cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Uji Kinerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Lapisan Capacitive Touchscreen Sebagai Substrat dan Ekstrak Klorofil Nannochloropsis Sp. Sebagai Dye Sensitizer dengan Variasi Ketebalan Pasta TiO2 Rino Ardianto; Wahyunanto Agung Nugroho; Sandra Malin Sutan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ketergantungan pada energi fosil menyebabkan persediaan sumber ini menjadi semakin tipis. Sinar matahari merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sangat berpotensi di Indonesia. Dye sensitized solar cell (DSSC) adalah sel surya generasi ketiga yang menjadi terobosan baru dalam pembuatan sel surya yang murah dengan kinerja tinggi. DSSC memiliki struktur sandwich yang tersusun dari material organik dye (zat warna) dan beberapa komponen lain yaitu semikonduktor oksida, elektrolit dan substrat (counter elektroda dan elektroda kerja). Substrat terbuat dari kaca konduktif (TCO) yang biasanya menggunakan kaca jenis Indium in Oxide (ITO) atau Fluorine-doped Tin Oxide (FTO). Dalam pembuatan DSSC pada penelitian ini digunakan substrat ITO yang diperoleh dari lapisan capacitive touchscreen dengan menggunakan dye (zat warna) dari klorofil nannochloropsis sp. yang diekstrak dengan pelarut aseton. Capacitive touchscreen merupakan salah satu jenis lapisan touchscreen yang didalamnya terdapat lapisan konduktif ITO sehingga dapat dijadikan alternatif untuk bahan baku substrat DSSC. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh ketebalan lapisan pasta TiO2 terhadap kinerja DSSC dengan memanfaatkan Capacitive touchscreen sebagai substrat dan ekstrak nannochloropsis sp. sebagai dye sensitizer. Penelitian ini membuat DSSC dengan 3 variasi ketebalan pasta TiO2 (DSSC 1: 0.36 mm, DSSC 2: 0.45 mm, dan DSSC 3: 0.54 mm). Absorbansi larutan dye di uji dengan spektrofotometri UV-Vis. Untuk pengujian DSSC dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pengujian pada 5 variasi pencahayaan (2000 lux, 4000 lux, 6000 lux, 8000 lux, 10000 lux) untuk mengetahui respon terhadap cahaya. Tahap kedua merupakan pengujian pada 8 variasi hambatan (1 KΩ, 5 KΩ, 10 KΩ, 20 KΩ, 40 KΩ, 60 KΩ, 80 KΩ, 100 KΩ) untuk mengetahui efisiensi DSSC. Pengujian dilakukan dengan cahaya dari lampu CFL daylight 15 W. Berdasarkan penelitian diperoleh kinerja DSSC terbaik pada DSSC 1 dengan rata-rata kenaikan tegangan dan arus saat penambahan pencahayaan 2000 lux sebesar 37 mV dan 40x10-4 mA serta nilai efisiensi 0.8596%. Sedangkan DSSC 2 rata-rata kenaikan tegangan dan arus saat penambahan pencahayaan 2000 lux masing-masing sebesar 26 mV dan 14x10-4 mA dengan efisiensi 0.1249% diikuti DSSC 3 sebesar 1.8 mV dan 0.35x10-4 mA dengan efisiensi 0.00109%. Kata Kunci: Dye Sensitized Solar Cell, DSSC, Capacitive touchscreen, Nannochloropsis sp., Klorofil,  Pasta TiO2.
RANCANG BANGUN MESIN PEMARUT PORTABLE MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK AC DENGAN VARIASI (RPM) Alfons, Gracia Deborah; Argo, Bambang Dwi; Lutfi, Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.161 KB)

Abstract

ABSTRAK ?Kelapa merupakan salah satu produk pertanian yang banyak dihasilkan di Indonesia.Sejauh ini pemarutan kelapa masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.Penelitian mengenai rancang bangun mesin pemarut kelapa portable menggunakan mesin motor AC telah dilakukan.Keunikan mesin pemarut ini adalah bentuknya lebih kecil dari mesin pemarut kelapa di pasaran, dilengkapi dengan variasi kecepatan putaran dan juga menawarkan output? berupa produk jadi dan setengah jadi dari parutan daging kelapa. Produk setengah jadi yang dimaksud adalah hasil parutan daging kelapa yang akan diperas lagi untuk diambil santannya, sedangkan produk jadi adalah hasil parutan daging kelapa yang langsung dimanfaatkan. Sistem kerja dari variasi kecepatan putaran diatur oleh komponen TRIAC BTA 16 dan potensiometer.Pengujian performansi alat yang telah dirancang dioperasikan pada berbagai variasi kecepatan, yaitu 600, 1200, dan 1800 rpm. Dari pengujian alat, diperoleh data, yaitu: kapasitas alat pada kecepatan 600 rpm adalah sebesar 6,44 kg/jam, pada kecepatan 1200 rpm sebesar 9,44 kg/jam dan pada kecepatan 1800 rpm menghasilkan kapasitas pemarutan sebesar 12,84 kg/jam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kapasitas pemarutan paling tinggi diperoleh pada kecepatan yang paling tinggi (1800 rpm).Sedangkan kebutuhan energi listrik saat alat ini beroperasi adalah sebesar 0,15 KWh.Kata kunci: kecepatan putaran, mesin, pemarut, potensiometer, rpm
Rancang Bangun Kinerja Alat Adsorpsi Limbah Cair Pewarnaan Industri Batik Tulis Sidoarjo . Rosydiena; Wahyunanto Agung Nugroho; Evi Kurniati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.208 KB)

Abstract

Adsorpsi adalah fenomena fisik yang terjadi saat molekul-molekul gas atau cair dikontakkan dengan suatu permukaan padatan dan sebagian dari molekul-molekul tadi mengembun pada permukaan padatan tersebut (Suryawan. 2004). Adsorben yang digunakan yaitu zeolit. Pemilihan zeolit dikarenakan kemampuan zeolit untuk mengadsorpsi limbah pewarnaan batik tulis jauh lebih efektif dibandingkan dengan karbon aktif yang bisa dibeli dipasaran. Adanya alat adsorbsi yang digunakan pada penelitian sebelumnya dirasa kurang efektif untuk penurunan baku mutu limbah. Selain itu penelitian tersebut sebagian hanya pada skala laboratorium. Desain rancang bangun alat adsorpsi ini terdiri atas 4 komponen utama meliputi kerangka alat, kolom adsorpsi, pompa, dan bak penampung yang dirancang seperti anak tangga. Prinsip kerja alat adsorpsi ini yaitu Recirculated Batch menggunakan bantuan pompa air. Empty Bed Contact Time (EBCT) dalam penelitian ini ditetapkan 23 jam. Dalam satu siklus resirkulasi dibutuhkan waktu 1-1,5 menit. Sehingga dalam 23 jam akan terjadi 1045-1314 siklus. Uji kinerja alat ini ditentukan melalui tiga kali ulangan untuk hasil limbah pewarnaan yaitu limbah pewarna coklat+kuning, biru, dan ungu dengan parameter penurunan terhadap BOD 58,27%; COD 53,31%; TSS 93,93%; dan Warna 62,98%. Untuk adsorpsi isoterm dengan menggunakan persamaan Freudlich dengan adsorben zeolit diperoleh 0,6506 mg/liter untuk BOD; 0,8687 mg/liter untuk COD; 0,536 mg/liter untuk TSS; 1,5581 mg/liter untuk warna. Sehingga dari hasil ini dapat menjadi parameter untuk solusi alternatif alat adsorpsi limbah cair batik dan dapat menurunkan parameter kandungan limbah dibawah standart air limbah yang sesuai untuk baku mutu air limbah. Kata kunci: Adsorpsi, Limbah Batik, Rancang Bangun, Zeolit
Pengaruh Pelapisan Lilin Lebah dan Pengemasan Terhadap Karakteristik Buah Mangga Apel (Mangifera indica L.) selama Penyimpanan pada Suhu Ruang Khotimatus Sa'adah; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.925 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penggunaan pelapisan lilin lebah dan pengemasan terhadap karakteristik dan masa simpan buah mangga apel pada suhu ruang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 2 (dua) faktor  dan 3 (tiga) kali pengulangan dan perlakuan dianalisa pada suhu ruang serta pengamatannya dilakuan dengan interval 2 hari sekali. Faktor I adalah konsentrasi lilin lebah (4%, 6%, 8%). Faktor II yaitu Pengemasan (plastik wrap dan kertas koran). Adapun parameter yang diamati meliputi susut bobot, total padatan terlarut, kadar air buah, tekstur, dan organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Data analisis menggunakan ANNOVA, apabila terdapat perbedaan diuji lanjut dengan BNT selang kepercayaan 5%. Hasil analisa menunjukkan faktor pelapisan lilin dan pengemasan berpengaruh nyata terhadap parameter: susut bobot, total padatan terlarut, kadar air buah, tekstur, dan dan menunjukkan perbedaan pada uji organoleptik (aroma, warna, rasa, dan tekstur), dengan menggunakan metode indeks efektifitas diperoleh perlakuan terbaik dari beberapa kombinasi perlakuan yaitu ada P1L2 (lilin lebah konsentrasi 6% dan pengemasan dengan plastik wrap).
Uji Implemen Bajak Piring (Disc Plow) untuk Pengolahan Tanah dengan Menggunakan Traktor John Deere 6110 B dengan Daya 117/2100 Hp Isya Al Hanif; Sandra Malin Sutan; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.478 KB)

Abstract

Lahan kering merupakan potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian di Indonesia. Areal lahan kering di Indonesia mencapai 52,4 juta ha yang tersebar di pulau Jawa dan Bali (7,1 juta ha), Sumatera (14,8 juta ha), Kalimantan (7,4 juta ha), Sulawesi (5,1 juta ha), Maluku dan Nusa Tenggara (6,2 juta ha), serta Papua (11.8 juta ha). Untuk memanfaatkan potensi yang ada, perlu dilakukan pengolahan tanah yang merupakan awal dari kegiatan pada budidaya pertanian. Kegiatan pengolahan tanah ini perlu diupayakan secara efektif dan efisien,karena akan mempengaruhi kualitas pengolahan tanah, waktu kerja pengolahan tanah, dan produksi hasil pertaniannya, sehingga diharapkan potensi lahan kering yang besar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Perlakuan ini digunakan untuk mengetahui besarnya kapasitas kerja dan efisiensi pada pengerjaan traktor roda 4 tipe John Deere 6110B di dua tipe ini pengolahan tanah dengan satu kali pengulangan yang masing-masing dengan menggunakan transmisi kecepatan dua hingga transmisi enam. Metode rancangan percobaan yang di gunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan analisa deskriptif dengan satu perlakuan yaitu pengolahan tanah pola tepi pada lahan petani dengan masing-masing tiga kali pengulangan.   Kata kunci: Lahan,Traktor John Deree, Bajak Piring (disk Plow) 
Rancang Bangun Plant Factory untuk Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica Rapa var. Parachinensis) dengan Menggunakan Led (Light Emitting Diode) Merah dan Biru Ryan Maulana Abdul Hakim; Yusuf Hendrawan; Musthofa Lutfi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.667 KB)

Abstract

Sektor pertanian selama ini telah memberikan sumbangan yang tidak sedikit dalam proses pembangunan nasional. Namun akhir-akhir ini, produktivitas sektor pertanian cenderung terus menurun dikarenakan kegiatan pembangunan yang hanya berorientasikan pada pertumbuhan ekonomi semata. Sistem plant factory merupakan cara baru untuk menumbuhkan tanaman di bawah lingkungan yang terkendali seperti didalam bangunan. Pada penelitian ini, faktor pertumbuhan yang akan digunakan sebagai kontrol adalah cahaya khususnya pencahayaan untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan objek penelitian berupa tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis) karena tanaman ini mudah di tanam di Indonesia. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan cahaya LED merah dan biru, serta perlakuan cahaya fluorescent terhadap pertumbuhan sawi, dan berikutnya untuk mengetahui berapa perbandingan antara  cahaya LED dengan fluorescent untuk mencapai pertumbuhan optimum tanaman sawi pada plant factory. Dalam hal ini, perlakuan dengan fluorescent akan digunakan sebagai variabel kontrol dalam pengamatan. Data yang diukur berupa temperatur udara, intensitas cahaya dan pengukuran fisik tanaman. Metode yang digunakan untuk menganalisa data dari tanaman sawi adalah menggunakan anova satu arah dengan 4 jumlah perlakuan dan 24 hari masa pengamatan.
Rancang Bangun Metering Device Tipe Screw Conveyor dengan Dua Arah Keluaran untuk Pemupukan Tanaman Tebu Choirul Adhar; Sumardi Hadi Sumarlan; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.065 KB)

Abstract

Produksi gula pada tahun 2011 untuk provinsi Jawa timur mencapai 1.051.642 ton atau setara 47,2% produksi gula nasional. Luas areal tanam gula di Jawa Timur sekitar 192.801,4 ha atau setara 42,81% dari luas areal tanam nasional (Deptan, 2012). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendesain metering device screw conveyor dengan dua arah keluaran, diaplikasikan untuk pemupukan tanaman tebu dan menguji kinerja metering device dengan menggunakan 4 jenis pupuk yaitu: Urea, NPK, TSP dan ZA. Dalam penelitian ini kami menguji kapasitas kerja aplikator pupuk berdasarkan nama pupuk dan pengujian dilakukan skala laboratorium.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian rancang bangun peralatan pupuk dengan screw conveyor dua arah adalah metode empirik, yaitu pengambilan data dari sumber studi pustaka lalu diaplikasikan dalam suatu permodelan dimensi dengan perencanaan dan perhitungan yang diwujudkan dalam satu bentuk nyata. Penelitian menghasilkan bagian-bagian utama dari rancang bangun model metering device ini antara lain sebagai berikut, lebar pitch 30 mm, diameter luar 65 mm, diameter dalam 30 mm, panjang screw 330 mm, sudut screw 200, panjang poros 445 mm. Kapasitas kerja metering device berdasarkan jenis pupuk sebagai berikut : pupuk ZA dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 475,597 kg, 641,206 kg dan 975,080 kg, pupuk TSP dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 579,102 kg, 686,854 kg, 773,905 kg, pupuk NPK dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 418,801 kg, 498,952 kg, 580,164 kg, pupuk Urea dengan inlet 50%, 75%, 100% adalah 581,757 kg, 670,931 kg, 770,722 kg. Kata Kunci :Metering Device, Screw Conveyor, Pupuk, Inlet
Perbandingan Efektivitas Mesin Gilingan Susunan 3 Rol dan 4 Rol dengan Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo Mayadiana Susilowati Ningsih; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.19 KB)

Abstract

Penambahan 1 rol pada susunan rol mesin gilingan di unit gilingan I dan IV (menjadi susunan 4 rol) sebagai upaya peningkatan kapasitas giling telah dilakukan, oleh karena itu informasi mengenai efektivitas pada masing-masing susunan rol sangat dibutuhkan. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai alat ukur efektivitas dalam implementasi TPM banyak diterapkan di Jepang. Pengukuran efektivitas dilakukan pada perbandingan mesin gilingan susunan 3 rol dan 4 rol menggunakan metode OEE, selanjutnya mengkaji besarnya kontribusi penyebab rendahnya efektivitas pada efektivitas terkecil dari perbandingan tersebut menggunakan metode Six Big Losses. Berdasarkan hasil penelitian, nilai efektivitas antara mesin gilingan susunan 3 rol dan 4 rol telah memenuhi standar. Namun dari perbandingan, mesin gilingan susunan 3 rol mempunyai nilai efektivitas terkecil dengan rata-rata 96,434% dimana rata-rata nilai availability 99,076%, performance efficiency 97,815% dan rate of quality product 99,514%. Serta faktor six big losses yang berkontribusi besar terhadap rendahnya efektivitas yaitu pada reduced speed losses.
Studi Fasilitas Penyulingan Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L): Studi Kasus UKM di Malang Firdiani Nur Afifah; Musthofa Lutfi; Darwin Kadarisman
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.086 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan tanaman rempah yang salah satunya adalah cengkeh. Di negara-negara eropa cengkeh banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas, sedangkan di Indonesia lebih banyak dimanfaat sebagai bumbu rokok kretek khas Indonesia. Selain itu cengkeh juga dapat diambil minyaknya. Minyak cengkeh merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang dapat diperoleh dari bagian tanaman cengkeh. Minyak cengkeh tersebut diambil dari bunga maupun daun cengkeh. Kadar minyak di dalam bunga cengkeh berkisar 17-18% sedangkan pada daun sekitar 2-3% (Guenther,1987 dalam Bangkit,2012).  Minyak daun cengkeh dihasilkan dari penyulingan daun cengkeh melalui beberapa cara penyulingan. Dalam industri pengolahan minyak atsiri dikenal tiga macam sistem penyulingan yaitu: Penyulingan air, Penyulingan uap dan air, dan penyulingan uap (Hayani, 2002). Kualitas hasil penyulingan tergantung dari cara penyulingan dan alat yang digunakan. Penyulingan uap menghasilkan minyak cengkeh dengan komposisi eugenol yang lebih baik dari pada menggunakan penyulingan uap-air atau penyulingan air (Sukarsono, 2005). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui fasilitas penyulingan minyak daun cengkeh yang baik di UKM, mengetahui faktor yang dapat berpengaruh terhadap hasil minyak daun cengkeh serta mengetahui perbedaan hasil minyak daun cengkeh dari fasilitas yang berbeda. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui fasilitas dan teknik yang paling baik dalam menghasilkan minyak daun cengkeh yang berkualitas guna meningkatkan nilai jual dari minyak daun cengkeh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data diperoleh dari observasi langsung dilapang, wawancara dengan pemilik UKM dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian ini diketahui fasilitas yang paling berpengaruh adalah bahan pembuat ketel dan daun cengkeh, sedangkan fasilitas lain lain yang berpengaruh adalah peralatan yang digunakan dan tempat penampung bahan baku maupun hasil minyak.   Kata kunci: Daun Cengkeh, Minyak atsiri, Minyak Daun Cengkeh, Penyulingan
Uji Kinerja Kompor Spiral Tipe Vertikal Dengan Bahan Bakar Minyak Jelantah Dian Yulianto; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.09 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar untuk konsumsi rumah tangga maupun industri yang didominasi oleh gas LPG masih belum dapat terpenuhi. Bumi Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah telah menyediakan berbagai jenis energi alternatif yang masih belum dimanfaatkan salah satunya yaitu minyak goreng. Sebagai minyak atau lemak, minyak sawit adalah suatu trigliserida, yaitu senyawa gliserol dengan asam lemak. Minyak jelantah adalah minyak makan hasil penggorengan yang telah digunakan berulang-ulang kali, kebanyakan minyak jelantah sebenarnya merupakan minyak yang telah rusak sehingga tidak baik untuk kesehatan. Minyak yang telah rusak ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan metode pembakaran secara langsung. Dalam penelitian ini dilakukan uji performansi kompor tekan dengan menggunakan bahan bakar campuran minyak tanah dan jelantah dengan konsentrasi 75%, 90% dan 100%. Performansi kompor dapat diketahui dengan melakukan beberapa pengujian antara lain: lama penyalaan, tekanan minimal, waktu operasi, laju konsumsi bahan bakar, panas sensibel, panas laten, input energi panas dan efisiensi termal. Pada masing-masing proses pengujian dilakukan ulangan sebanyak tiga kali. Pengujian kinerja kompor menggunakan bahan bakar 100% minyak jelantah didapatkan hasil lama penyalaan 11 menit, tekanan optimal 4 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,375 kg jam-1 dan efisiensi termal 36,99%. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar 90% minyak jelantah membutuhkan lama penyalaan selama 10,85 menit, tekanan optimal 5 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,4 kg jam-1 dan efisiensi termal 29,7%. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar 75% minyak jelantah diperoleh lama penyalaan sebesar 7,62 menit, tekanan optmal 4 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,968 kg jam-1 dan efisiensi termal 20,53% Kata Kunci: Bahan Bakar, Minyak Sawit, Performansi