cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Estimasi Gas Rumah Kaca dari Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Aryo Sasmita; Isnaini Isnaini; Rizki Zustika
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.01.5

Abstract

ABSTRAK Pertanian merupakan sektor yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar. Namun di sisi lain, sektor pertanian ini termasuk di dalamnya peternakan dan perkebunan turut menyumbang 8% dari emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai emisi gas rumah kaca di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam perhitungan emisi menggunakan metode Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) 2006 dan 2019 Refinement to the 2006 dengan pendekatan Tier 1. Emisi GRK dihitung dari kegiatan penanaman padi, penggunaan pupuk, pengelolaan tanah, pengelolaan kotoran hewan, dan hasil fermentasi enterik dari proses pencernaan hewan. Data didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar yang telah dikonfirmasi oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa emisi GRK di Kabupaten Kampar dari sektor pertanian dan perkebunan adalah sebesar 297.15 Gg CO2 ekivalen per tahun, sedangkan emisi GRK dari sektor peternakan sebesar 14,012.24 Gg CO2  ekivalen per tahun. Emisi GRK total dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan tahun 2019 adalah sebesar 14,309.39 Gg CO2 ekivalen per tahun, dimana sektor peternakan berkontribusi paling besar sebesar 97.92%.Kata kunci : emisi GRK, Kabupaten Kampar, perkebunan, pertanian, peternakan  ABSTRACT Agriculture is a sector that contributes greatly to the economic growth in Kampar Regency. However, the agricultural sectors include animal husbandry and plantations accounted for 8% of Indonesia's national Greenhouse Gas (GHG) emissions. This study aims were to obtain emission values in the agriculture, plantation, and animal husbandry sectors in Kampar Regency. The emission calculation method is based on the IPCC 2006 and 2019 refinement to the 2006 method with a Tier 1 approach. GHG emissions are calculated from rice cultivation activities, fertilizers usage, soil management, animal manure management, and the results of enteric fermentation from the digestion of animals. Data were obtained from BPS Kampar Regency confirmed by Department of Food Crops and Horticulture in Kampar Regency. The results showed that the GHG emission in Kampar Regency from the agricultural and the plantation sectors was 297.15 Gg CO2 equivalent per year, and the GHG emission from the animal husbandry sector was 14,012.24 Gg CO2 equivalent per year. The total GHG emissions from the agricultural, plantation, and animal husbandry sectors in 2020 amounted to 14,309.39 Gg CO2 equivalent per year, where the animal husbandry sector contributed the most by 97.92%.Keywords : GHG emissions, Kampar District, plantations, agriculture, animal husbandry
Hubungan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan dengan Kerentanan Banjir di Kecamatan Teluk Betung Selatan Fachri Muhammad Rasyid; Abdullah Aman Damai; Adnin Musadri Asbi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.01.1

Abstract

 ABSTRAKBerdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Bandar Lampung tahun 2016 – 2020, Kecamatan Teluk Betung Selatan yang berlokasi di Kota Bandar Lampung memiliki tingkat bahaya banjir tinggi. Keadaan lahan yang berupa dataran rendah dengan kemiringan lereng relatif datar, merupakan faktor pemicu akan adanya bahaya banjir di lokasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hub ungan antara kerentanan bahaya banjir terhadap daya dukung lingkungan yang dilihat dari kondisi kemampuan lahan di daerah penelitian. Metode pengumpulan data berupa survei. Metode analisis penelitian ini adalah analisis asosiasi korelatif yang dalam penelitian ini menggunakan Koefisien Sommer (d). Nilai yang dihasilkan oleh Koefisien Sommer (d) memiliki rentang antara -1 (hubungan tidak searah sempurna) sampai 1 (hubungan searah sempurna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung lingkungan berdasarkan kemampuan lahan di Kecamatan Teluk Betung Selatan tergolong dalam kelas d yang berarti memiliki kemampuan pengembangan agak tinggi dalam aspek fisik dan lingkungannya, di mana kelas tersebut berada pada lima kelurahan (Kelurahan Talang, Kelurahan Gedong Pakuon, Kelurahan Pesawahan, Kelurahan Teluk Betung, dan Kelurahan Gunung Mas). Tingkat kerentanan banjir di daerah penelitian yang termasuk dalam kelas sedang tersebar di empat kelurahan yaitu Kelurahan Gedong Pakuon, Talang, Pesawahan, dan Teluk Betung. Berdasarkan hasil analisis asosiasi korelatif, diketahui bahwa terdapat hubungan yang cenderung erat atau kuat antara daya dukung lingkungan yang ditinjau berdasarkan kemampuan lahan dengan tingkat kerentanan banjir di daerah penelitian yang ditunjukkan oleh aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan.Kata kunci: analisis asosiasi korelatif, daya dukung lingkungan, kemampuan lahan, kerentanan banjir ABSTRACT Based on the 2016 - 2020 Bandar Lampung City Disaster Risk Study Documents, Teluk Betung Selatan District, located in Bandar Lampung City, has a high flood hazard level. The condition of land (lowlands) with a relatively flat slope is a triggering factor for hazards in that location. This study aims to analyze the vulnerability of floods to the carrying capacity of the environment as seen from the conditions of the research area. The training method is in the form of survey data. The research analysis method is correlative association analysis in the study using Sommer's coefficient (d). The value generated by the Sommer coefficient (d) has a range between -1 (the relationship is not perfectly aligned) to 1 (the relationship is perfectly unidirectional). The results showed that the carrying capacity of the environment based on the land capability in Teluk Betung Selatan District is classified in class d which means it has a rather high development capability in terms of its physical and environmental aspects, where the class is located in five subdistricts (Talang Subdistrict, Gedong Pakuon Subdistrict, Pesawahan Subdistrict, Teluk Betung Subdistrict, and Gunung Mas Subdistrict). The level of flood vulnerability in the research area which is included in the medium class is spread across four subdistricts, namely Gedong Pakuon, Talang, Pesawahan, and Teluk Betung. Based on the results of the correlative association analysis, it shows that there is a relationship that tends to be close or strong between the carrying capacity of the environment as seen based on the capacity of the land and the level of flood vulnerability in the study area, which is indicated by social, physical, economic, and environmental aspects.Keywords:  correlative association analysis, environmental carrying capacity, land capability, flood vulnerability
Penerapan Test Strip dalam Uji Kontaminan Bakteri Escherichia coli pada Air Bersih Afrilyani Kontryana; Akira Kikuchi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.01.2

Abstract

ABSTRAKPengujian kualitas air berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) menggunakan alat-alat khusus yang hanya ada di laboratorium dan harus dioperasikan oleh seorang laboran menyebabkan keterbatasan data yang diperlukan karena memerlukan biaya yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan metode alternatif yang lebih terjangkau dan mudah digunakan dalam uji kualitas air. Dengan menggunakan Test Strip sebagai alat untuk menguji kontaminasi bakteri Escherichia coli (E.Coli) dan total coliform pada sampel air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui bagaimana kemampuan penggunaan alat Test Strip diterapkan dalam metode alternatif untuk uji kualitas air yang tidak berdasarkan standar SNI. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif, dimana hasil penelitian berdasarkan pengamatan yang dialami oleh penulis selama menggunakan Test Strip. Hasil menunjukkan bahwa Test Strip merupakan alat yang mudah digunakan, terjangkau dan dapat digunakan sebagai alat edukasi mandiri dalam menghasilkan informasi kualitas air bersih dalam uji mikroba pada sampel air, tetapi untuk mendapatkan hasil yang akurat tidak dianjurkan untuk menggunakan alat Test Strip. Penggunaan Test Strip lebih sesuai digunakan untuk kondisi yang cepat atau mendesak sehingga para pengguna dapat melakukan tindakan preventif awal yang lebih cepat terhadap adanya kontaminan bakteri pada air bersih yang biasa dikonsumsi.Kata kunci: metode alternatif, mudah digunakan, terjangkau, Test Strip, uji kualitas air ABSTRACT Indonesian National Standard (SNI) to testing water quality using special equipment that is only available in the laboratory and must be operated by a laboratory assistant can be causing limited result because required high cost. Therefore we need an alternative method that is more affordable and easy to use in testing water quality. Test Strip used as a tool to test for contamination of Escherichia coli (E.Coli) and total coliform in clean water samples. This study aims to determine how the capability of Test Strip as an alternative method that is not based on SNI standards in clean water quality testing. The research used descriptive exploratory as the research method, where the results of the study are based on the observations experienced by the author along with using the Test Strip. The results show Test Strip is a tool that easy to use, affordable, and can be used as an independent educational tool in producing clean water quality information. But, Test Strip is not recommended to be used to get accurate results. Test Strip is more suitable to obtain water quality information in rapid or urgent conditions so that users can take faster preventive action against the presence of bacterial contaminants in clean water.Keywords: affordable, alternative, easy to use, Test Strip, water quality testing
Biodegradabilitas Bioplastik Berbahan Dasar Limbah Cair Tahu dengan Penguat Kitosan dan Plasticizer Gliserol Bambang Rahadi Widiatmono; Akhmad Adi Sulianto; Corry Debora
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.01.3

Abstract

ABSTRAK Plastik merupakan salah satu bahan pengemas yang banyak digunakan. Sampah plastik yang dibiarkan akan menumpuk dan memberikan dampak negatif. Solusi dari penumpukan sampah plastik ini dengan cara membuat plastik yang biodegradable. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh penambahan kitosan dan plasticizer gliserol pada bioplastik dengan bahan dasar limbah cair tahu. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mendeskripsikan hasil perhitungan terhadap sifat biodegradabilitas, sifat solubilitas dan gugus fungsi dari bioplastik yang dihasilkan. Hasil analisa menunjukan untuk sifat biodegradabilitas dan solubilitas yang terbaik terdapat pada bioplastik perlakuan K2G2 yaitu dengan komposisi kitosan sebanyak 2.3 g dan gliserol sebanyak 1.5 ml. Pada perlakuan K2G2 didapat besar persentase biodegradabilitas sebesar 97.667% dan untuk persentase solubilitas sebesar 40.444%. Gugus fungsi dari bioplastik yang dihasilkan dapat membuktikan sifat hidrofilik yang dimiliki. Kata kunci: biodegradable, gugus fungsi, solubilitas ABSTRACT Plastic is one of the most commonly used packaging materials. Plastic waste which is left will accumulate and give a negative impact. The solution for plastic waste is by making biodegradable plastic. The purpose of this research is to identify the effects of adding chitosan and plasticizer glycerol to bioplastics made up of tofu liquid waste. The method used in this research is a quantitative approach with a Completely Randomized Design to describe the result of the biodegradability characteristic, solubility characteristic, and a cluster function of bioplastic. The result of the analysis for the best biodegradability and solubility was found in K2G2 treatment with a composition of chitosan as much as 2.3 g and glycerol as much as 1.5 ml. On the K2G2  treatment, it was shown that this treatment attained a percentage of biodegradability as much as 97.667% and a percentage of solubility amounting to 40.444 %. A cluster function of bioplastic produced can prove the nature of the hydrophilic.Keywords:  biodegradable, cluster function, solubility 
Status Mutu Air Sungai Cibeureum, Kota Cimahi Yanfa Irham Hermawan; Eka Wardhani
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.01.4

Abstract

ABSTRAK Sungai Cibeureum merupakan salah satu Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melintasi dua wilayah yaitu Kota Bandung dan Kota Cimahi. DAS Cibeureum berada di Kecamatan Cimahi Selatan melewati Kelurahan Cibeureum, Kelurahan Melong dan berbatasan dengan Kelurahan Cijerah, Kota Bandung. Kelurahan Cibeureum dan Kelurahan Cijerah memiliki kepadatan penduduk tinggi, yaitu 225 jiwa.ha-1 dan 282 jiwa.ha-1, sedangkan Kelurahan Melong memiliki kepadatan rendah yaitu 91 jiwa.ha-1. Wilayah tersebut berpotensi memiliki resiko sanitasi terutama terkait pengelolaan air limbah. Penelitian ini akan menganalisis dan menghitung status mutu air Sungai Cibeureum sehingga diketahui tingkat pencemaran yang terjadi di Sungai Cibereum. Metode yang digunakan untuk menghitung status mutu air Sungai Cibeureum yaitu Indeks Pencemaran. Kualitas air sungai dibandingkan dengan baku mutu kelas II Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Terdapat 15 parameter yang dianalisis dimana sample air diambil di 3 lokasi pada musim pancaroba, kemarau dan hujan. Berdasarkan analisis diketahui bahwa BOD5, COD, TSS, dan fecal coliform merupakan parameter utama penyebab pencemaran sungai. Hampir semua status mutu air Sungai Cibeureum pada berbagai musim dan lokasi memiliki indeks tercemar berat. Musim hujan memiliki skor Indeks Pencemaran paling tinggi dibanding dengan musim lainnya, yaitu sebesar 13.67 di bagian hulu, 16.65 di bagian tengah, dan 14.15 di bagian hilir sungai.Kata kunci: baku mutu, Indeks Pencemar, kualitas air, resiko sanitasi, Sungai Cibeureum ABSTRACT Cibeureum River is one of the Citarum sub-watersheds that crosses two regions that are Bandung and Cimahi. The Cibeureum watershed is located in the South Cimahi District through the Cibeureum sub-district, Melong sub-district, and borders the Cijerah sub-district, Bandung City. The Cibeureum sub-district and Cijerah sub-district have a high population density of 225 people.ha-1 and 282 people.ha-1, while the Melong sub-district has a low density of 91 people.ha-1, so the area has the potential to have sanitation risks, especially related to wastewater management. This study will analyze and calculates the water quality status of the Cibeureum River so that the level of pollution is known. The method for calculating the water quality status of the Cibeureum River used is the Pollution Index. River water quality compared to class II quality standards Government Regulation (PP) Number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Water Pollution Control. Water samples were taken at 3 locations during the transition, dry and rainy seasons. There are 15 parameters analyzed. Based on the analysis show that BOD5, COD, TSS, and fecal coliform are the main parameters causing river pollution. The water quality status of the Cibeureum River in almost all locations at various seasons has a heavily polluted index. The rainy season has the highest pollution index score than any other season, amounting to 13.67 in the upstream, 16.65 in the middle of the river, and 14.15 in the downstream.Keywords: quality standard, Pollutant Indeks, water quality, sanitation risk, Cibeureum River

Page 1 of 1 | Total Record : 5