cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Food and Life Sciences
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2550021X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Food and Life Sciences (JFLS), is a peer reviewed quarterly journal that mediate the dissemination of researchers in food (science and technology), and life sciences (biology, agriculture, fisheries, marine science, animal husbandry, medical science) which related to food. The journal is published by Central Laboratory of Life Sciences University of Brawijaya, Malang, Indonesia .
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
Mapping Potensi Produk Olahan Untuk Menunjang Kemandirian Desa Wolowea Timur Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT Kusnadi, Joni; Winarsih, Sri; Utomo, Edi Priyo; Arumingtyas, Estri Laras; Hidayat, Noor
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.01

Abstract

Wilayah Indonesia bagian timur, tepatnya yaitu Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah yang memiliki permasalahan dengan pengelolaan hasil alam yang berdampak pada perekonomian, sosial dan budaya. Menurut data statistik BPS 2016 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin dipedesaan mencapai 22,01%. Selain itu Indeks Desa Membangun (IDM) provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 0.538, di bawah rata-rata nasional 0,566 dan jauh dari provinsi terdekatnya yaitu NTB yang mencapai sebesar 0,618. Kabupaten Nagekeo memiliki IDM sebesar 0,5286 di bawah nilai IDM Provinsi. Desa Wolowea Timur yang merupakan desa pemekaran belum memiliki nilai IDM sehingga perlu dilakukan pemetaan yang lebih baik. Serta Mapping sektor pengelolaan hasil alam, perekonomian dan kebudayaan patut dilakukan untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi penduduk di daerah tertinggal. Mapping sektor dilakukan berdasarkan pengelompokkan (klaster) komoditas pertanian dan perkebunan kemudian dilanjut dengan skala prioritas potensi olahan produk berdasarkan 4 indikator produktivitas (0,20), produk olahan (0,20), kemampuan oalahan (0,30), serta nilai jual (0,30). Mapping sektor pengembangan produk olahan dihasilkan terdapat 2 komoditas yang sangat berpotensi untuk dikembangkan, yaitu komoditas jagung produk olahan marning jagung dengan nilai prioritas 8 dan komoditas kopi produk kopi bubuk (ground) dengan nilai prioritas 8.4. Selain itu masyarakat desa Wolowea Timur Kecamata Boawae memiliki komoditas andalan yakni kemiri akan tetapi mereka masih memiliki kendala dalam penanganan pasca panen sehingga perlu ada pelatihan dan pengetahuan untuk bisa mengatasi hal tersebut.Kata Kunci: Desa Wolowea Timur, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT Mapping, Potensi, Produk Olahan .
KARAKTERISTIK KIMIA PARSIAL NIRA PADA BEBERAPA INTERVAL WAKTU PENGAMBILAN DENGAN VARIASI LAMA PELAYUAN DARI BATANG POHON KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) YANG DITUMBANGKAN Litana, Jaswan -
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.08 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.02

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama pelayuan batang pohon kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan interval waktu pengambilan air nira terhadap mutu air nira beserta dengan interaksinya. Penelitian ini terdiri dari lima tahap yaitu penumbangan pohon kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan gergaji, pembersihan pelepah dilakukan dengan menggunakan kampak, batang pohon kelapa sawit dilayukan (0 hari, 5 hari, dan 10 hari), penyadapan dilakukan setiap hari pada bagian umbut (titik tumbuh) kelapa sawit sampai nira habis, dan sampel yang digunakan untuk pengamatan dan pengukuran data adalah interval waktu pengambilan air nira hari ke-0, 5, 10, 15, 20, dan 25. Parameter yang di analisa adalah pH, kadar air (%), kadar abu (%), total asam (%), total padatan terlarut (oBrix), dan kadar alkohol (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pelayuan batang pohon kelapa sawit terhadap nira memberi pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap pH dan total asam dan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, total padatan terlarut, dan kadar alkohol. Namun memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar abu. Interval waktu pengambilan air nira memberi pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, kadar air, total asam, total padatan terlarut, dan kadar alkohol; namun memberi pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar abu. Interaksi antara lama pelayuan dengan interval waktu pengambilan air nira memberi pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar air  dan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, total asam, dan kadar alkohol; namun memberi pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar abu, dan total padatan terlarut. Mutu nira terbaik berdasarkan keseluruhan parameter terdapat pada perlakuan lama pelayuan 5 hari dan interval pengambilan air nira hari ke-15.
Agricultural Potensial of Binusan Village, Nunukan Sub-District, Nunukan District, North Kalimantan Province Hidayat, Nur; Dewi, Candra; Nuzula, Nila Firdauzi; Susenohaji, Susenohaji
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.575 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.03

Abstract

Agricultural potential in underdeveloped villages has not been mapped so that it is difficult to be used as a reference in development programs. The purpose of this research is to know the potential of agriculture in Binusan Village. The method used is qualitative approach with descriptive data analysis. The results of the research show that the main potentials in Binusan village are seaweed and oil palm
Genetic Characteristics Of White Shrimp (Litopenaeus Vannamei) In Banyuwangi And Situbondo: The Infected White Spot Syndrome Virus (WSSV) kilawati, yuni; Maimunah, Yunita
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.551 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.04

Abstract

Water pollution caused by human anthropogenic activities has deteriorating effect on water quality for aquaculture. Therefore, the objectives of this research were to determine how water quality, population and shrimp genetic characteristic in polluted area. Especially in East Java which have high virulency on WSSV outbreaks.Data exploration using surveillance technique was collecting physical and chemical water quality parameters. Shrimp samples were analyzed for morphological and genetical characteristics using specific WSSV primer ICP 11.Water quality at all sampling locations were categorized as polluted refers to ammonia and TOM  concentrations. Low water quality acts as a trigger for WSSV outbreaks. Shrimp pond from Situbondo exhibited as carrier indicated by the presence of WSS infection based on genetic characteristics, while morphological characteristics did not.
MAPPING THE DISTRIBUTION OF MANGROVE FORESTS USING REMOTE SENSING AND GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS IN THE DISTRICT OF BANGKALAN, EAST JAVA PROVINCE Iqbal, Muhammad Nurdzat; Risjani, yenny
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.657 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.05

Abstract

This research is done in Bangkalan Coast, East Java Province in August - November 2009. This potential development area have been threaten by exploitation that can cause damage to the coastal environment and natural resources. In order to prevent damage and to protect the ecosystems in coastal region, mangrove forest conditions have to be monitored continuously. Remote sensing data such as Landsat ETM+ can generate information about the condition of mangrove forest, such as distribution, extent and canopy density rate. The objective of the research was to determine distribution and extent of  mangrove forest at Bangkalan Coast using remote sensing and geographic information systems. The research was done survey method with descriptive explanations of the primary data and secondary data. The research uses a combination of satellite image processing Landsat ETM+, field survey and thematic maps with manual analysis.The result from interpretation of image analysis showed that Bangkalan Coast has 46.66 hectares mangrove forest, with detailed information about density of the mangrove area is 37,89 hectare for very rare and 8,55 hectare for rarely density. The result for measuring environmental factors showed as follows: salinity ranged from 15‰ – 30 ‰ , the tide of single type (diurnal type) and the substrates is clay, clay loam and dust clay. Keywords: Mangrove, Remote Sensing, GIS
Efektifitas Biskuit Tepung Komposit Beras Hitam (Oryza Sativa L.), Inulin Umbi Bunga Dahlia Dan Tepung Mocaf Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Penderita Diabetes Melitus Tipe II Manullang, Bobby
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.712 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung beras hitam, inulin umbi bunga dahlia, dan tepung mocaf terhadap kandungan gizi biskuit, dan penurunan kadar glukosa darah tikus jantan galur wistar penderita diabetes mellitus yang diinduksi streptozotocin.Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu pembuatan tepung beras hitam, ekstraksi inulin dari umbi bunga dahlia, pembuatan tepung mocaf beserta karakteristik kimianya, pembuatan biskuit, pengujian efek hipoglikemik biskuit dengan campuran tepung beras hitam, inulin umbi bunga dahlia, dan tepung mocaf secara in vivo. Pengujian in vivo menggunakan 35 ekor tikus putih jantan galur wistar umur 2 bulan dengan rata-rata berat badan 200 g yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol (kelompok tikus yang diberi akuades), kelompok positif diabetes (tikus yang diinduksi streptozotocin 50 mg/kg berat badan dan diberi akuades), kelompok perlakuan (tikus yang diinduksi streptozotocin 50 mg/kg berat badan diberi biskuit dengan dosis 504, 1008, 3024 mg/berat badan/hari) dan waktu periodik pengujian selama 4 minggu. Masing-masing perlakuan terdiri dari 7 ekor tikus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung beras hitam, inulin umbi bunga dahlia dan tepung mocaf dalam biskuit memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap indeks warna, daya patah, kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, total gula, nilai hedonik warna, nilai hedonik rasa, dan penerimaan umum, berat badan tikus dan penurunan kadar glukosa darah tikus. Namun memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap densitas kamba, kadar lemak, kadar karbohidrat, kandungan energi, kadar antosianin, nilai hedonik aroma. Formulasi perbandingan tepung beras hitam, inulin umbi bunga dahlia dan tepung mocaf dalam biskuit dengan mutu dan penerimaan konsumen yang terbaik adalah biskuit dengan perbandingan 50% tepung beras hitam, 20% inulin umbi bunga dahlia dan 30% tepung mocaf.Kata kunci: beras hitam, biskuit, diabetes, efek hipoglikemik,  inulin umbi bunga dahlia, dan mocaf.
Pengaruh Perbandingan Nangka Muda dengan Jamur Tiram dan Penambahan Sukrosa terhadap Mutu Abon Nabati sartika, dewi
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.781 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.07

Abstract

ABSTRACTThe research was purposed to find the effect of ratio of young jackfruit with oyster mushroom and sucrose addition on the quality of vegetable abon. This research was conducted at Laboratory of Food Technology, Faculty of Agriculture, University of North Sumatera, Medan, using completely randomized design with two factors, i.e ratio of young jackfruit with oyster mushroom (D) : (75% : 25%, 65% :35%, 55% : 45%, 45% : 55%, 35% : 65%, 25% : 75%) and sucrose addition (S) : (10%, 15%, 20%). Parameters analyzed were water content  (%), ash content (%), protein content (%), crude fiber content (%), organoleptic of hedonic and score of color, texture, flavor, and taste. The results showed that the ratio of young jackfruit with oyster mushroom had highly significant effect on water content (%), protein content (%), hedonic of texture, and score of texture. The sucrose addition had highly significant effect on water content (%), ash content (%), and score of color. The interaction of the two factors had significant effect on protein content (%). The ratio of  young jackfruit with oyster mushroom of 25% : 75%  and sucrose addition of 20% produced the best quality of vegetable abon.  Keywords:   vegetable abon, young jackfruit, oyster mushroom, sucrose.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nangka muda dengan jamur tiram dan penambahan sukrosa terhadap mutu abon nabati. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap  (RAL) dengan 2 faktor yaitu perbandingan nangka muda dengan jamur tiram (D) : (75% : 25%, 65% :35%, 55% : 45%, 45% : 55%, 35% : 65%, 25% : 75%) dan penambahan sukrosa (S) : (10%, 15%, 20%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar protein (%), kadar lemak (%), kadar serat kasar (%), organoleptik hedonik dan skor warna, tekstur, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan nangka muda dengan jamur tiram memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air (%), kadar protein (%), nilai hedonik tektur, dan skor tekstur. Penambahan sukrosa memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air (%), kadar abu (%), dan skor warna. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar protein (%). Perbandingan nangka muda dengan jamur tiram 25% : 75% dan penambahan sukrosa 20% menghasilkan mutu abon nabati terbaik. Kata Kunci :   Abon nabati, nangka muda, jamur tiram, sukrosa.
Pengaruh Penambahan Gula Pasir dan Lama Pengeringan terhadap Mutu Gula Semut Nira Kelapa Sawit (Elaeis guineensis, Jaqc) Tanjung, Riska Andayani
Journal of Food and Life Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.008 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfls.2018.002.02.08

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh penambahan gula pasir dan lama pengeringan terhadap mutu gula semut nira kelapa sawit (Elaeis guineensis, Jaqc). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu penambahan gula pasir (G) :  (8%), (9%), (10%), (11%), (12%) dan lama pengeringan (P) : (1 jam), (2 jam), dan (3 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula pasir memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar sukrosa, kadar gula pereduksi, kadar gula total, dan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap nilai indeks warna. Lama pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar sukrosa, kadar gula pereduksi, kadar gula total, dan nilai hedonik aroma. Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar gula pereduksi. Penambahan gula pasir 12% dan lama pengeringan 1 jam memberikan yang terbaik untuk mutu gula semut nira kelapa sawit. Kata kunci: nira kelapa sawit, penambahan gula pasir, lama pengeringan, gula semut The research conducted to determine the effect of the addition of crystale sugar and drying time on the quality of brown sugar from palm oil neera (Elaeis guineenis, Jaqc). The research had been performed using a completely randomized design with two factors, i.e. the addition of sugar (G) : (8%), (9%), (10%), (11%), (12%) and driying time (P) : (1 hour), (2 hour), and (3 hour). Parameters analyzed were moisture content (%), ash content (%), sucrose content (%), reducing sugar content (%), total sugar content (%), value of color index (°Hue), browning index, and sensory characteristics (color, flavor, taste, and texture). The results showed that the addition of sugar had highly significant effect on moisture content, ash content, sucrose content, reducing sugar content, total sugar content, and had significant effect on value of color index. Drying time had highly significant effect on moisture content, sucrose content, reducing sugar content, total sugar content, and value of hedonic of flavor. The interaction of both factors had highly significant effect on reducing sugar content. The addition of crystale sugar of 12% and drying time of 1 hour was the best treatment for the quality of brown sugar.  Key words: palm oil neera, crystale sugar, drying time, brown sugar

Page 1 of 1 | Total Record : 8