cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2015)" : 46 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN SARI ANGGUR (Vitis vinifera L.) DAN PENSTABIL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Cholifatuz Zahro; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversifikasi produk es krim perlu dilakukan dengan penambahan sari anggur dari anggur lokal. Namun es krim yang ditambahkan sari buah akan memiliki tekstur yang tidak lembut dan cepat meleleh sehingga perlu ditambahkan penstabil. Penelitian menggunakan RAK dengan 2 faktor yaitu penambahan sari anggur (60, 80, 100% (v/v)) dan penambahan penstabil gelatin (0.20; 0.40; 0.60% (b/v)). Perlakuan terbaik secara fisik kimia diperoleh dari es krim dengan penambahan 100% sari anggur dan penambahan 0.40% penstabil gelatin dengan total antosianin 363.49 ppm, aktivitas antioksidan 88.99%, pH 4.69 (asam), kadar lemak 5.49%, total padatan 23.18%, viskositas adonan 36 cPs, overrun 42.18% dan kecepatan leleh 0.77 g/menit. Sedangkan perlakuan terbaik secara organoleptik diperoleh dari es krim dengan penambahan 80% sari anggur dan penambahan 0.40% penstabil gelatin dengan skor kesukaan terhadap rasa 5.16 (suka) dan skor kesukaan terhadap tekstur 5.52 (suka).   Kata Kunci: Anggur Lokal, Antosianin, Es Krim, Penstabil Gelatin
PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR LAYAK KONSUMSI DI KOTA MALANG DENGAN METODE MODIFIKASI FILTRASI SEDERHANA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Tanti Untari; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup sedangkan ketersediaan air bersih secara kuantitas dan kualitas rendah. Hujan dapat menjadi solusi namun butuh pengolahan lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari rancangan pengolahan filtrasi yang dimodifikasi dan mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan biologi dari air hujan Kota Malang yang dibandingkan dengan air hasil filtrasi air hujan dan standar baku mutu sesuai dengan Persyaratan Kualitas Air Bersih dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahap yaitu penampungan air hujan, preparasi pipa dan media filter kemudian  air hujan difiltrasi. Karakteristik fisik, kimia dan biologi air hujan di Kota Malang memenuhi standar baku mutu air bersih dari Permenkes RI Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 dan hasil lebih optimal menurunkan beberapa parameter dengan teknologi filtrasi termodifikasi. Rancangan pengolahan filtrasi yang dimodifikasi cukup efektif dalam memperbaiki akarakteristik air. Kata kunci: Air Bersih, Air Hujan, Filtrasi, Modifikasi
PEMBUATAN SOSIS AYAM MENGGUNAKAN GEL PORANG (Amorphophallus mueleri Blume) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP KARAKTERISTIK SOSIS [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Army Ika Prastini; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas sosis ditentukan oleh bahan pengikatnya untuk mempertahankan tekstur yang tetap kompak. Tepung porang merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada sosis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proporsi terbaik antara daging ayam dengan gel porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor, terdiri dari 6 level yaitu proporsi daging ayam : gel porang (95:5; 90:10; 85:15; 80:20; 75:25; 70:30) serta diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi daging ayam : gel porang berpengaruh nyata terhadap parameter pada taraf α=0.05. Perlakuan terbaik diperoleh proposi 85 : 15 dengan kadar air 75,27 %, kadar lemak 3.33 %, kadar protein 17.35 %, kadar pati 0.86 %, kadar oksalat 0.59 %, rendemen 98.16 %, nilai kekenyalan 7.83 N serta nilai WHC 60.40 %.   Kata kunci: Kualitas Sosis, Sosis Ayam, Tepung Porang
PENGARUH PROPORSI GULA MERAH DAN KACANG TANAH SERTA PENAMBAHAN TEPUNG SANTAN TERHADAP BUMBU GADO-GADO INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Julia Agustina; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gado-gado adalah campuran dari berbagai jenis sayuran rebus seperti kol, kacang panjang, selada, tauge, kentang, dan lain-lain yang disiram oleh saus kacang.. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui proporsi gula merah dan kacang tanah serta penambahan tepung santan yang tepat untuk mendapatkan cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat dan mengetahui perubahan sifat fisiko kimia dan organoleptik yang terjadi pada bumbu gado-gado instan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang masing-masing terdiri dari 3 level. Faktor I adalah penambahan tepung santan (0%, 7% dan 14%) dan faktor II adalah proporsi gula merah dan kacang (60:240, 105:195 dan 150:150). Perlakuan terbaik bumbu gado-gado instan parameter organoleptik rasa pada perlakuan proporsi gula merah dan kacang tanah 150 : 150 dan penambahan tepung santan 5 %.   Kata Kunci: Bumbu instan, Gado-gado, Proporsi gula merah dan Kacang tanah, Tepung santan
PENGARUH PENAMBAHAN GEL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) PADA PEMBUATAN KERUPUK PULI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Elliza Rachma Dwiyanti; Simon Bambang Widjanarko; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan boraks atau “garam bleng” masih banyak digunakan dalam pembuatan kerupuk puli dan perkembangan selanjutnya STPP (Sodium tripholyphosphate) ditambahkan sebagai pengganti boraks. Kandungan glukomanan yang tinggi pada gel porang akan tetap stabil dengan adanya pemanasan. Gel porang juga dapat digunakan sebagai binding agent (pengikat) dalam adonan kerupuk. Tujuan penelitian ini menginformasikan penambahan gel porang sebagai pengganti boraks atau garam bleng dan STPP pada pembuatan kerupuk puli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu penambahan gel porang dengan 5 level diulang 3 kali sehingga didapat 15 satuan percobaan. Data dianalisis metode ANOVA dan dilanjutkan Uji Bonferroni. Perlakuan terbaik dianalisis metode De Garmo dan perbandingan kontrol dengan metode One Way ANOVA Single Factor. Perlakuan terbaik kerupuk puli goreng penambahan gel porang 15g dengan kadar air 5.77%, kadar pati 42.48%, kadar lemak 10.51%, kadar protein 7.92%, kadar abu 3.03%, kadar oksalat 0.41% dan daya kembang 144.68%.   Kata kunci: Beras, Gel Porang, Kerupuk Puli
KARAKTERISTIK SIRUP GLUKOSA DARI TEPUNG UBI UNGU (KAJIAN SUHU LIKUIFIKASI DAN KONSENTRASI α-AMILASE): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Robi'a Robi'a; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik sirup glukosa yang tidak mudah mengkristal, mudah larut dan mampu memberikan efek kilapan menjadikan sirup glukosa banyak dimanfaatkan sebagai pemanis dalam industri pangan. Umumnya bahan baku pembuatan sirup glukosa menggunakan pati menghasilkan sirup glukosa yang tidak memiliki nilai fungsional. Sehingga untuk menambah nilai fungsional sirup glukosa digunakan bahan baku tepung ubi jalar ungu. Tepung ubi jalar ungu memiliki kandungan antosianin yang cukup tinggi yaitu 20-923.65 mg/100 g dan kadar pati berkisar antara 55.27% berat kering. Potensi ubi jalar ungu tersebut juga didukung dengan ketersediaannya yang melimpah dengan produktivitas 1.9 juta ton per tahun. Pada ulasan ini akan membahas tentang penggunaan tepung ubi jalar ungu sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa. Penggunaan tepung ubi jalar ungu diharapkan mampu menambah nilai fungsional sirup glukosa, selain sebagai pemanis juga dapat dijadikan sebagai pewarna alami yang memiliki aktivitas antioksidan.   Kata Kunci: Antioksidan, Antosianin, Sirup Glukosa, Tepung Ubi Jalar Ungu
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI PEKTIN ALBEDO JERUK BALI DAN PATI GARUT [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Ahmad Syarifuddin; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pektin albedo jeruk bali dan gliserol terhadap karakteristik dan perlakuan terbaik edible film yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi pektin (10%, 20%, dan 30% b/bpati) dan faktor II adalah konsentrasi gliserol (0.50%, 0.75%, dan 1% v/v). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi pektin dan gliserol berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap semua parameter yang diuji (kadar air, ketebalan, kecerahan (L*), kelarutan, transmisi uap air, kuat tarik dan perpanjangan) edible film. Edible film terbaik diperoleh dari pati garut 2% (b/v), pektin 30% (b/bpati), CaCl₂ 1.6% (b/bpektin) dan gliserol 0.50% (v/v). Karakteristik edible film terbaik yaitu kadar air 10.89%, tebal 0.19 mm, kecerahan (L*) 81.67, kelarutan 51.92%, transmisi uap air 1.38 g/m².jam, kuat tarik 4.46 N/cm² dan perpanjangan film 36.89%.   Kata Kunci: Albedo, Edible Film, Gliserol, Pektin
PEMBUATAN MIE KERING GEMBILI DAN BEKATUL (KAJIAN PROPORSI TERIGU : GEMBILI DAN PENAMBAHAN BEKATUL) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Cefi Azmil Halwan; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gembili dan bekatul merupakan salah satu hasil pertanian yang pemanfaatannya masih kurang, padahal kandungan gizi di dalamnya sangat tinggi. Gembili dan bekatul memiliki kandungan serat yang dapat menurunkan insiden penyakit kronis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proporsi terbaik dari tepung terigu : tepung gembili dengan penambahan bekatul dalam pembuatan mie kering serta pengaruhnya terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik mie kering. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor 1 proporsi tepung terigu : tepung gembili yang terdiri dari 3 level (80:20; 70:30; 60:40), faktor 2 penambahan bekatul yang terdiri dari 3 level (10%, 20%, 30%). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dan BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan selang kepercayaan 5%. Penentuan perlakuan terbaik digunakan metode Indeks Efektifitas. Perlakuan terbaik diperoleh pada mie kering dengan proporsi tepung terigu : tepung gembili 80:20 dengan penambahan bekatul 20%.   Kata kunci: Bekatul, Gembili, Mie Kering, Serat
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN DAN KONSENTRASI ETIL ASETAT TERHADAP KARAKTERISTIK KOPI PADA PROSES DEKAFEINASI KOPI ROBUSTA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Dhira Ananta Wijaya; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibanding varietas kopi lain (1.6 -2.4%). Jika terlampau banyak mengkonsumsi kafein akan menyebabkan sakit maag, insomnia, diuresis, pusing, dan gemetaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan biji kopi dan konsentrasi etil asetat terhadap karakteristik kopi pada proses dekafeinasi kopi robusta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu lama waktu pengukusan terdiri dari 3 level (1, 2, dan 3 jam) dan konsentrasi etil asetat3 level (5%, 10%, dan 15%). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA denganuji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 5%. Penentuan perlakuan terbaik digunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik diperoleh pada kopi robusta dengan perlakuan lama pengukusan 2 jam dengan konsentrasi etil asetat15%. . Kata kunci: Dekafeinasi, Kopi, Robusta
IMPLEMENTASI CONTENT ANALYSIS DALAM EKSPLORASI SENSORI LEXICON SUSU PASTEURISASI: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Dyanika Maharani Br Karo; Kiki Fibrianto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu pasteurisasi merupakan susu segar yang memiliki banyak manfaat seperti sumber laktosa dan protein. Meskipun susu pasteurisasi memiliki banyak manfaat namun konsumsi susu di Indonesia masih rendah. Rendahnya konsumsi susu di Indonesia disebabkan beberapa faktor seperti Indonesia tidak memiliki budaya milk drinker dan kurangnya pemahaman masyakat tentang susu. Dalam memenuhi keinginan konsumen serta mengetahui persepsi konsumen terhadap susu pasteurisasi perlu dilakukan profiling sensori. Profiling sensori dilakukan dengan menggunakan metode content analysis yang dimodifikasi dengan metode explanatory sequential design dalam melakukan uji reliabilitas dan validitas. Content analysis merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis suatu informasi serta memberikan interpretasi terhadap informasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lexicon yang digunakan oleh panelis serta mengetahui faktor demografik terhadap lexicon dan ambang sensori.   Kata Kunci: Content Analysis, Sensori Lexicon, Susu Pasteurisasi