cover
Contact Name
Nadiyah Tunnikmah
Contact Email
nadiyah.tunnikmah@isi.ac.id
Phone
+628157988977
Journal Mail Official
jociart@gmail.com
Editorial Address
Dsn Japanan Margodadi Seyegan
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : 24423394     EISSN : 24423637     DOI : DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Contemporary Indonesia Art is a scientific journal that contains the results of research or creation on contemporary art related to Indonesia. Contemporary art is defined as the latest art phenomenon. Art includes a wide variety of fine arts such as painting, sculpture, graphics, ceramics, comics, New media art, as well as other forms of art, including types that have not been categorized. The limitation is that the work is more concerned with aesthetic value than functional value. The term Indonesia refers to works of art that are related to Indonesia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
Penguatan Multikulturalisme Menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) Kajian Seni Rupa Kalimantan Timur era 2020-an Citra Smara Dewi
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.9422

Abstract

This study will focus on the development of East Kalimantan's fine arts, especially in dealing with the State Capital (IKN). One important aspect in building IKN is strengthening the values of multiculturalism as a cultural foundation. This study will focus on the works of East Kalimantan painters, which were created in 2022, through the Cloning Art Exhibition, Balikpapan 2022. This exhibition is very important because it represents the development of modern-contemporary art in East Kalimantan in the 2020s era, which emphasizes local potential both in the context of selecting themes with the spirit of glocalization and also the movement of dynamic expression. Studying the works of East Kalimantan Fine Arts is very important in an effort to identify the various potentials as well as obstacles faced by artists in facing IKN. The previous study was the Study of the Archipelago Art Exhibition, at GNI, Jakarta, 2001 – 2017. The novelty in this study, is more specifically to examine the works of art in East Kalimantan through an exhibition initiated by the local community in 2022. The spirit of ethnosymbolism becomes its own strength of works created by East Kalimantan artists. The method used is a historical approach: Heuristics, Criticism, Interpretation and Historiography, with material culture analysis. The results of the study show that cultural elements, such as symbols, mythology, memory, values, rituals, and traditions as the spirit of multiculturalism are seen in the works of East Kalimantan artists.Kajian ini berfokus pada perkembangan seni rupa Kalimantan Timur, khususnya dalam menghadapi Ibu Kota Negara (IKN). Salah satu aspek penting dalam membangun IKN adalah penguatan nilai-nilai multikulturalisme sebagai landasan kultural Kajian ini berfokus pada karya-karya pelukis Kalimantan Timur, yang diciptakan pada tahun 2022, melalui Pameran Cloning Art Exhibition, Balikpapan 2022.  Pameran ini menjadi sangat penting karena merupakan representasi perkembangan seni rupa modern-kontemporer Kalimantan Timur era 2020-an, yang mengedepankan potensi kelokalan baik dalam konteks pemilihan tema-tema dengan spirit glokalisasi dan juga gerak ekspresi dinamis. Mengkaji karya-karya Seni Rupa Kalimantan Timur, menjadi sangat penting dalam upaya menemukenali berbagai potensi sekaligus hambatan yang dihadapi seniman dalam menyongsong IKN. Kajian sebelumnya sebelumnya Kajian Tentang Pameran Seni Rupa Nusantara, di GNI,  Jakarta, Tahun 2001 – 2017. Kebaruan pada kajian ini, lebih spesifik mengkaji karya-karya seni rupa Kalimantan Timur melalui pameran yang digagas komunitas lokal pada tahun 2022. Semangat Etnosimbolisme menjadi kekuatan tersendiri dari karya-karya diciptakan seniman Kalimantan Timur. Metode yang digunakan yaitu pendekatan sejarah : Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi, dengan analisis material culture. Hasil kajian menunjukan bahwa elemen budaya, seperti simbol, mitologi, ingatan, nilai, ritual, dan tradisi sebagai spirit Multikulturalisme terlihat pada karya-karya perupa Kalimantan Timur.
Romantisisme Potret Pangeran Diponegoro: Sebuah Penciptaan Lukisan Setyo Priyo Nugroho; Amir Hamzah
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8278

Abstract

Wajah Pangeran Diponegoro yang kita ketahui sekarang ternyata merupakan adaptasi dari karya seorang hakim Belanda AJ Bik yang di buat secara langsung di Balai Kota Batavia, dipopulerkan kemudian oleh pelukis Basoeki Abdullah, wajah ketika sang pangeran sakit malaria itulah yang identik dengan wajah Diponegoro. Untuk menghadirkan alternatif kehadiran lukisan wajah Diponegoro harus di representasikan dalam konteksnya, salah satunya adalah kehadirannya sebagai Abdul Rahim, sang santri lelono. Melalui pendekatan representasi berdasarkan dari observasi beberapa dokumen gambar baik yang dibuat secara langsung atau rekaan seniman, kehadiran Diponegoro muda mendekati wajah cucu keturunanya yang ke 8, dihadirkan dalam gaya romantisme, didukung oleh atribut-atribut yang mewakili keberadaanya saat itu, suasananya dibuat menjelang senja untuk meningkatkan nilai dramatis pada karya. Melalui proses penciptaan, persiapan, inkubasi, inspirasi, pemunculan dan evaluasi, sosok Pangeran Diponegoro sebagai santri Lelono Erucokro memiliki perbedaan dengan paras yang umum saat ini, hal ini berkaitan dengan konteks masanya yang berbeda, tentu dapat menjadi inspirasi bagi penciptaan selanjutnya.
Visual Simbolik Spiritual Kekristenan Pada Lukisan Ilse Kleyn Joseph Yofra Gregory Marbun
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936

Abstract

Kajian berikut akan membahas mengenai Visual Simbolik Spiritual Kekristenan dalam Lukisan Ilse Kleyn. Seniman Ilse Kleyn  merupakan seorang pelukis yang berasal dari Afrika Selatan, dengan sebuah gagasan konsep lukisan Kekristenan bertajuk Prophetic Art. Visualisasi pada karya lukis oleh Seniman Ilse yang condong realis, figuratif, serta natural rupanya menjadi media penyampaian pesan Kekristenan yang Profetik secara sederhana dan dapat dinikmati oleh kaum awam. Seniman acap kali juga menggunakan objek baik benda mati maupun makhluk hidup sebagai objek visual maupun sebagai wujud tanda profetik serta representasi Kekristenan dalam karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian  deskriptif kualitatif. Melakukan analisis pada Karya pilihan, lalu menemukan  Simbol Kekristenan pada objek di setiap karya. Simbol tersebut dianalisis  kembali dan dikaitkan dengan teori  Semiotika Charles Pierce, Simbol menurut seniman, serta Simbol dalam Kekristenan, untuk mendapatkan jawaban dari  bagaimana setiap bentuk visual menjadi simbolisasi daripada aspek Kekristenan. Melalui penelitian ini, dapat ditunjukkan bahwa objek yang didapati dalam Lukisan Ilse Kleyn, banyak ditemukan simbol-simbol yang tidak pada umumnya ditemukan dalam Kekristenan. Ditemukan juga objek-objek yang tidak terduga, rupanya dapat menjadi simbol yang dikaitkan mengenai Kekristenan. Temuan berupa visual dari sebuah benda atau mahluk sederhana yang biasa ditemukan dalam lingkungan pada umumnya, namun dapat menjadi alat penyampaian pesan secara rohani, serta menjadi jembatan bagi setiap orang dalam memahami Kerohanian terutama kerohanian Kristen.  
Perancangan Interior Hotel Artotel Yogyakarta Dengan Menerapkan Konsep ‘Staycation Into Art’ Adani Widya Kusuma; Ivada Ariyani; Riza Septriani Dewi
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8224

Abstract

Perancangan ulang interior hotel butik Artotel Yogyakarta memiliki tujuan untuk menciptakan pengalaman menikmati seni di dalam sebuah interior hotel. Hal ini didasari atas keberadaan kota Yogyakarta sebagai kota seni sehingga pengunjung hotel dapat merasakan atmosfer seni kontemporer di dalamnya. Untuk memperkuat identitas serta mudah dikenali, karya seniman Indieguerillas dijadikan inspirasi di banyak bagian interior hotel. Selain itu, untuk memperkuat tema, beberapa karya populer seniman ini juga menjadi bagian dari elemen interior hotel berbintang 4 ini. Karya Indiguerillas dipilih karena dianggap mampu mewakili seni kontemporer yang berkembang di Yogyakarta, serta sesuai dengan konsep perancangan ini, yaitu “staycation into arts”. Permasalahan desain yang diangkat pada perancangan adalah bagaimana pengunjung dapat merasakan dan menjadi bagian dari sebuah karya seni, sehingga dapat tercipta pengalaman estetika. Hal ini memunculkan ide untuk mengajak pengunjung dalam berinteraksi dengan karya seni secara audial, visual, dan taktil yang diterapkan pada elemen pembentuk ruang, baik dinding, lantai maupun plafon, juga pada furniturnya. Selain itu, untuk memberikan pengalaman menyeluruh, proses kreatif seniman dalam berkarya diterapkan secara konseptual di dalam interior, dan diterapkan secara tematis dalam ruang – ruangnya. Hasil perancangan ini menunjukan bahwa karya seni dalam sebuah interior ruangan bukan hanya sekedar dinikmati sebagai pajangan semata, tetapi lebih dari itu dapat menjadi sarana refleksi bagi pengunjungnya, melalui staycation into arts.
Digitalisasi Proses Melukis Dengan Teknik Splattering Deni Junaedi; Naomy Dixie Wardani
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.7967

Abstract

Digitalisasi proses melukis merupakan hal penting dan berguna untuk pembelajaran seni lukis di perguruan tinggi seni. Dalam hal ini, digitalisasi berupa perekaman video proses penciptaan lukisan khususnya untuk teknik yang tidak mudah untuk ditampilkan lewat foto apalagi hanya keterangan tertulis. Untuk itu, penelitian berjudul “Digitalisasi Proses Melukis dengan Teknik Splattering” bertujuan untuk merekam dalam format video terhadap proses pembuatan lukisan dengan teknik splattering atau cipratan. Digitalisasi dalam bentuk video untuk teknik splattering ini menjadi urgen dalam pendidikan seni lukis. Penelitian ini menggunakan metode improvisasi. Tahapannya berupa persiapan material dan alat, pendasaran kanvas, pencipratan, peresponan bentuk, dan make up lukisan. Keragaman bentuk cipratan dapat dihasilkan dari alat yang beragam maupun arah cipratan yang berbeda.
Semiotika Pada Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Dalam Sejarah Seni Rupa Islam Itsnataini Rahmadillah; Ady Try Laksono
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.7959

Abstract

Keberadaan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta sebagai tempat ibadah umat Islam juga merupakan bukti dan artefak peninggalan sejarah seni rupa dan arsitektur khususnya seni rupa Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuknya yang unik dan khas dengan budaya Jawa memiliki makna dan arti khusus. Pada penelitian ini akan berfokus pada semiotika bentuk dan gaya arsitektrual masjid gedhe Kauman di Yogyakarta yang sarat akan makna tersendiri dengan gaya unik khas Jawa. Masjid ini tidak hanya sebagai tempat beribadah umat muslim, tetapi juga sebagai identitas keberadaan umat muslim di tanah Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, serta menggunakan pendekatan sejarah dan semiotika. Dengan mengamati bentuk bangunan Masjid, lalu melakukan analisis yang bersifat deskriptif. Kemudian mencari makna dan semiotika dari bentuk – bentuk tersebut dengan membandingkannya dengan catatan sejarah budaya jawa khususya Yogyakarta, dalam ranah seni rupa.
Parallels And Contrasts Between Indonesian And Hungarian Contemporary Art (Considering The History Of Art) Sipos Eszter
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.9426

Abstract

Comparing different cultures can give us a new perspective on how we look at the world we see and the art within it. My research is about the differences and similarities between Hungary and Indonesia, both in the personal fields and in the national aspect. After experiencing the reception and creation of art in both countries, I can draw a conclusion and use my experience in my further works. In the following pages I contrast two not only distant cultures but very different contemporary art through the works of well-known artists. However, another important part of the research is to find the similarities and the phenomenon that connects these two particular civilizations. The question arose in me as to whether it was possible to find aspects that could be found in both places. Art is global, the aim is the same. What is the purpose of art? Each country and each individual finds the answer to this central question on its own. What provided the foundations for contemporary art in Europe? Is sacredness present in art nowadays?Membandingkan budaya yang berbeda dapat memberi perspektif baru tentang bagaimana dunia dipandang beserta seni yang ada didalamnya. Penelitian ini mengenai perbedaan dan persamaan antara Hungaria dan Indonesia, baik dalam aspek pribadi maupun dalam bidang nasional. Setelah mengalami resepsi dan penciptaan seni di kedua negara, dapat ditarik kesimpulan dan menggunakan pengalaman peneliti dalam karya-karya selanjutnya. Pada bagian berikutnya, dilakukan perbandingan mengontraskan tidak hanya dua budaya yang jauh, tetapi juga seni kontemporer yang sangat berbeda melalui karya-karya seniman terkenal. Namun, bagian penting lain dari penelitian ini adalah menemukan persamaan dan fenomena yang menghubungkan dua peradaban tertentu ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 7