cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014" : 6 Documents clear
PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU 3R KOTA MAGELANG Wijayanti, Wawargita Permata; Sariffuddin, Sariffuddin
Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.2.2.106-117

Abstract

Pengelolaan sampah terpadu 3R merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan. Program 3R ini dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam usaha mengurangi volume sampah perkotaan sehingga timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir dapat terkurangi. Bukan hanya itu, program 3R bertujuan untuk mewujudkan upaya pemberdayaan masyarakat dan mengembangkan kewirausahaan masyarakat lokal melalui produk hasil daur ulang sampah non organik yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk yang mempunyai nilai ekonomis. Salah satu kota di Jawa Tengah yang sedang berusaha mengembangkan program 3R ini adalah Kota Magelang, tepatnya di Kelurahan Jurangombo Utara. Keberhasilan program 3R ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Peran masyarakat dalam kegiatan 3R dimulai ketika perencanaan kegiatan, proses pembangunan TPST, pembentukan KSM dan pelatihan serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu. Oleh karena itu, penilaian terhadap bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas, kinerja, dan kemampuan masyarakat dalam mengelola program 3R di lingkungan permukiman tempat tinggal. 
SALING PENGARUH ANTARA AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN LALU LINTAS LEWAT DI PUSAT KOTA KECIL (STUDI KASUS: JALAN DIPONEGORO KOTA BUMIAYU) Prayitno, Dedi; Syahbana, Joesron Alie
Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.2.2.74-85

Abstract

Pergerakan lalu lintas terjadi karena adanya perbedaan tata guna lahan satu dengan tata guna lahan yang lain. Makin tinggi tingkat aktivitas suatu tata guna lahan, makin tinggi pula tingkat kemampuannya dalam menarik pergerakan lalu lintas. Aktivitas perdagangan merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap pergerakan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saling pengaruh antara aktivitas perdagangan dan lalu lintas lewat di pusat kota kecil yaitu di Jalan Diponegoro Kota Bumiayu. Metode analisis penelitian ini meliputi analisis kawasan perdagangan Jalan Diponegoro terhadap lalu lintas; analisis lalu lintas Jalan Diponegoro; dan analisis hubungan antara aktivitas perdagangan dan lalu lintas lewat di Jalan Diponegoro. Hasil dari penelitian ini adalah untuk analisis kawasan perdagangan Jalan Diponegoro terhadap lalu lintas diperoleh nilai tarikan perjalanan pasar Bumiayu sebesar 156,049 smp/jam, pertokoan sisi timur Jalan Diponegoro sebesar 111,631 smp/jam dan pertokoan sisi barat Jalan Diponegoro sebesar 147,368 smp/jam. Pengaruh kawasan perdagangan terhadap wilayah sekitar menunjukan bahwa volume lalu lintas ruas jalan yang mengubungkan Kota Bumiayu dengan Paguyangan sebesar 681 smp/jam, Bumiayu dengan Tonjong sebesar 395 smp/jam, Bumiayu dengan Bantarkawung serta Salem sebesar 268 smp/jam dan Bumiayu dengan Sirampog sebesar 143 smp/jam. Untuk analisis kondisi lalu lintas diperoleh volume lalu lintas tertinggi sebesar 355,90 smp/jam, nilai kapasitas jalan sebesar 664,96 smp/jam dan kinerja jalan berdasarkan analisis sebesar 0,54 yaitu berada pada level C dengan ciri aliran stabil. Untuk analisis hubungan antara aktivitas perdagangan dan lalu lintas lewat di Jalan Diponegoro berdasarkan data asal pengunjung diketahui bahwa sebesar 91,7% merupakan pengunjung dengan pergerakan lokal sedangkan untuk pergerakan regional sebesar 8,3%.
KARAKTERISTIK HUNIAN BURUH INDUSTRI DI KAWASAN INDUSTRI WIJAYAKUSUMA Irfiyanti, Zulinar; Manaf, Asnawi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.752 KB) | DOI: 10.14710/jpk.2.2.62-73

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang berpotensi dalam pertumbuhan sektor ekonomi. Di Kota Semarang terdapat sembilan kawasan industri yang potensial, salah satunya Kawasan industri Wijayakusuma. Pertumbuhan sektor ekonomi yang pesat menjadikan masyarakat berminat untuk bekerja sebagai buruh industri dan bermigrasi di sekitar kawasan industri. Masalah yang dihadapi oleh buruh industri Wijayakusuma adalah buruh industri belum mampu menjangkau tempat tinggal layak huni yang disediakan secara formal. Akibatnya, banyak buruh industri yang belum memiliki rumah hak milik, tinggal di rumah kontrakan atau kos-kosan, terdapat permukiman dengan kepadatan tinggi di sekitar Kawasan Industri Wijayakusuma dan memiliki kualitas lingkungan permukiman yang rendah. Berdasarkan pada penjelasan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik hunian dan lingkungan hunian buruh industri yang dihuni saat ini Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dimana terdapat penggabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif dan analisis skoring. Hasil dari penelitian ini adalah dapat diketahui bahwa buruh industri yang sudah memiliki hunian hak milik adalah 36% sedangkan 64% lainnya masih tinggal dengan keluarga atau kerabat, tinggal di rumah kost maupun rumah kontrak.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN STRUKTUR RUANG IBU KOTA KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN Setiawan, Dhoni; Rahdriawan, Mardwi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.2.2.118-127

