cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
EKSTRAKSI GELATIN KULIT IKAN LENCAM (Lethrinus Sp) DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUK PERMEN JELI [IN PRESS JANUARI 2016] Dhian Imani Prihardhani; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gelatin kulit ikan Lencam dan asam sitrat terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik permen jeli. Penelitian ini menggunakan konsentrasi gelatin (4%, 6%, dan 8% b/v) dan konsentrasi asam sitrat (0.20%, 0.25%, dan 0.30% b/v). Perlakuan terbaik permen jeli didapatkan pada tingkat perlakuan konsentrasi gelatin 8% dengan penambahan konsentrasi asam sitrat 0.30%. Karakteristik permen jeli yang dihasilkan adalah kadar air 17.39%, kadar abu 0.05%, kadar protein 5.70%, kadar lemak 0.68%, tekstur 20.83 N, pH 4.04, total gula 4.39%, tingkat kecerahan (L*) 29.95; tingkat kemerahan (a*) 19.89; tingkat kekuningan (b*) 18.49 dengan nilai organoleptik warna 5.70 (agak menyukai), tekstur 5.45 (agak menyukai),  rasa 4.55 (netral) dan aroma 4.30 (netral).   Kata kunci : Asam Sitrat, Gelatin, Kulit Ikan Lencam, Permen Jeli
PENGARUH LAMA PENGASAPAN DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP SOSIS FERMENTASI IKAN LELE (Clarias gariepinus) [IN PRESS JANUARI 2016] Asma' Khoirun Nisa; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosis merupakan produk olahan daging yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Untuk itu diperlukan bahan baku dengan harga yang terjangkau dengan kandungan protein yang tinggi. Sehingga pada penelitian ini menggunakan ikan lele sebagai bahan baku sosis. Ikan lele (Clarias gariopinus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki kandungan protein sebesar 63.86%, mudah dicerna dan mempunyai kandungan asam amino esensial yang lengkap dan seimbang. Untuk meningkatkan kandungan gizi pada sosis, proses pengolahannya dilakukan dengan cara fermentasi. Proses fermentasi ini ditambahkan bakteri Lactobacillus plantarum yang merupakan bakteri homofermentatif dan tahan dalam kondisi asam. Perlakuan terbaik diperoleh pada lama pengasapan 60 menit dan lama fermentasi 2 hari dengan karakteristik kadar pH 5.27, total asam 7.730%, total BAL 1.19 x 109 cfu/ml, protein 17.49%, lemak 10.39%, kadar air 57.24%, kadar abu 2.37%, organoleptik rasa 2.57 (suka), aroma 2.60 (suka), warna 2.57 (suka) dan tekstur 2.57 (suka).   Kata Kunci: Fermentasi, Ikan Lele, Lactobacillus plantarum, Sosis
SENYAWA BIOAKTIF PADA UMBI-UMBIAN LOKAL UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Siti Fatimatul Mutmainah; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di atas normal (kronis) yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Saat ini telah banyak diciptakan obat-obatan sebagai upaya untuk mencegah morbiditas dan mortalitas hipertensi, seperti captopril dan enalapril sebagai ACEi (Angiotensin Converting Enzyme inhibitor) yang menghambat ACE yaitu enzim yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah. Penggunaan obat antihipertensi tersebut mahal dan memiliki efek samping yang beragam, seperti batuk kering dan mengganggu fungsi ginjal. Disisi lain, salah satu komoditas pangan yang terhitung cukup melimpah di Indonesia adalah umbi-umbian. Selain tingkat produktivitasnya yang tinggi, umbi-umbian mengandung senyawa bioaktif dioscorin dan fenol yang berperan sebagai senyawa antihipertensi. Dalam peranannya menurunkan tekanan darah, dioscorin menghambat ACE yang dapat mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II sedangkan fenol memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah dan meningkatkan NO sebagai agen relaksasi pembuluh darah.   Kata Kunci: ACE, Dioscorin, Fenol, Hipertensi, Umbi-umbian
