cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
EDU CIVIC
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC" : 6 Documents clear
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN MELALUI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM MANDIRI PERDESAAN) DI DESA SILIWANGA KECAMATAN LORE PEORE KABUPATEN POSO Saputra, I Gede Adi
EDU CIVIC Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.328 KB)

Abstract

 Tujuan   penelitian   ini   adalah   1)   mengetahui   partisipasi   masyarakat   dalam pembangunan melalui PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Siliwanga. 2) mengetahui fakor penghambat dan pendukung partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Siliwanga. Subjek/informan dalam penelitian ini adalah tim pengelola PNPM Mandiri Perdesaan yang ada di Desa Siliwanga yang berjumlah 6 orang yaitu ketua tim pengelola kegiatan (TPK), ketua kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD), badan perwakilan desa (BPD), tim penulis usulan (TPU), tim pemantau dan tim pemelihara. Serta satu orang yang penulis tetapkan sebagai informan kunci yaitu kepala desa siliwanga. penetapan informan dengan menggunakan  tehnik  purposive  sampling,  dengan  pertimbangan  bahwa  informan  yang dipilih  adalah  anggota  masyarakat  yang  berkompeten  dan  mengetahui  secara mendalam mengenai implementasi program PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Siliwanga.  Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas yaitu partisipasi Masyarakat dan variabel terikat PNPM Mandiri Perdesaan. Tehnik pengumpulan data digunakan tehnik pengamatan dan wawancara. Tehnik analisis data menggunakan tehnik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat terhadap PNPM Mandiri Perdesaan cukup tinggi. partisipasi ini diimplementasikan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian pembangunan. Adapun bentuk partisipasi masyarakat yaitu partisipasi non fisik berupa gagasan dan ide-ide  dan partisipasi fisik berupa tenaga, tanah dan tanaman, uang serta partisipasi dalam bentuk simpan pimjam perempuan. Factor penghambat partisipasi masyarakat yaitu masih rendahnya kesadaran sebagaian anggota masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan dan kesibukan masyarakat. serta factor pendukung seperti tersedianya SDA dan SDM, rasa malu dan kerja sama antar masyarakat dan aparat desa, serta implementasi pendidikan kewarganegaraan oleh masyarakat ditunjukan dalam bentuk sikap berpartisipasi, sikap kemandirian dan sikap bertanggung jawab. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa partisipasi masyarakat merupakan   sikap sadar, kemandirian serta kerja sama antar masyarakat maupun aparat desa dalam memanfaatkan dan mengelola setiap sumber daya yang ada dengan memanfaatkan PNPM Mandiri Perdesaan.   Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Pembangunan dan PNPM Mandiri Perdesaan
KESADARAN MASYARAKAT SALUMBIA TERHADAP PENDIDIKAN STUDI KASUS DI DESA SALUMBIA Amri, Ulil
EDU CIVIC Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.404 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penilitian adalah: 1) Faktor apa yang melatar belakangi rendahnya kesadaran masyarakat Salumbia terhadap pendidikan 2) Upaya-upaya yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pendidikan di Desa Salumbia. Tujuan1) Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang melatarbelakangi rendahnya kesadaran masyarakat salumbia terhadap pendidikan 2) Untuk mengetahui Upaya-upaya yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pendidikan di Desa Salumbia. Populasi penelitian yaitu seluruh orang tua yang mempunyai anak bersekolah dan atau tidak bersekolah berjumlah 323 orang tua. Besarnya sample dalam penelitian ini adalah 32 orang tua dan 5 pemerintah Desa Salumbia yang ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian lapangan yaitu angket dan wawancara.Pengujian data hasil penelitian menggunakan analisis prosentase (%) analisa deskriptif diapakai untuk menganalisa keadaan seatu kelompok tertentu  yang  lebih besar.  Kemudian di analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Berdasarkan hasil yang ditemukan penulis di lapangan bahwa masyarakat Salumbia menganggap bahwa pendidikan itu sangat penting tetapi faktor penyebab rendahnya kesadaran masyarakat Salumbia terhadap pendidikan adalah ekonomi orang tua yang lemah dan faktor sosial budaya.Sejauh ini belum ada Upaya masyarakat dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan. Kesimpulan penelitian 1) faktor yang melatar belakangi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yaitu: Lemahnya ekonomi keluarga dan Faktor sosial budaya 2) belum ada upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam hal meningkatkan kesadaran  terhadap pendidikan, hal ini dibuktikan dengan hasil angket bahwa 2 orang tua atau 6 % yang menyatakan  ”sangat baik”, 13 orang tua atau 41 % yang menyatakan “baik”, 17 orang tua atau 53 % yang menyatakan “kurang baik”.Saran penelitian yaitu 1) Diharapkan masyarakat desa Salumbia lebih  mementingkan  pendidikan  anak-anaknya  untuk  bekal  ketika  berada  di tengah-tengah  masyarakat  nanti.  2)  Di  harapakan  masyarakat  dan  pemerintah dapat bekerjasama dalam hal meningkatkan upaya-upaya untuk melanjutkan pendidikan anak-anak yang putus seklolah.     Kata Kunci: Kesadaran Masyarakat, Pendidikan.  
Kemampuan Guru dalam Meningkatkan Disiplin Siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Mepanga Bariyah, Siti
EDU CIVIC Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.178 KB)

Abstract

Adapun permasalahan dalam penelitian ini 1. Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi siswa tidak disiplin, 2. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan guru untuk mendisiplinkan siswa. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah, 1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi siswa tidak disiplin. 2. Untuk mengetahui upaya-upaya apa yang dilakukan guru untuk mendisiplinkan siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Bp, Wali Kelas IXA dan Wali Kelas IXB beserta siswa yang tidak disiplin kelas IXA dan IXB. Cara pengambilan data ini dilakukan dengan cara : observasi, wawancara dan angket. Observasi dan wawancara dianalisis  secara  deskriptif  kualitatif.  Sedangkan  untuk  angket  diolah menggunakan teknik analisis data menggunakan presentase. Hasil penelitian ditemukan bahwa siswa yang melakukan pelanggaran disiplin masih ada tetapi relatif kecil dengan adanya sanksi dan hukuman yang diberikan disekolah  serta  upaya  para  guru  dalam  menanamkan  disiplin  kepada  siswa. Adapun faktor yang menyebabkan siswa tidak disiplin adalah bawaan dari siswa itu sendiri, teman-teman sebayanya baik yang ada dilingkungan sekolah maupun yang ada diluar sekolah dan penggaruh dari orang tua. Dimana guru juga dapat mempengaruhi untuk siswa menjadi tidak disiplin, dikarenakan kurangnya penguasaan kelas dan cara mengajar yang yang baik. Pemberian sanksi dianggap efektif dalam hal mendisiplinkan selama masih dalam batas kewajaran.   Kata Kunci              :  Kemampuan Guru dan Disiplin Siswa
MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS X TKJ A SMK NEGERI 1 BIROMARU Sigarlaki, Jeane
EDU CIVIC Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.606 KB)

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di Kelas X TKJ A SMK   Negeri 1 Biromaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran  Kooperatif  Tipe  STAD  di  Kelas  X  TKJ  A  SMK    Negeri  1  Biromaru. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  tindakan  kelas,  metode  yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan jenis data kualitatif dengan penganalisaan data secara kuantitatif. melalui langkah-langkah pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, dan penyajian data dengan jumlah subjek penelitian 20 siswa. Adapun  pelaksanaannya  yakni  mengunakan  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  STAD yang melalui empat tahap yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama dengan memperoleh nilai rata-rata aktivitas siswa 80 dengan kriteria cukup dan ada peningkatan  pada siklus kedua dengan perolehan nilai rata-rata aktivitas siswa 88 dengan kriteria baik, sehingga model pembelajaran kooperatif tipe STAD dinyatakan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn.       Kata Kunci :   Aktivitas Siswa, Pembelajaran PKn, Kooperatif Tipe STAD.  
PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR PADA PEMBELAJARAN PKn DI SMA NEGERI 1 TORUE KABUPATEN PARIGI MOUTONG. Arina, Niluh Dewi
EDU CIVIC Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.869 KB)

Abstract

Permasalahan  penelitian  ini  adalah  bagaimanakah  implementasi  peran guru  sebagai  motivator  pada  pembelajaran  PKn  di  SMA  Negeri  1  Torue Kabupaten Parigi Moutong. Tujuan   penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi  peran  guru  sebagai  motivator  pada  pembelajaran  PKn  di  SMA Negeri 1 Torue Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian yang digunakan metode survey dan jenis penelitian deskriftif pendekatan kualitatif populasi dalam penelitian ini sebanyak 530 siswa sedangkan  yang menjadi sampel adalah 64 siswa dengan menggunakan teknik kuota random sampling. Teknik pengumpulan data  melalui  observasi,  wawancara  dan  angket.  Setelah  data  dikumpulkan dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  peran  guru  sebagai  motivator dengan cara memberikan tugas, menggunakan metode yang bervariasi, membangkitkan rasa percaya diri siswa dengan  memberikan  pujian, didukung dengan hasil pengolahan angket menanyakan keadaan siswa sebelum materi dimulai 45,3%, penyampaian tujuan pembelajaran 51,5%, mengajak siswa mengerjakan tugas bersama-sama 46,8%, guru menjaring informasi yang ada didalam kelas 37,5%, pemberian tugas (PR) kepada siswa 39,0%, mengajak siswa belajar  diluar  ruangan  46,8%,  penggunaan  multi  metode  secara  selang  seling 43,7%, menanyakan kepahaman siswa 50%, mengulangi penjelasan ketika ada siswa yang belum paham 45,3%, pemberian kesempatan bertanya secara merata 34,2%,  memberikan  nasehat  tentang  dampak  negatif  pergaulan  bebas  dan kenakalan  remaja  35,9%,  pemberian  kesimpulan  setelah  pembelajaran  selesai 46,8%. Kesimpulan bahwa, implementasi peran guru sebagai motivator pada pembelajaran PKn dilakukan dengan cara memberikan tugas, memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan pujian kepada siswa agar lebih bersemangat lagi dalam belajar dan pembelajaran bisa lebih optimal.   Kata kunci : Peran Guru, Motivator, Pembelajaran PKn
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH) PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIIIA SMP NEGRI 1 LABUAN Masdalifa, Masdalifa
EDU CIVIC Vol 2, No 2 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.574 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn, melalui Penerapan metode Problem Solving (pemcahan masalah)  penlitian  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  hasil  belajar siswa pada pembelajaran  PKn, Penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus dengan prosedur penelitian yaitu orientasi, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti hanya bertindak sebagai observer dan  guru sebagai penyaji materi. Teknik pengumpulan data yang  di gunakan adalah lembar observasi siswa dan guru, pra tindakan dan tes tindakan evaluasi siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian pada tindakan awal sebelum menerapkan metode Problem Solving (pemecahan masalah) hasil analisis nilai yaitu Jumlah siswa yang telah tuntas 03 orang 20%, Jumlah siswa yang belum tuntas 12 orang 80%. Setelah diterapkan metode Problem Solving (pemecahan masalah)  dalam  pembelajaran  diketahui  hasil  tindakan  siklus  1  yaitu  hasil observasi siswa skor yang diperoleh 10, skor maksimal 20, 50%, kategori cukup. Hasil observasi guru skor yang diperoleh 15, skor maksimal 28, 53,57%, kategori cukup. Berdasarkan hasil belajar siswa siklus I jumlah siswa 15 orang, skor yang tertinggi yaitu 75 hanya diperoleh 8 siswa (53,33%), nilai terendah   55, 7 orang (46,66%). Pada tindakan siklus II observasi guru, skor diperoleh 24, skor maksimal 28, 85,71%, dan hasil observasi siswa, skor diperoleh 16, skor maksimal 20, 80%. Berdasarkan hasil belajar siswa siklus II dapat dilihat bahwa skor yang tertinggi 88, sedangkan nilai terrendah   74, oleh 5 siswa. Pada siklus II ini semua siswa dinyatakan tuntus, sehingga diperoleh presentase ketuntas belajar klasikal yaitu 100% dan daya serap klasikal mengalami peningkatan menjadi 80,06%.   Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Problem Solving, Pembelajaran PKn      

Page 1 of 1 | Total Record : 6