cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "No 20 (1978)" : 5 Documents clear
Ajaran-Ajaran Pokok Filsafat Existensialisme Ganie, Fathuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 20 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1978.020.1-12

Abstract

Filsafat Existensialisme merupakan aliran filsafat modern yang bukan saja tokoh-tokohnya terdapat beberapa dari beberapa negara, tetapi ada diantaranya yang tidak mengakui dirinya sebagai existensialist. 1) oleh karena itu maka perytentangan atau ketidak-samaan ajaran-ajaran exixtensialisme bukan suatu hal yang tidak mungkin. 2) itu, sudah merupakan suatu mas’alah tersendiri dalam membahas filsafat existensialisme, sehingga dari kesemuanya itu merupakan ketekunan dalam mempelajarinya. Apabila filfat pada umumnya mempersoalkan tentang tuhan, macrocosmos, microcosmos, maka filsafat Existensialisme dalam kenyataannya memusatkan pikirannya pada microcosmos. Manusia memikirkan dirinya siapa dia dihadapan macrocosmos dan Tuhan. 3) dalam hal itu, agama mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, dengan ditunjang oleh kenyataan bahwa manusia kurang mampu dalam berhadapan dengan lingkungannya, dalam pengertian inklusif dengan sesamanya sendiri. Lebih jauh dari itu, manusia menghadapi kenyataan bahwa seseorang akan berakhir hidupnya pada saat yang tidak dapat diketahui kapan, namun pasti.
Filsafat Emanasi Dalam Islam Zaini, Hisyam
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 20 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1978.020.13-26

Abstract

Dari keterangan sebagiaan besar ahli sejarah dapat diketahui bahwa filosof-filosof muslim tidak lahir sejak awal kedatangan Islam. Pada zaman nabi, sahabat dan tabii’n boleh dikatakan belum lahir seseorang filosof dikalangan kaum muslimin. Hal ini tidak berarti bahwa umat Islam dan agamanya tidak mementingkan filsafat, atau tidak mementingkan perbuatan berfikir, menggunakan akal. Pada waktu itu umat Islam juga sudah menggunakan akalnya didalam berbagai aspek kehidupan didalam hubungannya dengan agamanya. Hanya saja penggunaan akal mereka itu belum begitu teratur, belum begitu bebas, belum begitu mendalam. Barangkali hal itu disebabkan masih adanya Nabi sebagai tempat bertanya, atau masih adanya para sahabat. Cara berfikir mereka dapat dikatakan masih belum logis dan belum filosofis. Akan tetapi didalam al-Qur’an maupun hadist cukup banyak bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat mementingkan berfikir, sangat menghargai akal-fikiran. Diantara bukti-bukti itu ialah: ”Sesungguhnya ditentang kejadian langit dan bumi dan perselisihan malam dan siang itu, ada beberaoa tanda bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.”  ,,Barang yang pertama dijadikan Allah ialah akal; tidak terdapat sesuatu yang utama dijadikan Allah selain dari padanya”. ,,Merenungkan  ciptaan dan bikinan Allah satu Ketika lebih utama dari pada sembahyang tujuh puluh jam”. Pemikiran filosofis pada umat islam tidaklah muncul serentak sekali jadi, sekali waktu, tetapi melalui proses pertumbuhan berangsur-angsur, setapak demi setapak. Pada permulaannya, lahirlah pemikiran-pemikiran didalam bidang ilmu kalam disamping permasalahan fiqih. Maka lahirlah para ahli kalam (mutakallimin) disamping para ahli fiqih (fuqoha).
Apakah Benar ‘ Utsman Ibn ‘Affan Seorang Nepotist? Shiddiqi, Nourouzzaman
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 20 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1978.020.27-47

Abstract

Utsman ibn ‘Affan ibn “Abdi Syams ibn “Abdi Manaf Ibn Qushai al-Quraisyi, lahir dimekah pada tahun kelima setelah kelahiran Rasulullah saw, berasal dari lingkungan bangsawan Quraisy. Beliau adalah Khalifah ketiga dalam deretan Khulafah al-Rasyidin. Memerintah selama dua belas tahun antara tahun 644-56. Sejak kecilnya termasyhur dengan budi pekerti yang utama dan perbuatan yang terpuji 1), yang oleh Francesco Gabrieli dilukiskan dengan “ a Gentle and a Piousman” 2). Beliau termasuk salah seoarang diantara assabiqun al-awwalun. 3) ikut berhijrah pertama  Abessinia (Habasyah) 4). Ikut dalam setiap peperangan Bersama Rasul, Kecuali Perang Badr. 5) Mewakafkan sumur Raumah yang dibelinya dari seorang Yahudi dengan harga dua puluh ribu dirham untuk keperluan persedian air untuk kaum muslimin 6). Menyumbangkan harata sebanyak  beban seribu ekor unta persiapan perang Tabug 7) pernah menjalankan tugas diplomatik  dalam masa yang sulit dan penuh ancaman bahaya, yakni Ketika bertindak sebagai utusan Rasulullah untuk melakukan perundingan dengan pemimpin  Quraisy di Makkah yang kemudian menelorkan perjanjian  damai hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Ketika menjalankan tugas ini beliau pernah diduga telah dibunuh atau setidaknya ditahan oleh orang-orang Quraisy yang karenanya kaum muslimin melakukan sumpah setia yang terkenal dengan nama Bai’at al-Ridwan. 8) Beliau adalah salah seorang penulis wahyu dan termasuk diantara sepuluh orang yang dijamin masuk Syurga.
Pengaruh Tasauf dalam Kesusastraan Jawa Simuh, Simuh
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 20 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1978.020.48-64

Abstract

Sesudah wafatnya sultan Agung Anyokrokusumo, kerajaan Mataram kemudian diperintah oleh putranya yang bergelar amanbkurat (1645-1677). Dalam masa pemerintahannya timbul pemberontakan yang dipimpin oleh trunojoyo dari Madura yang dibantu oleh Karaeng Galesong dari Makasar, Amangkurat dengan bantuan tantara kompeni (Belanda) tidak sanggup mengatasi pemberontakan ini, bahkan Trunojoyo mendapat bantuan pangeran Kajoran dari Mataram yang tidak puas terhadap pemerintahan Amangkurat. Dalam tatun 1677 Amangkurat wafat dan diganti oleh putranya yang bergelar Amangkurat II yang memerintah sampai tahun 1703. Pemberontakan Trunojoyo yang selain mendapat bantuan pangeran Kajoran juga dibantu oleh Pangeran Puger dan Pangeran Giri akhirnya bisa dihancurkan oleh Amangkurat II dengan bantuan Belanda 1670. Sebagai upahnya seluruh daerah pesisir utara terpaksa digadaikan kepada Belanda (kompeni), dan kemudian ibu kota kerjaan dipindah keKartosuro oleh Amangkurat II
Thariqat Di Indonesia Soekarno, Soekarno
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 20 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1978.020.65-75

Abstract

Kofrat alam manusia memiliki kecenderungan mencari dan mengenal, mendekatkan dan melindungi dirinya kepada Tuhan yang maha Kuasa, dengan berbagai cara dan bentuknya. Kecenderungan-kecenderungan tersebut tidak tumbuh dengan serempak, tetapi melalui proses yang cukup lama. Kemudian menumbuhkan dan membangkitkan persaan cinta dan rindu yang mempunyai makna lain dengan cinta dan rindunya kepada sesame manusia. Dalam pada itu Tuhanpun mengutus Nabi dan Rsul-nya untuk memperkenalkan DIRINYA kepada hamba-hamba-Nya, dengan disertai pernyataan Firman: “ Allah akan mendatangkan suatu bangsa yang dicintai-Nya dan yang mencintai-Nya”. 5:54. “ jika kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku dan Allah akan mencintai kalian”, 3: 31. “ Hamba-ku senantiasa mendekatkan  diri pada-Ku dengan perbutan-perbuatan hingga aku cinta padanya. Orang yang Ku-cintai menjadi telinga, mata dan tangan-Ku. (Hadits).  Akan tetapi rupanya manusia, suka berlebih-lebihan dan serba tidak puas denga napa yang telah ada. Sehingga dalam usahanya melampiaskan cinta dan rindunya kepada Tuhanpun, kadang-kadang mencari jalan lain yang menurut anggapan dan perasaannya akan membawa kepada kesempurnaan jiwanya, mereka sering menempuh jalan yang berbahaya yang membawa kepada kesesatan menyimpang dari petunjuk yang dikehendaki Tuhan sendiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1978 1978


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue