cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 48 Documents clear
Efek Pemberian Vitamin C terhadap Gambaran Histopatologi Hati Tikus Wistar yang Terpapar Timbal Asetat Arifuddin Arifuddin; Aswiyanti Asri; Elmatris Elmatris
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.471

Abstract

AbstrakPaparan timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menurunkan aktivitas enzim yang bekerja sebagai antioksidan esensial dalam tubuh. Vitamin C merupakan senyawa alami yang bersifat antioksidan kuat dan pengikat radikal bebas.Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek pemberian vitamin C terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar yang terpapar plumbum asetat dan dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi dan laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini dilakukan pada 28 ekor tikus wistar jantan, berumur 3 bulan, berat badan ± 200 gr. Didapatkan bahwa pada pemaparan timbal 50 mg/kgBB/hari selama 4 minggu meningkatkan skor Manja Roenigk hati tikus wistar. Penambahan vitamin C 50 mg/kgBB/hari dan 75 mg/kgBB/hari pada tikus yang terpapar timbal asetat menunjukkan penurunan skor Manja Roenigk pada hati tikus wistar. Berdasarkan uji t berpasangan ternyata tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor Manja Roenigk yang tidak terpapar dan terpapar timbal asetat (p = 0,501). Berdasarkan uji one way Anova terdapat pengaruh yang signifikan vitamin C terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar (p = 0,000). Secara statistik pemberian kedua dosis vitamin C ini tidak memberikan perbedaan yang bermakna (p = 0.379).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh proteksi vitamin C terhadap mikroskopis hati tikus wistar yang telah terpapar timbal asetat.Kata kunci: Timbal Asetat, Gambaran Histopatologi Hati, Vitamin C, Plumbum Asetat, Manja Roenigk AbstractExposure of lead acetate can caused cell injury in liver and decrease activity of enzyme which works as essential antioxidant in body. Vitamin C is a natural compound as potent antioxidant and free radical binding.The objective of this study was to determine the effect of vitamin C on liver histopathology in exposed lead acetate wistar rats. This research was conducted at Pharmacy Laboratory and Pathology laboratory, Faculty of Medicine, Andalas University. The study performed on 28 male Wistar rats, 3 months old, body weight 200 g.             It was found that 50 mg/ kgBW/day of lead exposure for 4 weeks increased Manja Roenigk’s grading of wistar rat’s liver. Administration of vitamin C 50 mg/kgBW/day and 75 mg/kgBB/day to rat which exposed to lead acetate showed decrease in score of Manja Roenigk on wistar rat’s liver. Based on paired sample t test was not significant difference score of Manja Roenigk between unexposed and exposed lead acetate (p = 0.501). Based on one way Anova test was found  a significant effect of vitamin C to histopathology of wistar rat’s liver (p = 0.000). Statistically administration of both dose vitamin C did not give significant difference (p = 0.379).The conclusion of this study show  there is the effect of protection from administration of vitamin C to microscopic Wistar rat liver which exposed to lead acetateKeywords: lead acetate, histopathology of liver, vitamin C, plumbum acetate, Manja Roenigk
Fetal Outcome pada Kehamilan Aterm Anemia dan Tidak Anemia di RS Achmad Mochtar Bukittinggi Daulat Azhari; Yusrawati Yusrawati; Zelly Dia Rofinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.462

Abstract

AbstrakAnemia pada kehamilan merupakan faktor resiko gangguan pada fetal outcome dan memiliki komplikasi yang meningkatkan maternal dan perinatal mortality. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan fetal outcome pada kehamilan aterm dengan anemia dan tidak anemia..Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan rancangan cross sectional. Total sampel adalah 110 yang terdiri dari 55 ibu hamil aterm dengan anemia dan 55 ibu hamil aterm tidak anemia. Tekhnik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dan analisis data menggunakan tes Mann- Whitney. Hasil uji diperoleh rerata berat badan lahir bayi pada ibu hamil aterm anemia adalah 3097,27 gr± 366,93 gr, yang sedikit lebh rendah dibandingkan pada ibu hamil aterm tidak anemia 3200,55 gr± 343,02 gr dengan nilai p= 0,214. Rerata APGAR skor pada menit pertama pada kelompok anemia adalah 7,04± 1,39, yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan pada ibu hamil aterm tidak anemia 7.36± 0,65 dengan nilai p= 0,480. Rerata APGAR skor pada menit kelima pada kelompok anemia 8,11± 1,20 sedikit lebih rendah dibandingkan ibu hamil aterm tidak anemia 8,40± 0,62 dengan nilai p= 0,483. Rerata panjang badan lahir pada kelompok anemia adalah 48,58 cm± 1,52 cm hampir tidak memiliki perbedaan dibandingkan ibu hamil aterm tidak anemia 48,89 cm± 1,56 cm  dengan nilai p=0,310. Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan berat badan lahir, APGAR skor menit pertama dan kelima, dan panjang badan lahir pada kehamilan aterm dengan anemia dan tidak anemia.Kata kunci: berat badan lahir, APGAR skor, panjang badan lahir,  wanita hamil aterm dengan anemia AbstractAnemia in pregnancy is a risk factor of fetal outcome disorder and it have complication that increase of matenal and perinatal mortality. The objective of this study was to determine the differences of fetal outcome between aterm pregnant women with anemia and non anemia.This research uses secondary data by using cross sectional study design. Total sample is 110 patient consisting of 55 aterm pregnant women with anemia and 55 are non anemia. Sampling techniques used a consecutive sampling and for analysis used Mann Whitney test.The analysis test result obtained mean birth weight babies in aterm pregnant women with anemia was 3097.27 gr± 366.93 gr abit lower compared to non anemia aterm pregnant women 3200.55 gr± 343.02 gr with p value= 0.214. The mean of APGAR score in the first minute in pregnant women with anemia was 7.04± 1.39 abit lower compared to non anemia aterm pregnant women 7.36± 0.65 with p value= 0.480 and  the mean of APGAR score in the fifth minute in pregnant women with anemia was 8.11± 1.20 a bit lower compared to non anemia aterm pregnant women 8.40± 0.62 with p value= 0.483.  The mean of birth lenght in aterm pregnant women with anemia was 48,58 cm± 1.52 cm almost not have differences compared to non anemia aterm pregnant women 48.89 cm± 1.56 cm with p value= 0.310. The values of p value indicated there are no significantly diferences of birth weight, APGAR score in the first and fifth minute, and birth lenght betwen pregnant women with anemia compared to non anemia aterm pregnant women.Keywords: birth weigh, APGAR score, birth lenght,  aterm  pregnant women with anemia
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2010-2013 Dhia Afra; Nora Harminarti; Abdiana Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.453

Abstract

AbstrakFilariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Banyak faktor risiko yang mampu memicu timbulnya kejadian filariasis. Beberapa diantaranya adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, faktor lingkungan, perilaku. Kabupaten Padang Pariaman bukan salah satu 5 kabupaten daerah endemis filariasis namun merupakan kabupaten yang banyak ditemukan kasus baru filariasis di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode studi case control yang merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang bersifat retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 63 responden, terdiri dari 21 kasus dan 42 kontrol. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan kejadian filariasis dengan nilai p= 0,013,tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, pekerjaan(nilai p= 0,071, OR=3,800, 95% CI=0,938-15,398), tempat perindukan, pengetahuan (nilai p= 1,000, OR=1,135, 95% CI=0,336-3,835), sikap dan tindakan. Mengingat umur sangat erat hubungannya dengan pekerjaan, maka perlu ada penyuluhan dari petugas kesehatan bagaimana melindungi diri saat bekerja seperti menggunakan baju berlengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan obat anti nyamuk.Kata kunci: filariasis, umur, pekerjaan, tempat perindukan, perilaku AbstractFilariasis is a chronic communicable disease caused by filarial worms and transmitted by mosquitoes Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Many risk factors are able to prevalence of filariasis. Some of them are gender, age, occupation, environmental factors and behavioral. Pariaman District is not one of the 5 districts of filariasis endemic areas but a lot of new case have been identify in West Sumatra. This was a case control study which is an analytic observational epidemiological studies. The total sample of 63 respondents, consisted of 21 cases and 42 controls . The data analysis was based on univariate and bivariate analysis equipped with chi-square test.The results of chi-square statistical test shows that there is significant correlation between age and filariasis prevalence with p value = 0.013, OR= 0.167, 95% CI= 0.043 – 0.652 but there was no correlation between gender, occupation (p value= 0.071, OR=3.800, 95% CI=0.938-15.398), breeding places, knowledge (p value= 1.000, OR=1.135, 95% CI=0.336 – 3.835),attitudes and action. The age is closely related to the occupation, so it needs intervention from health care workers how to protect while working, such as using a long-sleeved shirt, long pants and mosquito repellent. Keywords: filariasis , age, gender, occupation, breeding place, behavioral
Efek Lama Penyimpanan Asi Terhadap Kadar Protein dan Lemak yang Terkandung Didalam ASI Indri Putri Sari; Ariadi Ariadi; Ety Yerizel
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.444

