cover
Contact Name
Ahmad Nasrulloh
Contact Email
ahmadnasrulloh@uny.ac.id
Phone
+6281228220223
Journal Mail Official
jurnal.keolahragaan@uny.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
ISSN : 23390662     EISSN : 24610259     DOI : 10.21831
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2: September 2021" : 15 Documents clear
Aktivitas olahraga bulu tangkis dan respon perubahan asam urat darah usia produktif Angkit Kinasih; Ronaldo Lomi Djara; Ferry Fredy Karwur
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.529 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i2.43271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya respon perubahan pada kadar asam urat akibat aktivitas olahraga bulu tangkis.  Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak delapan responden dengan kriteria tertentu. Perlakukan aktivitas fisik dilakukan dua kali pada hari yang berbeda dengan 4 kali pengukuran kadar asam urat. Metode penelitian yang digunakan adalah repeated measure analysis. Ketika subyek diukur berulang kali dengan jumlah yang sedikit per percobaan maka repeated measures analysis dapat digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakukan olahraga bulu tangkis memberikan respon perubahan yang signifikan terhadap perubahan kadar asam urat dengan nilai probabilitas sebesar 0,038. Hasil ini diperoleh dengan menggunakan uji Greenhouse-Geisser dimana asumsi normalitas dan homogenitas telah terpenuhi. Pada hasil uji marginal menggunakan pairwise comparisons, terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata kadar asam urat 15 menit setelah olahraga dan jam 09.00 hari berikutnya, dimana terjadi penurunan sebesar 1,169 mg/dl. Olahraga bulu tangkis dapat menurunkan kadar asam urat yang ditandai dengan adanya penurunan sebesar 0,15 mg/dl pada jam 09.00 hari berikutnya dibandingkan dengan sebelum olahraga. Secara marginal, penurunan ini tidak signifikan secara statistik, namun olahraga bulu tangkis yang rutin dapat menjadi salah satu pilihan aktifitas fisik bagi yang ingin menurunkan kadar asam urat.The sports activity of badminton and responses to changes in blood uric acid at productive ageAbstractThis study aims to determine whether there was a response to changes in uric acid levels due to the physical activity of badminton. The design of this study is a quasi-experimental. The sample used in this study was eight respondents with certain criteria. Treat physical activity twice on different days with 4 measurements of uric acid levels. The method of this study is repeated measure analysis. When subjects are measured repeatedly, requiring fewer subjects per experiment, then repeated measures analysis can be used. The results showed that the treatment of badminton had a significant effect on changes in uric acid levels with a probability value of 0,038. These results were obtained by using the Greenhouse-Geisser test where the assumptions of normality and homogeneity were satisfied. From the marginal test results using pairwise comparisons, there was a significant difference in the average uric acid levels at 15 minutes after exercise and 9 hours the following day, where there was a decrease of 1.169 mg/dl. Badminton can reduce uric acid levels, which is indicated by a decrease of 0.15 mg/dl at 09.00 the next day compared to before exercise. Marginally, this decrease is not statistically significant, but regular badminton can be an option for physical activity for those who want to reduce uric acid levels.
The effect of brain vitalization exercise on muscle strength and endurance in people with dementia Mustika Fitri; Ajeng Fauziyah; Hana Astria Nur
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.436 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i2.38806

Abstract

This study aims to determine the effect of brain vitalization exercise on muscle strength and endurance in people with dementia. The pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design was used in this study. Purposive sampling technique was used in this study, then a sample of 31 people with dementia was obtained from a population of 78 people in Cibeunying Kidul District. The Arm Curl Test instrument is used in research that aims to measure arm muscle strength and Chair Stand Test which aims to measure leg muscle endurance. The data analysis technique in this study used Paired Sample T Test using the help of SPSS version 25 software. Based on data analysis, the results showed that the muscle strength obtained sig. 0.000 0.05 and on the durability of sig. 0.000 0.05 so it can be concluded that there is a significant effect of brain vitalization exercise on muscle strength and endurance in people with dementia.
Analisis kebijakan penempatan ahli gizi sebagai tenaga keolahragaan Indonesia Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih; Laksono Trisnantoro; Zaenal Muttaqqien Sofro; Mutiara Tirta Prabandari Lintang Kusuma; Mustika Cahya Nirmala Dewinta; Ibtidau Niamilah; Meta Anastasia; Edi Nurinda Susila
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.915 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i2.38193

Abstract

Peran ahli gizi sebagai tenaga keolahragaan pada dasarnya merupakan mandat hukum dari Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, khususnya Pasal 63 yang menyebutkan bahwa ahli gizi merupakan salah satu tenaga keolahragaan. Pada praktiknya, implementasi peran ahli gizi sebagai tenaga keolahragaan di pusat pembinaan atlet masih belum optimal. Keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta belum adanya kebijakan operasional yang mengatur tentang penempatan ahli gizi di pusat pembinaan atlet menjadi beberapa kendala yang perlu solusi. Pengkajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi dokumen terhadap delapan peraturan yaitu 1 undang-undang, 1 perpres dan 6 permen. Seluruh dokumen kebijakan tersebut selanjutnya ditetapkan pasal-pasal kritis yang dianalisis lebih lanjut untuk diberikan diskripsi penjelas, analisis mendalam pasal demi pasal, perumusan rekomendasi dan output kebijakan. Pengkajian ini telah memperoleh Ethical Clearance dari Komisi Etik FKKMK UGM dengan nomor: KE/FK/0292/EC/2020 pada tanggal 10 Maret 2020. Kajian terhadap Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2005 dan peraturan hukum pendukungnya menunjukkan bahwa peran ahli gizi memiliki urgensi tinggi dalam pembinaan atlet. Namun demikian masih perlu kebijakan operasional yang mengatur tentang penempatan ahli gizi sebagai tenaga keolahragaan, meliputi tugas dan wewenang, serta standar kompetensi dan sertifikasi ahli gizi sebagai tenaga keolahragaan.
Pengaruh latihan mandiri dalam rangka pembatasan kegiatan masyarakat: Study kasus atlet pencak silat Kabupaten Karawang Rian Tri Prayogo; Sendy Mohamad Anugrah; Ardhika Falaahudin; Dody Tri Iwandana; Rifqi Festiawan
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.701 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i2.43260

