cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2017): September" : 30 Documents clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN PASCA PANEN DAN PRODUKSI HIJAUAN PAKAN KOMERSIAL Hadiana, Hasan
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.804 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat terhadap para petani jagung telah dilaksanakan di Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Kelompok masyarakat sasaran adalah anggota kelompok tani Karya Mandiri Prima.  Selama ini mereka berpengalaman dalam bercocok tanam jagung, namun tidak memiliki wawasan pengetahuan dan pengalaman praktek yang menyeluruh tentang bagaimana jagung yang  dihasilkan diawetkan untuk pakan ternak atau dibuat silase. Melalui kegiatan PPM ini diharapkan ada transfer keterampilan, dari sebelumnya hanya mengetahui, menjadi lebih memahami dan mampu secara mandiri melakukan seluruh tahapan proses mulai dari pemotongan jagung, pengolahan pasca panen, penyimpanan fermentasi dan pengemasan produk jadi yang siap didistribusikan sebagai pakan hijauan yang telah diawetkan. Kegiatan menggunakan dua metode pembelajaran, yaitu pengajaran di ruang kelas dan dilajutkan dengan praktek di rumah produksi, setiap individu peserta harus melakukan seluruh tahapan proses dan menghasilkan produk silase jagung.Para peserta menunjukan performa kerja yang baik dan melaksanakan seluruh tahap proses pembuatan silase serta menghasilkan silase yang sudah dikemas dan dapat disimpan dalam waktu lama dan siap dipasarkan atau digunakan sendiri. Dua jenis kemasan yang dapat dihasilkan, yaitu kemasan isi/kantong tunggal (berat 21,5 kg), dan kemasan isi/kantong ganda (total berat 56,9kg).  Hasil pekerjaan dievaluasi setelah 25 hari penyimpanan. Secara fisik (warna, aroma, dan kesegaran) silase yang dihasilkan  cukup baik dan disukai oleh ternak sapi perah yang selama ini terbiasa mengkonsumsi silase. Kemampuan kerja setiap partisipan dalam mambuat silase secara manual bervariasi, hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh sejumlah faktor terhadap kemampuan kerja petani. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan petani partisipan dalam membuat silase jagung telah meningkat, namun kinerja produktivitas diantara peserta berbeda, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh metode kerja/penanganan dan gender.
PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Adistie, Fanny; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Lumbantobing, Valentina Belinda Malianti
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.838 KB)

Abstract

Gizi buruk pada balita merpakan permasalahan penting yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak. Terkait permasalahan gizi buruk diharapkan adanya kepekaan sosial supaya petugas kesehatan bisa dengan segera mengetahui adanya kasus gizi buruk berdasarkan laporan dan segera menindaklanjuti. Para kader kesehatan mempunyai peran penting terkait deteksi dini gizi buruk ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada 177 kader yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan mengacu pada Bagan Tatalaksana Gizi Buruk dari Kementerian Kesehatan RI yang diukur dengan skala Guttman. Hasil penelitian didapatkan bahwa 39% kader mempunyai pengetahuan yang baik, 54,2% kader mempunyai pengetahuan yang cukup dan 6,8% kader mempunyai pengetahuan yang kurang tentang deteksi dini gizi buruk. Merujuk hal tersebut, perlu diadakannya kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk merancang suatu program kegiatan dengan tujuan untuk penguatan pendampingan kader kesehatan dalam deteksi dini gizi buruk.  Sehingga dapat meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
PERTAMBAHAN NILAI STRATEGIS MELALUI PENERAPAN KANDANG BERSIH SAPI PERAH DI KAMPUNG PASIR ANGLING LEMBANG Winantris, .
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.224 KB)

Abstract

Penduduk Kampung Pasir Angling sebgian besar  sebagai peternak dan petani. Mereka membuat kandang  sapi secara  tradisional. Kualitas kandang belum memenuhi syarat kebersihan.  Fases sapi belum dimanfaatkan secara optimal, mereka membuang fases ke sungai Cikapundung yang menjadi sumber pencemaran, dilain pihak air sungai Cikapundung adalah bahan baku air minum PDAM Kota Bandung. Peningkatan kandang tradisional menjadi kandang bersih dan ramah lingkungan adalah tujuan dari pengabdian kami. Telah dilakukan upgrade sebuah  kandang sapi dari kandang tradisional berlantai kayu, menjadi kandang bersih berlantai plsester dilengkapi dengan saluran pembuangan dan bak tampungan feses. Uprage kandang mampu meningkatkan kebersihan susu, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk buatan dan mengubah kebiasaan membuang limbah ternak ke Sungai Cikapundung menjadi bahan produktif  pupuk Kascing yang ramah lingkungan
SOSIALISASI COOKIES SORGUM SEBAGAI CEMILAN SEHAT DI DESA SAYANG JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Wulandari, Endah
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.292 KB)

Abstract

Pada saat ini, kebutuhan tepung terigu terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan meningkatnya laju impor gandum sehingga meningkatkan devisa negara untuk mengimpor gandum. Tepung terigu adalah salah satu bahan pangan paling penting di Eropa dan Amerika Utara, dan merupakan bahan utama dalam pembuatan roti, kue, dan pastry (Wikipedia, 2008). Pembuatan cookies dari tepung sorgum adalah salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan gandum di Indonesia (Ahza, 1983).PPM Prioritas OKK akan dilaksanakan di desa sayang RW 01 Jatinangor yang dilaksanakan selama 6 bulan bertujuan untuk mensosialisasikan hasil-hasil penelitian di program studi teknologi pangan yang berbasiskan sorgum. Hal ini bertujuan untuk mensosialisakan pada masyarakat terutama di desa sayang tentang pentingnya diversifikasi produk pangan. Kegiatan yang dilakukan berupa ceramah dan demo produk pangan berbasis sorgum.yang dilakukan selama 3 kali yaitu pada bulan september hingga novemver 2017.Hasil proses pengabdian masyarakat memberikan respon yang baik, dimana aparat desa sayang dan RW 01 serta ibu PKK RW 01 baik dan mendukung kegiatan dengan batuan perijinan penggunaan fasilitas RW 01 desa sayang. Hasil evaluasi sosialisasi produk pangan berbasis sorgum pun  baik dengan persentase kesukaan terhadap produk sebesar 84%
WORKSHOP PEMASARAN ONLINE PRODUK INDUSTRI KEREATIF MELALUI MEDIA SOSIAL DI KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Prijana, -; Komariah, Neneng; Koswara, Iwan; Yanto, Andri
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.078 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian kami dalam Hibah PUPT Tahun 2017 yang berjudul “Eksplorasi Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Jaringan Informasi Komunitas Industri Kreatif Dalam Mengatasi Kemiskinan” menunjukkan hasil bahwa belum optimalnya kegiatan promosi produk yang para pelaku industri kreatif terutama usaha kuliner. Oleh karena itu, kami berupaya untuk memberikan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mempromosikan produk yang mereka miliki. Tim kami memberikan pelatihan kepada 17 orang peserta terkait bagaimana mempromosikan produk industri kreatif kuliner berbasis online menggunakan media sosial yang sangat mudah digunakan dengan investasi yang tidak besar namun memiliki dampak yang luas. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan malasah tersebut adalah melalui pelatihan dan pendampingan bagaimana melakukan promosi produk melalui media sosial. Hasil dari kegiatan adalah adanya peningkatan pemahaman tentang pentingnya promosi dalam kegiatan industri kretif kuliner serta dampak dari adanya promosi menggunakan media sosial terutama menggunakan media facebook, serta para peserta dapat mempraktikkan dan membuat media promosi produk melalui facebook sebagai bagian dari kemampuan dan keterampilan praktis tentang promosi melalui media sosial dengan menggunakan perangkat telepon pintar yang terkoneksi internet dari para pelaku usaha disertai dengan bentuk pengemasan produk untuk dimuat di media sosial.
PERSEPSI DAN MINAT PETANI MUDA DALAM BUDIDAYA SAYURAN SWISS CHARD ORGANIK Pandi Pardian
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.507 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14817

Abstract

Pengetahuan mengenai sistem budidaya Swiss Chardsecara organik berskala agribisnis sangat baik untuk diterapkan kepada para petani mudakarena dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti tidak hanya dari aspek lingkungan saja tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi tentunya. Tujuan penelitian ini adalah menganalis perkembangan persepsi dan minat petani muda terhadap agribisnis dan konsumsi sayuran Swiss Chardorganik sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survey before-after. Sampel penelitian ini yaitu para petani mudadi Desa Jatimukti Kec. Jatinangor Kab. Sumedang yang diberikan pelatihan budidaya Swiss Chardorganik. Ukuran sampel sebanyak 68 orang. Data dianalisis menggunakan analisis scoring dan uji beda Wilcoxon Signed-rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah seluruh program pelatihan selesai, persepsi dan minat petani muda terhadap budidaya Swiss Chardorganik sangat baik di mana para petani muda mengetahui jenis dan manfaat dari program budidaya organik dan berkemauan untuk lebih mendalami dan menggeluti budidaya Swiss Chardorganik. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan dalam minat dan persepsi petani muda sebelum dan sesudah pelatihan dalam artian bahwa terjadi peningkatan persepsi dan minat petani muda terhadap agribisnis Swiss Chardorganik setelah semua program pelatihan selesai dilaksanakan.
PEMBERIAN PEMAHAMAN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK SECARA RASIONAL PADA MASYARAKAT DI ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Soraya Ratnawulan Mita; Patihul Husni
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.769 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14873

Abstract

Pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan dalam upaya pelayanan kesehatan yaitu Primary Health Care (PHC) sebagai suatu strategi untuk mencapai Indonesia sehat pada tahun 2020. Peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan PHC adalah dengan menjaga kesehatan dan berpelilaku hidup sehat. Pemerintah Provinsi Jawa barat sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah mendukung dan menunjang program PHC ini dengan berusaha meningkatkan indeks pembangunan manusia Jawa barat. Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari seluruh upaya kesehatan, yang menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan perilaku sehat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam penanganan penyakit sederhana dengan memanfaatkan obat yang sederhana bahkan menggunakan bahan dari alam. Pengetahuan mengenai obat-obatan sangatlah bermanfaat besar, karena obat selain bisa sebagai penyembuh dari sakit juga bisa berpotensi untuk mendatangkan malapetaka. Banyak kasus penyalahgunaan obat analgetik yang terjadi di masyarakat, contohnya methadone yang termasuk dalam golongan obat analgetik. Selain itu, obat analgetik golongan narkotik seperti opium dan morfin juga sering digunakan bukan untuk tujuan pengobatan, padahal obat-obat tersebut dapat mengakibatkan ketergantungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan program untuk meningkatkan pemahaman dan  pengetahuan masyarakat akan penggunaan obat analgesik yang benar dan rasional.Kata kunci: analgesik, methadone, opium, morfin
PENYULUHAN METODE PEMBUANGAN SAMPAH ORGANIK DAN SAMPAH NON ORGANIK BAGI RUMAH TANGGA DI LINGKUNGAN RW 03 DESA CISEMPUR, KEC. JATINANGOR Dian Fordian; Hanna Audrey Lavinia; Rendra Rianto; Esa Amirul Azis
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1999.504 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14761

Abstract

ABSTRACTCommunity priorities (PPM OKK) performs a public garbage disposal methods of organic and non organic waste for households in Cisempur Village environmentalists RW 03, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang. This counseling of the target is the PKK cadres and administrator RW 03 Cisempur Village. The selection of the target audience based on the consideration that the inhabitants are the "doers" in terms of the contribution of the garbage in the area of RW 03 especially. With the activities of the PPMP OKK is expected to enhance the ability of the target group in applying the method of organic and inorganic waste disposal as well as expected also can be change agents in society.The implementation of this training starts from field surveys and the coordination with the RW 03 Cisempur Village, followed by socializing and pretest. Pretest aims to find out how much knowledge of the population about trash RW03 organic and inorganic. In the process of implementation, starting from the stage of garbage collection and sorting of waste. The purpose of this counseling is to increase the awareness of the community towards organic and inorganic waste. The existence of this activity, in the long run expected especially for organic waste which was originally thrown out casually, can be managed and utilized by the community, can even be high economic-value activities. Not only that, this activity can also lower the risk of disease-based environment and build a culture of clean and healthy for the community.Key words: inorganic waste, organic waste, counseling    ABSTRAKPengabdian Kepada Masyarakat Prioritas (PPM OKK) melakukan suatu kegiatan penyuluhan metode pembuangan sampah organik dan sampah non organik bagi rumah tangga di lingkungan RW 03 Desa Cisempur, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang. Sasaran dari penyuluhan ini adalah kader PKK dan pengurus RW 03 Desa Cisempur. Pemilihan khalayak sasaran tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa para para penduduk tersebut merupakan “pelaku” dalam hal kontribusi sampah di daerah RW 03 khususnya. Dengan adanya kegiatan PPMP OKK ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dalam menerapkan metoda pembuangan sampah organik dan anorganik serta diharapkan pula dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat.Pelaksanaan pelatihan ini dimulai dari survei lapangan dan koordinasi dengan pihak RW 03 Desa Cisempur, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pretest. Pretest bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan penduduk RW03 tentang sampah organik dan anorganik. Dalam proses pelaksanaan, dimulai dari tahap pengumpulan sampah dan pemilahan sampah. Tujuan dari penyuluhan ini adalah meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah organik dan anorganik. Dengan adanya kegiatan ini, dalam jangka panjang diharapkan terutama untuk sampah organik yang awalnya dibuang begitu saja, bisa  dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan bisa menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi tinggi. Tak hanya itu, kegiatan  ini juga dapat   menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan serta membangun budaya bersih dan sehat bagi masyarakat. Kata kunci: sampah organik, sampah anorganik, penyuluhan
PENDIDIKAN POLA HIDUP SEHAT MELALUI LITERASI KESEHATAN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Agus Rusmana
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.524 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14887

Abstract

The people of Lembang Sub-district get too much information about health due to the easy access to information sources that cause difficulties in identifying the right source of information. For that reason, there needs to be information literacy training that enables them to recognize needs, improve knowledge and ability to access resources, increase knowledge and ability to acquire, improve knowledge and evaluate ability, how to improve knowledge and ability of society in utilizing health information. The methods used in the training are lectures and training to recognize health characteristics with examples of cases of cataract disease. The result of this training is that participants gain an understanding of the literacy of health information, especially environmental health.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN PASCA PANEN DAN PRODUKSI HIJAUAN PAKAN KOMERSIAL Hasan Hadiana
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.804 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14859

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat terhadap para petani jagung telah dilaksanakan di Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Kelompok masyarakat sasaran adalah anggota kelompok tani Karya Mandiri Prima.  Selama ini mereka berpengalaman dalam bercocok tanam jagung, namun tidak memiliki wawasan pengetahuan dan pengalaman praktek yang menyeluruh tentang bagaimana jagung yang  dihasilkan diawetkan untuk pakan ternak atau dibuat silase. Melalui kegiatan PPM ini diharapkan ada transfer keterampilan, dari sebelumnya hanya mengetahui, menjadi lebih memahami dan mampu secara mandiri melakukan seluruh tahapan proses mulai dari pemotongan jagung, pengolahan pasca panen, penyimpanan fermentasi dan pengemasan produk jadi yang siap didistribusikan sebagai pakan hijauan yang telah diawetkan. Kegiatan menggunakan dua metode pembelajaran, yaitu pengajaran di ruang kelas dan dilajutkan dengan praktek di rumah produksi, setiap individu peserta harus melakukan seluruh tahapan proses dan menghasilkan produk silase jagung.Para peserta menunjukan performa kerja yang baik dan melaksanakan seluruh tahap proses pembuatan silase serta menghasilkan silase yang sudah dikemas dan dapat disimpan dalam waktu lama dan siap dipasarkan atau digunakan sendiri. Dua jenis kemasan yang dapat dihasilkan, yaitu kemasan isi/kantong tunggal (berat 21,5 kg), dan kemasan isi/kantong ganda (total berat 56,9kg).  Hasil pekerjaan dievaluasi setelah 25 hari penyimpanan. Secara fisik (warna, aroma, dan kesegaran) silase yang dihasilkan  cukup baik dan disukai oleh ternak sapi perah yang selama ini terbiasa mengkonsumsi silase. Kemampuan kerja setiap partisipan dalam mambuat silase secara manual bervariasi, hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh sejumlah faktor terhadap kemampuan kerja petani. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan petani partisipan dalam membuat silase jagung telah meningkat, namun kinerja produktivitas diantara peserta berbeda, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh metode kerja/penanganan dan gender.

Page 2 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue