cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 15 Documents clear
Analisis Efisiensi Pada Belt Conveyor Untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pengangkutan Tebu Di Pabrik Gula Kebonagung Dwi Diyan Arimad; Bambang Susilo; Sumardi Hadi Sumarlan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat banyak masyarakat mengkonsumsi gula semakin banyak , pabrik yang mengelola gula dari bahan baku tebu. Namun pemanenan yang sudah di tebang saat ini pengangkutannya masih manual atau dengan menggunakan tenaga manusia kadang juga memiliki kendala yang tersendiri mulai dari memerlurkan waktu lama, buruh angkut sering mengalami kesakitan saat menggangkut . Melihat fakta tersebut maka perlu adanya system conveyor yang sangat membantu pekerjaan manusia. Efisiensi merupakan tingkat yang dapat dicapai oleh produksi yang maksimal dengan pengorbanan yang minimal. Pada penelitian ini efisiensi waktu menggunakan belt conveyor dengan jarak 8.5 meter adalah 13,33 menit dan menggunakan tenaga manusia (manual) sebesar 56 menit. Jarak 20 meter menggunakan belt conveyor sebesar 31,33 menit dan menggunakan manual atau tenaga manusia sebesar 2,23 jam.   Kata kunci: Tebu, belt conveyor, efisiensi
Pengaruh Dosis Penambahan Bakteri (Azospirillum sp.) Terhadap Kelimpahan Populasi Mikroalga (Chlorella sp.) pada Media Kultur Limbah Cair Biogas (Setelah Proses Anaerob) Fatma Ridha Nurlaili; Yusuf Hendrawan; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.135 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan mikroorganisme yang berpotensi sebagai bahan baku biofuel yang merupakan energi alternatif terbarukan sehingga sangat dibutuhkan dalam menangani krisis energi. Salah satu jenis mikroalga yang  banyak diteliti adalah jenis Chlorella sp. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis penambahan  bakteri (azospirillum sp.) terhadap kelimpahan populasi mikroalga (chlorella sp.) pada media kultur limbah cair biogas yang diambil setelah proses anaerob. Terdapat empat perlakuan dengan tiga kali pengulangan dimana masing-masing perlakuan yaitu  A0 (tanpa penambahan bakteri), A3 (dengan penambahan bakteri 3x108 cfu/ml), A6 (dengan penambahan bakteri 6x108 cfu/ml), serta A9 (dengan penambahan bakteri 9x108 cfu/ml). Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis penambahan bakteri maka semakin tinggi pula kelimpahan populasi mikroalga yang didapat. Populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A9 dengan penambahan dosis bakteri sebesar 9x108 cfu/ml yakni dengan populasi puncak sebesar 9,24x108 sel/ml.   Kata kunci: Bakteri Azospirillum sp., Kelimpahan populasi mikroalga, Limbah cair biogas, Mikroalga Chlorella sp. 
Pengaruh Teknik Pemberian Pupuk Organik dari Sludge Bio-Digester terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Varietas Bima pada Fase Vegetatif Artanta Yoga Priyana; Ruslan Wirosoedarmo; Liliya Dewi Susanawati; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.84 KB)

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman palawija yang paling utama di Indonesia, selain sebagai sumber kalori utama bagi sebagian penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang teknik pemberian pupuk yang benar serta memberikan pengetahuan tentang manfaat pupuk organik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Teknik pemberian pupuk (A) dipergunakan sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 (tiga) macam yaitu A1: dipermukaan, A2: diaduk dan A3: dislot. Faktor kedua terdiri dari 2 macam yaitu D1: dosis 15 ton ha-1 dan D2: dosis 30 ton ha-1 . Pemberian air dilakukan setiap 1 (satu) minggu sekali. Percobaan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 18 unit perlakuan. Hasil pengukuran didapatkan perlakuan A3D2 (teknik pemberian pupuk dengan cara dibenamkan pada sebuah slot kedalaman ± 7 cm dan menggunakan dosis 30 ton ha-1) merupakan perlakuan paling ideal untuk penanaman jagung menggunakan pupuk organik dari Sludge Bio-Digester. Hasil yang didapatkan diantaranya rerata tinggi tanaman (227,58 cm), rerata diameter batang (19,53 mm), rerata jumlah daun (18 helai.), dan rerata berat kering tanaman (239,53 gram). Kata kunci : Teknik Pemberian Pupuk, Jagung (Zea mays L.), Sludge-Biodigester.
Pengaruh Kecepatan Putaran Mesin pada Proses Ekstraksi Pati Garut dengan Mesin Ekstraksi Tipe Spinner Kerucut . Herianto; Musthofa Lutfi; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.211 KB)

