cover
Contact Name
Ahmad Nasrulloh
Contact Email
ahmadnasrulloh@uny.ac.id
Phone
+6281228220223
Journal Mail Official
jurnal.keolahragaan@uny.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
ISSN : 23390662     EISSN : 24610259     DOI : 10.21831
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: September 2018" : 5 Documents clear
Modul tutorial sebagai media pembelajaran pencak silat untuk siswa sekolah menengah kejuruan Saputro, Guntur Eko; Hanief, Yulingga Nanda; Herpandika, Reo Prasetiyo; Saputro, Deny Pradana
Jurnal Keolahragaan Vol 6, No 2: September 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.184 KB) | DOI: 10.21831/jk.v0i0.21099

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan modul tutorial pembelajaran pencak silat yang dapat digunakan guru SMK dalam mata pelajaran Penjasorkes. Penelitian ini melalui 9 tahapan dengan mengadaptasi penelitian dan pengembangan pendidikan model Sugiyono. Subjek penelitian adalah siswa SMK 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian berupa modul tutorial pembelajaran pencak silat yang terdiri dari: (1) teknik dasar pukulan; (2) teknik dasar tendangan; dan (3) sikap pencak silat. Model disusun dalam bentuk buku panduan dengan judul “Modul Pembelajaran Pencak Silat untuk kelas XI SMA dan SMK”. Berdasarkan penilaian para ahli materi, ahli media dan guru, dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul tutorial pembelajaran pencak silat untuk siswa SMK layak digunakan dalam pembelajaran pencak silat untuk siswa SMK. Tutorial module as learning media to pencak silat for vocational students AbstractThis research aimed to produce a tutorial module as learning media for pencak silat which can be used by vocational teachers in Physical Education. This study was a research and development conducted in 9 steps by adapting educational research and development according to Gall, Gall, & Borg’s model. The results of the research were a tutorial module as learning media for pencak silat consisting of: (1) basic blow technique; (2) basic kick technique; and (3) stance on pencak silat. Models arranged in a handbook entitled “Modul Pembelajaran Pencak Silat untuk kelas XI SMA dan SMK”. Based on the assessment of matter experts, media experts and teachers, it can be concluded that the development of tutorial module as learning media to pencak silat for vocational students is suitable for learning pencak silat for vocational students.
Pengaruh pendekatan latihan dan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan shooting peserta ekstrakurikuler basket Desi Adityo Hermawan; Hari Amirullah Rachman
Jurnal Keolahragaan Vol 6, No 2: September 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.927 KB) | DOI: 10.21831/jk.v0i0.20349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh antara pendekatan latihan teknis dan taktis dengan ketepatan shooting; (2) mengetahui pengaruh antara kemampuan motorik koordinasi mata dan tangan terhadap ketepatan shooting; (3) mengetahui interaksi pengaruh antara pendekatan latihan dan koordinasi mata dan tangan dengan ketepatan shooting. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan 2x2. Subjek penelitian ini yaitu siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh dan siswa SMP Negeri 2 Sumpiuh yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling dengan total responden sebanyak 20 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pengukuran. Analisis data menggunakan ANOVA dua jalur (ANOVA two-way). Hasil penelitian menunjukkan (1) ada perbedaan yang signifikan pendekatan teknis, dan taktis mempengaruhi ketepatan shooting dalam permainan bola basket; (2) ada perbedaan pengaruh yang signifikan kemampuan motorik koordinasi mata dan tangan dengan ketepatan shooting dalam permainan bola basket; (3) ada interaksi yang signifikan antara pendekatan latihan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan shooting dalam permainan bola basket. The influence of training approach and eyes-and-hands coordination on shooting accuracy in the participant’s basket extracurricular activity AbstractThe study was conducted in order to: (1) identify the influence of technical and tactical practice on shooting accuracy; (2) identify the influence of motoric capacity within the eyes-and-hands coordination on shooting accuracy; and (3) identify the influence of training approach and eyes-and-hands coordination on shooting accuracy. The study was a 2x2 experiment and the subjects in the study were the students of