cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
HIDROLISIS TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) SECARA ENZIMATIS MENJADI SIRUP GLUKOSA FUNGSIONAL: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JULI 2015] Alifia Yuanika Rahmawati; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirup glukosa merupakan gula cair hasil hasil hidrolisa pati secara enzimatis atau asam. Hidrolisis secara enzimatis dapat dilakukan dengan menggunakan enzim α amilase, glukoamilase dan pullulanase. Sirup glukosa umumnya digunakan sebagai salah satu bahan baku tambahan untuk industri minuman dan makanan, seperti es krim, marshmallow, dan sugar confectionary. Sirup glukosa mempunyai keunggulan tidak dapat mengalami kristalisasi saat pemanasan pada suhu tinggi. Sirup glukosa dari berbagai sumber pati telah banyak diteliti dan dikembangkan, namun belum ditemukan sirup glukosa yang mempunyai nilai fungsional seperti adanya aktivitas antioksidan dan sekaligus menjadi pewarna alami. Tepung ubi jalar ungu yang memiliki kandungan antosianin sekitar 108.98 ppm berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa fungsional. Nilai fungsional yang berpotensi dihasilkan dari sirup glukosa ubi jalar ungu diantaranya adalah aktivitas antioksidan, pewarna alami, dan flavor ubi jalar alami.   Kata Kunci: Enzimatis, Sirup Glukosa Fungsional, Ubi Jalar Ungu
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN SUSU KAPUR DAN STPP (Sodium Tripolyphospat) TERHADAP KUALITAS GULA KELAPA (Cocos nucifera L) [IN PRESS JULI 2015] Wirayani Febri Haloho; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi nira kelapa sebagai alternatif bahan untuk membuat gula cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi susu kapur dan STPP sehingga gula kelapa yang dihasilkan memiliki kualitas yang optimum. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor 1 yaitu konsentrasi susu kapur yang terdiri dari 3 level (12%; 17%; 22% b/v) dan faktor 2 yaitu konsentrasi STPP yang terdiri dari 3 level (200 ppm; 400 ppm; 600 ppm b/v), dengan 3 kali ulangan. Pemilihan perlakuan terbaik dengan metode Indeks Efektifitas De Garmo dan uji organoleptik pada produk gula kelapa dianalisis menggunakan uji kesukaan. Perlakuan terbaik organoleptik diperoleh pada konsentrasi susu kapur 17% dan STPP 400 ppm dan perlakuan terbaik fisiko-kimia ialah dengan kombinasi perlakuan penambahan konsentrasi susu kapur 22% dan STPP 400 ppm. Kata Kunci: Gula kelapa, STPP, Susu kapur
KARAKTERISTIK KIMIA DAN MIKROBIOLOGI YOGHURT BUBUK KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata L.) METODE PENGERINGAN BEKU (KAJIAN PENAMBAHAN STARTER DAN DESKTRIN) [IN PRESS JULI 2015] Ali Masykur; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt merupakan minuman probiotik yang ada dipasaran. Kebanyakan yoghurt dibuat dari susu hewani padahal masih banyak sumber bahan baku nabati dapat digunakan untuk pembuatan yoghurt, salah satunya adalah kacang tunggak. Untuk dikonsumsi beberapa hari yoghurt harus simpan pada suhu rendah, meningkatkan kisaran suhu penyimpanannya diperlukan alternatif bentuk yoghurt yaitu bentuk bubuk dengan pengeringan yang tepat, pengeringan beku merupakan metode yang tepat digunakan untuk membuat yoghurt bubuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi penambahan starter dan dekstrin terhadap karakteristik kimia dan mikrobiologi pembuatan yoghurt bubuk kacang tunggak (Vigna unguiculata L.) dengan metode pengeringan beku. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Perlakuan terbaik parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi terdapat pada perlakuan penambahan starter 15% dan konsentrasi desktrin 15%, dengan karakteristik kadar air 2.37%, total BAL 2.67 x 107 cfu/mL, pH 3.92, Protein 3.63%, serta Total Asam 1.95%.   Kata Kunci: Pengeringan Beku, Yoghurt, Yoghurt Bubuk
COOKIES BERAS PRATANAK (KAJIAN PROPORSI TEPUNG BERAS PRATANAK DENGAN TEPUNG TERIGU DAN PENAMBAHAN SHORTENING) [IN PRESS JULI 2015] Faridatul Siti Solikhah; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya konsumsi serat mengakibatkan timbulnya penyakit pencernaan serta penyakit degeneratif seperti diebetes. Masyarakat indonesia rata-rata hanya mengkonsumsi 10 gr serat perhari dimana anjuran yang disarankan adalah sebesar 30 g/hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi terbaik antara tepung beras pratanak dan tepung terigu serta penambahan mentega putih agar didapatkan cookies dengan kandungan serat pangan tinggi. Prinsip proses pembuatan biskuit pratanak yaitu perendaman gabah di dalam air (60ºC,5 jam), pengukusan (20  menit),  pengeringan (55ºC,4jam), penepungan dan pembuatan cookies. Hasil penelitian menunjukkan Cookies terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi 70 : 30 dan penambahan mentega putih 5%. Cookies tersebut memiliki kadar air 3.41 %, kadar lemak 25.1 %, kadar protein 5.28 %, kadar karbohidrat 65.51%, kadar abu 0.7 %, serat kasar 2.8 %, serat pangan 3.36, serta kadar pati 47.05 %, yang memiliki skor kesukaan terhadap rasa 5.55 (menyukai), warna 5.50 (menyukai), aroma  5.75 (menyukai), dan tekstur 5.55 (menyukai).   Kata Kunci : Beras, Cookies, Mentega putih, Proses pratanak, Serat pangan
