cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (2018): Supplement 4" : 19 Documents clear
Defisiensi Protein S pada Trombosis Vena Dalam Rinni Andriani; Irza Wahid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.937

Abstract

Trombosis vena dalam (TVD) merupakan penyebab kematian yang utama di Amerika Serikat dan negara barat. Sekitar 2 juta orang meninggal akibat trombosis vena maupun komplikasinya. Trombosis vena dalam sendiri adalah terbentuknya bekuan darah didalam lumen vena dalam, terutama pada vena di tungkai seperti vena femoralis dan vena poplitea. Stasis dan hiperkoagulabilitas merupakan patogenesis trombosis yang paling penting. Kelainan koagulasi dan trombosit baik bersifat herediter maupun yang didapat bisa menimbulkan hiperkoagulabilitas dan menyebabkan trombosis vena dalam. Pada pasien dengan dugaan TVD clinical probability ditentukan berdasarkan skoring oleh Wells. Telah dilaporkan kasus seorang wanita 39 tahun dengan keluhan utama bengkak pada paha kanan. Trombosis Vena Dalam ditegakkan berdasarkan keluhan dan data klinis yaitu Wells score lebih dari 3 (risiko tinggi), PT 14 detik, APTT 41,7 detik, nilai D Dimer 3152,5 ng/mL dan hasil echovasculer dengan ditemukannya tanda-tanda TVD pada vena poplitea dekstra. Faktor risiko dan underlying disease untuk terjadinya TVD pada pasien ini tidak ditemukan. Pemeriksaan penunjang protein C 77,80% dan protein S 35,50 %. Faktor risiko dan underlying disease untuk terjadinya TVD pada pasien ini tidak ditemukan. Pemeriksaan penunjang protein C 77,80% dan protein S 35,50 %.
Analisis Penerapan Upaya Pencapaian Standar Sasaran Keselamatan Pasien Bagi Profesional Pemberi Asuhan Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017 Anna Faluzi; Rizanda Machmud; Yulastri Arif
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.919

Abstract

Hasil survey pelaksanaan patien safety di RSUP.DR.M.Djamil Padang selalu terjadi peningkatan insiden setiap tahunnya, angka kepatuhan petugas, yaitu 74% (standar 100%). Tujuan penelitian ini menganalisis upaya pencapaian standar sasaran keselamatan pasien bagi para profesional pemberi asuhan dalam peningkatan mutu pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr.M.Djamil Padang Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discusion. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara 17 orang informan yaitu, direktur medik, komite KPRS, pengelola perawatan, kepala ruangan, dokter, perawat, apoteker, ahli gizi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekurangan SDM keperawatan dan farmasi. Pengadaan sarana yang belum tercukupi seperti handraill, bel, wastafel, tissu. Budaya keselamatan pasien, budaya pelaporan IKP, serta kepatuhan profesional pemberi asuhan dalam implementasi SKP belum optimal, rata-rata capaian 89%. Output belum sesuai target 100%, masih terdapat KTD dan KNC. Kesimpulannya, penerapan sasaran keselamatan pasien bagi profesional pemberi asuhan di rawat inap belum maksimal. Disarankan, pimpinan rumah sakit beserta jajarannya melakukan perbaikan mutu melalui penambahan tenaga, melengkapi sarana, optimalisasi pelaporan insiden, optimalisasi kegiatan monev, meningkatkan pelatihan staf.
Angka Ketahanan Hidup 3 Tahun Pasien Kanker Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang Hervita Yeni; Amirah Zatil Izzah; Firman Arbi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.942

Abstract

Latar belakang: Kejadian kanker pada anak terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan dunia. Angka ketahanan hidup pasien dengan keganasan semakin meningkat sejalan dengan berjalannya kemoterapi dan modalitas terapi untuk keganasan lainnya.Tujuan: Mengetahui angka ketahanan hidup 3 tahun pasien kanker anak yang di rawat di RSUP Dr. M Djamil Padang.Metode: Penelitian secara retrospektif, menggunakan data rekam medik anak yang didiagnosis kanker di RSUP Dr M Djamil Padang dari 1 Januari 2013 – 31 Desember 2013. Data diambil pada Maret 2016. Kriteria inklusi adalah seluruh pasien kanker anak yang didiagnosis tahun 2013. karakteristik pasien dan status kehidupan saat ini dicatat. Angka ketahanan hidup dihitung menggunakan metode Kaplan Meier.Hasil: Terdapat 29 pasien kanker anak tahun 2013 dengan kelompok usia terbanyak 1-4 tahun (48,3%) dengan jumlah laki-laki dan perempuan hampir sama. Leukemia akut limfoblastik (ALL) merupakan kanker anak terbanyak (22 orang, 75,9%). Dari 29 pasien kanker anak 20 (69%) diantaranya masih bertahan hidup, 6 orang (20,7%) meninggal dan 3 orang (10,3%) tidak diketahui. Angka ketahanan hidup 3 tahun pasien kanker anak secara keseluruhan adalah 76,9%. Angka ketahanan hidup 3 tahun pada pasien leukemia limfoblastik akut 94,7%.Kesimpulan: Angka ketahanan hidup anak dengan keganasan di RSUP Dr M Djamil Padang cukup baik.
Antihistamin terbaru dibidang dermatologi Fesdia Sari; Satya Wydya Yenny
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.924

