cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "No 10 (1975)" : 8 Documents clear
Muhammad ‘Abduh (Pemikiran Theologis) Dahlan, Sudjari
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riwayat hidupnya Syeh Muhammad ‘Abduh adalah seorang putera Mesir. Lahir pada tahun 1849 dan wafat pada tahun 1905. Ayahnya Bernama ‘Abduh Khairullah dan ibunya Bernama Junainah seorang Wanita dari keluarga Arab yang mempunyai hunungan silsilah dengan orang besar Islam, Umar Bin Khaththab. Dikalangan keluarganya ‘Abduh Khairullah termasuk orang yang terpandang, begitu pula keluarga Junainah tidak kalah penting kedudukannya dikalangan keluarganya. Karena itu wajarlah kalua pasangan suami istri ini terhormat pula didalam masyarakat sekitarnya. Setelah beberapa tahun perkawinannya dengan Junainah berjalan, ‘Abduh Khairullah kawin lagi dengan Wanita lain. Dengan demikian Muhammad Abduh bertempat tinggal didalam sebuh rumah yang dihuni oleh beberapa orang Istri dan mempunyai beberapa orang anak pula. Keadaan semacam ini besar pengaruhnya terhadap pikirannya tentang perbaikan-perbaikan masyarakat Mesir. la banyak mendengar tentang penderitaan yang menimpa keluarga ayahnya karena kedzaliman penguasa, pada waktu itu. Hal ini tetap membekas pada sanubarinya.
Gerakan-Gerakan Pembaharuan Dalam Islam Umar, A.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam Sejarah kita melihat munculnya sekte-sekte dalam Islam, dan selama dua setengah abad sebelum lahirnya golongan sunni seseorang pada hakikatnya tidak dapat berbicara apakah itu kebangkitan (revival) atau atau pembaharuaan (reform), sebab kedua kata ini secara logika baru bisa diperkatakan sesudah golongan sunni lahir sebagai suatu Gerakan yang formatif. Walaupun demikian keliru sekali apabila dikatakan bahwa golongan sunni timbul sesudah terjadinya perjuangan yang Panjang dalam bidang politik, ide-ide moral dan tujuan-tujuan spirituil. Sebab ide-ide moral dan pendapat-pendapat mengenai sprirituil sudah ada jauh sebelumnya sesudah Rasulllah meninggal dunia. Pendapat-pendapat yang dikemukakan pada waktu itu ialah apakah orang-orang Islam harus mempunyai negara sendiri, dan jikalau memang perlu bagaimana dan susunannya; apakah masyarakat islam didasarkan kepada toleransi atau eksklusivisme; bagaimana bentuk ekonomi yang dinamakan ekonomi Islam; apakah tiap-tiap orang mempunyai kebebasan dan bertanggung jawab, atau apakah Gerakan-gerakan yang akan dilakukannya ditetapkan lebih dahulu sebelumnya; bagaimana masyarakat akan memutuskan sesuatu pendapat didalam suasana kelompok melalui ijma’ atau apakah pendapat-pendapat yang dikeluarkan itu cukup ditentukan oleh imam itu saja yang dianggap tidak pernah salah. Semua masalah ini timbul pada waktu itu dan dalam beberapa hal berhasil dijawab pada masa itu pula.
Strategi Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Bagi Pembangunan Daya, Burhan
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok Dasar Masalah seni dan ilmu pengembangan dan pemakaian Ilmu-Ilmu social sebagai salah satu factor penunjang kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan, terasa amat tepat untuk dsibincangkan sekarang ini. Sering terdengar keluhan, bahwa perkembangan dan pendaya - gunaan ilmu-ilmu social sangat lambat, dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain yang non social. “It is sometime said that the social sciences are youthful and consequently have not yet had time to achieve scientific maturity, such an explanation, however merelyposes the problem, for it does not tell why birth should come so much later or adolescence last so much linger in this field than in the study of chemistry, physic, or biology”, demikian keluhan Kingsley Davis. Dalam hal ini Amerika Serikat adalah negara yang jauh lebih beruntung, karena ilmu ini menemui kemajuannya yang terbesar dinegeri ini, walaupun asal muasalnya dari Eropah dan mengalami kemajuan-kemajuan juga di negeri-negeri: Cina, India, Canada, dan lain-lain negara. Di Indonesia menurut Prof. Dr. Selo Sumarjan, ketua panitia Program Latihan Ilmu-Ilmu Sosial Departemen P dan K, bentukan Ford Foundation, keadaan Ilmu-Ilmu Soasial selain ilmu ekonomi dewasa ini sangat lemah, maka kwalitas Pendidikan dalam Ilmu-Ilmu Sosial memerlukan usaha peningkatan yang sistematis yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati yang kuat.