BERAS ANALOG DARI UBI KELAPA PUTIH (Discorea alata L.): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Rizki Mukti Adicandra; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat konsumsi beras di Indonesia masih sangat tinggi mencapai 95%. Produksi beras nasional saat ini cukup banyak, namun dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan beras nasional sehingga perlu upaya untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yaitu dengan diversifikasi pangan dalam bentuk beras analog. Salah satu umbi-umbian yang tinggi karbohidrat adalah ubi kelapa putih yang juga mengandung senyawa bioaktif, yaitu dioscorin dan fenol. Tepung dari ubi kelapa putih mengandung karbohidrat dan pati yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai tepung komposit. Selain itu, perlu ditambahkan bahan baku berupa tepung beras untuk memperbaiki tekstur dan cita rasa nasi analog serta alginat sebagai bahan pengental dan pengikat air untuk memperbaiki sifat fisik beras analog, seperti pada parameter kekerasan, kepulenan, dan kelengketan. Prosedur penelitian ini meliputi mutu hedonik, karakteristik adonan, sifat fisik, kimia, penerimaan sensoris dan nutrition fact beras analog. Proses pembuatan beras analog meliputi pencampuran semua bahan, pencetakan menggunakan noodle maker, pengukusan, dan pengeringan.   Kata kunci: Beras Analog, Senyawa Bioaktif, Tepung Beras, Ubi Kelapa Putih
STUDI DAYA CERNA (IN VITRO) BISKUIT TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN TEPUNG JAGUNG GERMINASI [IN PRESS JANUARI 2016] Engganeyski Jana Claudia; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biskuit pada umumnya terbuat dari tepung terigu (gandum) yang hingga saat ini masih bergantung pada impor. Permasalahan tersebut diatasi dengan menggantikan gandum dengan bahan lokal antara lain tepung ubi jalar dan tepung jagung. Ubi jalar mememiliki kandungan protein yang rendah. Kandungan protein bisa diperoleh dari biji jagung yang digerminasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi pada biskuit. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 5 perlakuan diantaranya perbandingan proporsi tepung ubi jalar kuning : tepung jagung germinasi 50:50; 60:40; 70:30; 80:20; dan 90:10. Data hasil analisis diolah menggunakan program SPSS 17 kemudian diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multipe Range Test).  Perlakuan terbaik diperoleh pada proporsi tepung ubi jalar kuning : tepung jagung germinasi 90:10 yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 2.44%, pati 80.38%, protein 5.32%, daya cerna pati 74.41%, daya cerna protein 50.81%, daya patah 7.47 N, tingkat kecerahan 74.82, lemak 5.37%, serat kasar 1.63%, karbohidrat 86.87%, dan abu 1.52%.   Kata Kunci: Biskuit, Jagung Germinasi, Ubi Jalar Kuning
KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) [IN PRESS JANUARI 2016] Putu Ayu Chintia Devi Pendit; Elok Zubaidah; Feronika Heppy Sriherfyna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung tanin, flavonoid, dan saponin. Antibakteri dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami, yang dapat menghambat kerusakan pangan akibat aktivitas mikroba. Salah satu cara untuk memperoleh senyawa antibakteri dari daun belimbing wuluh adalah dengan metode ekstraksi maserasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak 2 faktor. Faktor I yaitu jenis pelarut (air dan etanol 70%) dan faktor II yaitu rasio bahan : pelarut (b/v) (1:4; 1:5; 1:6) diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan selang kepercayaan 5%. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan pelarut etanol 70% dan rasio bahan:pelarut (b/v) 1:5 memiliki nilai parameter rendemen 10.45%, total fenol 3.35%, pH 4.46, total padatan terlarut 59.67oBrix, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 13.13mm, nilai aktivitas antibakteri terhadap  Escherichia coli sebesar 8.63mm.   Kata kunci: Antibakteri, Daun Belimbing Wuluh, MaserasiE
POTENSI SENYAWA BIOAKTIF UMBI-UMBIAN LOKAL SEBAGAI PENURUN KADAR GLUKOSA DARAH: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Olivia Yofananda; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi kadar glukosa darah melebihi batas normal. Kondisi ini merupakan ciri utama pada penyakit diabetes mellitus. Apabila tidak segera ditangani, kondisi hiperglikemia dapat memicu komplikasi lainnya seperti gangguan mata, gangguan ginjal, gangguan syaraf serta gangguan kardiovaskuler. Salah satu alternatif dalam penanganan kondisi hiperglikemia adalah dengan konsumsi sumber makanan mengandung senyawa bioaktif misalnya umbi-umbian.Umbi-umbian lokal di Indonesia mengandung senyawa bioaktif polisakarida larut air, serat pangan dan diosgenin yang berpotensi dalam penurunan kadar glukosa darah. Polisakarida larut air dan serat pangan merupakan senyawa yang mampu meningkatkan viskositas makromolekul di dalam saluran pencernaan yang menyebabkan absorbsi glukosa darah menurun sehingga kondisi hiperglikemia dapat dicegah. Sedangkan senyawa diosgenin merupakan penghambat α-glukosidase dan α-amilase. Dengan konsumsi umbi-umbian yang mengandung senyawa bioaktif maka menurunkan potensi peningkatan kadar glukosa darah.   Kata kunci: Kadar Glukosa Darah, Senyawa Bioaktif, Umbi-Umbian