Abstract

AbstrakPenyimpanan ASI di lemari pendingin yang dilakukan oleh ibu bekerja kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya beberapa proses biokimia seperti proteolisis dan lipolisis. Proses ini bisa menyebabkan terjadinya perubahan dari zat gizi yang terkandung didalam ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek lama penyimpanan ASI terhadap penurunan kadar protein dan lemak yang terkandung didalam ASI. Ini merupakan true experiment dengan pendekatan pretest-post test control group design. Pemeriksaan kadar protein dan lemak dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Andalas padang, pada bulan November 2014 dengan total 32 sampel. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok, dengan variasi  lama penyimpanan di lemari pendingin  selama 0 jam (control), 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Setelah dilakukan penyimpanan, lalu di uji kadar protein dengan metode Kjedhal dan kadar lemak dengan metode Sochlet. Hasil penelitian didapatkan kadar protein yang disimpan selama 0 jam adalah 0,99%, 24 jam 0,86%, 48 jam 0,78%, 72 jam 0,72%. Terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar protein berdasarkan lama penyimpanan dengan p<0,05. Rerata untuk kadar lemak selama penyimpanan 0 jam adalah 3,4%, 24 jam 3,2%, 48 jam 3,1% dan 72 jam 3,0%. Terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar lemak berdasarkan lama penyimpanan dengan nilai p<0,05. Terdapat efek lama penyimpanan ASI terhadap kadar protein dan lemak yang terkandung didalam ASI.Kata kunci: kadar protein ASI, kadar lemak ASI, lama penyimpanan AbstractKeeping breast milk in cool storage is often done by working mother, may cause biochemical process such as proteolysis and lipolysis. These processes may change nutrition component in breast milk. The objective of this study was to find the effect of duration of  storage on breast milk in decreasing protein and fat level contained in breast milk. This study was a true experiment with pretest and posttest control group design. Protein and fat level examined on 32 samples in laboratory of Teknologi Hasil Ternak, Animal Science Faculty of Andalas University Padang in November 2015 . Samples were divided into four groups: 0 hour (control), 24 hours, 48 hours, and 72 hours. After that, protein level was examined by using kjedhal method and fat level was examined by using sochlet method. The result got level of protein in 0 hour storage was 0.99%, 24 hours 0.86%, 48 hours 0.78%, and 72 hours 0.72%. There was significant difference of protein mean level based on storage time, with p< 0.05. The mean level of fat in 0 hour storage was 3.4%, 24 hours 3.2%, 48 hours 3.1%, and 72 hours 3.0%. There was significant difference of fat mean level  on duration of storage (p< 0.05). There is effect of time storage to protein and fat level in breast milk. Keywords: protein breast milk level, fat breast milk level, duration of storage
Hubungan Kualitas Tidur dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2010 FK Universitas Andalas Hanafi Nilifda; Nadjmir Nadjmir; Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.477

Abstract

AbstrakKualitas tidur seseorang dikatakan baik apabila tidak menunjukkan berbagai tanda kekurangan tidur dan tidak mengalami masalah dalam tidurnya. Gangguan tidur banyak ditemui dikalangan dewasa muda terutama mahasiswa yang nantinya bisa menyebabkan berkurangnya konsentrasi belajar dan gangguan kesehatan. Hal ini bisa menyebabkan tidak tercapainya prestasi akademik secara optimal karena proses belajar menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan kualitas tidur dengan prestasi akademik mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2010 FK Unand. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Total responden sebanyak 177 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Data kualitas tidur diambil dengan menggunakan indeks kualitas tidur Pittsburgh (PSQI) dan prestasi akademik dari nilai ujian blok 4.2. Pada akhir penelitian dilakukan uji statistik chi square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 mahasiswa (65%) memiliki kualitas tidur dan prestasi akademik yang baik, 27 mahasiswa (35%) memiliki kualitas tidur yang baik dengan prestasi akademik yang kurang baik, 43 mahasiswa (43%) memiliki kualitas tidur yang buruk dengan prestasi akademik yang baik, dan 56 mahasiswa (57%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan prestasi akademik yang kurang baik. Berdasarkan uji chi square didapatkan nilai p=0,004 (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan prestasi akademik mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2010FK Unand.Kata kunci: kualitas tidur, prestasi akademik, mahasiswa kedokteran AbstractThe good quality of sleep is there is no any disturbance in their sleep. The condition of sleep disorders commonly found among young adults, especially college students who can later cause a reduction in the concentration of learning and health problems. This can lead to failure to achieve optimal academic achievement because learning becomes impaired. The objective of this study was to determine the relationships between sleep quality and academic achievement on medical education student class of 2010 medical faculty of Andalas University. This research used analytic methods with cross sectional design. Total of 177 respondents were selected by random sampling technique. Sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the academic achievement of test scores 4.2 blocks. At the end of the study, conducted chi-square test to determine the relationship between the two variables. The results showed that as many as 51 students (65 %) have quality sleep and good academic achievement, 27 students (35 %) had a good sleep quality with poor academic achievement, 43 students (43%) had poor sleep quality with good academic achievement, and 56 students (57%) had poor sleep quality and poor academic achievement. Based on chi square test p value=0,004 (p<0,05). The study concluded there is a relationship between sleep quality with academic achievement for medical education student class of 2010 medical faculty of Andalas University.Keywords: sleep quality, academic achievement, medical students
Uji Efektivitas Beberapa Minyak Atsiri terhadap Pertumbuhan Microsporum canis secara in Vitro Bunga Saridewi Nurmansyah; Aziz Djamal Djamal; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.441

Abstract

AbstrakDermatofitosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di daerah tropis. Minyak atsiri merupakan salah satu potensi alam Indonesia yang diketahui memiliki daya antifungi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas beberapa minyak atsiri (serai wangi, kayu manis dan cengkeh) sebagai antijamur dalam mengendalikan pertumbuhan Microsporum canis penyebab dermatofitosis secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fitopatologi KP Balittro Laing Solok dari  Februari sampai April 2014. Studi eksperimental ini dilakukan dengan metode pengenceran disusun  dalam Desain Rancang Acak Lengkap dalam Faktorial. Faktor pertama adalah jenis minyak atsiri (daun serai wangi, daun kayu manis, daun cengkeh). Faktor kedua adalah tingkat konsentrasi minyak atsiri (100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm dan 2000 ppm). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun serai wangi, daun kayu manis dan daun sarasah cengkeh efektif dalam menekan pertumbuhan M. canis secara in vitro. Ketiga minyak atsiri pada konsentrasi 500 ppm telah mampu menghambat pertumbuhan M. canis hingga 100%. Minyak atsiri daun sarasah cengkeh memiliki efek antifungi paling tinggi (89,17%), diikuti minyak atsiri daun serai wangi (80,98%) dan kayu manis (77,07%).                Kata kunci: minyak atsiri, serai wangi, cengkeh, kayumanis, microsporum canis AbstractDermatophytosis is an important public health problem in tropical areas. Essential oil is one of natural potential from Indonesia has been predicted as antifungal. The objective of this study was to detect effectivity some essential oils such as citronella, cinnamon and clove as antifungal to control the growth of dermatophyte infections caused by Microsporum canis by in vitro . The study was done  in the Laboratory of Phytopathology KP Balitro of Laing Solok from February until April 2014. This is an experimental study with dilution method arranged in Complete Randomized Design in factorial. The first factor was the kind of essential oil (citronella leaf, cinnamon leaf and clove leaf). The second  factor was the level of concentration of the essential oil (100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm dan 2000 ppm). The result of this study showed the essential oil of citronella, cinnamon and cloves effective in suppressing the growth of M. canis. The three essential oil at a concentration of 500 ppm was able to inhibit the growth of M. canis to 100%. Clove essential oils have the highest antifungal effect (89,17%), while citronella essential oil 80,98% and cinnamon 77,07%.Keywords: essential oil, citronella, cinnamon, clove, microsporum canis
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Pemilihan Kontrasepsi di Puskesmas Padang Pasir Padang Abrar Jurisman; Ariadi Ariadi; Roza Kurniati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.467

