Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2: Desember 2016"
:
10 Documents
clear
PENILAIAN BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP HUNIAN DI KAWASAN RAWAN ROB DAN BANJIR KELURAHAN KEMIJEN
Aufa Dirgahayu Kencana;
Nany Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.275 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.186-196
Kelurahan Kemijen terletak di Kota pesisir Semarang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Tingginya tingkat kerentanan bencana tersebut memaksa orang untuk beradaptasi misalnya adalah dengan meninggikan rumah mereka meskipun warga Kelurahan Kemijen didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai adaptasi hunian (peninggian rumah) yang paling maksimal dilakukan masyarakat saat ini dalam menghadapi bencana banjir dan rob. Proses untuk mencapai tujuan ini adalah melalui observasi adaptasi hunian, wawancara stakeholder terkait adaptasi hunian, serta melalui kuesioner dilakukan terhadap 100 orang secara acak (proporsional stratified random sampling) kepada penduduk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk data yang berasal dari kuesioner dapat diolah dan dianalisis menggunakan analisis multi kriteria. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan menggunakan variabel kerentanan, finansial, kelayakan hunian, sosial budaya, ekonomi kawasan, dan kapasitas teknis, bentuk adaptasi yang paling maksimal adalah bentuk adaptasi peninggian lantai pada seluruh ruangan dengan ketinggian> 50 cm dengan nilai 0.805, peringkat kedua adalah bentuk adaptasi peninggian lantai disertai dengan pembangunan lantai dua yang mempunyai nilai 0,705, dan peringkat ketiga adalah bentuk adaptasi peninggian lantai pada sebagian ruangan yang mempunyai nilai 0,700.
BENTUK MORFOLOGI KAWASAN PERMUKIMAN URBAN FRINGE SELATAN KOTA SURAKARTA
Mentari Adhika Putri;
Murtanti Jani Rahayu;
Rufia Adisetyana Putri
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6899.944 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.120-128
Needs land settlement increasingly over the development of cities. Demands of land use settlement that can’t be accommodated by the city space to inflict urban sprawl to the urban fringe. Urban fringe development caused visibility of the morphology. Propose of the research is to know the form of morphology settlement urban fringe the southern Surakarta. This research used morphology form’s two step: (1) identified component in the form of morphology consisting of land use, road pattern, and the pattern building and (2) analyzed form of morphology settlement urban fringe the southern Surakarta with integrated the result of first step’s research. This research result show land use has mixed use, spinal road pattern, and diversity building pattern. It shows the form of morphology octopus.
KAJIAN HARGA SEWA BANGUNAN KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN RAYA KALIMALANG, JAKARTA
Ajeng Laras Adhiani;
Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.745 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.177-185
Koridor Jalan Raya Kalimalang merupakan kawasan yang berkembang pesat dan memiliki harga lahan yang tinggi karena adanya aktivitas komersial. Hal ini menjadikan pemilik lahan lebih memilih untuk menyewakan bangunan yang berada di atas lahan miliknya karena dianggap lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, Jakarta beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya terkait aktivitas komersial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Temuan studi yang diperoleh adalah perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang dipengaruhi oleh faktor lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, dan kesesuaian kawasan. Harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang mulai dari Rp20.000.000 - Rp100.000.000/ tahun. Aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya permintaan, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan bangunan yakni hanya 9,04%. Terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, yaitu faktor ketersediaan bangunan, tata letak bangunan, lokasi, asal konsumen, kesesuaian koridor, luas bangunan, usia bangunan, kondisi bangunan, dan faktor jangka waktu sewa.
KAJIAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PSBM) DI KELURAHAN MANGUNHARJO, SEMARANG
Ivan Kurnia Adi;
Mardwi Rahdriawan
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (44.545 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.151-159
The tendency of the existing infrastructure is not in accordance with the needs of the community because it is top down. Therefore, this study aims to assess community participation in managing community-based sanitation. Studies conducted focusing on participatory processes and the level of community participation in the provision of sanitation in the village program Mangunharjo precisely in RT 03 and 04 RW I. The method used in this research is quantitative and qualitative. The level of community participation in the management of the sanitation program has high participation category that has meaning on the degree of power-sharing community which has occurred rights, responsibilities and authority between the community and government to participate. Meanwhile, at the stage of organizing the participation category includes medium category (tokensm) in which the wishes of the people has been discussed, but the decision rests with the government. It is influenced by the role of the Village and Chairman of RT / RW is too dominant so that the public is not very enthusiastic in participating at the stage of organizing and resigned to the decision of the facilitator. Implementation of the program when viewed from the principle pelaksaaan almost matches that is about 80%, planning, implementation, and evaluation is fully in accordance with the principle only at the stage of organizing has obstacles described earlier which resulted in incompatibility in principle with the implementation of the program. That there is a relationship between the facilitator and community involvement, if the facilitator can perform their duties well as explaining the program well and excessive interference, then the public will enthusiastically participate. The Government needs to show its commitment in the implementation of the provision of community-based sanitation program (PSBM) in terms of giving people an opportunity to participate fully in sanitation management stages.
PREFERENSI PENGHUNI TINGGAL DI APARTEMEN BERSUBSIDI THE MODERN GOLF KOTA TANGERANG
Prima Dea Arijani;
Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.46 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.129-138
Pemenuhan kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat menengah kebawah dan pembangunan perumahan vertikal menjadi sangat penting dalam mengurangi kepadatan. The Modern Golf Apartement menjadi apartemen bersubsidi pertama yang dibangun di kota Tangerang dengan statusnya yang bersubsidi memiliki daya tarik tersendiri bagi para penghuni untuk tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi dan tujuan penghuni untuk tinggal di apartemen bersubsidi The Modern Golf. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling stratified random sampling. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa faktor penghuni tinggal di apartemen bersubsidi The Modern Golf yang memiliki preferensi paling tinggi berdasakan nilai rata-ratanya yaitu faktor kemudahan aksesibilitas menuju sarana perdagangan dengan nilai rata-rata 4,63. Hal ini diperkuat dengan adanya berbagai jenis sarana perdagangan yang dapat memudahkan penghuni untuk memenuhi kebutuhannya tanpa perlu keluar dari kawasan The Modernland, serta terdapat kecenderungan aktivitas bahwa penghuni akan menuju ke sarana perdagangan baik mall maupun pusat pertokoan setelah pulang bekerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya fenomena masyarakat perkotaan yang cenderung konsumtif serta tingginya minat masyarakat terhadap hunian yang berada di pusat kota dengan dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung.
KAJIAN PERKEMBANGAN KAWASAN AKIBAT KEBERADAAN UMKM BERBASIS RUMAH (HBE) PENGOLAH PANGAN TRADISIONAL GETUK ‘KETHEK’ SATU RASA, KOTA SALATIGA
Januarta Dwi Kusmayanti;
Wido Prananing Tyas
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.29 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.160-168
Pada sentra olahan singkong di Kelurahan Ledok, terjadi pertumbuhan HBE baru yang terinspirasi oleh salah satu usaha rumah tangga, yaitu Getuk ‘Kethek’ Satu Rasa. Keberadaan usaha–usaha baru tersebut berdampak terhadap perkembangan kawasan yang dilihat dari perubahan aktivitas perekonomian masyarakat, perubahan fisik kawasan, penyerapan tenaga kerja yang lebih besar, dan peningkatan pendapatan pelaku usaha. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan UMKM berbasis rumah (HBE) pengolah pangan tradisional Getuk ‘Kethek’ Satu Rasa terhadap perkembangan kawasan di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan, yaitu mix method. Temuan studi yang diperoleh adalah terdapat perubahan fungsi ruang pada hunian yang dijadikan sebagai tempat usaha baik sebelum dan sesudahnya. Dalam hal penyerapan tenaga kerja, usaha–usaha tersebut berkontribusi sebesar 3,71% bagi Kelurahan Ledok. Dalam aspek ekonomi terjadi peningkatan pendapatan sebanyak 89% pelaku usaha memiliki pendapatan di atas UMK Kota Salatiga, yaitu Rp. 1.450.000. Dalam proses rantai nilai pada usaha-usaha yang ada terdapat kesamaan hubungan pada proses pemasaran distribusi produk.
URBAN COMMUNITY RESPONSES TO VISUAL APPROPRIATE THEMATIC DESIGN, SUPER HERO PARK BANDUNG
Dian Duhita;
Eka Virdianti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (37.577 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.169-176
Parks is one of city public area that serves as a communal place for city community. On another perspective, parks is an architectural design that is designed with an aesthetic element to attract. Bandung, since a few years was to make improvements in various sectors, especially in the public space. Through the slogan Creative City, Bandung City Government revived communities part of the citizens by providing place for a activities, creation and production. Thematic Parks became one of the alternative approaches responsive design as part of creative cities development. Object of research study object is Super Hero park. The purpose of research is to analyzing the response of communities to design a thematic park. The study was conducted with a qualitative approach through participation observation method. The scope of the research includes visual appropriate and city community response. The conclussion obtain that visual appropriate are in accordance with the theme. Urban Community was able to respond well the identity of Super Hero park with visual appropriate design.
PERENCANAAN KOTA BARU BERBASIS LANSKAP EKOLOGIS DI KOTA UJOH BILANG, MAHAKAM ULU, KALIMANTAN TIMUR
Rezky Khrisrachmansyah;
Siti Nurisyah;
Hanni Adriani;
Ina Winiastuti Hutriani
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.242 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.106-119
Mahakam Ulu Regency is a new municipality that had been developed in 2012. Ujoh Bilang City is the new Capital City that planned as the Capital City of Mahakam Ulu Regency. The natural condition and local culture in this city create strong local characters. There are some natural and cultural condition in Ujoh Bilang City such as Geological Karst, fertile alluvium soil (nearby the Mahakam River), liveable Dayak culture that should be protected, and attended to the ecological landscape values. The aim of this study is to see the landscape character of Ujoh Bilang New Town and implement the ecological landscape approach which considers the bio-physics and cultural elements in developing and planning the city. The Methods in this study are include qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis was described by scientific description while the qualitative analysis was used for land suitability analysis with biophysics aspect such as slope, soil, geological condition, and town structure. The local culture values are also considered.
IDENTIFIKASI KELESTARIAN KAWASAN KOTA LAMA MELALUI PROTEKSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KOTA SURABAYA
Dimas Widya Putra
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.956 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.139-150
Surabaya old town district was the historical evidence of the Dutch Government in Colonial era, The center of the Dutch Administration located in Old Town, meanwhile Old Town District was the whiteness of Dutch defeat. Many buildings built by the Dutch in Colonial era are still conserved. Surabaya has strategy and policy through Tourism and Culture Department to conserve these buildings to be a landmark and legacy of city, this study addresses to evaluate the policy associated with the protection of heritage buildings, to examine the policy and to sum up the findings associated to conservation theory. This research uses the character appraisal, quantitative and qualitative. The result found are several buildings have been protected by the policy, however, there is a segment made so many facade changes and several well ornamented buildings. The conclusion obtained that the cultural heritage building policy can be nicely applied, especially to the historical value buildings. The Government gives a tolerance to renovate the buildings having less strong historical value.
MEMADUKAN STRATEGI, MEWUJUDKAN KETAHANAN: SEBUAH PEMBELAJARAN DARI PENGEMBANGAN STRATEGI KETAHANAN KOTA DI SEMARANG
Rukuh Setiadi;
Fitri Wulandari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.589 KB)
|
DOI: 10.14710/jpk.4.2.95-105
‘Integrasi’ adalah suatu jargon yang sering digunakan oleh hampir semua disiplin, dari bidang rekayasa hingga ekonomi, dan dari ilmu fisika hingga ilmu sosial. Tantangan untuk mengembangkan strategi yang terpadu telah menjadi pesan utama di berbagai literatur mengenai studi-studi pembangunan kota. Sementara di negera yang telah maju konsep integrasi telah dimanifestasikan dalam berbagi aspek pembangunan kota, banyak aktor dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang masih berjuang untuk mewujudkan integrasi. Artikel ini menyoroti upaya yang baru saja dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan ketahanan kota melalui perumusan dokumen strategi ketahanan kota. Artikel memperkenalkan suatu kerangka analisis dalam mendorong integrasi strategi. Artikel ini dikembangkan dari penelitian yang menerapkan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan posisi penulis utama sebagai coordinator lintas tema atau cross-focus areas pada penyusunan strategi ketahanan kota dalam inisiatif 100 Resilient City. Artikel ini diharapkan membantu praktisi perkotaan dalam melakukan pendekatan langkah-demi-langkah menuju integrasi strategi-strategi perkotaan, khususnya di bidang ketahanan kota.