Khawarij Yasir, Asmuni
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi menjelang timbulnya Khawarij. Kebijaksanaan Khalifah Usman dalam menjalankan pemerintahan banyak dipengaruhi oleh keluarganya, sehingga banyak penggantian pejabat-pejabat dan pembaharuan-pembaharuaan administrasi. Dari segi ketertiban administrasi dapatlah dicatat bahwa masa Usman sudah dirintis sebagai imbangan dari makin luasnya daerah kekuasaannya. Dr. Harun Nasution mengatakan bahwa Usman termasuk dalam golongan pedagang Quraisy yang kaya. Kaum keluarganya terdiri dari orang-orang aristocrat Makkah yang karena pengalaman dagang mereka mempunyai pengetahuaan tentang administrasi. Pengetahuan merekan ini bermanfaat dalam memimpin administrasi daerah-daerah diluar semenanjung Arabia yang bertambah banyak masuk kebawah kekuasaan Islam. Atas dasar itulah kiranya, disamping pengaruh keluarganya, maka Usman menjatuhkan pejabat-pejabat dan Gubenur-Gubenur yang diangkat oleh Umar r.a. diganti dengan orang-orang dari golongan keluarganya. Akibat dari tindakannya ini banyak sahabat-sahabat Nabi yang semula mendukungnya meninggalkannya, Ketika melihat Tindakan yang kurang tepat itu, disamping rival-rivalnya atau orang-orang yang ingin calonnya menjadi Khalifah memanfaatkan situasi, sehingga perasaan tidak senang muncul didaerah-daerah pada waktu itu.
Pokok-Pokok Pemikiran Mu’tazilah Hasibuan, Rusman
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golongan yang tertua dalam perkembangan alam pikiran umat Islam yang mementingkan akal ialah kaum Mu’tazilah, mereka adalah ulama-ulama Islam yang sangat rasionalis. Mereka sebenarnya sangat kritis bukan saja terhadap hadis-hadis Nabi dan cara-cara penafsiran Al-Qur’an, tetapi juga kritis terhadap pengaruh ajaran filsafat Yunani, seperti Aristoteles, neoplatonisme, dsb. meskipun aliran Mu’ytazilah ter-pecah-pecah menjadi 22 golongan, dan dua diantaranya dianggap telah keluar dari Islam, sebagaimana disebut oleh Abdul Qahir Al-Baghdady dalam kitab (al-Farqu bainal Firoq), namun mereka semuanya masih tergantung dalam kelima pokok ajaran mereka, yaitu: I. Tauhid (pengesaan), II. Al-adl (keadilan), III. Wa’ad wal Wa’id (janji dan ancaman), IV. Al manzilah bainal manzilataini (tempat diantara dua tempat), V. Amar Ma’ruf nahi munkar (perintah kebaikan dan melarang kejahatan). Kelima macam ajaran tersenut diatas adalah dasar utama yang harus dipegangi oleh setiap orang yang mengaku dirinya sebagai orang Mu’tazilah, dan hal ini sudah menjadi kesepakatan mereka. Akan tetapi mereka berbeda-beda pendapat dalam soal-soal kecil (perician-perincian), Ketika memperdalam pembahasan kelima prinsip tersebut dan menganalisanya dengan didasarkan atas pikiran-pikiran filsafat Yunani dan lain-lain.
Ushul Wahabiyah (Ditinjau Dari Segi Pemurnian Pengamalan Islam Dan Kebangkitan Umat Islam) Simuh, S
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riwayat hidup Muh. Ibn Abdul Wahab dan Usaha-usaha pembaharuannya. Ajaran/Gerakan Wahabi didirika Muhammad bin abdul Wahab (1115-1206 H / 1703-1787 M). Dalam buku  “kasyfusy Syubhat” yang diterbitkan oleh kaum Wahabi sendiri diterangkan bahwa Muhammad bian Abdul Wahab dilahirkan tahun 1115 H dan wafat tahun 1206. Negeri tempat kelahiran beliau adalah ‘Uyainah didaerah Najd, suatu daerah yang sangat terpencil dipedalaman Arab Saudi, daerah yang tandus dan tidak banyak diperhatikan orang, sebelum timbulnya faham wahabi. Walapun daerah ini secara resmi merupakan daerah jajahan Turki, akan tetapi pemerintah Turki tidak begitu memperhatikan daerah ini, dan tidak mempunyai wakil pemerintahan yang effectif didaerah yang tidak penting ini, sehingga kabilah-kabilah Arab yang mendiami daerah ini tetap sebagai kelompok-kelompok yang bebas dibawah bimbingan kepala-kepala suku (amir-amir) mereka. Apalagi dalam masa ini kebesaran dan kekuasaan kerajaan Turki Usmaniyah memang sudah sangat merosot.
Muhammad Ali Pasha (1769-1849) Mastury, Muh.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biography Muhammad Ali Pasha dilahirkan pada tahun 1769 M bertepatan dengan 1183 H di Qawalah, negeri Macedonia; ia tidak memiliki suatu Pendidikan, bahkan sampai dewasa tetap tidak bisa membaca dan menulis. Muhammad Ali Pasa buka bangsa Arab tetapi bangsa Albania yang menjadi Perwira tantara Sultan Ottoman. Meskipun tidak berpendidikan namun is seorang genius, dan diakui sebagai pendiri Mesir Modern; bahkan hampid dapat dikatakan sebagai pendiri kerajaan Arab Moren termasuk Syiria, Arabia dan Sudan. Menurut Chambers Encyclopaedia; Muhammad Ali pendiri kerajaan Mesir keturunan bangsa Albani, dilahirkan tahun 1769 setahun sesudah Napolion lahir, ia dibesarkan di Qowalah derah Macedonia, ia masuk militer dan memperoleh beberapa pengalaman kemiliteran. Dalam usia 18 tahun ia kawin dengan famili seorang pengusaha tembakau di Qowalah. Dengan adanya mobilisasi Pemerintah Turki untuk menyerang kedudukan Napoleon (1798) di Mesir, ia terpilih sebagai komandan tantara yang berkekuatan 300 orang yang dibawahnya dari Qowalah dan mendarat di Aboukir pada tahun 1729, akhirnya ekspedisi ini berhasil mengusir Perancis dari Mesir tahun 1801. Ia berhasil dengan cepat menghimpun regiments tantara yang berbangsa Albania berkekuatan 3000 sampai 4000 orang.
Rifa’ah Al-Tahtawi (1801-1873) Supardjo, S
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selintas tentang situasi Mesir pada masa Al-Tahtawi. Politik. Setelah  Muhammad Ali Pasha diakui oleh Sultan Usmani sebagai wakil secara resmi di Mesir pada tahun 1805, ia berkuasa penuh dan bertindak sebagai dictator. Sebagai raja-raja Isam lainnya ia sadar bahwa kekuasaannya dapat dipertahankan dan diperbesar dengan kekuatan militer. Disamping itu ia sadar pula bahwa  dibelakang kekuatan militer harus ada kekuatan ekonomi yang sanggup membiayai pembaharuan militer dan bidang-bidang lain yang bersangkutan dengan urusan militer. Baik kekuatan militer maupun kemajuan ekonomi, keduanya menghendaki ilmu-ilmu modern yang telah dikenal orang-orang Eropa.  Itulah agaknya yang mendorongnya untuk merampas heart kaum mamluk dan harta orang-orang kaya di Mesir. Disamping itu pula ia diharapkan kepada dua pilihan: mendatangkan ahli-ahli dari Eropa atau mengirimkan siswa-siswa untuk belajar disana. Tampaknya kedua jalan ini ditempuhnya secara simultan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

1975 1975


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue