cover
Contact Name
Muhammad Khairil
Contact Email
ejournal.kinesic@gmail.com
Phone
+6282321216664
Journal Mail Official
ejournal.kinesic@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako Jalan Soekarno Hatta Km. 9. Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Kinesik
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 30479614     EISSN : 23022035     DOI : https://doi.org/10.22487/ejk
Core Subject : Social,
KINESIK journal focuses on research and contemporary thinking in the field of Communication Studies in various angles/perspectives. such as: Media, New Media, and Communication Technologies Audio/Visual Communications Marketing Communications Political-Communications Journalism Public Relations Broadcasting
Articles 205 Documents
STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA FMIPA UNTAD ANGKATAN 2016 MELALUI LAMAN ANAKUNTAD.COM Aisyah Rokhimah
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.58

Abstract

Perkembangan website saat ini sudah mulai menyebar diseluruh lapisan masyarakat seperti mahasiswa, pelajar, atau pegawai. Beberapa variasi domain website bisa ditemukan mulai dari domain.sch.id .ac.id org atau or.id, tergantung kebutuhan yang diinginkan. Mahasiswa tentunya memerlukan media website yang efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi seputar kampus. Salah satu media yang menyajikan informasi seputar kampus Untad yaitu website anakuntad.com. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui efektifitas website anakuntad.com dalam memenuhi kebutuhan informasi seputar kampus Untad pada mahasiswa FMIPA Untad angkatan 2016 serta untuk mengetahui indikator yang paling efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi seputar kampus Untad pada mahasiswa FMIPA Untad angkatan 2016. Teori efektifitas media website menurut (Bovee dan Thill, 2002:381) digunakan untuk menggambarkan kefektifan website anakuntad.com, dengan menggunakan indikator intensitas pengguna, isi pesan dan kualitas website. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kuantitatif dengan dasar metode survei yang dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako, Palu - Sulawesi Tengah. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan Random Sampling yang berjumlah 87 orang reponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan menggunakan skala pengukuran likert. Hasil penelitian menunjukan website anakuntad.com efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi seputar kampus Untad pada mahasiswa FMIPA Untad angkatan 2016. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian skor sebesar 262,87 atau 75,54%. Untuk indikator efektifitas tertinggi diperoleh oleh indikator isi pesan sebanyak 274,20 atau 78,79%. Berdasarkan hal tersebut website anakuntad.com efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi seputar kampus Untad pada mahasiswa FMIPA Untad angkatan 2016
TELEGRAM SEBAGAI MEDIA INTERNAL: (STUDI KEBUTUHAN INFORMASI KARYAWAN PT.TELKOM WITEL SULTENG) Ananda Fitria Sari
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media telegram dalam meningkan pemenuhan kebutuhan informasi pada karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Sulteng konsep penelitian ini menggunakan teori efektifitas media internal yang terdiri dari 6 poin yaitu penerimaan/pemakai pesan, isi (content), ketepatan waktu (timing), media (media), format pesan (format), sumber pesan (source). Tipe penelitian ini bersifat deskripif dengan dasar penelitian survey. Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh puluh (70) orang yang dipilih dengan penggunaan sampel penelitian total. Dengan menggunakan analisis data kuantitatif serta dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian terkait efektifitas media telegram sebagai media internal dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan informasi pada karyawan PT.Telkom Witel Sulteng. Rata-rata responden memberikan penilaian setuju terhadap keenam variabel yaitu (1) penerimaan pesan (2) isi pesan (3) ketepatan waktu (4) media (5) format dan (6) sumber. Dimana dengan menggunakan aplikasi telegram waktu responden lebih efisien dalam mengerjakan semua pekerjaan dan juga dalam pemenuhan kebutuhan informasi dan dalam berkomunikasi, dapat dilihat dimana seringnya dan mudahnya responden untuk mengakses media telegram. Media telgram memiliki banyak keunggulan yang mampu membantu responden memudahkan medapatkan informasi, yaitu mampu memuat karater pesan yang banyak, dapat menjamin keamana privasi pekerjaan dan juga tidak sering mengalami gangguan. Dengan menggunakan media telagram responden mudah mendapatkan informasi pekerjaan dari kantor pusat tanpa melalui perantara orang lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media telegram efektif dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan informasi karyawan PT.Telkom Witel Sulteng.