PENGARUH KONSENTRASI CARBOXYMETHYL CELLULOSE SEBAGAI EDIBLE COATING DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA WORTEL KERING INSTAN [IN PRESS JULI 2015] Ilham Dwi Nurcahyono; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan salah satu sumber β-karoten yang merupakan provitamin A yang potensial. Pemanfaatan dalam keadaan segar mempunyai keterbatasan karena wortel segar mudah mengalami penurunan mutu. Wortel yang telah dibuat menjadi produk wortel kering mempunyai keunggulan dalam daya simpan dan luas pemanfaatannya sebagai bahan pangan. Dalam proses pembuatan wortel kering diperlukan suatu usaha untuk mempertahankan mutu produk selama proses pengolahan. Salah satu cara untuk menanggulangi penurunan mutu tersebut adalah melakukan pelapisan (edible coating) pada wortel sebelum memasuki proses pengeringan.  Edible coating berperan mempertahankan warna, tekstur dan menghambat transmisi oksigen yang dapat menyebabkan oksidasi penyebab penurunan kadar karoten. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan coating dengan konsentrasi CMC 1.5 % dan suhu pengeringan 40oC. Dengan nilai masing-masing parameter pada wortel kering yaitu kadar air 11.18 %, total karoten 6.408 mg / g, rendemen 8.560 %, derajat kecerahan 37.8, derajat kemerahan 39.167, derajat kekuningan 23.6, tekstur 0.045 mm/g.s dan daya rehidrasi 54.7 %.   Kata kunci: Edible coating, Konsentrasi CMC, Suhu pengeringan, Wortel kering instan  
PEMBUATAN YOGURT BERBASIS KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata) DENGAN METODE FREEZE DRYING (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI) [IN PRESS JULI 2015] Malsa Fian Yana; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tunggak (Vigna unguiculata L.) merupakan bahan pangan lokal tinggi protein. rendah lemak, potensinya  kurang. Pembuatan yogurt bubuk berbasis kacang tunggak mejadi pilihan produk yogurt untuk vegetarian membutuhkan protein dan menghindari kolesterol. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi penambahan bahan pengisi terbaik agar didapat yogurt berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik berdasarkan fisik, kimia, mikrobiologi dan organoleptik diperoleh pada perlakuan dekstrin 15% dan maltodesktrin 15%. Perlakuan dekstrin 15% menghasilkan bubuk rendemen 26.13%, kadar air 2.36%, kecerahan 93. Karakteristik rekonstitusi kecepatan rehidrasi 0.34g/s, pH 3.93, total asam 1.21%, viskositas 100cp, kecerahan 61, kadar protein 3.78%, BAL 2.19x108 cfu/ml. Skor warna 4.85, aroma 4.1, rasa 4.25 dan kekentalan 4.3. Perlakuan maltodekstrin 15% menghasilkan bubuk rendemen 27.46%, kadar air 3.25%, kecerahan 93.1. Karakteristik rekonstitusi kecepatan rehidrasi 0.48g/s, pH 4.02, total asam 0.99%, viskositas 143cp, kecerahan 61.3, kadar protein 3.80% dan total BAL 2.30x108 cfu/ml. Skor warna 5.25, aroma 4.65, rasa 4.75 dan kekentalan 4.45.   Kata Kunci : Dekstrin, Kacang Tunggak, Maltodekstrin, Yogurt
KARAKTERISASI HARD CANDY JAHE BERBASIS NIRA KELAPA (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI SARI JAHE) [IN PRESS JULI 2015] Illiyin Manistha Yazakka; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya produk olahan nira kelapa membuat harga jual nira kelapa cukup murah, sehingga perlu dilakukan pengembangan produk olahan nira kelapa. Salah satunya adalah pengolahan hard candy jahe berbasis nira kelapa. Pengolahan ini didasarkan kandungan sukrosa pada nira kelapa, selain itu ditambahkan jahe karena jahe mengandung senyawa fenol yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggunaan jenis dan konsentrasi penambahan sari jahe serta proporsi yang tepat untuk menghasilkan hard candy jahe terbaik. Metode penelitian dilakukan dengan Rancangan Tersarang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan metode ANOVA. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Penggunaan jenis jahe berpengaruh terhadap total fenol, aktivitas antioksidan, tingkat kecerahan (L), kemerahan (a*) dan kekuningan (b*). Konsentrasi penambahan sari jahe berpengaruh terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan. Didapatkan perlakuan terbaik dari perlakuan penggunaan jenis jahe gajah dengan konsentrasi penambahan 15% dan perlakuan penggunaan jenis jahe emprit dengan konsentrasi penambahan sebesar 10%.   Kata kunci: Hard Candy, Jahe, Nira Kelapa
Si PA-IJO JAJANAN SEHAT BERKLOROFIL TANPA GLUTEN SARANA EDUKASI WAYANG DAN BUDI PEKERTI BAGI ANAK-ANAK [IN PRESS JULI 2015] Rochmad Chusaini Maulidianto; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jajanan tidak sehat untuk anak banyak beredar dipasaran. Anak-anak cenderung tidak suka mengkonsumsi klorofil dalam bentuk sayuran segar. Wayang mulai dilupakan anak-anak. Penulis membuat jajanan sehat yaitu “Si Pa-ijo” yang berbahan baku labu kuning, tepung ganyong, MOCAF, dan ekstrak daun singkong sebagai sumber klorofil yang dikemas dengan edukatif, sehingga dapat membuat diversifikasi pangan baru yang bernilai edukasi budaya wayang dan budi pekerti bagi anak-anak. Metode pelaksanaan terbagi atas 5 tahap persiapan awal, survey pasar, pelaksanaan produksi, pemasaran dan penjualan, dan sertifikasi akad halal dan P-IRT. Si Pa-Ijo telah bekerjasama dengan 2 SDN di kota Malang dengan membuka 2 outlet yaitu di SDN Tunjungsekar 1 dan di SDN Penanggungan, dan memiliki satu outlet di pasar murah UB yang buka setiap hari minggu dan telah memilki 2 karyawan dengan omset selama 4 bulan Rp 23118000 dan telah mendapatkan sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan kota Malang dan sertifikat akad Halal MUI kota Malang.   Kata kunci: Edukasi, Jajanan, Si pa-ijo
PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI BUAH PINANG DAN ASAM SITRAT TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK SARI BUAH BELIMBING MANIS [IN PRESS JULI 2015] Iyuki Harnowo; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji buah pinang masih dimanfaatkan sebagai obat obatan, sehingga diperlukan penelitian biji buah pinang menjadi bahan tambahan pangan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penambahan ekstrak biji buah pinang dan asam sitrat terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik sari buah belimbing manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi ekstrak biji buah pinang (5% v/v, 10% v/v). Faktor II adalah konsentrasi asam sitrat (0.1% b/v, 0.3b/v, 0.5 b/v). Setiap perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT (α=5%). Perlakuan terbaik adalah penambahan esktrak biji buah pinang 10% dan asam sitrat 0.5% dengan karakteristik yaitu kadar vitamin C 14mg/100g, antioksidan 17.99%, gula reduksi 2.824%, total asam 9.93%, pH 2.73, TPT 0.7, kecerahan (L) 35.2, kemerahan (a*)  5.27, kekuningan(b*) 17,27, warna 3.35 (agak suka), rasa 3 (agak suka), aroma 3.35 (agak suka).   Kata Kunci: Biji buah pinang, Asam sitrat, Sari buah belimbing
HIDROLISIS ENZIMATIS PATI JAHE EMPRIT (Zingiber officinale Var. Rubrum) DENGAN ENZIM ΑLFA AMILASE (KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ENZIM DAN LAMA INKUBASI TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA DEKSTRIN) [IN PRESS JULI 2015] Atik Rahmawati; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe Emprit merupakan tanaman rimpang yang merupakan salah satu komoditas perdagangan yang penting bagi bangsa Indonesia. Ketersediaannya yang berlimpah dan pemanfaatannya yang selama ini hanya diambil sari atau minyaknya menghasilkan hasil samping berupa pati jahe yang belum banyak dimanfaatkan. Kandungan pati jahe emprit mencapai 58%. Dalam penelitian ini pati jahe dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan dekstrin secara enzimatis. Pembuatan dekstrin dengan metode enzimatis memiliki keunggulan lebih cepat, tidak menghasilkan residu berbahaya, proses lebih spesifik, serta kerusakan warna dapat diminimalkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi enzim dan lama inkubasi terhadap sifat fisik dan kimia sehingga dihasilkan dekstrin terbaik. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi enzim (0.04%, 0.06%, 0.08%) dan lama inkubasi (1 jam, 2 jam, 3 jam). Perlakuan terbaik diperoleh dari konsentrasi enzim 0,08% dan lama inkubasi 3 jam. Kadar gula reduksi yang terkandung adalah 6.22%, kadar DE 6.94%, viskositas dingin 96.33 cps, TPT 19.33, kadar air ±10%, dan kadar abu ±0.10%.   Kata Kunci: Dekstrin, Enzim α - Amilase, Pati Jahe

Page 55 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026