cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 24 Documents clear
Pengaruh Faktor Sosiodemografi terhadap Kejadian Lesi Prakanker dengan Skining Inspeksi Visual Asetat (IVA) di Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Wuri Widi Astuti; Reni Yuli Astutik
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.890

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian wanita di dunia. Salah satu metode yang efektif, mudah, murah dan sederhana untuk mendeteksi kanker serviks dini adalah Inspeksi Visual Acetat (IVA). Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh faktor sosiodemografi terhadap insidensi lesi prakanker serviks dengan menggunakan pemeriksaan IVA di Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Desain penelitian menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan jumlah sebanyak 90 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui data rekam medik dan wawancara responden. Penelitian ini telah dilakukan pada Oktober 2017 di Puskesmas Bendo Kabupaten Kediri. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan pada variabel usia responden (p=0.013), usia pertama berhubungan seksual (p=0.000), pengguna pil KB (p=0.000) dan riwayat kanker dalam keluarga (p=0.016). Variabel paritas dan merokok mempunyai hubungan yang tidak signifikan (p≥0.05). Variabel dominan yang terkait dengan lesi prakanker serviks adalah pengguna kontrasepsi KB dengan OR = 18,784. Disimpulkan bahwa wanita pengguna kontrasepsi oral berisiko 18 kali lebih besar mengalami kejadian lesi prakanker dibandingkan dengan variabel lain. Disarankan kepada bidan dan petugas kesehatan lainnya untuk terus memberikan penyuluhan dan KIE kepada perempuan untuk memeriksakan kesehatan reproduksi secara teratur sebagai pencegahan kanker serviks.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Dokter Jaga IGD tentang Penatalaksanaan Awal Sindrom Koroner Akut di Rumah Sakit Tipe C Se-Sumatera Barat Annisa Dania Juliana; M. Fadil; Eka Fithra Elfi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.881

Abstract

Sindrom koroner akut merupakan gawat darurat dari penyakit jantung koroner sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat dalam memberikan penatalaksanaan kepada pasien. Pengetahuan yang baik, dimulai dari diagnosis hingga penatalaksanaan awal kasus sindrom koroner akut baik pemberian obat-obatan maupun perlakuan tindakan, sangat penting dimiliki oleh seorang dokter jaga IGD dikarenakan akan mempengaruhi prognosis pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dokter jaga IGD tentang penatalaksanaan awal sindrom koroner akut di rumah sakit tipe C se-Sumatera Barat. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling pada beberapa kota dan kabupaten yang dianggap dapat mewakili wilayah Sumatera Barat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi untuk kemudian diisi oleh responden. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 50% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, 44% berpengetahuan cukup, dan hanya 6% yang berpengetahuan baik. Simpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dokter jaga IGD di rumah sakit tipe C di Sumatera Barat dapat dikategorikan kurang.
Akurasi Fine Needle Aspiration Biopsy sebagai Prosedur Diagnostik Nodul Tiroid di Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umun Pusat DR M Djamil Padang Suci Rahmadhani; Aswiyanti Asri; Tofrizal Tofrizal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.895

Abstract

Nodul tiroid dapat disebabkan oleh suatu neoplasma ataupun bukan neoplasma/non neoplasma. Salah satu pemeriksaan awal dalam mendiagnosis nodul tiroid adalah Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Teknik FNAB aman, murah, dan risiko komplikasi kecil. Tujuan penelitian ini adalah menentukan akurasi FNAB sebagai prosedur diagnostik nodul tiroid di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian ini adalah studi analitik dengan metode uji diagnostik menggunakan data sekunder pasien dengan nodul tiroid di RSUP Dr M Djamil Padang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 45 kasus pasien nodul tiroid dengan pemeriksaan FNAB dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi hasil operasi. Dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi sebagai baku emas, menunjukkan bahwa akurasi FNAB adalah sebesar 62,2% dengan sensitifitas 61,2%, spesifisitas 62,5 %, nilai prediksi positif 75 %, nilai prediksi negatif 47,6 %. Pada pemeriksaan FNAB didapatkan akurasi yang rendah, maka diperlukan pemeriksaan histopatologi dalam menegakkan diagnosa nodultiroid secara akurat. Simpulan penelitian ini adalah FNAB dapat digunakan sebagai sarana diagnostik preoperatif nodul tiroid, tetapi bukan sebagai pengganti diagnosis histopatologi yang masih menjadi diagnosa pasti untuk nodul tiroid.
Perbedaan Derajat Keasaman (pH) Saliva Antara Perokok dan Bukan Perokok pada Siswa SMA PGRI 1 Padang Muhammad Zakwan Qalbi; Miftah Irrahmah; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.886