VLOGGER DAN KONTEN VLOG YOUTUBERS PALU: MOTIVASI MENJADIKAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA BEREKSPRESI Andi Tenri Ajeng
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi vlogger yang membuat konten vlog di YouTube sebagai media berekspresi, melalui kebutuhan yang memunculkan dorongan motivasi yang timbul dan menghasilkan perilaku untuk memenuhi kebutuhan yang ingin dicapai pada informan vlogger komunitas YouTubers Palu. Konsep penelitian ini menggunakan teori kebutuhan dan motivasi. Kebutuhan yang ingin dicapai yaitu, Existence (Keberadaan), Relatedness (Hubungan), dan Growth (Pertumbuhan), dan melalui kebutuhan adanya dorongan motivasi yang timbul dapat berupa, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima (5) orang yang dipilih melalui purposive sampling. Dengan menggunakan analisis data kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam memenuhi kebutuhannya dengan menjadi seorang vlogger membuat konten vlog sebagai media dalam berekspresi. Diketahui bahwa kebutuhan informan tidak terbatas pada kebutuhan yang bersifat konkret (nyata) tetapi juga bersifat abstrak (tidak nyata). Misalnya kebutuhan ekonomi, rasa aman, ingin dihargai, atau dihormati. Dari hal tersebut informan ingin mencapai hirarki kebutuhan, existence, relatdness, dan growth. Melalui ketiga kebutuhan tersebut pada kebutuhan existence informan belum dapat memenuhi kebutuhan secara fisiologis yaitu kebutuhan dasar manusia. Karena informan belum menjadikan aktifitas vlogger adalah profesi utama dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Akan tetapi aspek lain kebutuhan existence tercapai dalam membuat konten vlog sebagai sarana yang tepat dalam berekspresi dan memaksimalkan potensi diri mereka. Sedangkan untuk kebutuhan growth, diketahui bahwa selain alasan kebutuhan media dalam berekspresi, para informan juga memenuhi kebutuhannya dengan peningkatan baik dari segi kemajuan ekonomi yaitu pendapatan iklan dan endorsement, dan dari segi kualitas melalui apresiasi dari orang-orang. Adapun pencapaian kebutuhan relatdness, informan berhasil membangun kesukaan dan relasi terhadap para penonton dan kelompok sosialnya. Melalui kebutuhan tersebut dorongan motivasi yang timbul kepada para informan memilih menjadi seorang vlogger dominan didasari oleh motivasi ekstrinsik yaitu adanya dorongan dari luar sehingga merangsang informan memilih YouTube dan membuat vlog melalui contoh keberhasilan, dan pencapaian yang telah diwujudkan oleh vlogger lain yang telah suskes sehingga menjadi dorongan kuat pada diri para informan.
PANDANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI TERHADAP PEMBERITAAN PERAN GANDA WAKIL WALIKOTA PALU Farobby Hardiatmiko
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi pada Pemberitaan Kontroversi Peran Ganda Wakil Walikota Palu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kenneth K. Sereno, yang didalamnya menjelaskan aktivitas persepsi yang terdiri dari tiga aktivitas: (1) aktivitas sensasi; (2) aktivitas atensi; (3) aktivitas interpretasi. Hasil penelitian terkait persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako mengenai pemberitaan kontroversi peran ganda yang dilakukan oleh Wakil walikota Palu. (1) terkait variabel aktivitas sensasi memiliki penelaian setuju responden menerima pemberitaan terkait kontroversi peran ganda yang dilakukan Wakil Walikota Palu. (2) terkait atensi responden setuju memfokuskan perhatiannya terhadap pemberitaan kontroversi peran ganda yang dilakukan oleh Wakil Walikota Palu. (3) terkait aktivitas interpretasi responden menunjukan setuju memberikan penafsiran informasi yang di terima dari aktifitas sensasi dan atensi mengenai pemberitaan kontroversi peran ganda yang di lakukan oleh Wakil Walikota Palu. Berdasarkan penilaian dari tiga aktivitas menggunakan teori Kenneth K. Sereno, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Tadulako terhadap pemberitaan kontroversi peran ganda yang dilakukan oleh Wakil Walikota Palu setuju dalam kepemimpinannya tidak dibenarkan melakukan peran ganda sebagai kepala daerah juga sebagai seorang artis.
KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL PADA PROSES PEMBELAJARAN DI LEMBAGA KURSUS BAHASA INGGRIS ENGLISH LANGUAGE CENTER (ELC) EDUCATION PALU Hariati Daeng Situju
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.62

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses komunikasi instruksional pengajar dan peserta didik pada lembaga kursus bahasa Inggris ELC Education Palu. Tipe penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif yaitu membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam serta menggunakan analisis data kualitatif. Subjek atau informan dalam penelitian ini berjumlah 7 (tujuh) orang informan yang dipilih melalui purposive sampling yaitu 1 Branch Manager/Pimpinan, 3 pengajar dan 3 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi instruksional yang dilakukan oleh pengajar dapat dilihat dari pengajar memberikan materi kepada peserta didik dan dalam proses pengajaran yang dilakukan diharapkan adanya perubahan perilaku oleh peserta didik. Kemudian dari lima proses komunikasi instruksional yang diterapkan di lembaga kursus ELC Education Palu meliputi proses spesifikasi isi dan tujuan instruksional, pengajar membuat lesson plan atau rancangan kegiatan belajar, lesson plan yang dibuat berisi pesan atau materi yang sudah dirancang khusus oleh pengajar yang akan disampaikan ke peserta didik. Kedua, penaksiran perilaku mula, pengajar melakukan post test dengan selalu bertanya dan mengulang materi untuk mengetahui sejauhmana kemampuan yang dimiliki peserta didik. Ketiga, penetapan strategi instruksional yaitu pengajar menggunakan metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, dan metode bermain. Keempat, organisasi satuan-satuan instruksional yaitu pengajar menyusun pesan atau materi secara bertahap mulai dari pengenalan kosa kata sampai dengan membuat percakapan. Dan kelima, umpan balik yaitu respon yang diberikan peserta didik berupa umpan balik verbal dan nonverbal. Dan dalam proses belajar mengajar juga ditemui adanya proses komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok.
MASYARAKAT DAN PERUBAHAN SOSIAL PETANI PADI DI KECAMATAN BALINGGI Nuraedah
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.63

Abstract

Pekerjaan sebagai petani padi merupakan pekerjaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Balinggi, terutama masyarakat suku Jawa dan Bali. Karena masyarakat suku Kaili dan Bugis di Kecamatan Balinggi lebih menyukai pekerjaan berdagang, nelayan dan berwirausaha. Banyaknya lahan sawah yang ada di Kecamatan Balinggi dan desa tetangga seperti Purwosari, membuat masyarakat di Kecamatan Balinggi banyak memanfaatkan mata pencaharian sebagai petani padi. Mereka menyatakan bahwa pekerjaan menjadi petani padi memiliki keuntungan yang cukup dalam sekali panen. Walaupun terkadang kondisi alam yang tidak bersahabat dengan pekerjaan mereka namun tetap banyak masyarakat yang masih menjadi petani padi. Bekerja sebagai petani memang harus menguras tenaga dengan berpanas-panasan dan harus bekerja dari subuh hingga sore hari. Namun semua itu mereka lakukan untuk mencari nafkah untuk keluarga mereka. Sehingga kebutuhan hidup mereka terpenuhi. Melakukan pekerjaan sebagai petani tidaklah mudah, dengan waktu 6 bulan dan dengan cuaca yang tidak bisa di duga, sehingga hasil yang akan di dapat juga tidak bisa ditebak akan bagus atau kurang bagus. Perubahan sosial petani karena faktor Ilmu dan teknologi telah menggeser jalinan komunikasi antar suami istri dalam keluarga di desa Balinggi.
PERSEPSI KOMUNITAS NINJA FANS CLUB PALU TERHADAP PROGRAM 86 NET TV Rizkiani Kartikawati
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi anggota komunitas motor mengenai tayangan 86 di NET TV yang menampilkan tentang penertiban lalu lintas. Konsep penelitian ini mengggunakan teori persepsi yang terdiri dari 3 proses yaitu sensasi, atensi, dan interpretasi. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang dipilih melalui purposive sampling. Dengan menggunakan analisis data kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi inforrman terhadap tayangan 86 di NET TV khususnya yang bertemakan penertiban lalu lintas dapat memberikan pengetahuan yang mengedukasi informan terkait dengan peraturan-peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan yang benar dan proses hukum yang berlaku. Selain itu, informan juga menilai bahwa tayangan 86 ini juga dapat menghibur karena bisa menampilkan hal-hal yang dianggap menarik dan unik. Namun salah satu informan menafsirkan bahwa tayangan 86 di NET TV merupakan bentuk pencitraan dari pihak kepolisian, karena kinerja dari pihak kepolisian lalu lintas dalam tayangan tersebut masih belum sesuai dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, para informan berharap agar polisi perlu meningkatkan kinerja dan juga bisa mengatasi perilaku buruk dari oknum polisi yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, informan juga berharap tayangan 86 di NET TV juga bisa diadakan di daerah Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu
MAKNA NOSARARA NOSABATUTU : (ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP TUGU NUNU DAN TUGU PERDAMAIAN) Yunita Clara
Kinesik Vol. 5 No. 3 (2018): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v5i3.65

