cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 420 Documents
HETEROGENEOUS PERUNDANG-UNDANGAN HUKUM PERKAWINAN NEGARA-NEGARA MUSLIM MODERN Schumadi Schumadi
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v7i1.776

Abstract

Realitas perbedaan dalam menerapkan hukum Islam dalam konteks perundang­-undangan hukum perkawinan di antara negara muslim modern tak terbantahkan bahkan ada yang bertolak belakang. Tunisia dan Turki misalnya, telah mempraktikkan hukum Islam dengan sangat liberal, hal ini tidak bisa dipisahkan dengan konteks historis perjalan an sejarah kedua negara dalam mengaplikasikan hukum dalam kehidup an masyarakat bangsa. Berbanding terbalik dengan dua negara di atas, Arab Saudi, Emirat Arab, Bahrain, masih memakai aplikasi hukum Islam sebagaimana yang ada dalam kitab fikih anutan mereka. Di tengah di antara dua arus itu muncul banyak negara yang men coba melakukan aplikasi hukum di negara masing­-masing dengan men  coba menjembatani antara kebutuhan anyar yang mendesak dan kekaya an diri yang masih ber fungsi, dan ini banyak dianut oleh negara bangsa muslim modern pada umumnya. Untuk itu, maka urgen meng kaji ke beragaman (heterogeneous) perundang­undangan hukum keluarga negara­negara muslim modern ketika merespon arus atau isu­isu modernisasi. Penelitian ini adalah penelitian literer atas perundang­undangan hukum perkawinan, dengantiga metode yang digunakan, yaitu: metode talfiq, tahyir, dan siyasah syar’iyyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman perundang­undangan hukum per kawinan di negara­negara muslim modern tak terbantahkan karena beberapa hal. Pertama, sebab keragaman dalam tujuan (proses) pem baruan hukum keluarga di tiap­-tiap negara muslim. Kedua, sebab ke ragaman metode yang dipakai dalam merumuskan perundang­undangan hukum keluarga di negara­-negara muslim modern. Ketiga, sebab keragaman dalam aplikasi materi perundang­undangan hukum keluarga negara muslim modern.
NILAI-NILAI AJARAN TASAWUF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Leli Mujiyati
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i2.2747

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga diartikan sebagai tindak kejahatan yang konteksnya suatu hubungan yang intim. Baik kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, emosional, seksual ataupun terlantarnya anggota keluarga. Islam memerintahkan para suami agar memperlakukan istri dengan cara yang baik. Islam juga mengajarkan  etika dan moral serta dibenarkan oleh syar’i. Peneliti memfokuskan tentang nilai-nilai tasawuf sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, sehingga rumusan masalahnya antara lain: (1) Apa pengertian kekerasan dalam rumah tangga? (2) Apa saja faktor-faktor kekerasan dalam rumah tangga? (3) Bagaimana dampak kekerasan dalam rumah tangga? (4) Bagaimana nilai-nilai ajaran tasawuf sebagai pencegah kekerasan dalam rumah tangga?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan (library research) dalam hal ini peneliti menentukan literatur-literatur yang ada korelasinya dengan peran tasawuf terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yakni penguraian secara teratur seluruh konsep yang ada masih berkaitan dengan pembahasan. Penerapan nilai-nilai tasawuf seperti muhasabah, qanaah, ridha, sabar dan syukur dalam kehidupan sehari-hari akan membuat rumah tangga kedalam keluarga yang baik dan menghindarkan dari pertikaian. [Domestic violence is defined as a crime in the context of an intimate relationship. Both violence in the form of physical, psychological, emotional, sexual or neglected family members. Islam commands husbands to treat their wives in a good manner. Islam also teaches ethics and morals and is justified by syar'i. The researcher focuses on the values of Sufism as an effort to prevent domestic violence, so that the formulation of the problem includes: (1) What is the meaning of domestic violence? (2) What are the factors of domestic violence? (3) What is the impact of domestic violence? (4) What are the values of Sufism as a deterrent to domestic violence? The type of research used in this study is library research, in this case the researcher determines the literature that has a correlation with the role of Sufism on domestic violence. This study uses a qualitative approach with the method used is descriptive analysis, namely the regular breakdown of all existing concepts that are still related to the discussion. The application of Sufism values such as muhasabah, qanaah, ridha, patience and gratitude in daily life will make the household into a good family and avoid conflict.]
STRATEGI DIFERENSIASI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF LAYANAN PENDIDIKAN AB. Musyafa’ Fathoni
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v4i1.750

