cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 420 Documents
Penetrasi Pasar Dan Pengembangan Produk (Studi pada Penjual Bakso di Kota Madiun) Agung Eko Purwana
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1415

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang pasar melalui kesempatan pengembangan yang dilakukan para penjual bakso di Kota Madiun. Dari masalah tersebut dikaji pula tentang bagaimana mereka melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan diversifikasi produk dalam rangka untuk meningkatkan penjualannya. Penelitian ini memaparkan masalah-masalah yang bersumber pada kajian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengalaman langsung mereka yang berkaitan dengan proses pengembangan produk dan pasarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penjual bakso di Kota Madiun telah mengidentifikasi peluang pasarnya melalui pengembangan produk dan pasarnya. Mereka berjualan menetap, membuka cabang, dan berkeliling dengan produk bakso yang bervariasi dan berinovasi (bentuk, ukuran, campuran, wajah, karakter, dan rasa). Memang diantara para penjual bakso ada diantara mereka yang hanya menjual bakso saja, tetapi tidak sedikit yang juga menawarkan banyak produk lainnya yang dibutuhkan konsumen, yakni Mie Ayam, Soto, Nasi, dan Minuman. Pelayanan pesanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan dilakukan dengan semangat untuk melayanai pasar dan pelanggan barunya.
SISTEM PENGELOLAAN (PERENCANAAN, PELAKSANAAN, EVALUASI) LABORATORIUM IPA SMP NEGERI DI PONOROGO Faninda Novika Pertiwi
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1704

Abstract

Penelitian kualitatif ini dilakukan di empat SMP Negeri di Ponorogo untuk mengevaluasi pengelolaan laboratorium IPA di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan laboratorium pada keempat SMP Negeri yang ada di Ponorogo masuk kategori baik. Dari segi perencanaan, yaitu terkait tata letak, tata ruang, kelengkapan alat bahan, dan pengadministrasian sudah sesuai standar pedoman pengelolaan laboratorium. Berdasarkan pelaksanaan praktikum keempat sekolah tersebut telah melaksanakan praktikum sesuai dengan jadwal dan rutin sesuai dengan yang ada pada program semester. Tiga dari empat sekolah yang diteliti ini telah memanfaatkan laboratorium sesuai fungsinya, tidak digunakan untuk hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan praktikum. Panduan kerja yang digunakan di laboratorium masih belum maksimal dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. Dari segi evaluasi dan monitoring, keempat sekolah negeri yang diteliti ini telah rutin melakukan evaluasi laboratorium kemudian dilakukan monitoring setiap tahunnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan pengelolaan laboratorium di sekolah yang lain serta mengembangkan panduan praktikum yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPA sehingga keberadaan laboratorium bermakna bagi siswa. [This qualitative research was conducted in four public junior high schools in Ponorogo to evaluate the management of the natural science laboratory. The results showed that the laboratory management system in the four public junior high school in Ponorogo was in a good category. In terms of planning that related to the layout, the variety of materials, and administration according to laboratory management guidelines. Based on the implementation of the practicum, the four schools have carried out practicums in accordance with the schedule and the routine was compatible with those in the semester program. Three of four schools have used laboratories according to their functions, not used for other things that have nothing to do with practicum. The work guidelines that used in the laboratory are still lack of achieving in the learning goals. In the case of evaluation and monitoring, the four public schools studied have routinely conducted laboratory evaluations and then carried out monitoring in every year. The results of this study are expected to be used as a reference in improving laboratory management in other schools as well as developing practical guidelines that are suitable with the aim of the natural science learning. So, the existence of the laboratory is important for students].
MENUNDA PERNIKAHAN DALAM ISLAM Kontruksi Sosial Pelaku Telat Nikah Pada Masyarakat Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Ajat Sudrajat
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.788

Abstract

Perkawinan merupakan suatu ibadah bagi umat Islam di mana hukumnya bervariasi, dari mubah, sunat, wajib, makruh, dan haram. Perkawinan termasuk pranata sosial yang menjadi inti dalam institusi sosial. Perilaku telat nikah di Desa Cikadu dan Purwasari, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya merupakan fenomena sosial yang menarik untuk di teliti. Kehidupan sosial keagamaan mereka sangat kondusif dan termasuk komunitas santri. Namun dalam hal melaksanakan ibadah berupa nikah yang memiliki berbagai kelebihan dan bagian terpenting dalam hidup serta memberikan status sosial yang prestis, banyak yang menundanya. Inilah yang menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan di lokasi tersebut. Penelitian ini mengkaji masalah utama tentang penyebab perilaku telat nikah. Agama Islam merupakan suatu fenomena sosial. Sebagaimana agamaagama lain, Islam memiliki dimensi individual, di samping bersifat sosial. Karena itu, agama berada dalam aktivitas personal, intelektual, kesadaran, sekaligus dalam hal-hal tententu yang merupakan suatu pranata dan struktur sosial yang sangat mempengaruhi tindakan sosial, serta merupakan suatu faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat sosial. Ajaran agama Islam yang berkaitan dengan pernikahan adalah contohnya. Beberapa teori yang dipandang dapat membantu dalam menganalisis fenomena "telat nikah" dalam masyarakat Cisayong Tasikmalaya adalah teori evolusi dari August Comte. Teori ini mengungkap proses pemahaman dalam perkembangan masyarakat. Ada tiga tahap perkembangan masyarakat dari tahap primitif (teologis) ke tahap peralihan (metafisis), dan terakhir adalah tahap ilmiah (positivistis). Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Konstruksinistik. Penggalian data dilakukan dengan wawancara secara mendalam didukung observasi secara seksama agar mendapatkan makna yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penelitian. Jawaban tentang beberapa hal yang berkaitan dengan telat nikah semuanya sesuai dengan hukum Islam dan rata-rata menggunakan argumen atau didasarkan kepada agama. Selain itu, jawaban mereka sesuai juga dengan nilai-nilai sosial yang menunjukkan kebaikan perilaku hidup rumah tangga. Keyakinan kepada agama yang mengharuskan untuk menikah dikalahkan oleh pertimbanganpertimbangan ekonomi berupa pertimbangan efektifitas dan efisiensi. Ini menunjukkan bahwa pemikiran dan keyakinan terhadap agama telah mengalami pergeseran, dari metafisik ke positivistik.
Pemberdayaan Madrasah Dan Standarisasi Pendidikan Tela'ah Kritis Terhadap Partisipasi STAIN Dalam Pemberdayaan Madrasah Aliyah Di Kabupaten Ponorogo Moh. Miftachul Choiri
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v5i1.758

Abstract

Madrasah  sebagai  lembaga  pendidikan  yang  berciri  khas  Islam  sangat menarik  perhatian  dalam  rangka melaksanakan  cita-cita  pendidikan nasional,  bukan  semata-mata  karena  faktor  jumlah  peserta  didiknya yang signifikan tetapi juga karakteristik madrasah yang relevan dengan semangat reformasi sistem pendidikan nasional. (pemerataan, education for all, desentralisasi, dll). Di tengah-tengah upaya pemerintah menggulirkan kebijakan  tentang  desentralisasi  pendidikan,  madrasah  sudah  sangat terbiasa dengan esensi kebijakan tersebut. Karena kebanyakan madrasah lahir dari masyarakat (swasta) untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama  anak-anak  mereka.  Dalam  sejarah  perkembangannya  yang panjang, madrasah memiliki banyak hal yang positif dan negatif. Sisi positif madrasah, di antaranya adalah lembaga pendidikan ini lahir dari masyarakat bawah dan terbiasa mandiri. sisi negatif, antara lain adalah berkembangnya sikap ortodoksi yang ditunjukkan sebagian besar madrasah akibat  adanya  perlakuan  yang  diskriminatif   dari  pemerintah  kolonial dan Orde Baru. Namun di saat madrasah dihadapkan pada kebijakan standarisasi pendidikan melalui PP. 19 Tahun 2005, banyak persoalan yang menyeruak dan perlu dipecahkan oleh madrasah. Melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat persiapan Madrasah Aliyah menyongsong era standarisasi pendidikan dan bagaimana peran perguruan tinggi agama Islam,  dalam  membantu  madrasah  menghadapi  penerapan  kebijakan tentang standarisasi pendidikan.
PEMIKIRAN AHMAD IBN ZAYNI DAHLAN DALAM ASNA AL-MATALIB FI NAJAH ABI TALIB MENGENAI KEIMANAN ABU TALIB Ahmad Rofiq
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1132

Abstract

Al-Sayyid Ah{mad ibn Zayni> Dah{la>n yang dilahirkan di Makkah pada 1232 H (1816 M) dan wafat di Madinah pada 1304 H (1886 M) menuangkan penjelasannya mengenai keimanan Abu> T{a>lib di dalam karyanya yang berjudul Asna> al-Mat}a>lib fi< Naja>h Abi> T{a>lib. Argumentasi-argumentasi yang menunjukkan kepada keimanan Abu> T{a>lib adalah bahwa [1] Abu> T{a>lib sengaja merahasiakan keimanannya kepada kenabian Nabi Muhammad saw semata-mata untuk melindungi Nabi Muhammad saw beserta perjuangan dakwahnya, [2] Abu> T{a>lib mendapatkan syafa’at yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw, dan [3] Abu> T{a>lib menyatakan dirinya sebagai pengikut agama yang dianut oleh ayahnya, ‘Abd al-Mut}t}alib, yakni agama h}ani>f  yang mengesakan Allah Swt. Dengan mempunyai pemahaman yang tepat mengenai keimanan Abu> T{a<lib, maka setiap orang yang beriman dapat menerapkan keyakinan teologisnya secara inklusif karena orang tersebut dalam berteologi tidak mudah melemparkan tudingan kafir kepada orang lain yang berbeda mazhab, keyakinan, maupun agama. Di sinilah terletak urgensi teologi inklusif dalam mengikis radikalisasi agama. Selain itu, orang tersebut dapat menciptakan suasana kehidupan beragama di lingkungan sekitarnya secara damai penuh dengan kerukunan sehingga terhindar dari konflik keagamaan. Pengajaran sejarah Islam hendaknya disampaikan dengan pendekatan yang tepat sehingga mampu menampilkan pencerahan yang mengantarkan pada sikap keberagamaan yang mendatangkan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang keyakinan dan mazhab keagamaan.
Rekonstruksi Metodologi Hadits Kontemporer ( Telaah Atas Metode Takhrij Kontekstual ) Irma Rumtianing
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1521

Abstract

Mayoritas umat Islam telah sepakat bahwa hadits merupakan sumber ajaran agama kedua setelah al-Qur’an. Kedudukan hadits sebagai mashadirul ahkam tidak akan pernah berubah, akan tetapi pemahaman hadits bisa berubah karena ajaran Islam yang termaktub di dalam al-hadits dituntut untuk sesuai dengan perkembangan zaman (mashalih likulli zaman wa makan ). Tulisan ini bermaksud menawarkan metode baru dalam memahami hadits dengan cara merekonstruksi metodologi hadits menggunakan metode takhrij kontekstual, yaitu sebuah metode yang dapat digunakan sebagai usaha untuk meretas kebekuan kajian hadits dengan memahami hadits secara aktual dan kontekstual. Hadits yang selama ini dipandang shahih dan termaktub dalam shahih Bukhari-Muslim dipandang perlu untuk dikaji ulang dengan menggunakan beberapa pendekatan yaitu; pendekatan  historis, sosiologis, antropologis, bahasa, psikologi, kultural dan pendekatan ilmu pengetahuan. Diharapkan tulisan berikut mampu merekonstruksi metode baru dalam memahami hadits sesuai dengan kontek kehidupan saat ini. Dengan menggabungkan antara analisis sanad, analisis matan dan reinterpretasi pemahaman serta menggunakan beberapa  pendekatan diatas, diharapkan hadits lebih dapat dimaknai sesuai dengan konteks kekinian, sehingga lebih dapat memberikan pemahaman yang tepat sesuai dengan kebutuhan umat.
MODEL PENERAPAN KONTRAK BISNIS SYARIAH DALAM MANAJEMEN RISIKO BMT UGT SIDOGIRI Mohammad Ghozali; Abdul Hafidz bin Zaid; Badria Nur Lailina Ulfa
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v14i1.1952

Abstract

KSPPS BMT UGT Sidogiri adalah  salah satu BMT terbesar di Indonesia dengan banyak jaringan kantor cabang yang tersebar di Indonesia. BMT UGT Sidogiri memilikikinerja keuangan bagus dan terbaik dilihat dari perkembangannya beberapa tahun terakhir.Dengan pembiayaan yang semakin besar dan meningkat, maa pihak BMT haruslah siap untuk menghadapi risiko-risiko dalam pembiayaan dan operasionalnya. Maka BMT UGT Sidogiri memerlukan adanya penerapan manajemen yang baiksehingga mampu mengurangi  risiko yang akan dihadapi dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihak BMT. Penelitian ini merupakan kualitatif yang bersifat induktif. Pada penelitian ini maka permasalahan dibiarkan muncul untuk diinterpretasi. Data dikumpulkan dengan pengamatan, mencakup deskripsi dalam konteks mendetail yang  disertai catatan hasil pengamatan, wawancara, serta hasil analisis dokumen dan catatan. Teknik analisis menggunakan deskriptif analitis. Dengan hasil penelitian bahwa BMT UGT Sidogiri dalam menerapkan kontrak bisnis syariah menggunakan prinsip 5C dan 1S yaitu: 1) Character, 2) Capacity, 3) Capital, 4) Collateral, 5 Condition of Economic dan 6) Sharia. Penerapan prinsip tersebut dalam manajemen risiko digunakan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur yang berlaku, sehingga dapat menimialisir risiko yang terjadi dan juga dapat  membantu mengembangkan usaha masyarakat sekitar. [KSPPS BMT UGT Sidogiri is one of the largest BMT in Indonesia with many branch offices in Indonesia. The BMT UGT Sidogiri has good financial performance and best viewed from its development in recent years. With the increasing of financing, the BMT must be ready to deal with the risks that involved in the financing and operations. Therefore, BMT UGT Sidogiri requires the implementation of good management to reduce the risk that will be faced by any activities undertaken by the BMT. This research uses an inductive qualitative method. This research let the problems appear to be treated for interpretation. The data are collected by observations, including the descriptions in a detailed context with the transcript of observations, interviews, documents and record analysis results. The analytical technique that used is descriptive analytic. With the results of study that BMT UGT Sidogiri in implementing of Sharia business contracts using the principles of 5C and 1S as follow: 1) Character, 2) Capacity, 3) Capital, 4) Collateral, 5 Condition of Economic and 6) Sharia. The implementation of these principles in the risk of management is used in accordance with the operational standards of the applicable procedures, so to be able to improve the risks that occur and also can help to develop the community's livelihood.] 
TA’WIL DALAM EPISTEMOLOGI ULUM AL-QUR’AN IMAM AL-GHAZALI M. Muhsin
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v7i1.783

Abstract

Karya Imam al­Ghazali yang berjudul Jawahir al­Qur’an, Faysal al­Tafriqah dan Qanun al­Ta’wil menjawab adanya dugaan absennya pemikir an  al­Ghazali di bidang ‘Ulum al­Qur’an. Khusus dalam Fays al al­Tafriqah dan Qanun al­Ta’wil, ia membahas teori dan kaidah ta’wil. Dalam konsepsi al­Ghazali , bangunan dan struktur al­Qur’an terdiri dari ajaran kulit (al­ Sadf wa al­ Qasr), dan ajaran inti: rahasia (Asrar wa al­Jawhar). Demikian juga ilmu­ilmu al­Qur’an terdiri dari ilmu yang berkaitan dengan lapisan luar, ajaran kulit (al­Qasr); dan ilmu yang berkaitan dengan permata (ilmu Jawhar). Posisi al­Ghazali sebagai seorang sufi acapkali menjadikan hati sebagai ukuran dalam melakukan ta’wil. Di sisi lain, dia menyatakan bahwa ukuran penta’wilan adalah akal. Jika mengacu pada yang pertama, maka ta’wil al­Ghazali bercorak ta’wil batini; dan jika mengacu pada yang kedua ia bercorak ta’wil rasional. Bertolak pada latar belakang dan kegelisah an akademik tersebut, maka penelitian berfokus pada teori ta’wil al­Ghazali. Penelitian ini mennggunakan metode berfikir deduktif, dengan teori hermeneutika teoritis dan teori ta’wil. Hermeneutika teoritis di maksud kan untuk “membaca” dan “mengungkap secara obyektif” pemikiran al­Ghazali dibidang Ulum al­Qur’an, sedang alat yang akan digunakan untuk “menilai” teori ta’wil al­Ghazali adalah teori ta’wil. Berangkat dari teori ta’wil al­Ghazali yang bercorak rasional serta berada di bawah naungan teori keilmuannya yang bercorak sufistik, bisa dikatakan teori ta’wil nya merupakan teori ta’wil rasional batini. Itu terlihat dari prinsip ta’wilnya, yakni menjadikan akal sebagai pijakan penta’wilan; di sisi lain, pembagian al­Qur’an yang menjadi dua kategori zahir dan batin, baik pada sisi struktur ajarannya maupun sisi maknanya pada lafaz.
AN ANALYSIS OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL STRATEGY IN EMPOWERING THE ECONOMY OF THE SOCIETY DURING COVID 19 PANDEMIC: A STUDY AT RAUDHATUL ULUM SAKATIGA ISLAMIC BOARDING SCHOOL, SOUTH SUMATERA Abizar Abizar; Nina Ramadhani Wulandari; Ibnu Irawan
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i2.2749

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 yang meluas saat ini mengancam dan berdampak pada perekonomian masyarakat kelas bawah. Dimana harga pangan naik dan permintaan pasar meningkat dalam skala nasional. Pesantren dengan kegiatan pendidikan dipandang mampu memberikan nafas dan kehidupan bagi masyarakat sekitar, sehingga perlu mengkajinya agar dapat memperoleh manfaat melalui suatu kajian. Masalah yang diteliti adalah; 1) eksplorasi program pemberdayaan ekonomi Pondok Pesantren Raudhatul Ulum sebagai potensi pemulihan ekonomi 2) relevansi prinsip-prinsip pemberdayaan ekonomi syariah dalam program pemberdayaan pemulihan ekonomi di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum. Hasilnya adalah: 1) Program digulirkan; Wisata islami, penyediaan penginapan, laundry, pengadaan makanan, kerjasama penyediaan kantin, pelayanan outbond, penyediaan sarana olahraga berupa lapangan futsal dan gedung olah raga, pelaksanaan agribisnis, permodalan dan kerjasama di bidang pertanian, penyediaan air mineral. 2) Program-program tersebut relevan untuk dilaksanakan di lingkungan lembaga pendidikan sebagai pusat roda pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi covid 19. Program ekonomi adalah program yang dilandasi nilai-nilai keadilan, mas'uliyah atau tanggung jawab, dan takaful, dengan tujuan program ekonomi adalah pemulihan ekonomi, ekonomi kelembagaan yang sehat, dan masyarakat yang sejahtera. Kata kunci: Pesantren; Pemberdayaan ekonomi; Covid-19 Abstract:The current condition of the widespread Covid-19 pandemic threatens and has an impact on the economy of the lower class. Where food prices rise and market demand increases on a national scale. Islamic boarding schools with educational activities are seen as being able to provide breath and life for the surrounding community, so it is necessary to study them in order to obtain the benefits through a study. The problems studied are; 1) exploration of the economic empowerment program of the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School as a potential for economic recovery 2) the relevance of the principles of Islamic economic empowerment in the economic recovery empowerment program at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School. The results are: 1) The program is rolled out; Islamic tourism, provision of lodging, laundry, food procurement, cooperation in providing canteens, outbound services, provision of sports facilities in the form of futsal fields and sports halls, implementation of agribusiness, capital and cooperation in agriculture, provision of mineral water. 2) The programs is relevant to be implemented within educational institutions as the center of the community's economic recovery wheel during the covid 19 pandemic. The economic program is a program based on the values of justice, mas'uliyah or responsibility, and takaful, with the aim of the economic program being a recovering economy, a healthy institutional economy , and a prosperous society. Keywords:
Manusia Jawa Dalam Islamisasi Jawa Refleksi Filsafat Antropologi Metafisik terhadap Temuan Ricklefs Ahmad Faruk
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v10i1.806

Abstract

Tulisan ini berlatarbelakangi oleh temuan-temuan Ricklefs tentang sejarah Islamisasi Jawa yang karenanya merupakan objek materialnya, yaitu manusia Jawa sejauh ditemukan oleh penelitian Ricklefs. Temuan tersebut akan dijadikan objek formal bagi penelitian kefilsafatan ini, yaitu: bagaimanakah gambaran manusia Jawa dalam sejarah Islamisasi manusia Jawa dan bagaimanakah refleksi filsafat manusia (antropologi metafisik) terhadap temuan tersebut? Dengan pendekatan filsafat antropologi metafisik, tulisan ini menemukan bahwa [1]  deskripsi tentang manusia Jawa dalam sejarah Islamisasinya menurut Ricklefs digambarkan dalam tiga kecenderungan atau kategori: pertama, [a] sinkretik-mistis [b] polarisasi masyarakat [c] intensifikasi keagamaan. Sementara [2] Refleksi antropologis metafisik atas temuan tersebut menemukan arti yang lebih dasariah, yaitu terjadinya peristiwa-peristiwa itu sendiri. “Aku bersama yang-lain” merupakan “sejarah konkret” dan real yang sedang berjalan dan dihayati. Manusia Jawa menyejarah; artinya manusia Jawa itu – sebagaimana manusia lainnya dari manapun – bersifat historis. Tidak ada sejarah di luar atau di samping manusia Jawa. Sejarah itu tak lain ialah manusia-yang-berkembang sendiri; sejarah dilaksanakan manusia. Motor ketiga perkembangan kecenderungan dan relasi oponensial yang digambarkan Ricklefs tersebut adalah “otonomi-di-dalam-korelasi”. Namun sebenarnya bukan dasar untuk perkembangan. Perkembangan dan historisitas hanya dapat diterima sebagai fakta belaka. Kemungkinannya hanya dapat diketahui dari adanya; dan tidak memiliki dasar yang lebih mendalam lagi di dalam manusia.