Abstract

Penelitian ini berdasarkan pada asumsi teori yang menyatakan bahwa media dalam prespektif ilmu komunikasi (termasuk tugu) dapat mempengaruhi individu sebagai khalayaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana semboyan Nosarara Nosabatutu yang di tempatkan pada tugu dikonstruksi untuk membangun perdamaian. Penlitian ini menggunakan Analisis semiotika Roland Barthes mengatakan bahwa makna pada sebuah teks memiliki standar ganda makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Subjek penelitian ini adalah teks Nosarara Nosabatutu pada tugu nunu dan tugu perdamaian. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi makna berdasarkan perangkat semiotika Roland barthes yang memberikan gambaran Sebagai sebuah pesan. Dalam pemaknaan denotasi tugu Nosarara Nosabatutu merupakan persaudaraan yang bersatu dan makna konotasi Nosarara Nosarara Nosabatutu menjadi harapan dan cita-cita masyarakat kaili, penempatan pada kedua tugu dengan letak daerah yang berbeda memiliki maksud dan tujuan dimana Nosarara Nosabatutu di lekatkan pada tugu berdasarkan konflik yang terjadi daerah nunu dilihat bagaimana perkelahian antar masyarakat Nunu dan Tavanjuka dan sekitarnya dan pelekatan teks Nosarara Nosabatutu pada tugu perdamaian melihat jangkauan wilayah yang lebih luas yaitu Sulawesi tengah melihat contoh kasus kerusahan Poso, sehingga melalui pemaknaan semiotika Roland Barthes menghasilkan beberapa mitos kesejateraan dan kemakmuran Tanah Kaili dan mitos keanekaragaman masyarakat Kaili. Mitos Saling membantu dan menolong sesama menggunakan hasil-hasil pendapatan daerah untuk kesejateraan masyarakat Kota Palu, Mitos Perkawinan antar suku (mmbangun ikatan persaudaraan yang luas) .
SINERGITAS BHABINKAMTIBMAS DAN MANTAN NAPITER DALAM UPAYA DERADIKALISASI DI KABUPATEN POSO Andi Febri Herawati; Jenny Ratna Suminar; Edwin Rizal; Ninis Agustini Damayani
Kinesik Vol. 6 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v6i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sinergitas Bhabinkamtibmas dan mantan Napiter dalam upaya deradikalisasi di Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), pengamatan, studi dokumentasi dan data-data terkait dengan tema penelitian. Informan penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan terlibat langsung dalam program deradikalisasi. Penelitian ini menunjukan bahwa institusi polri khususnya dipolres poso melibatkan bahbinkamtibmas dalam melakukan deradikalisasi kepada mantan napiter, keluarga serta simpatisan karena dianggap mengetahui secara spesifik tentang karakter dari para mantan napiter, keluarga serta simpatisan. Ketika para mantan napiter telah keluar dari tahanan dan bergabung dengan masyarakat maka bhabinkamtibmas lah yang akan sering bertemu dengan mereka, beberapa hal yang telah dilakukan yaitu melakukan door to door system, bersilaturahmi dan memberikan bantuan dalam berbagai hal seperti (bedah rumah, bantuan modal, menfasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan) namun bantuan ini bukan memanjakan mereka melainkan sekedar memotivasi mereka untuk tetap melanjutkan kehidupannya, karena para mantan napiter setelah keluar dari tahanan mereka memulai kehidupannya dari awal lagi, jadi tugas polri adalah membantu mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak sesuai dengan kemampuan polri
IKLIM KOMUNIKASI ANTARA ETNIS BUGIS DAN ETNIS KAILI DI DESA LANGALESO KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Fitriani Puspa Ningsih
Kinesik Vol. 6 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v6i1.67

Abstract

Iklim kounikasi merupakan situasi atau kondisi yang berpengaruh terhadap interaksi sosial dalam suasana psikologis dari individu yang melibatkan perasaan atau suasana hati. Komunikasi dikatakan berada dalam suatu iklim komunikasi yang sehat jika komunikator menciptakan perasaan positif terhadap komunikan tanpa adanya rasa curiga atau prasangka. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Iklim Komunikasi Antara Etnis Bugis dan Etnis Kaili di Desa Langaleso Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan selanjutnya data dideskripsikan. Penarikan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling. Kemudian data dianalisa dengan beberapa tahap, yaitu: reduksi data, tampilan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iklim Komunikasi Antara Etnis Bugis Dan Etnis Kaili Di Desa Langaleso Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah di lihat dalam tiga dimensi yaitu : perasaan positif, kognitif, dan dimensi prilaku adalah iklim yang positif. Terlihat dari komunikasi yang terjadi antara Etnis Bugis dan Etnis Kaili di Desa langaleso menciptakan suasana yang nyaman dan keterbukaan terhadap perbedaan yang ada diantara warga, terutama mereka bersikap terbuka terhadap perbedaan nilai, kepercayaan, dan sikap. Serta prilaku yang ditunjukkan sesama masyarakat mendorong untuk saling menghargai keberadaan dan pentingnya orang lain.

Page 6 of 21 | Total Record : 205