Abstract

Maranta arundinaceae L. atau arrowroot adalah salah satu tanaman umbi-umbian penghasil karbohidrat yang potensial. Proses pembuatan pati meliputi beberapa tahap. Pertama, umbi-umbian dikupas atau dicuci hingga bersih. Setelah itu dilakukan pemarutan dengan mesin ataupun manual agar umbi-umbian tadi menjadi bubur (pulp). Apabila proses pemarutan sudah dilakukan maka proses seterusnya adalah ekstraksi, agar pati dan ampasnya terpisah. Penggunaan mesin ekstraktor pati garut dengan sistem spinner kerucut memungkinkan proses ekstraksi berlangsung secara kontinyu. Keunggulan penggunaan mesin ini adalah pengoperasian yang mudah, tidak membutuhkan banyak air dan tenaga dalam pengoperasiannya sehingga diharapkan proses produksi pati dapat berlangsung efektif dan efisien. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan melakukan percobaan. Percobaan terdiri dari 6 perlakuan kecepatan putaran mesin, yaitu 420 rpm, 550 rpm, 700 rpm, 940 rpm, 1230 rpm, dan 1480 rpm dengan 3 kali pengulangan. Bahan yang digunakan adalah garut kultivar banana seberat 2 kg dengan penambahan air 3 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin  besar putaran mesin  yang dipakai akan semakin besar pula massa pati yang dihasilkan. Berdasarkan uji statistic, menunjukkan bahwa kecepatan putaran mesin memberikan pengaruh yang nyata dalam proses ekstraksi pati garut. Rerata massa pati terbesar dihasilkan pada putaran 1480 rpm yaitu sebesar 330.10 gram, sedangkan yang terkecil pada putaran mesin 420 rpm yaitu 57.67 gram. Nilai massa pati yang berhasil diekstrak besarnya dinyatakan dalam persen (%). Nilai terbesar pada putaran 1480 rpm yaitu sebesar 16.5 %, sedangkan yang terkecil pada putaran 420 rpm yaitu sebesar 3.22%. Kapasitas kerja terbesar juga pada putaran 1480 rpm yaitu sebesar 1055.69 gram/menit, sedangkan yang terkecil pada putaran 700 rpm yaitu sebesar 618.56 gram/menit. Kata Kunci: Garut, Pati Garut, Kecepatan Putaran Mesin
Pemanfaatan Limbah Nangka (Artocarpus heterophyllus) Pada Proses Pengomposan Anaerob Dengan Menambahkan Variasi Konsentrasi EM4 (Effective Microorganisme) Dan Variasi Bobot Bulking Agent. Graha, Turangga Bagus Setya; Argo, Bambang Dwi; Lutfi, Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.369 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya industri kripik buah di Kota Malang dan meningkatnya produksi nangka dari tahun ke tahun akan berbanding lurus dengan produktivitas limbah nangka. Salah satu upaya terbaik untuk pengolahan limbah kulit nangka dengan cara menjadikan pupuk organik/kompos. proses pengomposan dilakukan dengan metode anaerob dengan penambahan aktivator EM4 dan Bulking Agent, dari penelitian ini ingin diketaui pengaruh penggunaan EM4 dan Bulking Agent dalam proses pengomposan anaerob terhadap karakteristik kompos dan mengetahui komposisi optimum antara penggunaan aktivator EM4 dan Bulking Agent. Analisa yang dilakukan meliputi Kadar Air, Kadar N Total, Kadar C organik, Rasio C/N, PH, Bahan Organik dan Suhu. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor I adalah konsentrasi volume EM4 yaitu 2,5%, 5%, 7,5% sedangkan untuk faktor II penambahan Bulking Agent 3%, 6%, 9%, 12%, 15%. Data yang diperoleh di analisa sidik ragamnya, bila terdapat perlakuan berbeda maka di uji dengan Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari hasil uji dilaboratorium didapatkan pengaruh yang signifikan dari penambahan EM4 terhadap karakteristik kompos limbah kulit nangka dan didapatkan komposisi optimum dimana perlakuan yang digunakan dengan pemberian konsentrasi EM4 2,5% dan bulking agent 15%. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kandungan karbon 21%, nitrogen 1,7%, C/N rasio 12,35, kadar air 41%, bahan organik 36,18%, suhu 30C, dan PH 8,74, sehingga dari hasil tersebut jika dibandingkan dengan standart SNI (19-7030-2004) hasil dari pengomposan dengan perlakuan K1B1 sudah memenuhi standart.  
Uji Kinerja Traktor Roda Empat Tipe Iseki TG5470 Untuk Pengolahan Tanah Menggunakan Bajak Rotari Pada Lahan Lempung Berpasir Bobby Wirasantika; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.094 KB)

Abstract

Pengolahan tanah adalah semua pekerjaan pendahuluan sebelum proses penanaman. Pengolahan tanah merupakan bagian proses terberat dari keseluruhan proses budidaya, dimana proses ini mengkonsumsi energi sekitar 1/3 dari keseluruhan energi yang dibutuhkan dalam proses budidaya pertanian. Cara pengolahan tanah akan berpengaruh terhadap hasil pengolahan dan konsumsi energinya. Tipe pengolahan yang dipakai adalah tipe tepi dan tipe pola kijang. Dari hasil penelitian menunjukkan hasil slip dalam 20 putaran roda rata-rata sebesar 59 %. Pemilihan perlakuan terbaik untuk konsumsi bahan bakar adalah pengolahan tanah tipe tepi dengan rata-rata sebesar 91,2 liter/ha. Pemilihan perlakuan terbaik untuk penelitian kapasitas kerja adalah pola tepi, yaitu rata-rata sebesar 46 jam/ha. Dan pemilihan perlakuan terbaik untuk penelitian efisiensi lapang adalah pola tepi, yaitu rata-rata sebesar 4 %.
Penentuan Parameter Teknis Ekspansi Beras (Oryza sativa) pada Beberapa Variasi Lama Pemasakan dan Jumlah Air Isti Nugiharti; Hari Haryadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.363 KB)

Abstract

Beras merupakan salah satu tanaman pangan utama dari hampir setengah populasi dunia. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terbesar mengkonsumsi beras di dunia. Beras dijadikan sumber karbohidrat utama hampir di seluruh daerah di Indonesia karena mudah diperoleh, rasanya yang enak dan dapat dikombinasikan dengan bahan pangan lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama pemasakan dan jumlah air terhadap koefisien muai volume dan jumlah air yang diserap pada nasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode faktorial-RAL. Faktor pertama adalah lama waktu pemasakan meliputi 12 menit, 14 menit dan 16 menit. Faktor kedua adalah jumlah air 100 ml, 150 ml dan 200 ml. Kemudian akan dianalisis ekspansi volume, air yang diserap, kadar air dan organoleptik meliputi aroma, kenampakan, tekstur dan rasa. Hasil penelitian ini dapat dilihat ekspansi volume tertinggi berada pada lama pemasakan 16 menit yaitu 0,034/oC.Penyerapan air oleh nasi terbesar pada lama pemasakan 14 menit dan jumlah air sebanyak 200 ml yaitu (138,755 g), kadar air tertinggi (64,116%) terdapat pada lama pemasakan 14 menit dengan jumlah air sebanyak 200 ml. Sedangkan kadar air terendah (50,889%) terdapat pada lama pemasakan 16 menit dengan jumlah air sebanyak 100 ml. Penilaian aroma tertinggi sebesar 4,7. Penilaian kenampakan tertinggi yaitu sebesar 4,5. Penilaian tekstur tertinggi yaitu sebesar 4,5 dan penilaian rasa tertinggi yaitu sebesar 4,4. Kata kunci: Nasi, koefisien muai volume, ekspansi volume, penyerapan air.
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kualitas Kertas Berbahan Baku Nata de Soya Chandra Satya Pujiarga; Bambang Dwi Argo; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.165 KB)

Abstract

Limbah cair industri tahu merupakan bagian terbesar dan berpotensi mencemari lingkungan. Limbah cair tahu yang mengandung protein dan asam-asam amino cukup tinggi ini bisa dimanfaatkan untuk bahan dasar pembuatan nata dengan bantuan Acetobacter xylinum. Sifat dari nata yang memiliki selulosa seperti serabut pada semua tumbuhan berkayu, memungkinkan untuk dijadikan sebuah lembar kering atau kertas dari nata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat fisik kertas dari bahan baku nata de soya, lama waktu pengeringan yang efektif serta mengetahui interaksi antara suhu pengeringan dengan lama pengeringannya. Bahan dasar Nata de Soya dalam penelitian ini dikeringkan dengan kombinasi perlakuan suhu (50ºC, 70ºC dan 90ºC) dan lama pengeringan (4,6,8,10 dan 12 jam) menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK). Analisa kertas dilakukan berdasarkan sifat kertas meliputi kuat tarik, elongansi (presentasi pemanjangan), ketebalan, swelling (ketahanan terhadap air), warna dan kehalusan. Hasil penelitian menunjukkan sifat kertas meliputi nilai elongansi 1-3.6%, ketebalan 0.0106-0.0266cm, daya serap air 0.028-0.012gram/cm²hari, massa jenis 0.0233-0.0343gram/cm3, daya penusukan 1.16-15.03kg/cm2, permeabilitas uap air 0.0116-0.0643gram/cm2hari, pengkerutan 0.7589-6.8771%, daya bakar 0.5633-1.0033detik dan kadar air 5.12-9.33%. Untuk mendapatkan nilai optimal pada penelitian diatas minimal dibutuhkan waktu 6 jam untuk proses lama pengeringan agar lembar kering nata de soya terbentuk dengan sempurna. Kata Kunci: Nata de Soya, pengeringan, kertas
Analisa Pengaruh Massa dan Air Terhadap Proses Pemblenderan Pada Uji Kelayakan Pembuatan Saus Buah Paprika (Capsicum annuum) Aprilyan, Dony; Lutfi, Musthofa; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.022 KB)

Abstract

Paprika (Capsicum annuum) berasal dari Meksiko, Peru dan Bolivia. Semenjak paprika dapat ditanam di Indonesia, paprika menjadi salah satu komoditi yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan pasca panennya, salah satunya menjadi bahan makanan dalam suatu olahan masakan. Namun keberagaman pangan berbahan dasar paprika masih jarang ditemukan, oleh sebab itu diperlukan penelitian mengenai pengolahan buah paprika lebih lanjut agar tercipta pengolahan produk dari buah paprika yang lebih beragam yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas salah satunya adalah dengan pembuatan saus. Namun dalam pembuatan saus ada beberapa standar atau kriteria dasar yang dipenuhi agar produk tersebut dikatakan layak untuk dikonsumsi, sehingga diperlukan analisa kelayakan saus yang meliputi viskositas, total padatan terlarut, dan uji warna. Penelitian ini menggunakan metode rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan yaitu massa yang digunakan (M) yang  terdiri  atas  3  level  (1 kg, 2 kg 3 kg)  dan  penambahan air yang digunakan (A) yang  terdiri  atas  2  level  (480 ml dan 960 ml). Pada penelitian ini menunjukkan bahwa variasi massa dan air memberikan pengaruh terhadap analisa kelayakan saus yang meliputi viskositas, total padatan terlarut serta uji warna pada saus yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan viskositas sebesar 3,45 N.mˉ².s, total padatan terlarut sebesar 13,5 Brix, dan pengujian warna menghasilkan warna normal. Kata kunci: Saus Paprika, Massa, Air, Pemblenderan, Analisa Kelayakan
Pengaruh Pemberian Auksin Sintetik Asam Naftalena Asetat Terhadap Pertumbuhan Mikroalga (Nannochloropsis oculata) Bahua, Hismarto; Hendrawan, Yusuf; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.975 KB)

Abstract

Mikroalga (Nannochloropsis oculata) adalah salah satu mikroorganisme bersel satu yang termasuk dalam kelas Eustigmatophyceae yang dikenal sebagai marine chlorella dan umumnya dibudidayakan di pembenihan ikan sebagai pakan rotifer. Nannochloropsis oculata. Mempunyai peranan penting dalam suatu kegiatan pembenihan karena kandungan nutrisinya yang tinggi Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian auksin sintetik asam naftalena asetat terhadap laju pertumbuhan mikroalga (Nannochloropsis oculata). Masing – masing perlakuan yaitu A0 (tanpa penambahan auksin asam naftalena asetat), A2 (auksin asam naftalena asetat 2 ppm), A4 (auksin sintetik asam naftalena asetat 4 ppm), A6 (auksin sintetik asam naftalena asetat 6 ppm), A8 (auksin sintetik asam naftalena asetat 8 ppm). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan populasi Nannochloropsis oculata mencapai kenaikan puncak hari ke- 6 pada A6 (1.1096 x 106 sel/ml), A8 (1.0043 x 106 sel/ml), A0 (0.8713 x 106 sel/ml), A2 (0.8868 x 106 sel/ml) dan A4 (0.9049 x 106 sel/ml). Dari masing – masing perlakuan dosis pemberian auksin sintetik asam naftalena asetat, A0 menghasilkan rata – rata laju pertumbuhan maksimal (µmaks) Nannochloropsis oculata sebesar (0.203827 sel/ml/hari); A2 sebesar (0.227957 sel/ml/hari); perlakuan A4 sebesar (0.240584 sel/ml/hari); Perlakuan A6 sebesar (0.269752 sel/ml/hari); dan perlakuan A8 sebesar (0.249212 sel/ml/hari). Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian dosis auksin sintetik asam naftalena asetat yang berbeda akan memberikan laju pertumbuhan maksimum (µmaks) populasi Nannochloropsis oculata yang berbeda pula. Kata kunci : Nannochloropsis oculata, asam naftalena asetat, laju pertumbuhan

Page 1 of 2 | Total Record : 15