cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JUPE
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JUPE adalah Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas Lampung yang mewadahi karya ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun artikel telaah yang berkaitan dengan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
PENGARUH FARTLEK DAN JOGGING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX TIM SEPAKBOLA SMAN 1 KOTAGAJAH I Ketut Herta; Frans Nurseto; Ade Jubaedi; Lungit Wicaksono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 4 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to investigate the difference effects of fartlek and jogging to vo2max football team improvements of SMA Negeri Kotagajah in Central Lampung regency. The type of the research was experiment. There were 22 students which taken randomly as the samples in this research. In order to collect the data, the researcher used cooper test. Then the data were analyzed by using T-test. The results showed that there is an effect of fartlek to the improvement of vo2max (t count = 11.463 t table = 2.22 or Sig. value 0.000 0.05). Besides, there is also an effect of jogging to the improvement of vo2max (t count = 8,303 t table = 2.22 or Sig. value 0.000 0.05). It can be concluded that fartlek is better than jogging.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh fartlek dan jogging terhadap peningkatan vo2max tim sepak bola SMA Negeri 1 Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel sebanyak 22 orang yang di ambil secara random. Teknik pengumpulan data menggunakan tes cooper. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan:bahwa terdapat pengaruh fartlek terhadap peningkatan vo2max (t hitung = 11,463 t tabel = 2,22 atau nilai Sig. 0,000 0,05). Terdapat pengaruh jogging terhadap peningkatan vo2max (t hitung = 8,303 t tabel = 2,22 atau nilai Sig. 0,000 0,05). Dapat disimpulkan bahwa fartlek lebih baik dibanding jogging.Kata Kunci : fartlek, jogging,vo2max
KONTRIBUSI DAYA LEDAKTUNGKAI POWER LENGAN DAN KEKUATAN PUNGGUNG TERHADAP KECEPATAN RENANG Oki Rinoki; Frans Nurseto; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 4 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the contribution of leg muscle explosive power, armpower and back muscle strength against the speed of freestyle swimming at Lampung University Students Penjaskesrek academic year 2015. The method used was survey. Samples were people. Data analysis using regression techniques. The results showed that the explosive power of leg muscle has a correlation coefficient of 0.301 with a contribution of 30.1%, a power arm has a correlation was of 0.468 with a contribution of 46.8%, the strength of the back muscles have a correlation coefficient of 0.188 with a contribution of 18.8%, while explosive power of leg muscle, power arm and back muscle strength had a correlation coefficient of 0.562 with a contribution of 56.2%. From the analysis it can be concluded that the combination of leg muscle explosive power, armpower and back muscle strength contributed most to swimming freestyle.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi daya ledak otot tungkai, power lengan dan kekuatan otot punggung terhadap kecepatan renang gaya bebas pada Mahasiswa Penjaskesrek Universitas Lampung tahun angkatan 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel berjumlah 71 orang. Analisis data menggunakan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya ledak otot tungkai memiliki koefisien korelasi 0,301 dengan kontribusi sebesar 30,1%, power lengan memiliki koefisien korelasi 0,468 dengan kontribusi sebesar 46,8%, kekuatan otot punggung memiliki koefisien korelasi 0,188 dengan kontribusi sebesar 18,8%, sedangkan daya ledak otot tungkai, power lengan dan kekuatan otot punggung memiliki koefisien korelasi 0,562 dengan kontribusi sebesar 56,2%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa gabungan antara daya ledak otot tungkai, power lengan dan kekuatan otot punggung memberikan kontribusi yang paling besar terhadap renang gaya bebas.Kata kunci : daya ledak otot tungkai, kecepatan renang gaya bebas, kekuatan otot punggung, power lengan.
PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TERHADAP PENINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PUTRI Ramadhani Ardi Pratiwi; Herman Tarigan; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 4 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of circuit training on the improvement of physical of female student. The method used was a true experiment. The sample used was a sample population with 30 students. It has conducted the preliminary tests and the a final test by using a physical fitness test Indonesia(TKJI). Data were collected by the t-test. The results showed that the value of t count = 14,701 t table = 2,042 this means that there is a significant effect of exercise circuit training to increase the level of physical fitness in female student.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sirkuit terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswa putri. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (true experiment). Sampel yang digunakan adalah populasi sample dengan jumlah 30 siswa. Telah dilakukan tes awal dan tes akhir dengan menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Data dikumpulkan dengan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai t hitung = 14,701 t tabel = 2,042 artinya ada pengaruh yang signifikan dari latihan sirkuit terhadap peningkatan tingkat kebugaran jasmani pada siswa putri.Kata kunci: Latihan Sirkuit, Tingkat Kebugaran Jasmani, Siswa SD
HUBUNGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN DENGAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA Chandra Sasongko; Sudirman Husin; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 4 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to find out the correlation between explosive power of leg muscle and agility toward dribbling skill in football team U-15 at football school Roworejo Pesawaran. The method used in this research was correlational descriptive. The population of this research was football team U-15 at football school Roworejo Pesawaran. The data collecting techique used in this research was one shoot model and was analized by using product moment correlation. The result of the research showed that the correlation coefficient of explosive power of leg muscle toward dribbling skill was 52,3%, and correlation coefficient of agility toward dribbling skill was 63,3%. Based on the result of the research it can be concluded that agility had more significant correlation than other variables toward dribbling skill in football team U-15 at football school Roworejo Pesawaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai, dan kelincahan terhadap keterampilan mengggiring bola pada tim sepakbola U-15 SSB Roworejo Pesawaran. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi adalah siswa tim sepakbola U-15 SSB Roworejo Pesawaran. Teknik pengumpulan data dengan one shoot model atau satu kali pengambilan data dan data dianalisis dengan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diperoleh hasil koefisien korelasi antara daya ledak otot tungkai dengan keterampilan menggiring bola sebesar 52,3%, selanjutnya koefesien korelasi antara kelincahan dengan keterampilan menggiring bola sebesar 63,3%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel kelincahan memiliki hubungan yang lebih besar dibanding dengan variabel yang lain terhadap keterampilan menggiring bola pada tim sepakbola U-15 SSB Roworejo Pesawaran.Kata kunci : daya ledak otot tungkai, kelincahan, keterampilan menggiring bola
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL RENANG GAYA BEBAS Ferdiansyah Ferdiansyah; Suranto Suranto; Sudirman Husin
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 1 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know whether there is any relationship between limb muscle strength and arm muscle strength with the result of crawl stroke men students in SMK Pelayaran Satria Bahari Bandar Lampung in 2016. The method used in this research is Correlational descriptive method. Samples in this study are 20 students of swimming extracurricular in SMK Pelayaran Satria Bahari Bandar Lampung in 2016. From the research that has been done can be concluded that limb muscle strength and arm muscle strength had a significant relationship with it crawl stroke results on male student of SMK Pelayaran Satria Bahari Bandar Lampung in 2016.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot lengan dengan hasil renang gaya bebas pada siswa putra SMK Pelayaran Satria Bahari Bandar Lampung Tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 siswa putra ekstrakulikuler renang yang ada di SMK Pelayaran Satria Bahari Bandar Lampung Tahun 2016. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot lengan mempunyai hubungan yang signifikan dengan hasil renang gaya bebas pada siswa putra SMK Pelayaran Satria Bahari Bandar Lampung tahun 2016.Kata kunci: kekuatan, otot lengan, otot tungkai, renang gaya bebas
Hubungan Kekuatan Otot Lengan Dan Kekuatan Otot Punggung Dengan Kemampuan Bantingan Bahu Pada Atlet Gulat. Anggun Tiara Pertiwi; Akor Sitepu; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 6, No 2 (2018): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Correlation of Muscle Sleeve Strength And Muscle Strength Back to Shoulder In Athletes Wrestling Waist Dings Man Lampung The purpose of this research is to know the magnitude of muscle strength strength of arms and strength of back muscles with the ability of shoulder strings on athletes wrestling sung Lampung in 2016. Method used in the implementation of this research is descriptive correlational. The sample used is 20 male wrestling athletes. Data collected by test and measurement techniques and data analysis techniques using product moment correlation. The results showed that has been done arm muscle strength has correlation coefficient = 0,858 ? 0,444 and with Sig value. 0.000 ? 0,05 this means there is significant relation of muscle strength of arm and back muscle strength to result of ability of shoulder slam at athlete wrestling of men of Lampung year 2016.Hubungan Kekuatan Otot Lengan Dan Kekuatan Otot Punggung Terhadap Kemampuan Bantingan Bahu Pada Atlet Gulat Putra Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot punggung dengan kemampuan bantingan bahu pada atlet gulat putra lampung tahun 2016. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan sebanyak 20 atlet gulat putra. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa kekuatan otot lengan memiliki koefisien korelasi = 0,858 ? 0,444 dan dengan nilai Sig. 0,000 ? 0,05 hal ini berarti terdapat hubungan yang siginifikan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot punggung terhadap hasil kemampuan bantingan bahu pada atlet gulat putra Lampung tahun 2016.Kata Kunci : kekuatan otot lengan, kekuatan otot punggung, kemampuan bantingan bahu
Pengaruh Latihan Pukulan Menggunakan Cable Machine Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Lengan Mohammad Ramadhan; Rahmat Hermawan; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 4 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was the ability of boxing athletes Way Halim Lampung at the time of trials of several matches that they follow, shows that most athletes have a weak punch (power explosion / power). Therefore, this study aimed to determine the increased power of arm muscle burst after being given blow training using cable machine. The method used in this study was the experiment with the number of population as well as sample (sample total) as many as 10 people who actively practice at sasana Way Halim Boxing Club Lampung. The data obtained by doing two hand medicine ball put test, then the data in the analysis using t test, with the results showed At 5% significant level, n = 10, df = 8, obtained t table = 2.30, tcount 3.64. Criteria testing if t arithmetic t table then Ha accepted and H0 rejected. There Ha received or in other words blow training using the cable machine effect on the results of increased arm muscle explosiveness in boxing athletes that include jab blows, straight, hook and uppercut. The increase is due to the element of speed and strength in the blow training using the cable machine.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan atlet tinju Way Halim Lampung pada saat uji coba dari beberapa pertandingan yang mereka ikuti, diperoleh gambaran yang menunjukan bahwa sebagian besar atlet memiliki pukulan yang lemah (daya ledak/power).Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan daya ledak otot lengan setelah diberikan latihan pukulan menggunakan cable machine.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan jumlah populasi sekaligus sample (sampel total) sebanyak 10 orang yang aktif berlatih di sasana Way Halim Boxing Club Lampung. Data diperoleh dengan melakukan two hand medicine ball put test, selanjutnya data di analisis menggunakan uji t, dengan hasil menunjukan pada taraf signifikan 5%, n= 10, df = 8, didapat ttabel =2,30 , thitung sebesar 3,64. Kriteria pengujian jika thitung ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian Ha diterima atau dengan kata lain latihan pukulan menggunakan cable machine berpengaruh terhadap hasil peningkatan daya ledak otot lengan pada atlet tinju yang meliputi pukulan jab, straight, hook dan uppercut. Peningkatan disebabkan karena ada unsur kecepatan dan kekuatan pada latihan pukulan menggunakan cable machine.Kata Kunci:cable machine, daya ledak otot lengan,latihan pukulan.
Pengaruh Latihan Perorangan dan Latihan Berpasangan dengan Hasil Pukulan Lob Wisnu Prestian Putra; Herman Tarigan; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 6, No 1 (2018): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of individual training and pair exercises on lob result. The method used in this research is experimental method. The population in this research is athletes of PB Srikandi Bandar Lampung. Sample used in this research is 14 athletes PB Srikandi Bandar Lampung. Data collection used in the form of lob punch test. Based on the results of the calculation Test t obtained tcount = 7.31 ttable = 2.447 and the results of the study are (1) Individual exercises proved to affect lob punch. (2) Paired exercise is also shown to have an effect on lob blows. (3) Paired exercises are better than individual exercises to improve lob capability.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan perorangan dan latihan berpasangan terhadap hasil pukulan lob. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PB Srikandi Bandar Lampung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 14 atlet PB Srikandi Bandar Lampung. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes pukulan lob. Berdasarkan hasil perhitungan Uji t di peroleh nilai thitung = 7,31 ttabel = 2,447 dan hasil penelitian adalah (1) Latihan perorangan terbukti berpengaruh terhadap pukulan lob. (2) Latihan berpasangan juga terbukti berpengaruh terhadap pukulan lob. (3) Latihan berpasangan lebih baik dibandingkan dengan latihan perorangan untuk meningkatkan kemampuan pukulan lob.Kata kunci: latihan berpasangan, latihan perorangan, pukulan lob
Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Dan Kecepatan Dengan Hasil Menggiring Bola Ardian Sanjaya; Suranto Suranto; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 3 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was still weak strength of limb muscles and speed in performing movements dribble on extracurricular student football in High School Al-Kautsar. The methods used in this research was Descriptive method Korelasional. Samples on these studies amounted to 20 students. The technique of taking data using Leg Dynamometer, Run 40 yard, and Soccer dribble test. The result of correlation coefficient analisis between X1 and Y is rcount = 0,552 rtable = 0,444, between X2 and Y that is rcount = 0,483 rtable = 0,444. The result of the calculation of the correlation analysis with dual F-test showed consultations between Fhitung = 7.7136 3.59 with significance level of 5% (0.05). So it can be concluded that the both of independent variables had a significant relationship with the results of the dribble.Masalah dalam penelitian ini adalah masih lemahnya kekuatan otot tungkai dan kecepatan dalam melakukan gerakan menggiring bola pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Al Kautsar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 siswa. Tehnik pengambilan data menggunakan Leg Dynamometer, Run 40 Yard, dan Soccer Dribble Test. Dari penelitian ini didapatkan hasil nilai koefisien korelasi antara X1 dan Y yaitu rhitung = 0,552 rtabel 0,444, antara X2 dan Y yaitu rhitung = 0,483 rtabel 0,444, dan Hasil perhitungan analisis korelasi ganda dengan uji F menunjukan konsultasi antara Fhitung= 7.7136 3,59 dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ke dua variabel bebas mempunyai hubungan yang signifikan dengan hasil menggiring bola.Kata kunci: kecepatan, kekuatan otot tungkai, menggiring bola
Pengaruh Model Pembelajaran Berpasangan dan Berkelompok Terhadap Hasil Tolak Peluru Gaya Obrien Ryan Hidayat; Suranto Suranto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 2 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was lack of learning model used in an effort to improve the results of the o'brien style shot put. The purpose of this research was to determine the influence of learning models pair and in group on the results of the o'brien style shot put in class VII SMP Negeri 1 Gisting. This research used comparative experimental method. The samples were taken 32 students. The research instrument used pre-test and post-test. Data were analyzed using t test analysis. Results of pair model is obtained thitung= 6.928 and ttabel = 2.131, group model is obtained thitung= 3.782 and ttabel = 2.131. Because of thitung is larger of the ttabel, so that Ho is refused and Ha is accepted.Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya model pembelajaran yang digunakan dalam upaya meningkatkan hasil tolakan pada tolak peluru gaya obrien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berpasangan dan berkelompok terhadap hasil tolak peluru gaya obrien pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Gisting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen tipe komparatif. Sampel yang diambil berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian menggunakan pre-test dan post-test. Teknik analisis data menggunakan analisis uji t. Hasil kelompok berpasangan didapat thitung = 6,928 dan ttabel = 2,131, kelompok berkelompok didapat thitung = 3,782 dan ttabel = 2,131. Karena hasil thitung lebih besar daripada ttabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: gaya obrien, model pembelajaran berkelompok, model pembelajaran berpasangan, tolak peluru.