Abstract

Rongga mulut merupakan bagian yang paling awal dari tubuh manusia yang terpapar secara langsung terhadap asap rokok. Saliva adalah kelenjar yang terdapat di rongga mulut yang berperan sebagai pertahanan mukosa rongga mulut melalui kapasitas buffer yang terdapat didalamnya. Derajat keasaman (pH) saliva diketahui sebagai nilai yang dapat diukur untuk menggambarkan kapasitas buffer saliva. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan pH saliva antara perokok dan bukan perokok. Penelitian ini merupakan studi analitik komparatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dari September 2017 sampai Januari 2018 di SMA PGRI 1 Kota Padang. Sebanyak 70 orang untuk masing-masing kelompok perokok dan bukan perokok dari siswa SMA PGRI 1 Kota Padang dipilih secara Simple Random Sampling. Status merokok diukur dengan wawancara kebiasaan merokok, sedangkan nilai pH diukur dengan pH meter. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan uji Mann- Whitney. Hasil penelitian menunjukan rerata pH saliva perokok 6,239 ± 0,296 dan bukan perokok 6,923 ± 0,2925. Analisis data yang dilakukan memperoleh nilai signifikasi p<0,05 yang menunjukan perbedaan yang bermakna antara pH saliva perokok dan bukan perokok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pH saliva perokok lebih rendah dibanding pH bukan perokok.
Proses Fiksasi pada Pemeriksaan Histopatologik Zulda Musyarifah; Salmiah Agus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.900

Abstract

Proses fiksasi adalah tahap pertama dalam pembuatan sediaan histopatologik. Banyak faktor yang mempengaruhi proses fiksasi sehingga dapat menghasilkan sedian histopatologik yang baik. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui proses fiksasi agar menghasilkan sediaan yang baik pada pemeriksaan histopatologik. Tujuan utama fiksasi adalah untuk menjaga sel dan komponen jaringan pada keadaan “life-like state”. Secara umum terdapat dua tipe fiksasi untuk spesimen biologi yaitu fiksasi fisik dan fiksasi kimia. Mekanisme yang penting dalam fiksasi kompleks protein yaitu denaturasi dan cross-linking atau gabungan keduanya. Banyak faktor yang mempengaruhi proses fiksasi antara lain konsentrasi ion hidrogen (pH netral), temperatur fiksasi (suhu kamar), kemampuan penetrasi (penetration rate) dan ketebalan pemotongan (3-4 mm), konsentrasi larutan, volume fiksasi (20:1) dan durasi fiksasi. Pemilihan larutan fiksatif yang digunakan tergantung kepada jenis pewarnaan dan jenis molekul yang ingin dilindungi. Saat ini larutan netral buffer formalin merupakan fiksatif yang paling baik dipakai untuk pemeriksaan histopatologik.
Intermediate Screw pada Unstable Thoracolumbar Fracture: Case Series dan Review Article Komang Agung Irianto; Dionisius Bramta Putra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.891

Abstract

Area thorakolumbar merupakan hampir 90% dari semua spinal injuries dan 10% dari cedera tersebut merupakan burst fracture yang membutuhkan intervensi operatif. Terapi burst fracture thorakolumbar meliputi restorasi dari alignment, stabilisasi spinal, koreksi kifotik, dan dekompresi spinal kanal. Pertimbangan penggunaan intermediate screw masih menjadi topik perdebatan. Penambahan intermediate pedicle screw dipercaya dapat menambah stabilitas dan membantu koreksi kifosis pada long segment, short segment fixation. Penelitian ini merupakan systematic literature review. Pencarian literatur menggunakan mesin pencari elektronik PubMed, MEDLINE, PMC, Cochrane Library, Nature, Taylor and Francis Online dan Springerlink, dari tanggal 28 Desember 2017 sampai 20 Februari 2018. Kriteria inklusi: burst fracture dari mekanisme traumatik, fraktur tulang belakang bagian thorax atau lumbal, intermediate pedicle screw dan penelitian dari tahun 2010 sampai 2017. Ditemukan 10 artikel (15,15%) artikel yang masuk kedalam kriteria inklusi. Terdapat tiga penelitian level 1, satu penelitian level 2, empat penelitian level 3 yang mendukung teknik SSPF+IS dengan hasil reduksi fraktur dan evaluasi radiologis yang baik, correction loss dan implant failure yang lebih rendah, mengurangi nyeri pascaoperasi. Teknik SSPF+IS merupakan teknik yang aman dan efektif memberikan hasil fiksasi yang stabil, hasil evaluasi akhir radiologis serta hasil evaluasi akhir klinis yang baik.
Identifikasi Dermatofita Pada Sisir Tukang Pangkas Di Kelurahan Jati Kota Padang Hifzil Husni; Ennesta Asri; Rina Gustia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.882