Abstract

Abstraks: Tingginya tingkat kompetisi diera global ini mendorong sekolah untuk memberikan program dan layanan pendidikan yang tidak sekedar berkualitas, tetapi juga memiliki nilai beda (diferentiated value) sebagai karakter keunggulan (competitive advantages) sekolah tersebut. Salah satu sekolah yang telah berusaha untuk mendiferensiasikan layanan  pendidikannya adalah SDIT Bina Insani Kediri. Artikel ini akan membahas strategi diferensiasi yang telah dilakukan oleh SDIT Bina Insani Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi berperan serta, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelola sekolah harus mampu menetapkan strategi diferensiasi layanan keunggulan yang tepat yang didasarkan pada analisis kebutuhan dan kecenderungan masyarakat.
Eufimisme Dalam Dua Novel Duka Cinta Sebagai Wujud Kesantunan Berbahasa Yuentie Sova Puspidalia
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1429

Abstract

Untuk menghormati pihak lain dan menghindari ketabuan dalam berkomunikasi, tidak sedikit pemakai bahasa menggunakan eufemisme yang umumnya memiliki beberapa makna asosiatif. Dalam kegiatan berbahasa pun, seseorang perlu memperhatikan aspek kesantunan untuk meminimalisasi kesalahapahaman dan membuat lawan tutur merasa nyaman dan sejuk hatinya ketika berkomunikasi. Kesantunan berbahasa dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik di lingkungan sosial nyata maupun dalam cerita atau fiksi. Karena itu, peneliti melakukan kajian terhadap aspek-aspek penggunaan bahasa terkait dengan eufemisme dan kesantunan berbahasa dalam novel Roro Mendut (RM) karya Y.B. Mangunwijaya dan San Pek Eng Tay (SE) karya Oka Tiang.Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan fungsi eufemisme, frekuensi pemakaiannya dan wujud kesantunan berbahasa untuk mengetahui persamaan dan perbedaan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eufimisme berupa kata dan frasa memiliki bentuk dan fungsi ekspresi figuratif, satu kata untuk menggantikan kata yang lain, penggunaan kata serapan, flipansi, metafora, idiom, hiperbola, metafora dan hiperbola, metafora dan personifikasi. Penggunaan bentuk eufimisme ekspresif figuratif paling banyak digunakan. Perbedaannya, jika dalam RM digunakan bentuk eufimisme serapan, dalam SE tidak ditemukan, dalam RM ditemukan penggunaan bentuk eufimisme yang tidak ada dalam teori Allan Buridge, sedangkan dalam Novel SE tidak ditemukan. Dalam hal kesantunan berbahasa, jika dalam RM ditemukan maksim kedermawanan, dalam SE tidak ada. Wujud kesantunan berbahasa juga lebih banyak ditemukan pada RM daripada SE.
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMANFAATAN HARTA WAKAF MAJLIS WAKAF PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH PONOROGO Aji Damanuri
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.761

Abstract

Wakaf  memegang  peranan  penting  dalam  perjalanan dakwah  Islam dan mengantarkan pada peradaban dua dinasti besar, Muawiyah dan Abasiyah.  Pengalolaan  wakaf  juga  berkembang  pesat  seiring  dengan perkembangan  pemahaman  fiqh  wakaf,  dari  yang  sekedar  tradisional sampai dengan manajemen modern, dari konsumtif menuju pem berdayaan produktif. Perkembangan yang cukup menggembirakan tersebut harus diiringi dengan manajemen yang profesional efektiv dan effisien. Salah satu  nadzir  wakaf  yang  kelihatan  cukup  rapi  dalam  manajemen  dan luas  secara  kuantitatif  pengelolaan  wakafnya  adalah  Muhammadiyah Ponorogo,  yang  menerapkan  pola  integrasi  dalam  pengelolaan  wakaf. Harta wakaf tidak dikelola secara mandiri tetapi menjadi penopang dan bersinergi  dengan  harta  kekayaan  Muhammadiyah  lainnya.  Dengan pola ini wakaf di Muhammadiyah bisa berdaya dan amal usaha (nadzir) yang mengelola bisa lebih leluasa dan fleksibel dalam pengelolaannya, sehingga effektivitas dan effisiensi dapat dilaksanakan meski belum sangat optimal.
Tadris al-Lughoh al-Arabiyah bi al-Thoriq al-Mubasyarah Litarqiyati maharah al-Kalam fi al-fasli al-Awwali al-Muktsaf bi Ma'hadi al-Iman li al-Banin Ngambakan Sukorejo Ponorogo al-'Amu al-Darisy 2014-2015 Ahmad Zubaidi
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.467

Abstract

Direct Method, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan metode langsung, merupakan salah satu metode pembelajaran bahasa asing termasuk bahasa Arab. Dalam penerapannya, metode ini lebih memberikan penekanan pada ketrampilan berbicara, mengingat bahasa adalah alat komunikasi. Motede ini banyak diadopsi oleh pondok-pondok pesantren modern yang dikenal memberikan perhatian besar pada penggunaan bahasa asing (Arab dan Inggris) secara aktif pada rutinitas keseharian santri selama di pondok. Diantara pondok dimaksud adalah pondok al-Iman Putra Ngambakan Sukorejo Ponorogo. Dengan pendekatan deskriptif, tulisan ini berusaha mendeskripsikan bagaimana metode langsung diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab di pondok tersebut.
Kitab Al-Risālah Dalam Tilikan Positivisme Hukum Abdul Mun'im; Lukman Santoso; Niswatul Hidayati
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1414

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan pendekatan kualitatif-filosofis. Dari hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa: Pertama, Menurut al-Sha>fi’i<, hakikat hadirnya hukum adalah kebaikan manusia di dunia dan akhirat. Hukum Islam dipahami al-Sha>fi’i<  sebagai institusi yang tidak berakar maupun dicangkokkan pada sosiologi sebagaimana positivisme hukum. Hukum Islam merupakan sarana mengabdi kepada Tuhan, dan bukan kepada masyarakat, meskipun pada aspek teknisnya sangat memahami kondisi masyarakat. Kedua, Al-Sha>fi’i<  membangun teori hirarkhi hukum Islam didasarkan pada empat sumber yaitu, al-Qur'an, sunnah Nabi, konsensus ulama (ijma’), dan metode analogi (qiyas). Jika ditilik secara konseptual dari perspektif positivisme hukum, maka teori sumber hukum Islam yang dibangun oleh al-Sha>fi’i< kurang lebih sama dengan teori tingkatan norma Hans Kelsen. Ketiga, Dalam konteks  eksistensi positivisme hukum ditujukan untuk mengatur kehidupan manusia selaku anggota masyarakat agar tercipta kepastian hukum. Tentu eksistensi ini berbeda dalam sistem hukum Islam, hukum hadir dalam Islam untuk mengatur kehidupan manusia, baik selaku pribadi maupun selaku anggota masyarakat agar dapat bertingkah laku yang sesuai dengan kehendak Sang pencipta. Keempat, Sumber positivisme hukum yang terbagi dalam hukum material dan formal juga memiliki aspek perbedaan dengan hukum Islam. Hukum Islam juga mempunyai sumber hukum material, namun memiliki substansi berbeda dengan positivisme, yaitu bahwa sumber hukum Islam berasal dari wahyu, sedangkan hukum positif bersumber kepada perilaku dan realitas dalam masyarakat.
PENANAMAN NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI RA PSM NGRONGGOT NGANJUK Miftah Kusuma Dewi
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i2.1846

Abstract

Keberagaman masyarakat Indonesia yang multicultural merupakan sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Multikultural hadir dengan berbagai bentuk diantaranya status sosial budaya yang meliputi latar belakang, tempat, agama, ras, suku. Oleh karena itu penanaman nilai multikultural perlu diajarkan sejak dini pada anak usia dini dengan harapan mereka dapat menghargai sesama dan tidak saling mengejek antar teman. Pembelajaran tentang nilai-nilai multikultural dapat dilakukan dengan cara yang bervariasi dan tentunya menyenangkan dan mengena pada anak, salah satunya adalah dengan permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang penanaman nilai multikutral melalui permainan tradisional pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dan menggunakan data kualitatif yang diperoleh dari guru berdasarkan wawancara,  observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa nilai multikultural dalam permainan tradisional  diantaranya sikap toleransi, sikap saling mempercayai, sikap keadilan dan demokrasi, sikap kebersamaan dan sikap tolong menolong. Sedangkan proses penanaman nilai-nilai multikultural dalam permainan tradisional pada anak usia dini dengan cara perencanaan, praktek langsung melalui kegiatan main dan pembiasaan yang dilakukan sehari-hari. [The diversity of Indonesian society that is multicultural is an undeniable reality. Multicultural comes in various forms including socio-cultural status which includes background, place, religion, race, ethnicity. Therefore multicultural value inculcation needs to be taught early on in early childhood in the hope that they can respect each other and not mock one another among friends. Learning about multicultural values can be done in a variety of ways and of course fun and enjoyable for children, one of which is with traditional games. This study aims to describe the inculcation of multicultural values through traditional play in early childhood. This research uses a descriptive qualitative approach. And using qualitative data obtained from teachers based on interviews, observations and documentation. The results obtained are that multicultural values in traditional games include tolerance, mutual trust, justice and democracy, togetherness and helping. While the process of planting multicultural values in traditional games in early childhood by means of planning, direct practice through play activities and daily habituation].
PEMAHAMAN IBU-IBU TENTANG THAHARAH: Haid Nifas dan Istihadhah Studi Kasus Ibu-Ibu Jama’ah Muslimat Yayasan Masjid Darussalam Tropodo Sidoarjo Agus Romdlon Saputra
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.787

