: (1) the cognitive ability of children, (2) the use of nature-based learning media, and (3) the impact of the use of nature-based learning media on the development of the cognitive ability of the children. This was a classroom action research study with two cycles consisted of planning, action, observation, and reflection. The research subjects are children, teachers, and managerial personnel. The data were collected through observations, interviews, field notes, and documentation study. The data analysis technique consisted of data reduction, data description, and conclusion drawing. Based on the results of the study, the following conclusions can be drawn the cognitive ability of the children in the group of before the actions was growth; the results in Cycle II were better than those in Cycle I; the use of the nature-based learning media has very good impacts; this was indicated by the cognitive ability of the children which developed better than that before the actions.Keywords: nature media, cognitive ability, early childhood education.
FRONT MATTER (Cover, Editorial Board, Table of Contents) - -
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.543 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.8122

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 8