PENGARUH KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN MADU KELENGKENG (Nephelium longata L.) TERHADAP KARAKTERISTIKSPICE LEATHER [IN PRESS JANUARI 2016] Florentine Ekaristya; Widya Dwi Rukmi Putri; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan rimpang kencur dan madu kelengkeng terhadap karakteristik spice leather. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu proporsi rimpang kencur (12%, 15%, 18%) dan madu kelengkeng (10%, 20%, 30%). Spice leather dengan perlakuan terbaik adalah yang menggunakan proporsi rimpang kencur 18% dan madu kelengkeng 30% dengan karakteristik: total asam 1.09%, serat kasar 0.32%, total gula 44.5%, gula pereduksi 4.69%, total fenol 6352.3 ppm, flavonoid 2353.3 ppm, aktivitas antioksidan 62.49%, kadar air 24%, tekstur 4.8 mm/s, nilai pH 3.5, dan tingkat kecerahan (L*) 32.25. Hasil uji organoleptik spice leather perlakuan terbaik memiliki skor rasa 4.5 (agak menyukai); warna 5.05 (agak menyukai); tekstur 4.85 (agak menyukai); aroma 4.55 (agak menyukai); dan kelengketan 4.6 (agak menyukai).   Kata kunci: Leather, Madu Kelengkeng, Rimpang Kencur
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP KADAR PROTEIN DAN MIKROBIOLOGIS DAGING AYAM BROILER PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN JAKARTA SELATAN [IN PRESS JANUARI 2016] Vindy Irmanita; Agustin Krisna Wardani; Harsojo Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iradiasi merupakan teknologi non termal yang dapat mereduksi bakteri pembusuk dan pathogen pada bahan pangan seperti Eschericia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, Coliform dan Camphylobacter  jejuni pada daging ayam. Efektifitas iradiasi gamma dalam mereduksi bakteri dipengaruhi beberapa factor yaitu jenis bakteri, dosis iradiasi serta kondisi sebelum dan setelah iradiasi. Selain efektifitasnya dalam membunuh bakteri pathogen dan pembusuk teknologi iradiasi gamma dapat menjaga nutrisi, tekstur dan warna yang biasa ditimbulkan oleh pengawetan pangan konvensional (menggunakan panas).   Kata kunci: Bakteri Patogen, Daging Ayam, Iradiasi, Pasar Modern, Pasar Tradisional
POTENSI HEPATOPROTEKTOR UMBI-UMBIAN LOKAL INFERIOR: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] I Gusti Ngurah Pratama Putra; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan fungsi hati kronik disebabkan salah satunya oleh kerusakan sel yang disebabkan oleh stres oksidatif. Stress oksidatif muncul akibat paparan radikal bebas dalam tubuh yang dapat bersumber dari induksi minyak jelantah. Hal seperti ini menyebabkan peroksidasi  lemak, rusaknya molekul lemak (fosfolipid) membran sel, rusaknya DNA dan oksidasi protein. Umbi-umbian lokal seperti umbi kimpul, umbi garut, ubi kelapa, umbi gadung dan umbi gembili mengandung karbohidrat tinggi dan tersebar di seluruh Indonesia. Selain mengandung karbohidrat tinggi, umbi-umbi tersebut mengandung dioskrorin, diosgenin dan fenol diyakini berfungsi sebagai antioksidan dan hepatoprotektor.   Kata kunci: Antioksidan, dioscorin, diosgenin, fenol, hepatoprotektor, stres oksidatif   ABSTRACT   Chronic liver function disturbance caused by damage to cell that caused by the oxidative stress. Oxidative stress emerges as a result of exposure from free radicals in the body which can be sourced from the induction of oxidized frying oil. It will lead to the breakdown of fats, fat proxydation molecules from cells membrane (phospholipids), DNA and protein oxidation. Local tubers such as arrowroot, lesser yam, water yam, wild yam, and cocoyam are high-carbihydrate local tubers that widely spreaded in Indonesia. Beside their high carbohydrate cimponent, that tubers also contains dioscorin, diosgenin, and phenol. Those bioactive compunds are believed to have some antioxidant activity and hepatoprotective effect. Keywords: Antioxidant, dioscorin, diosgenin, hepatoprotective, oxidative stress,    phenol

Page 71 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026