cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 3 (2019)" : 6 Documents clear
STUDI KOMPARATIF FRAKSI AIR SUSU IBU PERAH SEGAR DAN BEKU DALAM MENGHAMBAT BAKTERI ENTEROTOKSIGENIK Escherichia coli Andita Ayu Mandasari; Intan Chairun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.1

Abstract

Sumber nutrisi utama untuk pertumbuhan dan proteksi bayi yang mengandung makronutrisi, mikronutrisi, dan senyawa bioaktif adalah air susu ibu (ASI). Kegagalan menyusui dialami lebih banyak oleh ibu yang bekerja. Saat ini, pemberian ASI perah beku merupakan solusi alternatif tetapi kemampuan senyawa imunologis ASI perah beku dalam menghambat bakteri penyebab diare mungkin mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan dan mengetahui kemampuan fraksi ASI segar dan beku dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterotoksigenik Escherichia coli (ETEC). Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design dengan tujuh sampel ASI dengan kondisi empat belas hari pasca melahirkan dan disentrifugasi untuk mendapatkan fraksi supernatan dan pelet. Hasil penelitian ini adalah ada penurunan yang signifikan pada whole milk, supernatan, dan pelet ASI segar maupun beku dalam menghambat pertumbuhan ETEC. Fraksi supernatan pada ASI segar dan beku memiliki kemampuan lebih tinggi dalam menghambat bakteri dibandingkan dengan whole milk dan fraksi pelet. 
KARAKTERISTIK TEPUNG PREMIKS BERBAHAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DAN MAIZENA PADA PEMBUATAN COOKIES GREEN TEA Nurud Diniyah; Fatimah Wahyu; Achmad Subagio
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.4

Abstract

Tepung premiks adalah tepung campuran siap pakai yang memiliki kelebihan praktis, mudah dibawa, serta lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi MOCAF dan maizena dan waktu penyimpanan terhadap nilai kadar air, aw (tepung premiks), dan sifat fisik kimia dan organoleptik (cookies) berdasarkan formula terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Formulasi MOCAF dan maizena (100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, 75:25, dan 70:30%) sebagai faktor pertama dan lama penyimpanan sebagai faktor kedua (0, 1 dan 2 minggu). Parameter tepung premiks yang diamati adalah kadar air dan aktivitas air. Sedangkan sifat fisik cookies meliputi kekerasan (hardness), daya patah (fracture), chroma, lightness, dan dilanjutkan uji efektivitas. Hasil dari formula terbaik dilakukan analisa proksimat (kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat) dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi MOCAF dan maizena pada tepung premiks cookies berpengaruh nyata dan menyebabkan peningkatan terhadap nilai kadar air, aktivitas air (tepung premiks), daya patah, chroma, dan lightness (cookies). Nilai kadar air tepung premiks berkisar antara 8.53-9.12%; nilai aktivitas air berkisar antara 0.563-0.61; nilai kekerasan cookies berkisar antara 0.054-0.15 g/mm; nilai daya patah berkisar antara 68.242-158.45. Perlakuan terbaik diperoleh dari formulasi 75% MOCAF dan 25% maizena) dengan lama penyimpanan tepung 2 minggu.
KHASIAT SARI BUAH SIRSAK GUNUNG DAN MINUMAN PROBIOTIK BUAH SIRSAK GUNUNG (Anona montana) UNTUK MENURUNKAN KADAR ASAM URAT Ambar Fidyasari; Muhammad Hafiz; Nida Fitria; Ulfatur Rohmah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.6

Abstract

Buah sirsak gunung adalah tanaman yang berkhasiat sebagai penurun kadar asam urat karena mengandung antioksidan yang tinggi. Buah Sirsak gunung dibuat menjadi sari untuk mempermudah mengonsumsi dan dilanjutkan dengan difermentasi menggunakan Bakteri Lactobacillus casei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik buah sirsak gunung (Annona montana) terhadap penurunan kadar asam urat mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini membandingkan aktivitas antara sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik dari buah sirsak gunung, adapun tahapan penelitiannya meliputi Aklimatisasi mencit, Induksi jus hati ayam,  pembuatan minuman probiotik dan sari buah sirsak gunung, dan perlakuan uji kepada mencit. Hasil data perhitungan dengan menggunakan SPSS metode uji t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik buah sirsak gunung dapat menurunkan asam urat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik buah sirsak gunung memiliki aktivitas menurunkan kadar asam urat mencit.
PENGARUH KULTUR CAMPURAN Saccharomyces cerevisiae DAN Lactobacillus plantarum DALAM FERMENTASI ALKOHOL TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS CUKA BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Izzatul Laily; Wesiana Heris Santy; Viera Nu'riza Pratiwi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.2

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki banyak manfaat kesehatan dan dapat diolah menjadi cuka. Fermentasi alkohol merupakan tahap penting untuk memproduksi cuka yang berkualitas dan umumnya menggunakan kultur tunggal khamir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kultur campuran Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum dalam fermentasi alkohol terhadap sifat fisikokimia dan sensoris cuka belimbing wuluh. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan satu faktor yaitu konsentrasi Lactobacillus plantarum (1%, 2%, 4%). Analisis meliputi pH, kadar alkohol, kadar asam asetat, aktivitas antioksidan, kadar senyawa fenolik, warna, aroma, dan rasa. Sifat fisikokimia diuji menggunakan One Way Anova α 0.05 dilanjutkan Post Hoc Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan signifikan. Sifat sensoris diuji menggunakan Kruskal-wallis α 0.05. Hasil penelitian menunjukkan pH wine dan cuka terbaik adalah 3.57, kadar alkohol tertinggi 9.46%, kadar asam asetat tertinggi 0.35%, aktivitas antioksidan tertinggi 4.95 ppm, kadar senyawa fenolik tertinggi 29.49 mg GAE/g, warna kuning kecoklatan, aroma yeasty/ragi, dan rasa sangat asam. Hasil analisis statistik terhadap pH, kadar asam asetat, aktivitas antioksidan, kadar senyawa fenolik, warna, aroma, dan rasa menunjukkan p-value > 0.05 sedangkan kadar alkohol menunjukkan p-value < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya kadar alkohol wine yang memiliki perbedaan signifikan. Konsentrasi Lactobacillus plantarum yang menghasilkan perlakuan terbaik terhadap pH wine dan cuka, kadar alkohol, kadar asam asetat adalah 2%, aktivitas antioksidan dan rasa adalah 4%, sedangkan kadar senyawa fenolik, warna, dan aroma adalah 1%.
PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI TEPUNG UNTUK PEMBUATAN COOKIES Nia Rochmawati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.3

Abstract

Buah naga merah merupakan buah yang dapat tumbuh di Indonesia serta dapat dimanfaatkan buahnya sebagai jus, selai, dan produk lain sehingga menghasilkan kulit buah naga (KBN) sebagai hasil samping. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan nutrisi dari cookies yang terbuat dari tepung KBN serta mengetahui klaim sumber serat pada cookies sesuai BPOM. Proporsi yang digunakan pada pembuatan cookies yang terbuat dari KBN : tepung terigu yaitu secara berturut-turut 100:0, 90:10 dan 80:20. Kandungan nutrisi yang diteliti yaitu kadar air, abu, protein, lemak dan serat kasar. Hasil menunjukkan bahwa cookies yang terbuat dari tepung KBN memiliki kadar serat dan kadar abu yang lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah cookies yang terbuat dari KBN dapat meningkatkan nilai nutrisi cookies serta proporsi cookies terbaik berdasarkan standar yaitu 90:10 dengan kadar air 8.06%, kadar abu 6.81%, kadar protein 5.63%, kadar lemak 27.03%, kadar karbohidrat 52.47%, dan kadar serat 31.26%..
FORMULASI KERUPUK KENTANG GRANOLA (Solanum tuberosum L.) SEBAGAI MAKANAN KULINER KHAS TENGGER JAWA TIMUR Claudia Gadizza Perdani; Firda Najmi Amaludin; Susinggih Wijana
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.5

Abstract

Kuliner khas memiliki peranan yang penting dalam menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Potensi komoditas unggulan kawasan Bromo yang baik dikembangkan sebagai kuliner adalah sayuran kentang. Kentang memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga berpotensi untuk diolah menjadi kerupuk kentang, dan diharapkan  berpotensi menjadi salah satu oleh-oleh khas Tengger. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh proporsi penambahan tepung tapioka terhadap kualitas fisik kerupuk yang optimal dan mengetauhi tingkat kesukaan kerupuk kentang. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan linear programming sebagai penentuan komposisi ke-3 formulasi. Rancangan formulasi kerupuk kentang dibuat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan penelitian ini kerupuk kentang yang dapat diterima secara organoleptik oleh panelis adalah formulasi ke-3 (kentang 65% : tapioka 30% : 5% bahan tambahan). Hasil analisis kadar air kerupuk kentang sebesar 4.66%, daya patah sebesar 14.90 N dan daya kembang sebesar 83.2%. Biaya pokok pembuatan kerupuk kentang formulasi ke-3 (tiga) sebesar Rp. 2.819,60  per 100 gram.

Page 1 of 1 | Total Record : 6