Abstract

Tinea kapitis merupakan kelainan kulit pada daerah kepala berambut yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Jamur dermatofita dapat ditularkan secara langsung dari manusia, hewan, tanah dan secara tidak langsung melalui benda seperti handuk, topi dan sisir yang digunakan bergantian. Alat pangkas dapat menjadi sumber penularan infeksi secara tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dermatofita pada sisir tukang pangkas di kelurahan Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sisir yang digunakan tukang pangkas di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling sebanyak 20 sampel. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus 2017 sampai Maret 2018. Hasil penelitian ditemukan dua spesies dermatofita yaitu Trichophyton Mentagrophytes (10%) dan Trichophyton Schoenleinii (5%). Simpulan penelitian ini adalah sebagian kecil sisir tukang pangkas di Kelurahan Jati terdapat dermatofita, oleh karena itu sisir tukang pangkas dapat menjadi media transmisi sumber infeksi yang baik pada masyarakat.
Hubungan Kemungkinan Depresi dengan Kualitas Hidup pada Lanjut Usia di Kelurahan Surau Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang Ayu Wulandari Utami; Rini Gusyaliza; Taufik Ashal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.896

Abstract

Lanjut usia adalah individu yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Depresi merupakan masalah psikologis yang sering terjadi pada lanjut usia yang ditandai dengan perasaan sedih, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas fisik seseorang. Kualitas hidup adalah penilaian individu terhadap posisinya di dalam kehidupan dalam konteks untuk melaksanakan fungsinya pada kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan kemungkinan depresi dengan kualitas hidup pada lanjut usia di Kelurahan Surau Gadang wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan dari Desember 2017 sampai Mei 2018 di Kelurahan Surau Gadang wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Sampel berjumlah 100 orang yang terdiri dari 50 orang lansia berkemungkinan depresi dan 50 orang lansia berkemungkinan tidak depresi. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai subjek menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale dan WHOQOL- BREF. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified proportionate random sampling dan pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kualitas hidup lanjut usia yaitu 86% memiliki kualitas hidup baik dan 14% memiliki kualitas hidup buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kemungkinan depresi dengan kualitas hidup (p = 0,004). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara kemungkinan depresi dengan kualitas hidup pada lanjut usia di Kelurahan Surau Gadang.
Identifikasi Protozoa Usus pada Pasien yang Sedang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr M Djamil, Padang Muhammad Marzain; Eka Nofita; Rima Semiarty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.887

Abstract

Imunosupresi merupakan salah satu faktor risiko infeksi protozoa usus yang dapat terjadi pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi protozoa usus pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi di RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan sampel sebanyak 33 tinja pasien secara consecutive sampling . Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr M Djamil dari Juni 2017 hingga Maret 2018. Sampel diperiksa dengan menggunakan metode pemeriksaan tinja langsung dan dengan modifikasi pewarnaan Ziehl-Neelsen. Didapatkan angka infeksi protozoa usus sebesar 9,1%, hanya spesies E. histolytica yang ditemukan. Semua sampel yang diperiksa merupakan single infection. Stadium tropozoit lebih banyak ditemukan yaitu sebesar 66,7%. Protozoa usus hanya ditemukan pada kemoterapi siklus ke-2 (66,7%) dan siklus ke-5 (33,3%). Simpulan studi ini ialah masih ditemukan infeksi protozoa usus pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi di RSUP Dr M Djamil, Padang, oleh karena itu terapi suportif dan pencegahan infeksi perlu dilakukan, sehingga angka kesakitan dapat dikurangi.
Model Determinan Perilaku “Lelaki Seks Lelaki” di Kota Padang, Sumatera Barat Hardisman Hardisman; Firdawati Firdawati; Ilma Nuria Sulrieni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.878

Abstract

Pada tahun 2016, Kota Padang Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat dikejutkan dengan laporan tingginya insiden kasus HIV/AIDS di Indonesia. Tingginya kasus HIV/AIDS berhubungan dengan prostitusi dan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari akar permasalahan determinan perilaku LSL di Kota Padang yang dikenal dengan negeri yang religius. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, berupa wawancara terhadap 44 orang pelaku yang didapatkan secara snowball, petugas Komisi Penanggulanan AIDS (KPA) Kota Padang dan konselor kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tersebar dari berbagai tingkat pendidikan dan pekerjaan. Awal mula perilaku LSL umumnya coba-coba saat usia remaja tatkala pubertas dengan nafsu seksual yang bergejolak (54,5%) sebagai pengalihan dari berhubungan seks dengan perempuan. Ada juga pelaku yang pernah menjadi korban pelecehan seksual dari laki-laki dewasa. Anak yang kurang kasih sayang dalam keluarga, mencoba mencari sosok yang dapat menyayanginya, mudah diperdaya oleh pelaku LSL dewasa. Korban pelecahan saat anak-anak, kemudian saat remaja daan beranjak dewasa juga coba-coba untuk melakukan LSL. Perilaku yang awalnya coba-coba akan menjadi menetap jika mendapatkan lingkungan yang mendukung. Studi ini membuktikan bahwa rendahnya kualitas pola asuh dalam keluarga dan kontrol sosial berperan terhadap munculnya perilaku LSL.

Page 2 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue