cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015): March 2015" : 10 Documents clear
Pengaruh penerapan softskill mahasiswa melalui OKK dengan tatakrama kehidupan di kampus (saat perkuliahan) Bambang Hariadi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.905 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh OKK terhadap tatakrama kehidupan di kampus. Target khusus yang ingin dicapai adalah temuan baru tentang faktor-faktor penerap-an OKK yang berpengaruh secara langsung terhadap tatakrama mahasiswa dalam perkuliahan. Metode yang diterapkan adalah menggunakan rancangan survey. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen yang mengajar mahasiswa angkatan 2013. Penentuan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Agar memenuhi validitas (curricular validity), angket yang disusun mengacu pada nilai-nilai saat OKK dan nilai budaya STIKOM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan yang signi-fikan penerapan OKK yang telah dilakukan terhadap perilaku mahasiswa saat perkuliahan, (2) OKK tidak berpengaruh pada peningkatan tatakrama kehidupan mahasiswa saat perkuliahan, dan (3) faktor kegiatan OKK yang banyak memberikan pengaruh terhadap tatakarma kehidup-an mahasiswa saat perkuliahan adalah penerapan budaya Stikom. Saran untuk pelaksanaan penelitian yang akan datang sebaiknya (1) penentuan sampel antar kelompok sama atau men-dekati sama, (2) dilakukan pengukuran awal untuk mengetahui perbedaan sebelum dilakukan OKK dengan setelah dilakukan OKK, dan (3) penentuan sampel (subjek penelitian) sebaiknya tidak digunakan silih berganti artinya kalau suatu subjek sudah masuk sampel kelompok A maka tidak dijadikan sampel untuk kelompok B.Kata kunci: Soft skill, kehidupan kampus, tata krama kehidupan kampus.The Effect of Students’ Softskill Implementation Through OKK Towards College Life Etiquette (During Lecturing)AbstractThis study aimed to examine the effect of the OKK manners of life on campus. Specific targets to be achieved is the new findings about factors that affect the implementation OKK directly to the manners of students in lectures. The method adopted is using the survey design. The subjects were students and lecturers who teach students of 2013. Determining the subject of research by purposive sampling technique. The instrument used are questionnaires. In order to meet the validity (curricular validity), a questionnaire compiled refer to the current values and cultural values Stikom OKK. Research findings point that (1) there was no significant difference OKK the implementation that has been made to the behavior of students during lectures, (2) OKK had no effect on improving the manners of life of students during lectures, and (3) factors that many activities OKK manners influence on the lives of students during lectures is the implementation Stikom culture. Suggestions for implementation of future research should (1) determination of the sample between groups must be equal or close to equal, (2) The initial measurements were taken to determine the differences before OKK with after OKK, and (3) determination of the sample (the subject of research) should not be used interchangeably means that if a subject had entered the sample group A then not sampled for group B.Keywords: Soft skill, college life, manners of college life.
Implementasi kearifan lokal melalui model bcct untuk pengembangan kemampuan sosial anak usia dini Wahyuningsih, Dian; Suyanto, Slamet
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.725 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial anak usia dini melalui implementasi kearifan lokal dalam kegiatan bermain model BCCT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian adalah perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun.Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara dan obser-vasi model event recording. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis induktif model Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal meliputi: (1) rasa syukur, tidak sombong, tidak keras kepala, kebersamaan, berpikir kritis, cermat, legowo, silaturahmi, kesabaran, ketelitian, kreativitas, produk lokal, tata karma (unggah-ungguh); (2) nilai kearifan lokal tersebut terimplementasi melalui lagu tradisional, permainan, lingkungan sekitar, makanan, pakaian, serta bahasa jawa; (3) perkembangan sosial anak yaitu kooperasi, toleransi, empati, memahami lingkung-an sekitar, memahami diri sendiri, dan bersahabat; (4) perilaku sosial dalam bermain anak berubah dari tahap asosiatif menjadi tahap kooperatif pada sentra persiapan, balok, bahan alam, main pe-ran, pasir-air, dan sentra eksplorasi. Dengan demikian TK dapat menggunakan nilai-nilai kearifan lokal untuk mengembangkan kemampuan sosial pada AUD melalui BCCT yang dirancang khusus.Kata kunci: kearifan lokal, BCCT, Perkembangan sosial. The Implementation of Local Wisdom Through BCCT Model for Promoting Social Development of Early Childhood Abstract This study aims to reveal the social development of early childhood through the implemen-tation of local wisdom embodid in the play of children through the BCCT model. This research was a descriptive qualitative research with a phenomenology approach by describing each pheno-menon which appears in the field. The subjects in this study were children’s developments of the age of 5-6 years. The technique of data analysis was the inductive model of Creswell. The results shows that the values of local wisdom introduced to children include: (1) to be grateful, to be happy, to be always happy, to not be arrogant, to not be stubborn, to be confident, to make other people happy, to do the tasks and responsibilities as humans, to show togetherness, to think critically, to be careful, to be sincere (legowo), to keep good relation (silaturahmi), to respect events in the past, to be patient, to be meticulous, to be creative, to respect local are products and to maintain good etiquettes (unggah-ungguh); (2) The values of local implemented through traditional songs, traditional games, historical places and the surroundings, traditional food, clothing, as well as the Javanesse; (3) The social development of the child are cooperative, tolerance, empathy, understanding the environment, understanding oneself, and friendship in the play activities of children continued to increase in in four months during the research; (4) there are changes in the social behaviors of the children, which are from the stage of associative play to the stage of cooperative play shown in the activities including preparation, blocks, natural materials, socio drama, sand-water and exploration; (5) the integration process of local wisdom values with BCCT and social development in the process of playing can instill positive characters since young. Thus, kindergarten can use the values of local wisdom to develop social skills in early childhood through a special designed of BCCT.Keywords: local wisdom, BCCT, social development
Evaluasi program pendidikan dan pengembangan anak usia dini (PPAUD) di Kabupaten Kulon Progo Handoko, Herdi; Wuradji, Wuradji
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.046 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektifitas program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) terhadap peningkatan akses layanan PAUD di Kabupaten Kulon Progo, (2) mengetahui efektifitas program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) terhadap peningkatan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Model eva-luasi yang digunakan adalah CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) di Kabupaten Kulon Progo telah mampu meningkatkan akses layan-an PAUD yang dibuktikan dengan peningkatan APK dari 34,3% di tahun 2006 meningkat menjadi 93,6% di tahun 2013. (2) program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) di Kabupaten Kulon Progo telah mampu meningkatkan kualitas layanan PAUD.Kata kunci: Evaluasi Program, CIPP, PAUD An Evaluation of Early Childhood Education and Development Program (ECED) in Kulon Progo Regency AbstractThis study aimed to (1) determine the effectiveness of the Early Childhood Education and Development Program (ECED) to the increase in access to early childhood education services in Kulon Progo, (2) determine the effectiveness of the Early Childhood Education and Development Program (ECED) to improve the quality of early childhood education services in Kulon Progo. This research is a qualitative evaluation study. That approach used in the research is CIPP model evaluation program develop by Stufflebeam. The results of the study revealed that: (1) The Early Childhood Education and Development Program (ECED) in Kulon Progo Regency has been able to improve access to early childhood education services as evidenced by an increase of 34.3% APK in 2006 increased to 93.6% in 2013. (2) the Early Childhood Education and Development Program (ECED) in Kulon Progo Regency has been able to improve the quality of early childhood education servicesKey words: program evaluation, CIPP, early childhood education (ECE)
Implementasi pembelajaran anak usia dini berbasis budaya lokal di PAUD full day school Muzakki Muzakki; Puji Yanti Fauziah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.943 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4842

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendiskripsikan implementasi pembelajaran anak usia dini berbasis budaya lokal di lembaga PAUD full day school. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal (single-case study). Penelitian ini di Lembaga PAUD full day school Fairuz Aqila Kalasan Sleman yang merupakan salah satu lembaga PAUD di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan budaya lokal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan trianggulasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu implementasi pembelajaran anak usia dini berbasis bu-daya lokal dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan anak, menentukan tema pembelajar-an, menyusun perencanaan pembelajaran yaitu program kegiatan tahunan, program kegiatan mingguan dan program kegiatan harian. Proses pelaksanaan pembelajaran berbasis budaya lokal terintegrasi dalam kegiatan pijakan, kegiatan inti dan kegiatan pengasuhan. Penilaian pembelajaran yang digunakan yaitu dengan observasi, anekdot dan daftar chek list. Unsur-unsur budaya lokal yang digunakan yaitu tata nilai dalam budaya Jawa, sistem keagamaan, per-mainan tradisional, makanan tradisional, tarian Jawa, bahasa Jawa, sistem mata pencaharian, lagu Jawa, alat musik tradisional dan cerita rakyat.Kata kunci: pembelajaran budaya lokal, anak usia dini, PAUD full day school The Implementation of Learning Process Based on Local Wisdom in Full Day School Early Childhood Abstract The objectives of this study are to describe the implementation of local wisdom in full day early childhood school. This study applies qualitative research with a single-case study approach. This research is done in Fairuz Aqila institution in Kalasan, Sleman which is an early childhood education center in Daerah Istimewa Yogyakarta which applies local wisdom. The data of the research were collected through observation, interview, documentation, and triangulation. The results of the study showed that the implementation of full day early childhood school based on local wisdom is applied by identifying the children’s need,  determining the topic of learning, arranging lesson plan which includes program planning of annual,weekly, and daily activity programs, integrating local wisdom into learning process through the basic, main, and day care activity, applying learning assessment by means of observation, anecdote, and check list. The elements of local wisdom which are acknowledged are Javanese culture norms, religious system, traditional games, traditional foods, Javanese traditional dance, Javanese language, livelihood system, Javanese songs, traditional music instruments, and folktales.Keywords: local wisdom learning, early childhood student, full day early childhood school
Peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana anak usia 5-6 tahun di TK-IT Albina Ternate Santi M. J. Wahid; Slamet Suyanto
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.231 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK IT Albina Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (kolaboratif) yang terdiri dari tiga siklus enam pertemuan. Subjek penelitian adalah anak-anak kelas B2 yang berjumlah 19 anak terdiri dari 8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan catatan lapangan. Instrumen menggunakan lembar observasi Keterampilan Proses Sains (KPS) anak dan lembar observasi kegiatan guru selama kegiatan pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif  kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains anak secara keseluruhan pada siklus I sebesar 59,38%, siklus II sebesar 66,12% dan siklus III sebesar 78,82% dengan keterampilan proses sains masing-masing indikator KPS selama tiga siklus sebagai berikut: (1) KPS Membuat dugaan adalah 53,84%, 60,53%, 73,55%, (2) KPS mengamati adalah 65,02%, 71,71%, 85%, (3) KPS mengklasifikasi adalah 64,25%, 69,08%, 84,01%, dan (4) KPS mengkomunikasikan sebesar 54,39%, 63,08%, 72,70%. Aktivitas kegiatan guru mengalami peningkatan sebesar 36,84% dan 47,37% siklus I, 63,16% dan 73,68% siklus II, 89,47% dan 94,74% siklus III.Kata kunci: keterampilan proses sains, percobaan sederhana, anak usia 5-6 tahun Improving KPS Through the Simple Experiment for the 5-6 Year-Old Students in TK-IT Albina Ternate AbstractThis research is aimed to find out the improvement of the science skill through the simple experiment for the 5-6 year-old students in TK IT Albina, Ternate. This research was a Classroom Action Research (collaborative) consisted of three cycles with six meetings. The subjects of the research were the students of Class B2 in TK IT Albina Ternate which were 19 students consisting of 8 boys and 11 girls. The data collection techniques were by observing and making field notes. The instruments of the research used the students Science Process Skills (SPS) observation sheets and teacher observation sheets during the process of studying. The data then were analyzed by using descriptive qualitative and quantitative methods. The results of this research indicats the improvement of science process skill entirely in the Cycle I is 59.38 %, in Cycle II is 66.12%, and in Cycle III is 78.82% with each SPS indicator as (1) SPS made judgment is 53.84%, 60.53%, 73.55%, (2) SPS observing is 65.02%, 71.71%, and 85%, (3) SPS classifiying is 64.25%, 69.08%, 84.01%, and (4) SPS communicating is 54.39%, 63.08%, 72.70%. In Cycle I The teacher’s activities improve from 36.84% to 47.37%, in Cycle II much as 63,16% and 73.68%, and in cycle III is 89.47%.Keywords: science process skill, simple experiment, 5-6 years-old students
Penguasaan keterampilan dan motivasi kerja terhadap tingkat pendapatan ibu rumah tangga di Desa Murtigading Bantul Sudaresti Sudaresti; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.775 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kontribusi penguasaan keterampilan, (2) kontribusi motivasi, dan (3) kontribusi penguasaan keterampilan dan motivasi kerja terhadap tingkat pendapatan ibu rumah tangga peserta pelatihan eceng gondok usaha kecil dan menengah Luthfi Craft di Desa Murtigading Piring II, Sanden, Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat korelasional. Populasi penelitian adalah ibu rumah tangga peserta pelatihan eceng gondok UKM Luthfi Craft di Desa Murtigading Piring II, Sanden Bantul. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup berbentuk skala. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi positif dan signifikan penguasaan keterampilan dan motivasi kerja terhadap tingkat pendapatan ibu rumah tangga peserta pelatihan eceng gondok usaha kecil dan menengah Luthfi Craft di Desa Murtigading Piring II, Sanden, Bantul. Besarnya kontribusi penguasaan keterampilan dan motivasi kerja sebesar 30,4% dan 22,6% dan kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap tingkat pendapatan ibu rumah tangga peserta pelatihan eceng gondok UKM Luthfi Craft di Desa Murtigading Piring II Sanden, Bantul sebesar 48,3%.Kata Kunci: Penguasaan keterampilan, motivasi kerja, tingkat pendapatan Mastery Skills and Motivation to Work on the Level of Income Housewife in the Village Murtigading Bantul AbstractThis study aims to determine: (1) contribution mastery of skills, (2) the contribution of motivation, and (3) the contribution of the mastery of the skills and motivation to work on the level of income trainee housewife hyacinth small and medium enterprises in the village Lutfi Craft Murtigading Plate II , Sanden, Bantul. This study uses a quantitative approach is correlational. The study population was a housewife trainee hyacinth UKM Lutfi Craft Village Murtigading Plate II, Sanden, Bantul. Collecting data using closed-form questionnaire scale. Data were analyzed using simple linear regression and multiple linear regression. The results showed that there is a positive and significant contribution to the mastery of the skills and motivation to work on the level of income trainee housewife hyacinth small and medium enterprises in the village Lutfi Craft Murtigading Plate II, Sanden, Bantul. The amount of the contribution of the mastery of skills and motivation of 30,4% and 22,6%, and both variables together to contribute to the household income levels mother trainee hyacinth UKM Lutfi Craft Village Murtigading Plate II Sanden, Bantul by 48,3%.Keywords: mastery skills, work motivation, income level
Implementasi metode bermain peran untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di TK Barunawati Saleh, Sumanti M.; Sugito, Sugito
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.91 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di TK Barunawati Kota Ternate dan seberapa besar peningkatan kecerdasan inter-personal anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan metode bermain peran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam II siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok B di TK Barunawati Kota Ternate yang berjumlah 25 orang. Kolabolator dalam penelitian adalah guru kelas B, sebagai pelaksana tindakan, peneliti sebagai observer dan guru pendamping sebagai pembantu observer. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Observasi meliputi proses pembelajaran sosial emosional dan kecerdasan interpersonal anak. Catatan lapangan digunakan untuk melihat permasalahan yang dihadapi selama pembelajaran. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berbentuk foto. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal anak usia dini dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran. Peningkatan tersebut sebesar 76%.Kata Kunci: metode bermain peran (role playing), kecerdasan interpersonal, anak usia dini. The Implementation of Role Playing Method to Improve Interpersonal Intelligence of Children Aged 5-6 Years in Kindergarten Barunawati AbstractThe study aims to increase interpersonal intelligence of children aged 5-6 years in kindergarten Barunawati Ternate City and how much the increase in interpersonal intelligence of children aged 5-6 years using role playing methods. This research is a classroom action research conducted in two cycles. The subjects in this study are students in kindergarten group B Barunawati Ternate City amounting to 25 people. The collaborators in this research were the B-grade teachers acting as the executor, while the researcher was an observer and as a teacher assistant in the observation. The data were collected through observation, notes field and documentation. Observations included the process of learning social emotional and childrens interpersonal intelligence. Field notes were used to see the problems faced during the learning. Documentation used to obtain data in the form of photos. The data analysis techniques used simple descriptive statistics. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of this study shows that early childhood interpersonal intelligence can be improved through the role playing methods. The increase in the amout of 76%.Keywords: role playing method, interpersonal intelligence, early childhood
Pengelolaan sanggar kegiatan belajar (SKB) pada era otonomi daerah Widodo Widodo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.979 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengelolaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di era otonomi daerah. Deskripsi mengenai pengelolaan program Pen-didikan Nonformal, pengelolaan Sumberdaya Manusia, dan pengelolaan keuangan. Harapan-nya mampu menciptakan (1) fasilitas yang memadahi dan mampu menjembatani daerah dengan pusat, (2) munculnya kreatifitas daerah dalam pembangunan, (3) stabilitas politik pusat dan daerah, (4) adanya jaminan kesinambungan usaha, dan (5) terbukanya komunikasi. Namun pada kenyataanya pengelolaan SKB menghadapi masalah mengenai jumlah pendanaan yang kurang memadahi, SDM kurang professional, dan program tidak berkembang. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dari berbagai masalah di beberapa SKB. Kemudian dianalisis dengan dialogis Milles Huberman meliputi; pengumpulan daya, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pengelolaan SKB pada era otonomi daerah beragam, ada yang sudah berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah, namun kebanyakan SKB tidak berkembang bah-kan teracam dibubarkan atau merger. Pengelolaan kelembagaan SKB yang tidak berkembang dengan baik disebabkan oleh minimnya Sumberdaya Manusia professional, kurangnya dukungan pendanaan. Kesimpulannya bahwa pengelolaan SKB di era otonomi daerah memili-ki kecenderungan menurun atau semakin tidak professional. Otonomi daerah harus tetap memperhatikan SKB sebagai satuan penyelenggara program PNFI dengan dukungan penuh dari pemerintah baik dana maupun sumberdaya manusia yang professional.Kata Kunci: pengelolaan, Sanggar Kegiatan Belajar(SKB), era otonomi daerah Management of Learning Activities Gallery (LAG) in Outonomy Era AbstractThis study aimed to describe the management implementation of Learning Activities Gallery (LAG) in the autonomy era. Description of Non-formal Education program management, Human Resources management, and financial management. Its purpose is able to create (1) facilities and able to bridge regions to the center, (2) the emergence of creativity in the construc-tion area, (3) political stability and regional centers, (4) the assurance of business continuity, and (5) open communication. But in fact the management of LAG was facing problems regarding the amount of funding that was not sufficient, human resources was not professional, and the prog-ram did not develop. Research used qualitative case studies approach of various problems in some LAG. Then dialogic analyzed by Milles and Huberman included; data collection, data reduc-tion, data display and conclusions. The study found that LAG management in the autonomy era, there was already successful and the support of the local government, but most of the LAG was not growing even threatened dissolved or merged. LAG institutional management were not well developed caused by the lack of professional Human Resources, the lack of funding support. So from some of these problems were concluded that LAG management in the era of regional auto-nomy had a tendency to decrease or even unprofessional. Regional autonomy must consider LAG as a unit organizer non-formal and informal education programs with the full support of the government both funds and human resources professionals.Keywords: management, Learning Activities Gallery (LAG), autonomy era
Keefektifan PAUD inklusi pada kesiapan anak memasuki sekolah dasar Yuni Dhamayanti; Suparno Suparno
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.378 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan PAUD penyelenggara pendidikan inklusif pada tingkat kesiapan anak dalam memasuki Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dan dilakukan di Labschool Rumah Citta yang merupa-kan PAUD penyelenggara pendidikan inklusif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Labschool Rumah Citta adalah PAUD dengan model pendidikan inklusif yang memfasilitasi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi, agama, ras, dan kemampuan, termasuk anak berkebutuhan khusus. (2) Kurikulum Labschool Rumah Citta merupakan kuri-kulum yang disusun secara mandiri berdasarkan tahapan perkembangan anak, mengacu pada aspek-aspek perkembangan anak, serta memiliki beberapa kekhasan: inklusif, berpusat pada anak, mengembangkan kecerdasan jamak, pendidikan nilai, ramah lingkungan hidup, meng-hormati kearifan lokal, mandiri, dan keadilan gender. (3) Labschool Rumah Citta mengguna-kan pendekatan pembelajaran yang berorientasi dan berpusat pada anak/siswa (student-centered approach), serta menerapkan metoda pembelajaran yang mendorong kesiapan anak untuk memasuki SD, yang meliputi: main peran, praktek langsung, diskusi, kerja sama, peme-cahan masalah, ataupun kunjungan. (4) Kurikulum inklusi, yang ramah terhadap semua anak dan metode pembelajaran yang berpusat pada anak, efektif untuk mendorong kesiapan anak dalam memasuki SD.Kata kunci: PAUD inklusif, kesiapan sekolah anak The Effectiveness of Inclusive Early Childhood Care and Development (ECCD) on School Readiness of Child to Enter Primary School AbstractThis research aims to reveal the effectiveness of the inclusive ECCD on the level of child readiness to enter primary school. This research was conducted qualitive approach. The object was Labschool Rumah Citta, the ECCD that implemented inclusive learning. The results of the study are as follows. (1) Labschool Rumah Citta is and ECCD applying the inclusive education model, and ready to facilitate children from different social backgrounds, cultures, economy, religions, races, and capabilities, including the children with  special needs. (2) The curriculum of Labschool Rumah Citta is compiled independently based on child development aspect, and has several peculiarities: inclusive, centered on children, developing multiple intelligence, values education, eco-friendly living, respect of local wisdom, independence, and gender. (3) Labschool Rumah Citta uses the student-centered approach and applies the methods of learning which encourage child's readiness to enter primary school, including: role play, direct practice, discussions, teamwork, problem solving, and visits. (4) The inclusive curriculum, which is child friendy and the learning methods that are suitable, with the characteristics of early childhood, is effective in encouraging children to enter primary school.Keywords: inclusive early childhood care and development care, school readiness of child 
FRONT MATTER (Cover, Editorial Board, Table of Contents) -, -
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.781 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.8124

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 10