Abstract

Pembatasan kegiatan masyarakat akibat penyebaran virus covid-19 telah mengubah olahraga di Indonesia sehingga memaksa para atlet untuk melakukan latihan mandiri di tempat tinggalnya masing-masing dengan program latihan yang dibuat oleh para pelatihnya. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kapasitas aerobik, aspek kelincahan, dan daya tahan otot lokal atlet pencak silat sebelum dan sesudah masa latihan mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritptif dengan melibatkan 12 atlet pencak silat putra kategori tanding Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan signifikan pada kapasitas aerobik (p= 0.025) dan performa kelincahan (0.042) namun pada daya tahan otot lokal tidak terdapat perbedaan. Kesimpulan penelitian ini adalah terjadi penurunan pada kapasitas aerobik dan aspek kelincahan pada atlet pencak silat Kabupaten Karawang setelah masa latihan di tempat tinggalnya masing-masing akibat dari pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun pada komponen daya tahan otot-otot lokal tidak terdapat perubahan.The sports activity of badminton and responses to changes in blood uric acid at productive age AbstractThis study aims to determine whether there was a response to changes in uric acid levels due to the physical activity of badminton. The design of this study is a quasi-experimental. The sample used in this study was eight respondents with certain criteria. Treat physical activity twice on different days with 4 measurements of uric acid levels. The method of this study is repeated measure analysis. When subjects are measured repeatedly, requiring fewer subjects per experiment, then repeated measures analysis can be used. The results showed that the treatment of badminton had a significant effect on changes in uric acid levels with a probability value of 0,038. These results were obtained by using the Greenhouse-Geisser test where the assumptions of normality and homogeneity were satisfied. From the marginal test results using pairwise comparisons, there was a significant difference in the average uric acid levels at 15 minutes after exercise and 9 hours the following day, where there was a decrease of 1.169 mg/dl. Badminton can reduce uric acid levels, which is indicated by a decrease of 0.15 mg/dl at 09.00 the next day compared to before exercise. Marginally, this decrease is not statistically significant, but regular badminton can be an option for physical activity for those who want to reduce uric acid levels.
Hubungan antara sindrom metabolik dengan kebugaran jasmani pada lansia Prijo Sudibjo; Cerika Rismayanthi; Krisnanda Dwi Apriyanto
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 2: September 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.285 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i2.41007

Abstract

Prevalensi sindrom metabolik pada lansia cukup tinggi. Sindrom metabolik dapat dicegah salah satunya dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, kelenturan sendi, keseimbangan dan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sindrom metabolik dengan kebugaran kardiorespirasi, fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan teknik consecutive sampling pada 118 lansia di Yogyakarta. Sindrom metabolik ditetapkan berdasarkan kriteria diagnosis dari Adult Treatment Panel. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes jalan 6 menit (6-minute walking test), sit and reach, hand grip dynamometer, leg and back dynamometer dan berdiri satu kaki. Teknik analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 32 lansia mengalami sindrom metabolik. Tujuh puluh dari 118 orang memiliki data yang lengkap untuk analisis korelasi. Terdapat korelasi antara sindrom metabolik dengan kekuatan otot tungkai/leg strength (r=-0,295, p=0,013) dan keseimbangan (r=-0,282, p=0,018), namun tidak ada korelasi antara sindrom metabolik dengan kekuatan peras tangan/hand grip, kekuatan otot punggung/back strength (p=0,405), kebugaran kardiorespirasi (p=0,103) dan fleksibilitas (p=0,488). Dapat disimpulkan bahwa lansia yang terdiagnosis mengalami sindrom metabolik cenderung mengalami pelemahan kekuatan tungkai dan penurunan keseimbangan. Oleh karenanya, lansia perlu melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai dan keseimbangan. The Correlation between metabolic syndrome and physical fitness in elderly AbstractThe prevalence of metabolic syndrome in the elderly is quite high. One way to prevent metabolic syndrome is by being physical active. Physical activity can also improve cardiorespiratory fitness, joint flexibility, balance and muscle strength. This study aimed to determine the relationship between metabolic syndrome and cardiorespiratory fitness, flexibility, strength, and balance in the elderly. This study was a cross sectional study with a consecutive sampling technique on 118 elderly people in Yogyakarta. Metabolic syndrome was defined based on the diagnostic criteria from the Adult Treatment Panel. The instruments used to collect the data were a 6-minute walking test, sit and reach, hand grip dynamometer, leg and back dynamometer and standing on one leg. The analysis technique used the Spearman correlation test. The results of the study showed that 32 elderly had metabolic syndrome. Seventy out of 118 people had complete data for correlation analysis. There was a correlation between metabolic syndrome and leg muscle strength (r = -0.295, p = 0.013) and balance (r = -0.282, p = 0.018), but there was no correlation between metabolic syndrome and hand grip strength. back muscle strength (p = 0.405), cardiorespiratory fitness (p = 0.103) and flexibility (p = 0.488). It can be concluded that the elderly who are diagnosed with metabolic syndrome tend to experience weakened leg strength and decreased balance. Therefore, the elderly need to do physical activity to improve leg muscle strength and balance.

Page 2 of 2 | Total Record : 15