Abstract

AbstrakPemerintah berupaya menekan laju pertumbuhan Indonesia dengan melaksanakan program Keluarga Berencana (KB) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 adalah meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Saat ini terdapat berbagai metode kontrasepsi. Banyak wanita mengalami kesulitan dalam memilih kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan karakteristik ibu dengan pemilihan kontrasepsi. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional.  Populasi penelitian adalah seluruh pasangan usia subur yang sudah menikah dan masih aktif menjadi akseptor KB.  Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling berjumlah 96 responden. Variabel dependen pada penelitian ini adalah  umur ibu, jumlah anak dan tingkat pendidikan sedangkan variabel independen adalah pemilihan kontrasepsi. Hasil penelitian didapatkan 29 responden memilih kontrasepsi IUD (30,21%) dan 67 responden memilih kontrasepsi non-IUD (69,79%).  Hasil analisis bivariat menunjukkan tingkat pendidikan memiliki hubungan yang bermakna dengan pemilihan kontrasepsi (p=0,000), sedangkan umur dan jumlah anak tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan pemilihan kontrasepsi (p=0,590). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi. Seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memilih kontrasepsi IUD.Kata kunci: kontrasepsi, IUD, KB AbstractThe government efforts to suppress rate of population growth in Indonesia with doing The Family Planning program (KB) stated in the Medium Term Development Plan in 2004-2009 was increasing use of the long-term contraceptive method. Currently there are various methods of contraceptive. Many women find it difficult to choose contraception.  The objective of this study was to determinet the relationship of mother characteristic to selection contraceptive.Type of this research use descriptive analytic with a cross sectional method. The population was all couples of childbearing age that already married and active to be KB acceptor.  The 96 respondents were taken by using consecutive sampling. The dependent variable of this reaserch were age, number of children and education while the independent variable was selection contraceptive. The result showed 29 respondents use IUD (30.21%) and 67 respondent use non IUD (69.79%). The result of bivariate analysis showed that the education had significant relation to selection contraceptive (p=0.000), but the age and number of children did not have significant relation to selection contraceptive (p=0.590). It can be concluded that there is a significant relation between the education to selection contraceptive. A person with high education levels tend to choose the IUD.Keywords:  contraceptive, IUD, family planning
Hubungan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dengan Kelulusan OSCE pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dinda Putri Amir; Detty Iryani; Laila Isrona
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.458

Abstract

AbstrakKecemasan adalah normal terjadi dalam kehidupan, namun kecemasan dapat menjadi abnormal jika respons terhadap stimulus berlebihan. Pada mahasiswa, kecemasan berpengaruh terhadap proses pendidikan. OSCE merupakan salah satu bagian dari ujian komprehensif yang menguji keterampilan medis mahasiswa yang akan memasuki kepaniteraan klinik. Ujian ini hampir sama dengan ujian skills lab, tapi materi ujian lebih banyak dan setting ujian juga berbeda sehingga situasi tersebut menimbulkan kecemasan pada mahasiswa menjelang OSCE. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE dengan kelulusan OSCE pada mahasiwa FK Unand. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 34 orang. Data diperoleh melalui wawancara kepada peserta OSCE menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) dan Bagian Akademik FK Unand yang selanjutnya dianalisis melalui uji korelasi Gamma dan Somers’d. Hasil penelitian ini didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,106 dan nilai signifikansi p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE dengan kelulusan OSCE pada mahasiwa FK Unand.Kata kunci: kecemasan, ujian, OSCE, HRS-A AbstractAnxiety normally occurs in life, but anxiety can become abnormal if the response to the stimulus is excessive. In student, anxiety affects the educational process. OSCE is a part of comprehensive exam that examine medical skills of the students who will enter their clinical stage. Although this exam is similiar like skills lab exam but the matters of exam is more complex and the setting of exam is different too, so these situations cause anxiety in students toward OSCE. The objective of this study was to determine the correlation between anxiety level in facing OSCE to students’ graduation of OSCE in Faculty of Medicine Andalas University. This study was a descriptive analytical and total sample of 34 people. Data were collected through interviewing the students use the questionnaire of Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) and Academic Department of Faculty of Medicine Andalas University. It was analyzed by Gamma and Somerd’s correlation test. The result of this study found a correlation coefficient (r) is -0,106 and level of significance (p) >0,05.  Based on the result, it can be concluded  that there is no correlation between anxiety level in facing OSCE with students’ graduation of OSCE in Faculty of Medicine Andalas University.Keywords: anxiety, exam, OSCE, HRS-A

Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue