cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 11 Documents clear
Tingkat Penurunan Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) Udara Ambien Menggunakan Taman Vertikal (Studi Kasus di Esa Sampoerna Center Surabaya) Ivanastuti, Desi; Widiatmono, Bambang Rahadi; Susanawati, Liliya Dewi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.928 KB)

Abstract

Tingginya kepadatan penduduk mengakibatkan padatnya kendaraan bermotor sebagai pemicu pencemaran udara yaitu karbon monoksida (CO). Taman vertikal merupakan salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara serta menambah adanya ruang terbuka hijau di perkotaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan tingkat penurunan konsentrasi CO yang dihasilkan antara lokasi dengan taman vertikal dan lokasi tanpa taman vertikal. Konsentrasi CO pada JL. Dr. Ir. H. Soekarno digunakan sebagai kontrol. Penentuan konsentrasi pada udara ambien dilakukan dengan menggunakan metode Iodine Pentoksida. Tingkat penurunan  konsentrasi CO yang dihasilkan pada lokasi dengan taman vertikal sebesar 94.10-100%. Sedangkan tingkat penurunan konsentrasi CO yang dihasilkan pada lokasi tanpa taman vertikal sebesar 0.00-35.28%. Kata Kunci : Karbon monoksida, taman vertikal, udara ambien.
Optimasi Alokasi Penggunaan Air Berdasarkan Ketersediaan Air dan Biaya Operasional (Studi Kasus Kota Batu) Amalia, Rizki Dwika; Sutan Haji, Alexander Tunggul; Suharto, Bambang
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan air yang tidak efisien cenderung dikarenakan penggunaan air yang tidak tepat sehingga perlu adanya alokasi sumberdaya air. Kota Batu sebagai penyuplai air khususnya untuk beberapa kota di Jawa Timur membutuhkan perencanaan penggunaan alokasi air yang efisien sehingga tidak ada ancaman air bagi wilayah lain. Optimalisasi alokasi penggunaan air merupakan salah satu upaya untuk menghindari adanya ancaman kekurangan air di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu penentuan formula penggunaan air secara optimal berdasarkan jumlah ketersediaan air dan biaya operasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif untuk menentukan alokasi penggunaan air pada setiap jenis aktivitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa alokasi air optimum pada tahun 2014 meliputi 9,254,852 m3tahun-1 untuk penduduk, 7,779,671 m3tahun-1 untuk industri dan 41,719,120 m3tahun-1 untuk irigasi. Total biaya operasional yang dibutuhkan tahun 2014 sebesar Rp. 60,122,241,895. Tahun 2034 adanya alih alokasi air dengan rincian 13,721,856 m3tahun-1 untuk penduduk, 143,487,935 m3tahun-1 untuk industri dan 9,773,011 m3tahun-1 untuk irigasi. Total biaya operasional yang dibutuhkan tahun 2034 sebesar Rp. 780,338,635,228. Kata kunci: Biaya operasional, ketersediaan air, optimasi
Pengukuran Tingkat Eko-efisiensi Proses Produksi Biji Kakao Menggunakan Life Cycle Assessment Pada Unit Produksi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Fachrun Nisa; Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto; Sukrisno Widyotomo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini industri dituntut untuk memperbaiki sistem produksinya dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, yakni keuntungan ekonomi, keseimbangan ekologi, dan tanggung jawab bisnis terhadap lingkungan sosial. Industri dari komoditas Kakao (Theobroma cacao L.) menghasilkan produk sampingan berupa limbah kakao seperti kulit, daun dan daging buah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengolah hasil sampingan dari produksi kakao ini menjadi sesuatu yang lebih bernilai seperti pupuk kompos sehingga didapatkan tingkat eko-efisiensi yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan eco-costs dan tingkat eko-efisiensi produk biji kakao kering serta memberikan rekomendasi dalam upaya meningkatkan nilai eko-efisiensi. Data kebutuhan bahan baku, energi, harga jual produk dan biaya produksi digunakan untuk menentukan tingkat eko-efisiensi melalui tahapan diantaranya adalah analisis Life Cycle Assessment (LCA)dengan menggunakan metodeEco-Costs 2012 dalam software SimaPro v 8.0.4 sehingga didapatkan nilai eco-costs yang digunakan untuk perhitungan Eco-efficiency Index (EEI), dilanjutkan dengan perhitungan Eco cost Value Ratio (EVR) menggunakan nilai Net value Product untuk menghitung nilai Eco-efficiency Ratio (EER). Nilai eco-costs dari proses produksi biji kakao setelah dilakukan pengomposan sebesar Rp. 610,133.00 dan sebelum dilakukan proses pengomposan sebesar Rp. 459,841.00. Eko-efisiensi dari produk biji kakao meningkat dari sebelum dilakukan pengomposan sebesar 75.9% menjadi 76.2%. Peningkatan eko-efisiensi diperoleh dari keuntungan penjualan pupuk kompos. Kata Kunci: Eco-costs, eko-efisiensi, kakao, Life Cycle Assessment (LCA), pupuk kompos.  
Analisis Kelas Kemampuan Lahan Sebagai Penentu Kesesuaian Penggunaan Lahan di Kabupaten Sidoarjo Renanda Ariska Faradina; Bambang Rahadi; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.986 KB)

Abstract

Bukti dari pembangunan daerah diantaranya dengan tumbuh kembangnya infrastruktur  daerah yang membutuhkan lahan besar dan tentunya menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan arahan ruang akan berdampak terlampauinya daya dukung lingkungan. Upaya untuk mengatasi terlampauinya daya dukung lingkungan maka diperlukan suatu analisis kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kelas kemampuan lahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menduga tingkat laju erosi serta menentukan perubahan luas kesesuaian penggunaan lahan antara kondisi existing dan RTRW. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial dengan cara overlay data spasial untuk menghasilkan unit pemetaan baru yang akan digunakan sebagai unit analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai laju erosi pada kondisi penggunaan lahan existing dan RTRW sebesar 0.020 ton ha-1 y-1. Didapatkan pula hasil bahwa terjadi peningkatan luas ketidaksesuaian penggunaan lahan pada kondisi existing sebesar 46.18% (33,285.278 Ha), sedangkan pada RTRW sebesar 76.48% (51,531.952 Ha). Hal ini menunjukkan perkembangan daerah di Kabupaten Sidoarjo belum memperhatikan kesesuaian peruntukan berdasarkan kelas kemampuan lahan.Kata kunci: Daya dukung, kemampuan, lahan, RTRW
Analisis Spasial Defisiensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Mojokerto Lilis Suryaningsih; Alexander Tunggul Sutan Haji; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.023 KB)

Abstract

Peningkatanjumlah penduduk dapat berdampak pada pengalihfungsian lahan bervegetasi menjadiarea terbangun sehingga mengurangi luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota. Ruangterbuka hijau di wilayah perkotaan merupakan aspek  penting karena berpengaruh dalam penyerapan CO2yang dihasilkan dari beberapa aktifitas kota seperti tranportasi, kegiatanindustri, pemakaian bahan bakar LPG dan respirasi manusia. Luas wilayah Kota Mojokerto 16,46 km2 dengantingkat kepadatan penduduk 7302 jiwa km-2 berpotensi untukmenghasilkan CO2 tinggi. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi eksisting RTH dan kemampuannyadalam penyerapan CO2 di Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode spasial untukmenggambarkan kondisi sebaran beban CO2 dan kondisi eksisting RTH diKota Mojokerto menggunakan softwareArcView 3.3. Beban CO2 dihitung menggunakan persamaan Gausian Modeldan IPCC dan daya serap RTH dari perkalian jumlah pohon dengan daya serapmasing-masing jenis pohon. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa total beban emisi CO2 sebesar 72747688 kg yr-1.Besarnya total daya serap CO2 RTH publik yaitu 5529129 kg yr-1.Sisa CO2 yang belum terserap oleh RTH publik sebesar 67218559 kg yr-1(7,6%). Dari perhitungan yang sudah didapatkan bahwa ketersediaan RTHpublik di Kota Mojokerto belum mampu menyerap CO2 secara maksimal.Perlu adanya penambahan jumlah tanaman pada taman jalan dan jalur hijau denganjenis tanaman yang mempunyai daya serap CO2 lebih tinggi. Kata kunci : Emisi CO2,ruang terbuka hijau
Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan Aktual dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kabupaten Probolinggo Juwita Amanda Lestari; Bambang Rahadi Widiatmono; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kabupaten Probolinggo berencana untuk tahun 2010-2030 melakukan pengembangan kawasan pemukiman merata di seluruh kecamatan. Permasalahan yang timbul adalah apakah pemerataan lahan pemukiman sudah sesuai dengan peruntukannya atau tidak. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan aktual tahun 2009 dan RTRW tahun 2010-2030 Kabupaten Probolinggo berdasarkan daya dukung lingkungan berbasis kemampuan lahan. Metode yang digunakan yaitu analisa spasial melalui tumpang tindih (overlay) antara peta kelas kemampuan lahan dan penggunaan lahan menggunakan software ArcView 3.3. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketidaksesuaian penggunaan lahan (N) pada kondisi aktual tahun 2009 seluas 22067.04 Ha dengan ketidaksesuaian perubahan penggunaan lahan hutan alam sebagai tegalan dan tingkat ketidaksesuaian penggunaan lahan (N) kondisi RTRW tah seluas 41145.77 Ha dengan ketidaksesuaian perubahan penggunaan lahan tegalan sebagai perkebunan. Terdapat peningkatan penggunaan lahan yang tidak sesuai pada RTRW dibandingkan dengan penggunaan lahan aktual sebesar 19078.73 Ha atau 11.25% dari luas Kabupaten Probolinggo sehingga perlu dilakukan rencana tata ruang yang sesuai dengan kemampuan lahan. Kata kunci: daya dukung lingkungan, kabupaten probolinggo, kemampuan lahan.  
Efektifitas Limbah Puntung Rokok Sebagai Bahan Inhibitor Korosi Pada Paku Besi Dalam Media Air Tawar Bayu Prasetya Andeka; Bambang Suharto; Alexander Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai permasalahan yang ditimbulkan korosi antara lain  penipisan material bangunan, keropos, berlubang, perubahan warna atau tampilan bangunan, terkontaminasinya bahan produk, berkurangnya faktor keamanan, dan bertambahnya biaya perawatan bangunan. Penggunaan inhibitor untuk menghambat proses korosi. Tetapi inhibitor yang aman sangat diperlukan selain itu harus terhitung yang ekonomis dan ramah lingkungan. Salah satu inhibitor alami yang aman adalah limbah puntung rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan  limbah puntung rokok dalam menurunkan laju korosi pada paku besi dan juga menetukan korelasi antara laju korosi dengan variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan. Penentuan laju korosi dengan menggunakan metode kehilangan berat. Konsentrasi perendaman paku besi dalam inhibitor yang digunakan adalah 0, 200, 400, 600, 800, 1000 ppm dengan waktu perendaman selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi limbah puntung rokok maka laju korosi semakin kecil. Nilai rata-rata laju korosi tanpa perendaman pada inhibitor limbah puntung rokok adalah 0,160mpy. Sedangkan untuk konsentrasi 200, 400, 600,800, 1000 ppm berturut-turut adalah 0,110,0,092 , 0,085, 0,081, dan 0,061 mpy dan efisiensi penurunan maksimal terhadap nilai laju korosi terkecil terjadi pada konsentrasi 1000 ppm dengan waktu perendaman 7 hari dikarenakan walaupun pada hari ke 4 laju korosi tinggi tetapi setelah hari ke 4 laju korosi mulai menurun karena inhibitor yang mengandung nikotin telah bereaksi dengan oksigen sehingga melindungi lapisan besi dari oksidasi dengan oksigen serta mengurangi efek dari korosi . Kata kunci: Nikotin, Inhibitor, Paku besi, Limbah Puntung Rokok  
Efektivitas Penurunan Konsentrasi Limbah Cair Industri Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor Danang Hariono; Ruslan Wirosoedarmo; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.654 KB)

Abstract

Limbah cair tepung tapioka mempunyai kandungan bahan organikyang tinggi sehingga diperlukan proses pengolahan yang tepat sebelum dibuang kelingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguraikan senyawaorganik tersebut adalah dengan pengolahan biologi Rotating Biological Contactor (RBC). Tujuan penelitian ini adalahmengetahui besarnya penurunan kandungan Sianida, BOD, TSS dan pH limbah cair tepungtapioka dengan metode RBC pada kecepatan putaran cakram 50 dan 100 rpm. Kandunganawal BOD sebesar 1217 mgL-1,TSS sebesar 1126 mgL-1,Sianida sebesar 0.28 mgL-1 dan pH sebesar 4.3. Nilai parameter tersebutmasih berada diatas standar baku mutu limbah dan akan membahayakan jikalangsung dibuang ke sungai sedangkan parameter Sianida sudah memenuhi standarbaku mutu yaitu sebesar 0.282 mgL-1.Efektivitaspenurunan BOD, TSS, Sianida untuk kecepatan putar 50 rpm adalah 89.56%, 74.93%,90.78%. Sedangkan efektivitas penurunan BOD, TSS, Sianida untuk kecepatan putar100 rpm adalah 92.06%, 94.56%, 98.58%. Kata Kunci : Kecepatan putaran cakram, limbah cairtapioka, rotating biological contactor
Agihan Polutan CO2 di Kota Mojokerto Dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) Riza Faradina; Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.399 KB)

Abstract

Pencemaran udara dapat berasal dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik maupun partikel yang lain yang memberi pengaruh besar terhadap penurunan kualitas udara. Kota Mojokerto adalah  kota kecil dengan kepadatan penduduk sebesar 8285 jiwa km-2, aktifitas transportasi dan industri yang cukup tinggi sehingga perlu diadakan penelitian tentang agihan polutan karbon dioksida yang dihasilkan oleh sisa pembakaran dari berbagai aktifitas penduduk. Penelitian ini menggunakan metode spasial yang didalamnya terdapat tahapan perhitungan konsentrasi karbondioksida. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil perhitungan dalam penelitian ini dan metode spasial digunakan untuk menggambarkan agihan polutan CO2 Kota Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konsentrasi CO2 di Kota Mojokerto adalah 4.424 kg m-3, 60,5% disumbang dari respirasi penduduk, sumber LPG 26,3%, 8,8% sumber kendaraan bermotor dan 4,4% sumber industri. Tingkat pencemaran di Kota Mojokerto paling besar dipengaruhi oleh konsentrasi CO2 respirasi penduduk yaitu 2.677 kg m-3. Konsentrasi CO2 respirasi penduduk paling tinggi terdapat di Kelurahan Mentikan yaitu sebesar 0.448 kg m-3 atau sebesar 14.5% dari total konsentrasi CO2 respirasi di Kota Mojokerto. Tingginya konsentrasi CO2 respirasi penduduk disebabkan karena banyaknya jumlah penduduk yang terdapat dalam luasan wilayah. Kata Kunci : Karbondioksida, konsentrasi CO2, metode spasial, pencemaran udara. 
Penentuan Daya Tampung Sungai Badek Terhadap Beban Pencemar Akibat Limbah Cair Penyamakan Kulit di Kelurahan Ciptomulyo, Malang Valens Ngali Prasetya; Liliya Dewi Susanawati; Bambang Rahadi Widiatmono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.722 KB)

Abstract

Pencemaran sungai akibat limbah cair merupakan salah satu masalah besardi daerah perkotaan. Sungai Badek yang mengalami pencemaran akibat limbah cair industripenyamakan kulit. Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat pencemaran diSungai Badek dengan menganalisiskondisi kualitas air sungai, menghitung daya tampung dan status mutu air SungaiBadek terhadap parameter air sungai berdasarkan kesesuaian baku mutu air sesuaiperuntukannya. Analisis kualitas air sungai dilakukan denganmenguji dan membandingkan parameter sebelum dan setelah mendapat masukanlimbah, dengan parameter yang digunakan yaitu BOD, COD, DO, TSS, pH dan Suhu.Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik, T1 merupakan titik sebelum adanyamasukan limbah, T2 merupakan limbah industri penyamakan kulit yang masuk kebadan sungai dan T3 adalah titik dimana sungai telah mendapat masukan limbah. Perhitungandaya tampung di T3 didapat dari selisih antara baku mutu air sungai dengankonsentrasi polutan air sungai pada T3 dengan menggunakan metode neraca massa. Perhitunganstatus mutu air menggunakan metode indeks pencemaran. Hasil penelitian T3 sudahmelampaui daya tampung untuk parameter TSS, BOD dan COD namun parameter DO, Suhudan pH belum melampaui daya tampung. Indeks pencemaran di T1 adalah 0.63 dandikategorikan dengan kondisi baik. T2 dan T3 mengalami pencemaran sedang.Indeks Pencemaran di T2 dan T3 adalah 7.63 dan 5.45.Kata kunci : Daya tampung, kualitas air, limbah cairpenyamakan kulit, sungai badek

Page 1 of 2 | Total Record : 11