cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
GRADIEN
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 02162393     EISSN : 26555743     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Gradien merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian yang meliputi bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Jurnal ini terbit pertama kali pada tahun 2005 dengan frekuensi penerbitan dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Fauna Burung Di Taman Kota Dan Jalur Hijau Kota Padang Jarulis, Jarulis; Salsabila, Anas; Bakar, Amsir
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 1, No 2 (2005): (Juli 2005)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.093 KB)

Abstract

Penelitian tentang fauna burung di taman kota dan jalur hijau kota Padang dari bulan Oktober 2000sampai Januari 2001 dengan menggunakan metode daftar MacKinnon. Studi ini bertujuan untuk mengetahuikeragaman jenis, tempat bertengger (tidur) di malam hari (roosting site), dan tempat bersarang di taman kpotakota dan jalur hijau kota Padang. Ditemukan 34 jenis burung dalam penelitian ini, yang terdiri dari 27 genera, 18famili dan 9 ordo. Jenis yang sering ditemukan adalah Lonchura punctulata, L. striata, Passer montanus, Priniafamiliaris and Columba livia. Tiga jenis burung (Apus affinis, L. punctulata dan P. montanus) ditemukan roostingditemukan di taman kota dan jalur hijau. Kemudian, tiga jenis burung (L. striata, L. punctulata dan P. montanus)diketahui memanfaatkan taman kota dan jalur hijau untuk tempat bersarang. Tujuh jenis diantaranya termasukburung-burung yang dilindungi, yaitu Egretta intermedia, Haliastur indus, Ictinaetus malayensi, Falco peregrinus,Halcyon pileata, Anthreptes malacensis, and Nectarinia jugularis. Dan enam jenis merupakan burung migran,yaitu Apus pacificus, Hirundo rustica, Halcyon pileata, Lanius cristatus, Falco peregrinus, dan Sturnus sp.   
Pendeskripsian Kontur Dan Image Suatu Kawasan Eksplorasi Menggunakan Monte Carlo Markov Chain Rizal, Jose; Rafflesia, Ulfasari
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 4, No 1 (2008): (Januari 2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.485 KB)

Abstract

Artikel ini membahas salah satu dari simulasi bersyarat (conditional simulation) yaitu Monte Carlo MarkovChain (MCMC) dalam pendeskripsian kontur dan image. Simulasi ini mengkombinasikan antara simulasi Monte Carlo(mengeneret state awal) dan Markov Chain (pengujian perubahan state). Dalam aplikasi MCMC pada suatu kawasaneksplorasi, terdapat proses pembentukan dan perubahan state untuk setiap iterasinya. Algoritma Metropolis-Hastingdigunakan sebagai kriteria pengujian diterima atau tidaknya perubahan state. Sebagai studi kasus, diberikan contohpermasalahan dalam pendeskripsian image dan kontur pada kawasan eksplorasi di lapangan X.   
Kajian Pemilihan Model Semivariogram Terbaik Pada Data Spatial (Studi Kasus : Data Ketebalan Batubara Pada Lapangan Eksplorasi X) Faisal, Fachri; Rizal, Jose
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 8, No 1 (2012): (Januari 2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.24 KB)

Abstract

Semivariogram merupakan alat statistik untuk menggambarkan, memodelkan, dan menjelaskan korelasi spasial antar observasi. Penelitian ini bertujuan memilih model semivariogram terbaik dari model semivariogram teoritis Spherical, Exponential dan Gaussian berdasarkan uji kenormalan dari residu terbakukan, uji Q1 dan uji Q2. Sebagai penerapan kasus, pada penelitian ini data yang digunakan adalah data ketebalan cadangan batubara dari 41 titik sampel yang diperoleh dari skripsi Heryanti (2007). Dari hasil dan pembahasan diperoleh model semivariogram teoritis Gaussian yang terbaik karena untuk uji kenormalan menggunakan SPSS diperoleh nilai sig.>0.05 (0.340>0.05 ) dianggap residual terbakukannya berdistribusi normal. Berdasarkan uji Q1 (|0.026|<0.316) dan uji Q2 (0.61<1.335<1.48 ) dapat ditarik kesimpulan model Gaussian tersebut cocok atau valid digunakan untuk melakukan pengestimasian pada lokasi yang belum diketahui nilainya.   Kajian Pemilihan Model Semivariogram Terbaik Pada Data Spatial(Studi Kasus : Data Ketebalan Batubara Pada Lapangan Eksplorasi X)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Penyusunan Tugas Akhir Mahasiswa S1 (Studi Kasus: Mahasiswa FMIPA Unsyiah) Salwa, Nany
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 10, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.503 KB)

Abstract

Tugas akhir (TA) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diselesaikan oleh setiap mahasiswa untuk menyandang gelar sarjana. Penelitian ini bertujuan melihat faktor -faktor yang berpengaruh terhadap lamanya penyusunan tugas akhir mahasiswa Fakultas MIPA Unsyiah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu dengan cara menyebarkan kuisioner kepada responden secara langsung dan dikirim melalui email. Data tersebut kemudian dibangkitkan dengan menggandakan data berjumlah 6 kali data aslinya, 9 kali data aslinya dan 20 kali data aslinya untuk memudahkan dalam menginterpretasikan data. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa lulusan FMIPA Unsyiah jurusan  Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi  dari angkatan 2004 sampai dengan 2008. Analisis yang digunakan adalah metode CHAID (Chi-Square Automatic Interaction Detection). Hasil dari analisis CHAID pada data 312 diprediksikan bahawa faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyusunan tugas akhir adalah bahan penelitian, mata kuliah dan aktifitas selain mengerjakan tugas akhir. Pada data 468 diprediksikan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyusunan tugas akhir adalah bahan penelitian, mata kuliah, aktifitas selain mengerjakan tugas akhir, dan motivasi. Dan pada data 1040 diprediksikan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyusunan tugas akhir adalah bahan penelitian, kesehatan, ide penelitian, motivasi, dan aktifitas selain mengerjakan tugas akhir. Jadi, dapat disimpulkan bahwa prediksi faktor yang paling signifikan yang mempengaruhi lamanya penyusunan tugas akhir adalah bahan penelitian yang digunakan sebagai referensi oleh mahasiswa.
Aplikasi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var ayamurasaki) Sebagai Pengawet dan Pewarna Alami Tahu Ratnawati, Devi
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 8, No 2 (2012): (Juli 2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.575 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var aya muraski) sebagai pengawet dan pewarna alami pada tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ekstrak umbi ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai pengawet dan pewarna alami pada tahu serta mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam ekstrak umbi ubi jalar ungu terhadap pengawetan dan pewarnaan tahu. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu uji kandungan senyawa flavonoid pada umbi ubi jalar ungu menggunakan shinoda test. Tahap kedua penentuan kandungan senyawa flavonoid dengan menggunakan metode Cheng et al. Selanjutnya tahap ketiga dilakukan penentuan daya serap tahu berdasarkan variasi konsentrasi umbi ubi jalar ungu yang diekstrak yaitu 100g/500mL, 200g/500mL, 300g/500mL dan 500g/500mL pada lama perendam 1, 2, 3 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi ubi jalar ungu mengandung senyawa flavonoid sebesar 383,09 mg/L. Penyerapan zat warna tertinggi terjadi pada variasi konsentrasi 500g/500mL dan lama perendaman 4 jam dengan absorbansi maksimum yaitu 0,278. Dari semua perlakuan variasi konsentrasi dan lama perendaman ekstrak umbi ubi jalar ungu hanya dapat mengawetkan tahu selama 1 hari, sehingga umbi ubi jalar ungu tidak efektif digunakan sebagai pengawet tahu
Kajian Variasi Kadar Glukosa Dan Derajat Keasaman (Ph) Pada Pembuatan Nata De Citrus Dari Jeruk Asam (Citrus Limon. L) Ratnawati, Devi
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 2 (2007): (Juli 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.941 KB)

Abstract

Telah dilakukan pembuatan Nata de Citrus dari bahan dasar sari jeruk asam menggunakan bakteriAcetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum pertumbuhan bakteri Acetobacterxylinum agar dapat menghasilkan nata dengan rendemen yang tinggi dan berkualitas baik. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan sari jeruk asam sebagai medium fermentasinya.Penentuan kadar vitamin C dilakukan dengan metode titrasi Iod dan penentuan kadar glukosa menggunakan metodeLuff Schroll. Variasi pH dilakukan pada rentang 3,5-5,5 menggunakan asam asetat glasial dan amonia. Sari jerukkemudian diolah menjadi Nata de Citrus menggunakan sukrosa (7,5%) sebagai sumber karbon dan ammonium sulfat (0,5%) sebagai sumber nitrogen. Hasil penelitian dengan waktu inkubasi 8 hari menunjukkan bahwa sari jeruk asam dapat terfermentasi membentuk nata de citrus. Kualitas terbaik dihasilkan pada pH 5,0 dan kadar glukosa 78 mg/100 mL dengan tebal nata 6,5 mm, berat 10,48 g, rendemen selulosa 2,53% dan berwarna putih bersih.   
Toksisitas Fraksi Aktif Steroid Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma Ulmifolia Lamk.) Terhadap Aktivitas Serum Glutamat Oksalat Transaminase (SGOT) Dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) Pada Tikus Putih HS, Yosie Andriani
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 4, No 2 (2008): (Juli 2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.801 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas fraksi aktif steroid daun Jati Belanda jika diberikanpada tikus putih yang diinduksi hiperkolesterolemia terhadap aktivitas SGOT dan SGPT darah hewan coba tikus, dan untuk memberikan informasi penunjang mengenai aspek keamanan penggunaan daun Jati Belanda jika dikonsumsi sebagai obat penurun kadar kolesterol. Penelitian dilakukan selama 5 minggu masa perlakuan. Digunakan sebanyak 15 ekor tikus yang dikelompokkan menjadi tiga, masing-masing terdiri dari 5 ekor. Kelompok A (non kolesterol) mengkonsumsi pakan standar, kelompok B (hiperkolesterolemia) mengkonsumsi pakan kolesterol (pakan standar, kolesterol dan PTU), dan kelompok Cmengkonsumsi pakan kolesterol dan Fraksi aktif steroid daun Jati Belanda. Pengambilan darah dilakukan pada akhir masa adaptasi (base line) yaitu pada hari ke-0, dan masa perlakuan yaitu pada hari ke-7, 14, 21, dan 28 guna analisis kolesterol, trigliserida dan aktivitas GOT/GPT serum darah tikus putih. Penentuan kadar kolesterol dan Trigliserida dilakukan dengan metode CHOD-PAP (Trinder, 1969). Penentuan Aktivitas SGOT dan SGPT Darah Tikus Putih dengan metode IFCC (1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi aktif Steroid menghambat kenaikan kadar kolesterol darah sebesar ~15- 30% dibandingkan kelompok kontrol kolesterol. Fraksi aktif steroid ekstrak daun Jati Belanda juga mampu menghambat kenaikan kadar trigliserida hingga mencapai 34,32%. Setelah Wash Out kolesterol darah semua kelompok menurun mencapainormal, sehingga dapat dinyatakan bahwa sebagai langkah pencegahan, penggunaan fraksi aktif steroid ekstrak daun Jati belanda dapat menghambat peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus yang diinduksi menjadi hiperlipidemia. Pengukuran toksisitas akibat penggunaan fraksi aktif steroid ekstrak daun Jati Belanda pada kelompok non kolesterol menunjukkan aktivitas SGOT sebesar 55,5-100,6 U/I dan aktivitas SGPT sebesar 41,0-76,5 U/I. Secara keseluruhan sampai dengan akhir masa perlakuan hingga masa Wash Out tidak terlihat perbedaan secara bermakna aktivitas SGOT dan SGPT diantara kelompok perlakuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemakaian fraksi aktif steroid ekstrak daun JatiBelanda pada percobaan ini tidak menimbulkan gangguan pada fungsi hati hewan coba tikus yang digunakan.   
Analisis Model Regresi Linear Berganda dengan Metode Response Surface Murti, Henoh Bayu
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 10, No 1 (2014): (Januari 2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.053 KB)

Abstract

Problem in analysis of regression research is the need of more than one independent variables in regression model. This condition often causes complication in estimating an important response, which results multiple linear regression that is not optimal.  In this condition, it is needed an optimalization that is essential in multiple linear regression. To be able to use independent variables optimally, response surface method is used. This method determines approaching function that is suitable in estimating the next dependent variable y. Optimal point of the result of the optimalization of multiple linear regression using three independent variables of the data of reaction rate for catalytic isomerization of n-pentane to isopentane is on saddle point.
Variasi tegangan pemercepat terhadap spektrum sinar-X untuk absorber Cu dan Al Bahri, Syamsul
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 1, No 1 (2005): (Januari 2005)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.238 KB)

Abstract

Pengaruh variasi tegangan pemercepat pada suatu tabung sinar-X terhadap spektrum sinar-X untukbahan absorber Cu dan Al telah diteliti dengan menggunakan program Xcomp5R yang berfungsi sebagaipenghitung radiasi fluoresansi bremstrahlung sinar-X dari tungsten anode. Program ini dibuat oleh R. Nowotnydari Institut Fur Biomedic, Universitas Vienna Australia. Pada eksperimen ini, sudut anode dibuat sebesar 17derajat dengan jarak ke layar 100 cm. Sedangkan ketebalan kedua absorber adalah 2,5 mm. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa untuk tegangan pemercepat di bawah 80 kV, spektrum sinar-X berupa spektrum kontinyusedangkan untuk tegangan pemercepat 80 kV ke atas, spektrum sinar-X terdiri dari spektrum kontinyu dandiskrit. Untuk kedua bahan absorber, cacah puncak spektrum kontinyu sinar-X semakin berkurang dan bergeserke arah tenaga yang lebih besar untuk tegangan yang semakin besar. Namun untuk spektrum diskrit sebaliknya.Untuk absorber Cu, cacah puncak spektrum diskritnya semakin berkurang dengan semakin besarnya teganganpemercepat yang diberikan, sebaliknya untuk absorber Al, cacah puncak spektrum diskritnya semakin bertambahdengan semakin besarnya tegangan pemercepat.
Sintesis Turunan Benzofenon Melalui Reaksi Penataan Ulang Fries Dari Senyawa Para-Tersier-Butilfenilbenzoat Ratnawati, Devi
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.103 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis turunan benzofenon melalui reaksi penataan ulang Fries terhadap p-tersierbutilfenilbenzoatdengan menggunakan katalis asam lewis AlCl3. Bahan dasar p-tersier-butilfenil benzoat disintesis melalui reaksi esterifikasi p-tersier-butilfenol dengan benzoil klorida menggunakan piridin sebagai katalis basa sekaligus sebagai pelarut. Reaksi esterifikasi p-tersier-butilfenol dilakukan dengan melarutkan senyawa tersebut dalam piridin, kemudian penambahan benzoil klorida dilakukan pada suhu 0oC. Esterifikasi p-tersier-butilfenol menghasilkan p-tersier-butil-fenilbenzoat berbentuk kristal putih yang mempunyai rendemen 98,82% dan titik lebur 77– 79,4oC. Sedangkan reaksi penataan ulang yang dilakukan pada suhu 131-132oC selama 5 jam terhadap p-tersierbutilfenilbenzoat menggunakan pelarut klorobenzena menghasilkan o-dan p-hidroksi benzofenon dengan rendemen37,30% dan 59,20%.   

Page 5 of 15 | Total Record : 150