cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kualitas Kertas Berbahan Baku Nata de Soya Chandra Satya Pujiarga; Bambang Dwi Argo; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.165 KB)

Abstract

Limbah cair industri tahu merupakan bagian terbesar dan berpotensi mencemari lingkungan. Limbah cair tahu yang mengandung protein dan asam-asam amino cukup tinggi ini bisa dimanfaatkan untuk bahan dasar pembuatan nata dengan bantuan Acetobacter xylinum. Sifat dari nata yang memiliki selulosa seperti serabut pada semua tumbuhan berkayu, memungkinkan untuk dijadikan sebuah lembar kering atau kertas dari nata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat fisik kertas dari bahan baku nata de soya, lama waktu pengeringan yang efektif serta mengetahui interaksi antara suhu pengeringan dengan lama pengeringannya. Bahan dasar Nata de Soya dalam penelitian ini dikeringkan dengan kombinasi perlakuan suhu (50ºC, 70ºC dan 90ºC) dan lama pengeringan (4,6,8,10 dan 12 jam) menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK). Analisa kertas dilakukan berdasarkan sifat kertas meliputi kuat tarik, elongansi (presentasi pemanjangan), ketebalan, swelling (ketahanan terhadap air), warna dan kehalusan. Hasil penelitian menunjukkan sifat kertas meliputi nilai elongansi 1-3.6%, ketebalan 0.0106-0.0266cm, daya serap air 0.028-0.012gram/cm²hari, massa jenis 0.0233-0.0343gram/cm3, daya penusukan 1.16-15.03kg/cm2, permeabilitas uap air 0.0116-0.0643gram/cm2hari, pengkerutan 0.7589-6.8771%, daya bakar 0.5633-1.0033detik dan kadar air 5.12-9.33%. Untuk mendapatkan nilai optimal pada penelitian diatas minimal dibutuhkan waktu 6 jam untuk proses lama pengeringan agar lembar kering nata de soya terbentuk dengan sempurna. Kata Kunci: Nata de Soya, pengeringan, kertas
Analisa Pengaruh Massa dan Air Terhadap Proses Pemblenderan Pada Uji Kelayakan Pembuatan Saus Buah Paprika (Capsicum annuum) Aprilyan, Dony; Lutfi, Musthofa; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.022 KB)

Abstract

Paprika (Capsicum annuum) berasal dari Meksiko, Peru dan Bolivia. Semenjak paprika dapat ditanam di Indonesia, paprika menjadi salah satu komoditi yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan pasca panennya, salah satunya menjadi bahan makanan dalam suatu olahan masakan. Namun keberagaman pangan berbahan dasar paprika masih jarang ditemukan, oleh sebab itu diperlukan penelitian mengenai pengolahan buah paprika lebih lanjut agar tercipta pengolahan produk dari buah paprika yang lebih beragam yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas salah satunya adalah dengan pembuatan saus. Namun dalam pembuatan saus ada beberapa standar atau kriteria dasar yang dipenuhi agar produk tersebut dikatakan layak untuk dikonsumsi, sehingga diperlukan analisa kelayakan saus yang meliputi viskositas, total padatan terlarut, dan uji warna. Penelitian ini menggunakan metode rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan yaitu massa yang digunakan (M) yang  terdiri  atas  3  level  (1 kg, 2 kg 3 kg)  dan  penambahan air yang digunakan (A) yang  terdiri  atas  2  level  (480 ml dan 960 ml). Pada penelitian ini menunjukkan bahwa variasi massa dan air memberikan pengaruh terhadap analisa kelayakan saus yang meliputi viskositas, total padatan terlarut serta uji warna pada saus yang dihasilkan. Penelitian ini menghasilkan viskositas sebesar 3,45 N.mˉ².s, total padatan terlarut sebesar 13,5 Brix, dan pengujian warna menghasilkan warna normal. Kata kunci: Saus Paprika, Massa, Air, Pemblenderan, Analisa Kelayakan
Pengaruh Pemberian Auksin Sintetik Asam Naftalena Asetat Terhadap Pertumbuhan Mikroalga (Nannochloropsis oculata) Bahua, Hismarto; Hendrawan, Yusuf; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.975 KB)

Abstract

Mikroalga (Nannochloropsis oculata) adalah salah satu mikroorganisme bersel satu yang termasuk dalam kelas Eustigmatophyceae yang dikenal sebagai marine chlorella dan umumnya dibudidayakan di pembenihan ikan sebagai pakan rotifer. Nannochloropsis oculata. Mempunyai peranan penting dalam suatu kegiatan pembenihan karena kandungan nutrisinya yang tinggi Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian auksin sintetik asam naftalena asetat terhadap laju pertumbuhan mikroalga (Nannochloropsis oculata). Masing – masing perlakuan yaitu A0 (tanpa penambahan auksin asam naftalena asetat), A2 (auksin asam naftalena asetat 2 ppm), A4 (auksin sintetik asam naftalena asetat 4 ppm), A6 (auksin sintetik asam naftalena asetat 6 ppm), A8 (auksin sintetik asam naftalena asetat 8 ppm). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan populasi Nannochloropsis oculata mencapai kenaikan puncak hari ke- 6 pada A6 (1.1096 x 106 sel/ml), A8 (1.0043 x 106 sel/ml), A0 (0.8713 x 106 sel/ml), A2 (0.8868 x 106 sel/ml) dan A4 (0.9049 x 106 sel/ml). Dari masing – masing perlakuan dosis pemberian auksin sintetik asam naftalena asetat, A0 menghasilkan rata – rata laju pertumbuhan maksimal (µmaks) Nannochloropsis oculata sebesar (0.203827 sel/ml/hari); A2 sebesar (0.227957 sel/ml/hari); perlakuan A4 sebesar (0.240584 sel/ml/hari); Perlakuan A6 sebesar (0.269752 sel/ml/hari); dan perlakuan A8 sebesar (0.249212 sel/ml/hari). Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian dosis auksin sintetik asam naftalena asetat yang berbeda akan memberikan laju pertumbuhan maksimum (µmaks) populasi Nannochloropsis oculata yang berbeda pula. Kata kunci : Nannochloropsis oculata, asam naftalena asetat, laju pertumbuhan
Studi Input Energi pada Proses Penyulingan Minyak Atsiri Nilam dengan Sistem Boiler (Studi Kasus Unit Pengolahan minyak Nilam Kesamben-Blitar) Kresna Purwandaru; Denisya Eka Faturrohman; Anima Rahmatika Putri; Rashieka Putri Maghfiroh; Muhammad Rifqi Ridhollah; Luthfi Kurnia Dewi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.938 KB)

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Produsen utama di dunia untuk minyak atsiri adalah Indonesia (Jawa), Haiti dan Cina. Masalah utama yang ditemukan dalam penyulingan minyak atsiri di Indonesia adalah rendahnya kualitas minyak, membuang-buang waktu proses distilasi dan konsumsi energi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan energi di beberapa proses distilasi dan untuk meningkatkan kualitas minyak yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa materi terhadap kebutuhan massa uap dan energi  uap minyak nilam pada proses distilasi, dan untuk mengetahui pengaruh massa uap terhadap kebutuhan enrgy uap yang dihasilkan dalam penyulingan minyak nilam. Penelitian ini menggunakan metode variabel bebas dengan satu faktor yaitu massa bahan (250 kg, 275 kg, 300 kg), dengan konstan tekanan absolut 5 atm. Penelitian menunjukkan massal bahan 300 kg, menghasilkan massa uap sebesar 0.588 kg, dan energi uap 1527,59 kJ, dengan efisiensi tertinggi tenaga uap 38,61%. Kata Kunci : penyulingan, input energi, atsiri
Pengaruh Penambahan Gula dan Asam Askorbat pada Pengolahan Minimal Terhadap Kualitas Fisik Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill) Tri Priyo Utomo; Bambang Dwi Argo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.22 KB)

Abstract

Apel (Malus Sylvestris Mill) adalah tanaman yang berasal dari daerah subtropis. Di Indonesia terdapat empat varietas apel yang dikembangkan oleh petani yaitu Manalagi, Anna, Rome Beauty, dan Wangling. Pemanfaatan dan peningkatan nilai ekonomis terhadap apel lokal dapat dilakukan melalui disversifikasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pendinginan dan konsentrasi asam aksorbat terhadap kualiatas fisik pada Buah Apel Manalagi (Malus Sylvestris Mill). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama (konsentrasi asam aksorbat) terdiri dari 4 level yaitu 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Faktor kedua (Konsentrasi Gula) terdiri dari 4 level yaitu 0, 40, 50 dan 60 (%). Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menghasilkan enam belas perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengolahan minimal buah apel yang dihasilkan dianalisa tekstur dan warna. Pada hasil yang didapat akan dibandingkan antar perlakuan menggunakan uji ANOVA dan akan dipilih perlakuan yang terbaik dengan metode Bayes. Untuk uji Annova kekerasan tekstur buah apel didapatkan hasil sangat berbeda nyata antar perlakuan, dan untuk uji warna didapatkan hasil tidak berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan terbaik didapat pada perlakuan 1 liter aquades dengan gula pasir 50% dan penambahan asam aksorbat sebanyak 0,4% yang dilarutkan. Pada perlakuan tersebut didapatkan nilai tekstur 7.12 (kg/cm2) dan untuk warna didapatkan nilai R=813, G=400 dan B=301. Kata Kunci : buah apel, larutan gula, asam aksorbat
“Susu Listrik” Alat Pasteurisasi Susu Kejut Listrik Tegangan Tinggi (Pulsed Electric Field) Menggunakan Transformator Tegangan Tinggi dan Inverter Veri Andriawan; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.185 KB)

Abstract

Pulsed Electric Field (PEF) adalah salah satu metode pengolahan pangan non-termal dengan menggunakan kejutan listrik intensitas tinggi yang diaplikasikan pada bahan yang berbentuk cair. Proses berlangsung antara satu mikrodetik sampai satu milidetik dengan pulsa yang pendek dan tegangan antara 20-80 kV. Aplikasi teknologi PEF digunakan untuk pasteurisasi susu dari mikroorganisme, sehingga mempunyai umur simpan yang lebih panjang serta aman dikonsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat alat pasteurisasi susu dengan teknologi Pulsed Electric Field (PEF), mengetahui prinsip kerja pasteurisasi dengan PEF serta mengetahui karakteristik alat pasteurisasi non termal dengan Pulsed Electric Field (PEF) melalui pengujian secara teknis dan eksperimental dengan produk susu segar. Teknologi Pulsed Electric Field (PEF) pada perancangan ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: (1) Pembangkit Pulsa Tegangan Tinggi sebagai Pembangkit Pulsa Tegangan Tinggi yang menggunakan transformator tegangan tinggi dan inverter, (2) Tangki bahan dan ruang perlakuan yaitu tempat penampungan air susu sebelum dan sesudah proses pasteurisasi, sekaligus sebagai tempat terjadinya proses pasteurisasi, (3) Kerangka Box. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Prosessing Hasil Pertanian Jurusan Teknik Pertanian, Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan (Test Laboratory of Food Quality and Food Safety) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Pengukuran dan Tegangan Tinggi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pembangkit tegangan tinggi yang dirancang dengan menggunakan transformator tegangan tinggi dan inverter menghasilkan tegangan keluaran maksimal 49.48 kV dengan frekuensi keluaran 50 KHz.. Hasil pengujian Total Plate Count menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah mikroorganisme setelah mengalami proses pasteurisasi dengan kejutan listrik sebesar 49.48 kV dalam waktu 270 detik yang mencapai 99.96% serta 99.65% dengan waktu 210 detik, 96.21% dengan waktu 150 detik, serta 86.28% dengan waktu 90 detik, tanpa merubah warna, rasa dan tidak ada kenaikan suhu yang signifikan.   Kata kunci: pasteurisasi, transformator tegangan tinggi, PEF, inaktivasi mikroorganisme
Hidrolisis Enzimatik Menggunakan Enzim Selulase dari Trichoderma reseei dan Aspergillus niger pada Produksi Bioetanol Jerami Padi Haris Ferdiansyah; Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.751 KB)

Abstract

Senyawa yang paling efektif untuk digunakan pada proses bioetanol adalah selulosa. Jerami merupakan golongan kayu lunak yang mempunyai komponen utama selulosa. Oleh karena itu, jerami padi banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas enzim, mengetahui kadar glukosa, dan juga untuk mengetahui perbandingan volume enzim selulase yang paling optimum pada tahapan glukosa. Penelitian ini menggunakan penyelesain dengan 1 faktor 7 level perlakuan. Faktor perlakuan adalah variasi perbandingan volume enzim selulase Aspergillus nigerdan Trichoderma reesei dengan perbandingan (1:0), (0:1), (1:1), (1:2), (1:3), (2:1), (3:1) dan waktu pengambilan sempel yakni pada jam ke-8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64 dan jam ke-72. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perbandingan A.niger-T.reesei 1 : 3 (v/v) dengan waktu hidolisis selama 64 jam yang menghasilkan glukosa sebesar 17,35 g/L. Kata Kunci : hidrolisis enzimatik, enzim selulase, glukosa
Rancang Bangun Mesin Ultrafiltrasi Berbasis Membran Selulosa Asetat Serta Penerapannya dalam Proses Filtrasi Sari Buah Belimbing di UKM Mulyasari Malang Adi Mas Sulthon; Agus Susanto; Yusron Sugiarto; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.532 KB)

Abstract

Ultrafiltrasi merupakan salah satu teknologi penjernihan yang dapat diterapkan untuk mengatasi rendahnya kualitas produk sari belimbing UKM Mulyasari. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) untuk menghasilkan rancangan mesin ultrafiltrasi yang praktis dan ekonomis; 2) untuk mengetahui performansi mesin ultrafiltrasi; 3) untuk mengetahui kesetimbangan massa  proses ultrafiltrasi; serta 4) untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin ultrafiltrasi terhadap kualitas produk, tingkat produksi, serta efektifitas dan efisiensi kerja. Uji performansi dilakukan menggunakan 4 perlakuan tekanan kerja, yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2 bar. Variabel tetap yang digunakan berupa volume sari buah masing-masing 15 L dan waktu filtrasi  5  menit. MORFIN (Modified Ultrafiltration Machine) merupakan mesin ultrafiltrasi yang dibuat  praktis setinggi 100 cm dengan biaya operasional Rp18.000,00/bulan. Hasil pengujian menunjukkan laju filtrasi terbesar  terjadi pada tekanan 2 bar,  yakni 111,6 L/jam. Di samping itu, rasio massa permeate-retentate mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan tekanan kerja. Rasio massa permeate-retentate terbesar terjadi pada tekanan 2 bar yakni 8,089:5,44 (kg), atau dengan persentase 60,6:39,34 (%). Di lain hal, hasil pengujian menunjukkan permeate memiliki kualitas yang lebih baik. Ini berdampak pada peningkatan umur simpan produk dari 10 hari menjadi 60 hari. Pengaplikasian mesin ultrafiltrasi di UKM Mulyasari mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 4 kali lipat. Selain itu, kualitas produk serta efektifitas dan efisiensi kerja juga mengalami peningkatan.   Kata kunci: penjernihan, performansi, permeate, praktis, retentate  
Rancang Bangun dan Uji Performansi Alat Pencahayaan Otomatis Berbasis Photoperiodic pada Pembenihan Kentang (Solanum tuberosum L.) dalam Greenhouse di Desa Sumberbrantas Kota Batu Lia Amaliyah; Akbar Setyo Pambudi; Adriansyah Galih Prasetya; Yusron Sugiarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumberbrantas merupakan salah satu desa penghasil kentang di Provinsi Jawa timur. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas benih kentang, beberapa petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Anjasmoro III melakukan pembenihan kentang di dalam greenhouse. Namun, letak geografis lahan pertanian yang berada di kaki gunung Arjuno menyebabkan kurangnya pencahayaan dan pembenihan kentang menjadi tidak optimal. Berdasarkan photoperiodic-nya kentang memerlukan pencahayaan maksimal 16 jam/hari, sedangkan di Desa Sumberbrantas kentang hanya mendapatkan pencahayaan 10 jam/hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penerapan alat pencahayaan otomatis berbasis photoperiodic untuk optimalisasi pembenihan kentang di dalam greenhouse. Alat ini didesain khusus untuk memberikan pencahayaan tambahan pada pembenihan kentang di dalam greenhouse secara otomatis berdasarkan photoperiodic-nya. Dalam sistem kerjanya alat ini dibantu oleh sensor fotodioda dan mikrokontroler ATMEGA16. Pada penelitian ini digunakan 15 lampu TL fluora dan 3 buah sensor fotodioda untuk greenhouse pembenihan berukuran 24m x 5m. Dalam aplikasinya alat ini mampu meningkatkan diameter benih kentang hingga 8,128 mm dan penambahan massa sebesar 31,3 gram.   Kata kunci: kentang, mikrokontroler, pencahayaan, pembenihan,  photoperiodic
Uji Performansi Alat “Digital Formaldehyde Meter” Pendeteksi Kandungan Formalin pada Makanan Famelian Regeista; Ary Musthofa Ahmad; Yusron Sugiarto; Agung Heru Yatmo; Halimatus Sa'diyah; Alifian Juantono Sahwal
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.669 KB)

Abstract

Hasil uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dari 700 sampel produk makanan yang diambil dari Jawa, Sulawesi Selatan dan Lampung, 56% mengandung formalin. Bahaya penyalahgunaan formalin dapat menyebabkan penyakit. Pemerintah, khususnya BPOM dan masyarakat membutuhkan alat pendeteksi formalin untuk mengetahui kandungan formalin secara tepat, namun saat ini belum tersedia pendeteksi yang cepat, akurat dengan harga terjangkau.“Digital Formaldehyde Meter” menggunakan teknologi Electronic Nose merupakan alternatif pendeteksi formalin yang inovatif. alat ini dirancang dengan sistem digital, sinyal input dideteksi dari deret sensor TGS (TGS 2600, dan 2611) kemudian diproses dengan bantuan mikrokontroler yang diperkuat oleh preamplifier dan digitalkan oleh sebuah digital LCD (Liquid Crystal Display) ke digital convertor sehingga dapat memunculkan nilai kandungan formalin yang aktual. Untuk mengetahui kinerja alat tersebut dilakukan suatu uji performansi alat dengan melakukan pengujian beberapa komponen penting di dalamnya, seperti sensor, mikrokontroler, LCD, Pengujian alat secara keseluruhan dengan melakukan pengujian pada sample padat dan sample cair. Proses kalibrasi alat “Digital Formaldehyde Meter” di uji sebanyak 3 kali ulangan dengan pembanding alat spektrometer uv didapatkan rata – rata eror alat 2,93%, sehingga dapat dipastikan alat “Digital Formaldehyde Meter” dapat di implementasikan untuk mengatasi permasalahan kasus penyalahgunaan formalin dengan mengetahui kandungan formalin secara cepat dan akurat. Kata Kunci: Formaldehyde, Digital Formaldehyde Meter, Electronic Nose dan Deret Sensor

Page 10 of 43 | Total Record : 423