cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
EDU CIVIC
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC" : 7 Documents clear
Upaya Masyarakat Kaili Dalam Melestarikan Adat Perkawinan Di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara Di Tinjau Dari Nilai Pancasila Ferdi, Ferdi
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.411 KB)

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Bagaimana upaya masyarakat Kaili dalam melestarikan adat perkawinan suku Kaili di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara. 2). Bagaimana hubungan antara nilai-nilaipancasila dengan pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Kaili tersebut. Adapun tujuannya 1). Untuk mengetahui bagaimana upaya masyarakat Kaili dalam melestarikan adat perkawinan suku Kaili di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara. 2). Untuk mengetahui hubungan antara nilai-nilai pancasila terhadap upacara adat perkawinan suku Kaili. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yakni suatu model penelitian yang mengutarakan informasi melalui narasi, untuk menjaring informasi secara mendalam dipergunakan teknik purposive sampling, maka ada beberapa informan yang menurut peneliti cukup mempunyai pengetahuan tentang upaya masyarakat Kaili dalam melestarikan adat perkawinan suku Kaili di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara yaitu Tokoh Adat 2 orang, Tokoh Agama 2 orang. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis Data dilakukan setelah semua data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis deskriptif kualitatif dan menganalisis data dengan cara 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) verivikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam upaya untuk melestarikan adat perkawinan yang merupakan warisan leluhur dan merupakan aset dalam bidang kebudayaan, maka usaha yang dilakukan untuk melesatarikan atau mempertahankan adat perkawinan Suku Kaili adalah sebagai berikut : a) adanya lembaga adat/pegawai sarah yang selalu berperan dalam mengawasi pelaksanaan setiap tahapan-tahapan dan aturan-aturan dalam perkawinan, b) tata cara dalam pelaksanaan perkawinan yang dimulai dari acara membuka jalan/melamar sampai acara mematua tetap harus dilaksanakan sesuai dengan tata urutan, sehingga nilai kesakralan dalam perkawinan tetap terpelihara, c) berbagai persyaratan adat/kelengkapan adat dalam perkawinan yang telah ditentukan tetap dipenuhi, kecuali hal-hal yang sudah tidak dapat diusahakan bisa diganti dengan yang lain dengan tidak mengurangi maknanya, d) dalam tata upacara perkawinan diharuskan mengikuti norma-norma atau atauran-aturan perkawinan Suku Kaili sesuai dengan tata cara yang telah dilakukan, e) melakukan pembinaan kepada genersi muda dalam tata cara perkawinan, hal ini dimaksudkan agar generasi penerus tetap mengetahui tata urutan dalam perkawinan, f) setiap pengurusan/pengaturan pesta selalu dilaksanakan musyawarah antar tokoh-tokoh adat dari keluarga. Selain itu, dalam melestarikan adat perkawinan dimana setiap adanya pertemuan antara tokoh adat dan masyarakat berkumpul untuk membicarakan tentang bagaimana tahapan-tahapan dan hal-hal yang dipakai dalam pelaksanaan adat perkawinan dan mengaplikasikannya dalam suatu perkawinan serta memakai simbol-simbol adat yang dijadikan sebagai aturan dalam perkawinan serta kelengkapan adat lainnya.
Kemampuan Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran di SMKN Parigi Selatan Darwis, Darwis
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.014 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui kemampuan guru PKn dalam melaksanakan pembelajaran PKn untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMK Negeri Parigi Selatan; 2) Untuk mengetahui hambatan yang ditemukan guru PKn dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMK Negeri Parigi Selatan. Lokasi penelitian bertempat di SMKN Parigi Selatan beralamat di desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah: obeservasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Penulis menetapkan teknik pengolahan data secara deskriptif kualitatif yaitu pengolahan data dengan mengemukakan data dengan narasi. Subjek penelitian adalah Guru PKn berjumlah 2 orang dan kepala sekolah selaku informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMKN Parigi Selatan sudah memiliki kemampuan yang baik sebab dalam peningkatan kedisiplinan belajar siswa pada pembelajaran guru PKn sudah memiliki kompetensi pedagogik seperti senantiasa memberikan motivasi belajar untuk disiplin dalam belajar, pemberian nasehat dan pemberian sanksi terhadap peserta didik yang kurang disiplin dalam belajar dan kompetensi peribadi seperti senantiasa memberi teladan yang baik dalam lingkungan sekolah serta senantiasa disiplin waktu dalam pembelajaran. Adapun hambatan-hambatan yang ditemukan guru dalam peningkatan kedisiplinan belajar siswa pada pembelajaran seperti kurangnya sarana dan prasarana serta masih kurangnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn hal tersebut disebabkan karena mata pelajaran PKn tidak diujian nasionalkan sehingga menyebabkan mata pelajaran PKn kurang diminati dan siswa kurang termotivasi untuk belajar PKn.   Kata Kunci                   :  Kemampuan Guru, Kedisiplinan Belajar Siswa
Analisis terhadap pengembangan pembelajaran PKn materi norma-norma yang berlaku di masyarakat pada kelas VII di SMP Negeri 1, 3 dan 4 Sindue Kecamatan Sindue Yati, Yati
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.072 KB)

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk memperoleh deskripsi tentang pengembangan pembelajaran PKn tentang materi norma-norma yang berlaku di masyarakat dan untuk mengetahui upaya guru dalam pengembangan pembelajaran PKn guna meningkatkan pembelajaran tentang materi norma-norma yang berlaku di masyarakat di SMP Negeri 1, 3 dan 4 Sindue. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dan sampel penelitian ini adalah 45 siswa kelas VII dan 3 guru PKn di SMP Negeri1, 3 dan 4 Sindue, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, kemudian pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, angket dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dan dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan pembelajaran yang diterapkan guru PKn yang berada di SMP Negeri 1 Sindue dapat menarik minat belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari (materi,metode, media dan sumber) yang diterapkn oleh guru PKn dalam proses pembelajaran dibandingkan penerapan pengembangan pembelajaran di SMP Negeri 3 dan 4 Sindue.     Kata Kunci :Pengembangan pembelajaran PKn
Pelaksanaan Upacara Adat Perkawinan Suku Kulawi Ditinjau dari Aspek Pendidikan Kewarganegaraan Mardiana, Mardiana
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.375 KB)

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui : Pelaksanan upacara adat perkawinan Suku Kulawi di Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi dan Faktor-faktor yang telah mengalami perubahan dalam upacara  adat perkawinan Suku Kulawi di Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi dan dampak yang ditimbulkan oleh perubahan  upacara adat perkawinan bagi masyarakat  Suku Kulawi  di Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Unit analisis dalam penelitian ini adalah Suku Kulawi yang bertempat tinggal di Besa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Adapun informan yang ditetapkan  berjumlah 10 orang  terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, ketua adat, dan instansi terkait dan informan lainnya  yang  diangap dapat memberikan data dan informasi. Disamping jumlah tersebut di atas ditetapkan informan adalah kepala Desa Bolapau Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah : Penelitian kepustakaan, observasi (observation), wawancara (intervieu) dan teknik dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yaitu dilakukan dengan tiga tahap yaitu : Redukasi data, penyajian data, kemudian disimpulkan dan diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara adat Suku Kulawi di Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi sejauh ini tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah dirumuskan, namun dari persyaraatan tersebut ada beberapa yang telah mengalami perubahan. Pelaksanaan perkawinan adat Suku Kulawi di Desa Bolapapu dilakukan sesuai dengan Agama yang dianut oleh kedua mempelai tersebut yaitu apabila pengantin tersebut beragama Islam maka prosesi perkawinan dilaksanakan secara Islam, dan apabila beragama Kristen juga dilakukan dengan cara Kristen. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dalam upacara adat perkawinan Suku Kulawi di Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi yang paling menonjol adalah faktor Ekonomi dan budaya. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan upacara adat yang tugas utamanya adalah mengawasi pelaksanaan kaidah-kaidah dan norma-norma adat melalui tergeser akibat lembaga-lembaga sosial masyarakat seperti badan permusyawaratan Desa (BPD), dan sebagainya.   Kata kunci: Pelaksanan upacara adat perkawinan, Suku Kulawi.
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas X A pada Pembelajaran PKn di SMA Negeri 1 Marawola dengan Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Tawil, Kartini
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.19 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok pada pembelajaran PKn di kelas X A SMA Negeri 1 Marawola. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang dimulai dengan prosedur perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi data dan analisis data kualitatif. Validasi data terdiri dari empat tahapan yaitu triangulasi,  member check,  audit trail dan expert opinion. Selanjutnya untuk analisis data kualitatif  menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pembelajaran PKn dengan materi Dasar Negara dan Konstitusi Negara, penggunaan metode diskusi kelompok yang dilaksanakan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas X A SMA Negeri I Marowola. Hal terebut dapat dilihat dari siklus I dan II. Berdasarkan lembar hasil observasi aktivitas mengajar guru diperoleh presentase skor siklus I pertemuan pertama 60% dan pertemuan kedua 68, 33%, presentase skor siklus II pertemuan pertama 71,67 dan pertemuan ke dua 85%. Berdasarkan lembar hasil observasi keaktifan belajar siswa diperoleh presentase skor  siklus I pertemuan pertama 58,33% dan pertemuan kedua  69,17%, presentase skor siklus II pertemuan pertama 78,34 dan pertenuan kedua 91,67%.   Kata Kunci:  Keaktifan Belajar  Siswa, Metode Diskusi Kelompok.  
Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Pkn Di Kelas VIIIB SMP Negeri 3 Sindue dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok ISMAIL ISMAIL
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.956 KB)

Abstract

Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PKn Di Kelas VIIIB SMP Negeri 3 Sindue dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok,Skripsi Program Studi PPKn, Jurusan P.IPS FKIP Universitas Tadulako. Pembimbing I Abduh H. Harun Pembimbing  II Dwi Septiwiharti. Permasalahan utama dalam penelitian ini mengkaji tentang (1) Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok Di SMP Negeri 3 Sindue. (2) Apakah melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompok dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Sindue, Tujuan dari penelitian ini adalah:  Untuk Meningkatkan Keaktifan siswa dalam Pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Sindue dengan menerapkan model pembelajaran tipe investigasi kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan prosedur (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi (4) refleksi. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai observer dan guru mata pelajaran PKn sebagai pelaksanaan tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) observasi (2) wawancara (3) catatan lapangan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitan ini meliputi validasi data dan analisis data kualitatif, validasi data terdiri dari empat tahapan (1) Triangulasi, (2) member check, (3) Audil Trail, (4) Expert opinion,  selanjutnya untuk analisi data kualitatif menggunakan model Miller dan Hubermen yang meliputi tiga tahapan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran tipe investigasi kelompok pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 3 Sindue , sudah aktif. Hal ini dapat dilihat dari aktifitas guru PKn dalam mengorganisasikan siswa secara heterogen membentuk siswa dalam kelompok serta membimbing dalam pembelajaran investigasi kelompok. Berdasarkan lembar observasi diperoleh presentase siklius I 68% aktifitas guru dan siklus II 81% aktifitas guru untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, selanjutnya dengan penerapan model investigasi kelompok, keaktifan siswa dimana antusias siswa dalam mengikuti pelajaran PKn begitu besar, baik secara individu maupun kelompok seperti tugas yang diberikan contoh mengerjakan LKS, serta aktif bertanya, aktif mengemukakan pendapat, dan memberi kritikan, dari lembar observasi persentase aktifitas siswa siklus I 63% dan siklus II 78%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran investigasi kelompok dalam pembelajaran PKn di kelas VIIIB di SMP Negeri 3 Sindue dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Kata kunci : Pembelajaran Investigasi Kelompok, Kekatifan Siswa, Pembelajaran PKn.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUIMODELPEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS TIPE LEARNING CYCLEPADA PEMBELAJARAN PKn KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 BIROMARU Juswanto, Juswanto
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.653 KB)

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Biromaru. Sehubungan dengan upaya meningkatkan hasil beljar siswa maka dalam penelitian ini dipilih dan diterapkan model pembelajaran konstruktivis tipe learning cycleyang dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terhadap materi PKn, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Penelitian ini menggunakan metodologi tindakan kelas dengan subjek penelitian berjumlah 26 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan tes.Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.Hasil tindakan dalam penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran konstruktivistipelearning cycleterjadi peningkatan hasil belajar siswa.Hal ini terlihat pada hasil analisis data observasi aktivitas guru siklus I memperoleh persentase skor rata-rata sebesar 72,91% dan hasil analisis data observasi aktivitas siswa memperoleh persentase skor rata-rata 72,72% hasil ini masih tergolong cukup, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada siklus selanjutnya, pada sikllus II hasil analisis data observasi aktivitas guru dan siswa memperoleh peningkatan, hasil analisis data observasi aktivitas guru memperoleh persentase  rata-rata sebesar 89,58% dan hasil analisis  data  observasi  aktivitas  siswa  memperoleh  persentase  rata-rata  sebesar 88,63% hasill ini tergolong baik. Adapun hasil analisis tes akhir tindakan pada siklus I diperoleh nilai ketuntasan klasikal siswa sebesar 76,92% dengan persentase daya serap klasikal 76,54%, hasil ini belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sekolah yaitu 80%, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tindakan siklus II. Pada tes akhir tindakan siklus II diperoleh nilai ketuntasan klasikal siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 92,31% dengan persentase daya serap klasikal sebesar 80%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah SMA Negeri 1 Biromaru yaitu 75% untuk daya serap klasikal dan 80% untuk ketuntasan secara klasikal. Berdasarkan indikator kinerja maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran constructivist tipe learning cyle, dapat, meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Biromaru.    

Page 1 of 1 | Total Record : 7