Abstract

Antihistamin merupakan obat yang sering dipakai dibidang dermatologi, terutama untuk kelainan kronik dan rekuren. Antihistamin adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor histamin. Bilastine dan rupatadine merupakan dua buah antihistamin terbaru yang dipakai dibidang dermatologi. Bilastin termasuk antagonis reseptor H1 generasi kedua terbaru yang paling aman dan tidak memiliki efek terhadap kardiovaskuler. Rupatadin adalah antihistamin H1 generasi kedua terbaru selain memiliki efek terhadap histamin juga memiliki efek terhadap platelet activating factor.
HEMORRHAGIC POST PARTUM: SYOK HEMORRHAGIC ec LATE HEMORRHAGIC POST PARTUM Primadella Fegita; Pom Harry Satria
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.947

Abstract

Pendahuluan: Kematian ibu terjadi sebagai akibat dari komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Sebanyak 80 % kematian ibu di dunia disebabkan perdarahan berat (terutama perdarahan setelah persalinan), infeksi, tekanan darah tinggi selama kehamilan. Menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2010, perdarahan menempati presentasi tertinggi penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu sebesar 28%. Laporan Kasus: Seorang wanita, 31 tahun, datang dengan penurunan kesadaran dan perdarahan banyak dari kemaluan sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit, nadi teraba cepat dan halus. Pasien sebelumnya melahirkan di rumah ditolong bidan 10 hari yang lalu, kakak anak lahir 30 menit setelah anak lahir dan kesan diakui bidan lengkap. Diagnosa akhir pada pasien ini Syok Hemoragik Teratasi ec Late HPP ec Sisa plasenta + Anemia Sedang (Hb 7,0 gr/dl). Simpulan: Pada kasus ini membuktikan bahwa HPP masih menjadi hal yang menakutkan sebagai penyebab kematian ibu. Dalam hal ini dirasa perlu adanya alur rujukan untuk kasus emergensi, yaitu pengelompokkan kasus pada persalinan dengan komplikasi segera dilakukan pelaporan kasus ke DINKES untuk rujukan ke RS. Setelah perawatan di RS selesai, perawatan lanjutan atau postnatal care dilakukan sesuai jadwal. Pasien diantar kembali setelah selesai perawatannya, dan hasil rujukan dilaporkan kembali ke hotline Dinkes Kabupaten/kota.
ARDS+TB Paru Kasus Baru dalam Pengobatan OAT Kat 1 Fase Intensif pada G6P5A0H5 Gravid 27-28 Minggu Anggun Pratissa; Defrin Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.929

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di dunia demikian juga tuberkulosis pada kehamilan. Berdasarkan laporan WHO, Indonesia menempati urutan ketiga terbesar angka kejadian TB di dunia setelah Cina dan India. Tuberkulosis pada kehamilan mempunyai gejala klinis yang serupa dengan tuberkulosis pada wanita tidak hamil. Diagnosis mungkin ditegakkan terlambat karena gejala awal yang tidak khas.. Penanganan yang tidak benar pada penderita TB akan menimbulkan berbagai macam komplikasi, salah satunya adalah sindrom gagal nafas dewasa (Adult Respiratory Distress Sindrome/ARDS). ARDS dapat menyebabkan 70% angka kematian pada penderita TB. Berikut ini dilaporkan kasus seorang pasien wanita dengan usia 38 tahun dengan diagnosis : ARDS + TB Paru kasus baru dalam pengobatan OAT Kat 1 fase intensif pada G6P5A0H5 gravid 27-28 minggu. Tujuan penelitian ini adalah agar diagnosis TB dalam kehamilan dapat ditegakkan secara akurat, sehingga dapat diterapi secara tepat dan tidak menyebabkan resiko yang cukup besar bagi ibu dan janin.
Pengukuran Dosis Radiasi Pada Organ Tiroid dan Mata Saat Pemeriksaan Fluroskopi Cicilia Artitin; Wirsma Arif Harahap; Aisyah Ellyanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.943

Abstract

Fluoroskopi intervensional adalah alat untuk diagnosis dan pengobatan, Seorang radiografer maupun dokter radiologi dapat mengamati gambaran struktur organ secara dinamik (real time imaging) mengikuti kebutuhan pencitraan yang diinginkan, fluroakopi menggunakan waktu yang lama. Sehingga dosis radiasi yang diterima juga akan semakin besar yang mengakibatkan kemunculan efek juga akan semakin besar. Organ-organ sensitif seperti gonad, payudara, paru –paru, lambung, hati, kerongkongan, tiroid dan mata perlu mendapat perhatian serius agar pada saat penyinaran radiasi tidak menimbulkan kekhawatiran.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis radiasi yang diterima organ tiroid dan mata pekerja saat melakukan pemeriksaan fluoroskopi.Jenis penelitian ini menggunakan cross-sectional study, dilakukan diRumah Sakit Islam Siti RahmahPadangdenganmenggunakan alat Thermoluminecense Dosimeter.Penelitian ini mendapatkan hasil Rerata dosis ekuivalen pada organ tiroid sebesar 0.6 ± 0.1 mSv dan pada organ mata sebesar 0.4 ± 0.09 mSv yang menyatakan dosis pada organ tiroid lebih tinggi dibandingkan organ mata hal ini dikarenakan jarak antara berkas radiasi dari organ tiroid lebih dekat dibandingkan organ mata yang sesuai dengan prinsip dasar proteksi radiasi, dimana jarak mempengaruhi dosis radiasi yang akan diperoleh dan menyatakan semakin jauh jarak paparan radiasi maka dosis yang diterimapun semakin rendah dan sebaliknya. Hasil dosis efektif organ tiroid rerata 0.02 ± 0.0 mSv, dari hasil dosis ekuivalen dan dosis efektif menyatakan bahwa dosis yang diterima tidak melebihi nilai batas dosis yaitu ≤20 mSv.
Toxoplasmosis Cerebri Pada HIV AIDS Yostila Derosa; Armen Ahmad
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.934

Abstract

Toxoplasmosis cerebri merupakan salah satu infeksi oportunistik yang paling sering pada sistem saraf pusat pasien HIV. Infeksi toxoplasma Gondii pada pasien HIV terutama terjadi jika pada kondisi CD4 yang rendah, penurunan produksi sitokin dan interferon gama, dan menurunnya fungsi sel limfosit T sitotoksik sehingga menyebabkan reaktivasi dari infeksi laten T. Gondii. Telah dilaporkan laki-laki 31 tahun menderita HIV AIDS dengan toxoplasmosis cerebri. Pasien dirawat dengan penurunan kesadaran dan hemiparese sinistra, riwayat sakit kepala hebat dan sering berulang, memiliki riwayat menggunakan narkotik suntik dan pemakaian jarum suntik bergantian, tidak ada riwayat hipertensi, tidak ada riwayat tuberkulosis. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadran apati, pupil isokor, pada mulut terdapat candidiasis oral, tidak ada kaku kuduk, terdapat lateralisasi tungkai ke kiri serta Babinski yang positif pada tungkai kiri. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan Rapid test HIV yang positif, CD4 35sel/ul, dan gambaran CT scan otak yang sesuai Toxoplasmosis cerebri. Pasien ditatalaksana dengan pemberian Pirimetamin dan klindamisin selama 6 minggu ditambah steroid sampai pasien sadar.
ANALISIS PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PADANG PARIAMAN Reno Afriza Neri; Yuniar Lestari; Husna Yetti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.921

Abstract

Keselamatan (safety) menjadi isu global termasuk di rumah sakit. Rumah sakit wajib mengupayakan pemenuhan sasaran keselamatan pasien yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 11 tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di rawat inap RSUD Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara lima belas orang informan yaitu direktur, kepala bidang pelayanan medik, ketua komite medis, ketua komite keperawatan, kepala instalasi rawat inap, kepala ruangan rawat inap, dokter umum, perawat pelaksana, apoteker, ahli gizi, analis dan radiographer. Komponen yang diteliti mengenai input (kebijakan, pedoman dan Standar Prosedur Operasional (SPO), tenaga, metode, dana, sarana), proses yaitu pelaksanaan sasaran keselamatan pasien, dan output dari capaian penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dan SPO sudah lengkap. Tenaga penanggung jawab keselamatan pasien dalam hal ini tim keselamatan pasien belum bekerja optimal. Metode sudah sesuai dengan pedoman yang ada dan dana sudah mencukupi namun pengadaan sarana belum lengkap. Kepatuhan petugas dalam pelaksanaan sasaran keselamatan pasien belum optimal, nilai rata-rata capaian 73,4% (standar 100%). Kesimpulannya, pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di rawat inap RSUD Padang Pariaman tahun 2018 belum maksimal dan hasil belum mancapai target.

Page 2 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue