cover
Contact Name
Rahmat Prayogi
Contact Email
rahmat.prayogi91@gmail.com
Phone
+6282282742253
Journal Mail Official
bindounila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23388153     EISSN : 27981665     DOI : https://doi.org/10.23960/kata
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian bidang pendidikan bahasa dan sastra, meliputi linguistik teoritis, linguistik terapan, linguistik lintas disiplin, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra lintas disiplin, serta sastra dan politik identitas.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 Apr (2017)" : 18 Documents clear
Interferensi Leksikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia pada Karangan Siswa Nindy Eka Putri; Mulyanto Widodo; Edi Suyanto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.895 KB)

Abstract

This research aimed to described forms interference lexical java language into indonesian language on students essay in the fifth grade students of SD Negeri Bukit Raya school year 2016/2017. Research method used in this research is descriptive of qualitative method. Data sources research on a students essay in the fifth grade students of SD Negeri Bukit Raya. Results of the research show that interference conducted by student includes interference in the basic from, affisx form, and reduplicated form. Based on the results on the research, was found thirty of interference conducted by students with nineteen basic forms, nine affix forms, and two reduplicated forms. Furthermore, the data is described in twenty primary meanings including lexical meanings, literal meanings, denotative meanings and ten secondary meanings covering grammatical, connotative, and figurative meanings.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi leksikal bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia pada karangan siswa kelas V SD Negeri Bukit Raya tahun pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian karangan siswa kelas V SD Negeri Bukit Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi yang dilakukan siswa meliputi interferensi dalam bentuk dasar, bentuk berimbuhan, bentuk reduplikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya tiga puluh interferensi yang dilakukan siswa dengan komposisi sembilan belas bentuk dasar, sembilan bentuk berimbuhan dan dua bentuk reduplikasi. Selanjutnya, data tersebut diuraikan ke dalam makna primer berjumlah dua puluh meliputi makna leksikal, makna literal, makna denotatif dan makna sekunder berjumlah sepuluh meliputi makna gramatikal, konotatif, dan makna figuratif.Kata kunci: interferensi leksikal, bahasa jawa, karangan siswa.
Tindak Tutur Asertif Penjual dan Pembeli di Pasar Tempel Rajabasa dan Implikasinya Linda Apriyanti; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.006 KB)

Abstract

The aimed of this research was to describe the expression of assertive speech act by sellers and buyers in Tempel Rajabasa Market and its implication to learning Indonesian language at Senior High School. The method of the research was qualitative descriptive. Based on the analysis, the author concluded that there were five expressions of assertive speech act used by sellers and buyers, those were assertive speech act stated to use indirect form of speech by questioning mode, assertive speech act informed to used direct speech, assertive speech act suggested to use direct speech, assertive speech act boasted to use indirect speech by news mode, and assertive speech act complained to used indirect speech by news mode. The result of this research was implicated in learning Indonesian language in class X of Senior High School on negotiation text material. The data is used as an example of a negotiated text conversation.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan ekspresi tindak tutur asertif penjual dan pembeli di Pasar Tempel Rajabasa serta implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, penulis menyimpulkan bahwa terdapat lima ekspresi tindak tutur asertif yang digunakan penjual dan pembeli, meliputi tindak tutur asertif menyatakan menggunakan bentuk tuturan tidak langsung dengan modus tanya, tindak tutur asertif memberitahukan menggunakan tuturan langsung, tindak tutur asertif menyarankan menggunakan tuturan langsung; tindak tutur asertif membanggakan cenderung menggunakan tuturan tidak langsung dengan modus berita, dan tindak tutur asertif mengeluh cenderung menggunakan tuturan langsung. Hasil penelitian ini diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X pada materi teks negosiasi. Data dijadikan sebagai contoh percakapan teks negosiasi.Kata kunci : implikasi, pembeli, penjual, tindak tutur asertif
Perjalanan Keimanan Tokoh Hasan Novel Atheis Karya Achiadat K. Mihardja dan Implikasinya Baiti Kurnia Sari; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.556 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the journey of the faith of Hasan in the Atheis novel by Achiadat K. Mihardja and its implications for Indonesian language learning in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. The results showed that the faith of Hasan as the main character of the story is unstable. This characterized by the journey of Hasans faith which initially believed, then decreased, and ended with the return of Hasans faith. The journey of Hasans faith can be known based on indicators faith and unfaith. The results of this research were implicated in the Indonesian language learning activity in Senior High School grade twelve on the structural material and the rules of the novel also the interpretation of the means of the novel. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perjalanan keimanan tokoh Hasan dalam novel Atheis karya Achiadat K. Mihardja dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keimanan Hasan sebagai tokoh utama cerita tidak stabil. Hal ini ditandai dengan perjalanan keimanan Hasan yang awalnya beriman, kemudian mengalami penurunan, dan diakhiri dengan kembalinya keimanan Hasan. Perjalanan keimanan Hasan ini dapat diketahui berdasarkan indikator keimanan dan ketidakimanan. Hasil penelitian diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi struktur dan kaidah novel serta interpretasi makna novel.Kata kunci : implikasi, ketidakimanan, perjalanan keimanan.
Implikatur pada Ungkapan di Badan Angkutan Umum Wilayah Tanjung Karang dan Implikasinya Yosefina Eva Marini; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.723 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe an implikatur on public transport as well as the implications for learning Indonesian Language in Senior High School. This study uses qualitative methods. The results showed that the expression on public transportations declared a purpose using the language style of the epithets and metaphors. This is due to the phrase tacked to engage, inform, or remind something. Expressions are written by using a reference to a trait or characteristic to describe and express a certain thing. Generally, writing expressions using non standard language that in order to make the reader interest sotry to analyze the meaning of the phrase. Research results can be implied in the Indonesian Language learning at Senior High School on anecdotes text material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implikatur pada badan angkutan umum serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan pada badan angkutan umum lebih banyak berfungsi untuk menyatakan suatu tujuan dengan menggunakan gaya bahasa epitet dan metafora. Hal ini disebabkan ungkapan yang ditempel digunakan untuk mengajak, menginformasi, atau mengingatkan sesuatu hal. Ungkapan ditulis dengan menggunakan suatu acuan terhadap sifat atau ciri yang menggambarkan dan mengungkapkan hal tertentu. Umumnya, penulisan ungkapan menggunakan bahasa yang tidak baku dengan tujuan agar ungkapan menjadi menarik untuk dibaca sehingga pembaca berusaha untuk menganalisis maksud dari ungkapan tersebut. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA pada materi teks anekdot.Kata kunci : jenis implikatur, fungsi implikatur, gaya bahasa, ungkapan.
Tindak Tutur Menolak dalam Gelar Wicara Mata Najwa Serta Implikasinya Ulva Nurul Madihah; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.618 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the form of refusal speech act at Talk Show Mata Najwa and its implication on Bahasa Indonesia teaching and learning in senior high school. This study used a qualitative approach with descriptive method. The results showed that the refusal speech act at Talk Show Mata Najwa consists of direct refusal speech act and indirect refusal speech act. As of direct refusal speech act consists of two strategies and indirect refusal speech act consists of seven strategies. The direct refusal speech act with performative sentence strategy is a dominant strategy at Talk Show Mata Najwa. The results could be implicated in Bahasa Indonesia teaching and learning in senior high school on even semester learning materials of first grade with the subject is analyze the contents of debate.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur menolak dalam Gelar Wicara Mata Najwa serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur menolak dalam Gelar Wicara Mata Najwa terdiri atas dua jenis, yaitu tindak tutur menolak langsung dan tindak tutur menolak tidak langsung. Adapun tindak tutur menolak langsung terdiri atas dua strategi dan tindak tutur menolak tidak langsung terdiri atas tujuh strategi. Strategi tindak tutur menolak langsung dengan kalimat tidak performatif merupakan strategi yang dominan muncul dalam Gelar Wicara Mata Najwa. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA pada materi pembelajaran siswa kelas X semester genap tentang menganalisis isi debat.Kata kunci : tindak tutur menolak, gelar wicara, dan pembelajaran.
Tindak Tutur Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SMKN 4 Bandar Lampung Juleha Juleha; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.175 KB)

Abstract

This research was about the investigation of students speech act in learning Indonesian at grade X SMKN 4 Bandar Lampung. The objective of this research is to describe the kinds of students speech act in learning Indonesian as well as how the speech act used. Descriptive qualitative method was used in this research. The data are taken from speech act of students in grade X AK3 and X AK4 SMKN 4 Bandar Lampung academic year 2016/2017. The finding showed that students speech acts in learning Indonesian are assertives speech act (stating, reporting, mentioning); directives speech act (promising, swearing, and threatening); expressive speech act (praising, thanking, criticizing, insisting); and declarative speech act (deciding, cancelling, banning, allowing, apologizing).Permasalahan dalam penelitian ini adalah tindak tutur siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMK Negeri 4 Bandar Lampung. Dengan demikian, tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan jenis tindak tutur siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, beserta kelangsungan tindak tutur tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari tindak tutur siswa kelas X AK3 dan X AK4 SMK Negeri 4 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tindak tutur siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia berupa tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur asertif (mengatakan, melaporkan, dan menyebutkan); direktif (menyuruh, memohon, menuntut, menyarankan, dan menantang); komisif (berjanji, bersumpah, dan mengancam); ekspresif (memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, menyelak); dan deklaratif (memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, memberi maaf).Kata kunci: tindak tutur,kelangsungan tuturan dan jenis ekspresi tuturan.
Kritik Sosial dalam Film Tanah Surga, Katanya Karya Herwin Novianto dan Implikasinya Zaima Novita; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.84 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the social critism in the Tanah Surga, Katanya movie by Herwin Novianto and its implication for Indonesian language learning in Senior High School. This research used qualitative descriptive method. The result of research showed that in the Tanah Surga, Katanya movie was found the social crirism. Social critism birocration problem was more found than social critism of poverty problem, criminallity, disorganitation of family, population, education, not obedience for norms social, and enviromental. In other that, the expression of social critism authors which becomes the most dominant is showing social critism authors directly. The result of this research were implicated in the Indonesian language learning in Senior High School grade XII/II as an literature material, specially in drama/film. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kritik sosial dalam film Tanah Surga, Katanya karya Herwin Novianto dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Tanah Surga, Katanya ditemukan kritik sosial. Kritik sosial masalah birokrasi lebih banyak ditemukan daripada kritik sosial masalah kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, kependudukan, pendidikan, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, dan lingkungan hidup. Selain itu, pengungkapan kritik sosial pengarang yang paling dominan adalah pengungkapan kritik sosial pengarang secara langsung. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XI/II pada materi sastra, khususnya drama/film.Kata kunci : film tanah surga katanya, implikasi, kritik sosial.
Penggunaan Afiks pada Karangan Narasi Siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik Isti Nurhasanah; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.348 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the use of affix in narration essay of students in Senior High School 2 Tulang Bawang Udik. This research used qualitative method. The result of this research indicates that the use of affix in narration essay of students consists of prefix, infix, suffix, confix, and circumfix. There are 292 affixes that are used in details of 289 affixes are correct and 3 affixes are incorrect. The use of affix words dominated by 159 which consists of prefix {meN-}, {peN-}, {ber-}, {se-}, {ter-}, {di-}, and {per-}, 35 suffix words which consists of suffix {an}, {i-}, and {kan-}, 44 confix words which consists of confix {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, and {ber-an}, 53 circumfix words which consists of circumfix {meN-kan} and {meN-i}, and the lowest is infix word which only consists of 1 word {em-}.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan afiks pada karangan narasi siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan afiks pada karangan narasi siswa terdiri atas prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan simulfiks. Terdapat 292 afiks yang digunakan dengan rincian penggunaan yang tepat berjumlah 289 dan yang tidak tepat berjumlah 3. Penggunaan kata berafiks didominasi oleh kata berprefiks dengan jumlah 159 yang terdiri atas prefiks {meN-}, {peN-}, {ber-}, {se-}, {ter-}, {di-}, dan {per-}, kata bersufiks berjumlah 35 yang terdiri atas sufiks {an}, {i-}, dan {kan-}, kata berkonfiks 44 yang terdiri atas konfiks {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, dan {ber-an}, kata bersimulfiks 53 yang terdiri atas {meN-kan} dan {meN-i}, dan yang terendah adalah kata berinfiks yang berjumlah 1 yaitu infiks {em-}.Kata kunci: afiks, karangan narasi, kata berafiks

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 11, No 2 Sep (2023): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 2 Sep (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 1 Apr (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Ap (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1, Apr (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Nov (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya) Vol 6, No 4 Sep (2018) Vol 6, No 3 Jul (2018) Vol 6, No 2 Apr (2018) Vol 6, No 1 Jan (2018) Vol 5, No 4 Sep (2017) Vol 5, No 3 Jul (2017) Vol 5, No 2 Apr (2017) Vol 5, No 1 Jan (2017) Vol 4, No 4 Sep (2016) Vol 4, No 3 Jul (2016) Vol 4, No 2 Apr (2016) Vol 4, No 1 Jan (2016) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Apr (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Sep (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) More Issue