Abstract

City is a space that serves as a center place of activities, over time the city was experiencing growth and development, both physical and non-physical conditions. So these conditions affect the change in the pattern of land use, activity system as well as the pattern of people and goods mobility that are happening in the urban system. The phenomenon of the emergence of new urban areas (cities and towns) in IKK Gemolong causes changes in land use patterns along the road corridor is experiencing rapid development, it is evidenced by the increased activity and physical growth of the city. The conditions were observed with the growth of new activities such as residential, commercial district and other commercial areas. So that it will affect land use patterns, activities systems and people and goods mobility patterns that occur, which in turn will affect the characteristics of the spatial structure of the development of IKK Gemolong formed as a town in Sragen. The focus of discussion such as land use, population activity systems, as well as the people and goods mobility which the influencing factors of the formation of the spatial structure of a city. The study is considered important because as the basis for consideration in the development of towns in the future. This is because the policy of urban development continues in administrative and sectoral nature, so the presence of the regional autonomy policy of development with regional and integrated system and assessed more quickly to implement. This study used quantitative an quantitative study method. The analysis results indicated the characteristics of land use in Gemolong dominated by settlements, while the commercial district developed along the main streets of this town because Gemolong have function as service centers for its surrounding areas. The residents of Gemolong mostly have work in the non-agricultural sectors, such as trade and services, while the population as a farmer is relatively small, so that these conditions indicated that Gemolong says as urban area. The people mobility in Gemolong originated from both internal and external area of the town in destination location of commercial areas to have studying, working, shopping and other purposes. The residents of Gemolong do not have to big cities to access the daily life necessities for since it is already available in Gemolong. Based on the phenomenon of Gemolong have a compact city type of development, while the structure of urban spaces that were formed have view more functioning of each of the regions even though the condition is still occurring mixture of functions. Then, the structure of urban spaces is the type of sector, although not as ideal as yet which happened in developed countries.
KAJIAN EKONOMIS PENGGUNAAN JALAN SIMPANG TIDAK SEBIDANG DI KORIDOR JATINGALEH KOTA SEMARANG Kunmaryati, Endah
Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.2.2.86-95

Abstract

Koridor Jatingaleh merupakan salah satu jalan yang menghubungkan pusat Kota Semarang dengan Kota Semarang bagian selatan yang memiliki pergerakan yang sangatn tinggi. Koridor Jatingaleh merupakan salah satu titik macet di Kota Semarang. Terjadinya kemacetan di kawasan ini disebabkan karena volume kendaraan yang melampaui kapasitas jalan yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan pembangunan jalan simpang tidak sebidang (flyover atau underpass) guna mengatasi kemacetan di Koridor Jatingaleh. Selanjutnya perlu dikaji pula, alternatif jalan simpang tidak sebidang mana yang lebih sesuai untuk dibangun? Flyover atau Underpass? Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif jalan simpang tidak sebidang yang sesuai dari aspek ekonomi guna menangani kemacetan di koridor Jatingaleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pembangunan underpass lebih hemat dibandingkan dengan pembangunan flyover. Kondisi tersebut ditinjau dari perhitungan nilai waktu, BOK dan biaya pemeliharaan dan juga pengaruhnya bagi struktur ruang kawasan sekitarnya.  Dengan demikian, dapat diketahui jalan simpang tidak sebidang yang sesuai dari aspek ekonomi di koridor Jatingaleh adalah underpass. 
ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SALATIGA Prasetyo, Sabdo Budi; Wahyono, Hadi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 2, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.2.2.96-105

Abstract

Kontribusi pendapatan retribusi pasar terhadap penerimaan retribusi daerah Kota Salatiga cenderung menurun dari 26,35% pada tahun 2009 menjadi 17,70% pada tahun 2013. Beberapa bangunan pasar tradisional juga masih belum berfungsi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan pasar tradisional di Kota Salatiga dan menganalisis faktor penyebabnya, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengukuran kinerja menggunakan konsep Balanced Scorecard yaitu berdasarkan aspek finansial dan non finansial. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja digunakan untuk mengetahui kesenjangan, tingkat kepentingan, kinerja dan kapasitas organisasi pengelola pasar tradisional di Kota Salatiga. Hasil akhir penelitian menunjukkan skor kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 70,6%, proses internal 60,87%, finansial/keuangan 62,06%, kepuasan pelanggan internal 65,02% dan kepuasan pelanggan eksternal 55,58% diperoleh rata-rata sebesar 62,826% sehingga dapat disimpulkan kinerja pengelolaan pasar tradisional di Kota Salatiga masih kurang baik. Sebanyak 61% pedagang dan 90% pengunjung menyatakan belum nyaman dan belum puas dengan kondisi pasar tradisional. Faktor penyebab masih rendahnya kinerja pengelolaan pasar adalah belum terbentuk budaya kerja yang mampu meningkatkan motivasi pegawai, minimnya ketersediaan dan pemeliharaan sarana prasarana kerja, mekanisme kerja yang belum jelas dan belum dipahami seluruh pegawai, minimya motivasi dari pimpinan kepada pegawai pengelola pasar dan keuangan belum efisien.. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6