Negeri 1 Sumpiuh State Junior High School who attended the basketball extracurricular activity. The samples in the selected by means of purposive random sampling technique with total number of respondents 20 people. In gathering the data, a measurement test was administered among the students and the data were analysed by using two-way ANOVA. The results of the study show that: (1) the technical and tactical practice has significant influence on shooting accuracy within the basketball game; (2) the motoric capacity within the eyes-and-hands coordination has significant influence on shooting accuracy within the basketball game; and (3) the eyes-and-hands training and coordination approach has significant influence on shooting accuracy within the basketball game.
Pengaruh senam aerobik dan yoga terhadap rasio lingkar pinggang panggul dan tingkat depresi pada wanita primenopause Danang Supratmanto; B. M. Wara Kushartanti
Jurnal Keolahragaan Vol 6, No 2: September 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.768 KB) | DOI: 10.21831/jk.v0i0.20616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui seberapa jauh efektivitas antara senam aerobik dan yoga terhadap penurunan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) dan penurunan tingkat depresi pada wanita perimenopause, (2) mengetahui mana yang paling efektif dari senam aerobik dan yoga terhadap penurunan RLPP dan penurunan tingkat depresi pada wanita perimenopause. Penelitian ini merupakan penelitian true-eksperimental design dengan desain tiga kelompok dengan tes awal dan tes akhir serta kelompok kontrol. Subjek penelitian ini adalah wanita yang memasuki masa perimenopause, usia mulai 40 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jenis tipe simple random sampling dengan total responden sebanyak 60 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pengukuran skala DASS untuk depresi, dan pita ukur dengan rumus RLPP. Analisis data menggunakan uji t-paired sample dan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) senam aerobik tidak efektif untuk menurunkan RLPP dan tingkat depresi pada wanita perimenopause (p0,05). Yoga tidak efektif menurunkan RLPP (p0,05), tetapi efektif menurunkan tingkat depresi (p0,005); (2) tidak ada jenis latihan paling efektif menurunkan RLPP pada wanita perimenopause. Jenis latihan paling efektif menurunkan tingkat depresi pada wanita perimenopause adalah yoga. The influence of aerobic gymnastic and yoga on the waist-to-hip ratio and the depression level among pre-menopause women AbstractThe study aims at: (1) identifying how effective aerobic and yoga exercise is in decreasing the waist-to-hip ratio (WHR) and the depression level among the pre-menopause women; and (2) identifying which exercise is more effective, between the aerobic exercise and the yoga exercise, in decreasing the waist-to-hip ratio (WHR) and depression level among the pre-menopause women. The study itself was a true-experimental design with pre-test and post-test control group design. Then, the subjects in the study were the women who entered their pre-menopause age, starting from 40 years old. The samples for the study were gathered by means of probability sampling technique with simple random sampling technique and the total respondents in the study were 60 people. Next, the data for the study were gathered through RLPP formula with measurement tape for the assessment of waist-to-hip ratio and the administration of DASS scale measurement test for the assessment of depression level. The data that had been gathered were analysed using the t-paired sample test and the ANOVA test. The results of the study show that: (1) the aerobic exercise is not effective in decreasing the waist-to-hip ratio and the depression level among the pre-menopause women (p 0.05) while the yoga exercise is not effective in decreasing the waist-to-hip ration but is effective for decreasing the depression level among the pre-menopause women (p 0.005); and (2) there is not any kind of most effective exercise in decreasing the waist-to-hip ratio among the pre-menopause women. However, yoga can be the most effective exercise in decreasing the depression level among the pre-menopause women.
Perbedaan tingkat keberhasilan 3 metode ekualisasi pada penyelam terlatih di lingkungan air tawar Bonifacius Arbanto; Kukuh Pambuka Putra; Muchamad Arif Al Ardha
Jurnal Keolahragaan Vol 6, No 2: September 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.513 KB) | DOI: 10.21831/jk.v6i2.21560

Abstract

Penyelam mengalami penambahan tekanan lingkungan ketika bergerak turun menambah kedalaman penyelaman. Tekanan tersebut menyebabkan volume ruang udara dalam telinga tengah berkurang dan dapat menyebabkan barotrauma dan kerusakan membran timpani. Tekanan tersebut harus diseimbangkan dengan cara melakukan ekualisasi. Ada tiga metode ekualisasi, yaitu metode valsava, toynbee dan menggerakkan rahang. Namun belum diketahui metode mana yang memiliki tingkat keberhasilan tertinggi. Penelitian ini mempelajari tingkat keberhasilan ketiga metode ekualisasi dengan membandingkan kedalaman yang berhasil dicapai oleh penyelam menggunakan tiga metode yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada 40 orang penyelam terlatih di lingkungan kolam air tawar dengan kedalaman 5 meter. Variabel yang diukur adalah angka kedalaman (dalam meter) yang berhasil dicapai penyelam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara capaian kedalaman menggunakan metode valsava dengan capaian kedalaman menggunakan metode toynbee (p0,05) dan terdapat perbedaan yang signifikan pula antara capaian kedalaman menggunakan metode valsava dengan capaian kedalaman menggunakan metode menggerakkan rahang (p0,05). Namun tidak didapati adanya perbedaan yang signifikan antara data capaian kedalaman menggunakan metode menggerakkan rahang dengan capaian kedalaman menggunakan metode toynbee (p0,05). Difference in success rate of 3 equalize method among trained divers in the freshwater environment AbstractDivers experience increase of environmental pressure when the diver descends. This pressure causes the volume of air space in the middle ear to decrease, can cause barotrauma and tympanic damage. This pressure must be equalize. There are three methods of equalization, valsava maneuver, toynbee and moving the jaw. But it is not known which method has the highest success rate. This research studied the success rate of the three methods of equalization by comparing the depth achieved by divers using the three different methods. This study was conducted on 40 trained divers in the freshwater pool with 5 meters depth. The variable measured is the number of depths (in meters) successfully achieved by divers. The results of this study showed that there was a significant difference between the depth achieved using the Valsava maneuver with the depth achieved using the toynbee maneuver (p 0.05) and there were also significant differences between the depth achieved using the Valsava maneuver with depth achieved using the jaw moving method (p 0, 05). However, there was no significant difference between the depth achieved using the jaw moving method with depth achieved using the toynbee maneuver (p 0.05).
Identifikasi profil antropometri dan pemenuhan zat gizi atlet difabel tenis meja di Indonesia Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih; Kurnia Maratus Solichah; Diana Pratiwi; Ibtidau Niamilah; Mustika Cahya Nirmala Dewinta; Almira Nadia; Marina Dyah Kusumawati; Christofer Siagian; Rora Asyulia
Jurnal Keolahragaan Vol 6, No 2: September 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.962 KB) | DOI: 10.21831/jk.v6i2.15676

Abstract

Para-atlet dikenal juga dengan sebutan atlet yang menyandang disabilitas pada bagian tertentu. Pembagian cabang olahraga pada difabel atlet hampir sama dengan atlet umumnya, namun memiliki penyesuaian terhadap jenis cacat fisik yang dialami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi profil antropometri dan  pemenuhan asupan zat gizi pada atlet difabel tenis meja. Metode yang digunakan pada studi ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu atlet difabel tenis meja di bawah pengawasan Kementrian Pemuda dan Olahraga, Indonesia yang sedang melakukan training centre untuk persiapan Sea Games 2017. Sampel yang diikutkan dalam penelitian ini yaitu seluruh populasi atlet difabel tenis meja nasional yang berjumlah 16 orang. Data antropometri yang diukur yaitu tinggi badan, berat badan, persen lemak tubuh dan somatotipe. Data pemenuhan asupan zat gizi didapatkan melalui wawancara makan dengan kuesioner recall 24 jam. Pengukuran antropometri menunjukan bahwa atlet tenis meja laki-laki memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berotot dimana atlet perempuan cenderung lebih banyak presentase lemak tubuh. Hal ini didukung dengan nilai persen lemak tubuh atlet perempuan dan komponen somatotipe bagian endomorf yang lebih tinggi, sedangkan komponen somatotipe mesomorf yang menunjukan otot lebih tinggi pada atlet laki-laki. Rata-rata pemenuhan asupan zat gizi makro pada atlet tenis meja laki-laki dan perempuan diketahui 80% yang masuk dalam kategori pemenuhan asupan makan yang kurang. Identification of Anthropometry and Dietary Profile on Table Tennis Para-Athlete in Indonesia AbstractPara-athlete also known as an athlete who has physical disability. The division of sports in difabel athletes is almost the same as athletes generally, but it has an adjustment to the type of physical disability experienced. The aim of this study is to identification anthropometry dan dietary profile on table tennis para-athlete. The study used quantitative descriptive methods. Population of this study is table tennis para-athlete under supervision of Ministry of Youth and Sports on training centre Sea Games 2017. Sample that include in this study is all of 16 table tennis national para-athlete. Measurements of atnhropometry are height, weight, body fat and somatotype. Measurement of dietary intake using food recall 24 hours questionnaire. Anthropometry measurement shows that male athletes have a higher and lots of muscle posture when women athletes have more body fat. The data also shows value of endomorf somatotype and percent body fat on women higher than male athletes. Dietary intake of energy, carbohydrate, protein and fat shows 80% which mean inadequat intake of daily food.

Page 1 of 1 | Total Record : 5