Abstract

Pembahasan soal darah pada wanita yaitu haid, nifas dan istihadhah adalah pembahasan yang paling sering dipertanyakan oleh kaum wanita.Dan pembahasan ini juga merupakan salah satu bahasan yang tersulit dalam masalah fiqh, sehingga banyak yang keliru dalam memahaminya.Bahkan meski pembahasanya telah berulang-ulang kali disampaikan, masih banyak wanita muslimah yang belum memahami kaidah dan perbedaan dari ketiga darah ini. Mungkin ini dikarenakan darah tersebut keluar dari jalur yang sama namun pada setiap wanita tentulah keadaanya tidak selalu sama, dan berbeda pula hukum dan penanganannya. Haid, nifas dan istihadhah merupakan keniscayaan bagi kehidupan seorang wanita, maka kaum wanita tidak boleh bodoh dalam perkara ini. Ia mempengaruhi sah tidaknya sebuah ibadah karena ia berhubungan dengan suci dan najis. Penelitian ini ingin mengungkapkan pemahahaman ibu-ibu jama’ah muslimat masjid Darussalam tropodo sidoarjo tentang tiga darah bagi wanita.Yaitu darah haid,  nifasdan istihadhah.Bagaimana ibu-ibu jama’ah muslimat sudah mengetahui atau belum mengetahui tentang teori-teori fiqih yang ada kaitanya dengan tiga darah tersebut. Penelitian ini bercorak lapangan yang mengambil sample penelitian di jama’ah muslimat yayasan masjid Darussalam tropodo sidoarjo. Adapun hasilnya menunjukan bahwa pemahaman ibu-ibu muslimat Darussalam mayoritas sudah mengetahui tentang hal-hal yang ada korelasinya dan kaitanya dengan haid, nifasdan istihadhah.
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Ju’ subaidi
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v5i1.757

Abstract

Keberagaman  kemampuan  guru  dalam  penguasaan  materi pembelajaran  atau  bahan  ajar  dan  penerapannya  dalam  proses belajar  mengajar  akan  berdampak  pada  munculnya  keragaman pencapaian  kompetensi  peserta  didik  pascapembelajaran.  Dua kompetensi  guru  yang  secara  langsung  berkaitan  dengan  proses belajar  mengajar  adalah  kompetensi  pedagogik  dan  kompetensi profesional.  Kompetensi  pedagogik  berkaitan  dengan  kemampuan guru  dalam  merancang  dan  melaksanan  pembelajaran  di  kelas. Sedangkan  kompetensi  profesional  bagi  guru  adalah  menyangkut tingkat penguasaan materi atau bahan ajar serta pengembangannya. Penelitian ini bertujuan mengungkap dua kompetensi guru pendidikan agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, observasi, interview dan dokumentasi. Pemilihan dan pemilahan subjek penelitian menggunakan purposive. Responden yang terlibat dalam penelitian sebanyak  250  orang  dengan  rincian,  seorang  kepala  Madrasah, lima  orang  guru  pendidikan  agama  Islam  yang  meliputi  guru mata pelajaran Akidah Akhlak, al-Qur’an Hadits, Fiqih, Sejarah Kebudayaan  Islam  (SKI)  dan  Bahasa  Arab.  Analisis  data menggunakan analisis Deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah guru-guru pendidikan agama  Islam  di  Madrasah  Tsanawiyah  Negeri  Ponorogo  pada umumnya telah memenuhi kompetensi pedagogik. Hal ini ditunjukkan dengan  adanya  rerata  skor  kompetensi  pedagogik  sebesar  62,60  di atas rerata skor idealnya yang sebesar 52,50. Rerata skor tersebut berkategori positif atau baik. Sedangkan kompetensi profesionalnya masih belum terpenuhi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya rerata skor kompetensi profesional sebesar 28,20 berada dibawah rerata skor idelanya. Rerata skor ini yang berada di bawah rerata skor ideal yang sebesar 30 sehingga kategorinya negatif/kurang.