cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2024)" : 7 Documents clear
PERBEDAAN SUHU DAN LAMA PERENDAMAN MOCAF DENGAN MODIFIKASI ANNEALING TERHADAP SIFAT FUNGSIONAL TEKNIS DAN KANDUNGAN PATI Ararinda Kusweni, Nelfi; Subagio, Achmad; Diniyah, Nurud
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.5

Abstract

MOCAF merupakan salah satu olahan berbahan baku ubi kayu yang difermentasi dengan mikroba. MOCAF masih memiliki beberapa kekurangan yaitu swelling power dan kelarutan yang cenderung tinggi, hal tersebut menyebabkan pemanfaatan dan pengaplikasian MOCAF pada industri pangan atau produk pangan kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu dan waktu annealing terhadap sifat fungsional dan kimia MOCAF termodifikasi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, masing-masing perlakuan dilakukan dua kali pengulangan. Faktor pertama suhu annealing (T) (27, 40, dan 50°C), dan faktor kedua yaitu waktu annealing (L) (0 jam (aktual 15 menit), 8 jam, 16 jam). Parameter yang diamati yaitu swelling power, kelarutan, Water Holding Capacity (WHC), Oil Holding Capacity (OHC), sineresis, kadar air, kadar abu, kadar pati, kadar amilosa, dan kadar amilopektin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu annealing  50°C dengan waktu annealing 16 jam mampu menurunkan swelling power 17,01 (g/g), kelarutan 5,18 g/g, kadar abu 0,41%, WHC 110,79%, OHC 101,28%, sineresis 0,41%, dan amilopektin 48,16%; dan meningkatkan kadar air 10,27%, kadar amilosa 38,83%, dan kadar pati 87,88%. Modifikasi MOCAF menggunakan metode annealing dengan perlakuan perbedaan suhu dan waktu annealing berpengaruh signifikan terhadap semua parameter uji sehingga, MOCAF termodifikasi annealing dapat lebih luas dalam pemanfaatan dan pengaplikasian pada industri pangan atau produk pangan.
PENGARUH PENAMBAHAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) DAN PUREE BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT SUSU KAMBING Fithri Choirun Nisa; Ridha Wahyuningtyas
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.1

Abstract

Susu kambing memiliki nilai gizi dan daya cerna yang lebih unggul dibandingkan dengan susu sapi. Namun, memiliki kelemahan yaitu adanya goaty flavour, untuk mengatasi hal tersebut dilakukan inovasi menjadi yoghurt. Rendahnya fraksi αs1 kasein serta ukuran misel yang lebih kecil menyebabkan yoghurt susu kambing memiliki konsistensi yang rendah. Sehingga diperlukan perlakuan tambahan untuk meningkatkan teksturnya, yakni dengan penambahan carboxy methyl cellulose (CMC) serta penambahan puree buah nangka. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu konsentrasi CMC (1%; 1,5%; dan 2%) serta konsentrasi puree buah nangka (5% dan 10%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan selang kepercayaan 95%, dilanjutkan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan CMC dan puree buah nangka memberikan pengaruh nyata terhadap parameter total asam, nilai pH, viskositas, dan sineresis namun tidak didapatkan hasil interaksi antar perlakuan keduanya. Penambahan CMC sebesar 1% dan puree buah nangka sebesar 10% merupakan perlakuan terbaik, dengan nilai total asam 2,10%, pH 4,52, viskositas 7701,67 cP, sineresis 15,88%, dan jumlah koloni bakteri asam laktat 4,3 x 107 CFU/mL. Hasil analisis SEM menunjukkan yoghurt dengan penambahan CMC memiliki struktur yang lebih kompleks dan rapat serta memiliki ukuran rongga yang lebih kecil daripada yoghurt kontrol.
OPTIMASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN SUHU INLET PENGERING SEMPROT TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SUSU BUBUK EDAMAME Pramita, Hera Sisca; Ali, Dego Yusa; Widyaningsih, Tri Dewanti; Sapitri, Nia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.2

Abstract

Edamame menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Kota Jember, Jawa Timur. Pada kategori ekspor, edamame yang digunakan harus memiliki kualitas unggul sehingga perlu dilakukan penyortiran. Namun selama ini pemanfaatan edamame yang tidak memenuhi syarat ekspor tersebut masih belum optimal. Alternatif yang dapat dilakukan yaitu pembuatan susu bubuk edamame dengan metode pengering semprot. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan formulasi konsentrasi maltodekstrin dan suhu inlet pengering semprot yang optimal terhadap senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan susu bubuk edamame. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Central Composite Design (CCD) dengan faktor konsentrasi maltodekstrin (5,71–10%w/w) dan suhu inlet pengering semprot (160–215°C) yang diolah dengan metode Respone Surface Methodology (RSM). Kombinasi konsentrasi maltodekstrin 7,13%w/w dan suhu inlet pengering semprot 191,5°C dipilih sebagai kondisi optimum berdasarkan respon tertinggi dengan total fenol 275,79 mg GAE/100g, total flavonoid 59,93 mg QE/100g, ABTS 101,48 mg GAE/100g, dan FRAP 60,89 µg GAE/g. Hasil verifikasi kondisi optimum berbeda nyata dengan saran dari Design Expert 12, dimana kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan hasil verifikasi lebih tinggi.
PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DAN PUREE BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT SUSU KAMBING Nisa, Fithri Choirun; Nurhakiki, Clara Andini
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin dan puree buah nangka, serta interaksinya terhadap karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, organoleptik dan struktur mikro yoghurt susu kambing. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua (2) perlakuan, yaitu konsentrasi gelatin (1%; 1,5%; dan 2%) dan konsentrasi puree nangka (5% dan 10%), dengan pengulangan sebanyak empat (4) kali. Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh faktor terhadap respon dilakukan analisis dengan metode ANOVA selang kepercayaan 95%. Uji lanjut dilakukan dengan metode BNJ atau DMRT selang kepercayaan 5%. Hasil analisis menunjukkan terdapat interaksi yang berpengaruh nyata antara penambahan konsentrasi gelatin dan puree nangka terhadap parameter viskositas yoghurt susu kambing. Hasil total bakteri asam laktat (BAL) tertinggi yaitu 6,3 × 107 CFU/mL. Hasil perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo pada sampel dengan gelatin sebesar 2% dan puree buah nangka 10% dengan nilai sineresis 0,06%; viskositas 4472,66 cp; pH 4,09; dan total asam 2,03%. Dilakukan uji kesukaan pada 101 panelis dengan parameter aroma, rasa, kekentalan, warna dan overall. Kesukaan tertinggi pada penambahan gelatin 2% dan puree buah nangka 10%. Analisis struktur mikro dilakukan pada hasil perlakuan terbaik, didapatkan struktur yang lebih kompleks dan rapat akibat penambahan gelatin dan puree buah nangka.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN POLISULFON DAN SELULOSA ASETAT DARI LIMBAH FILTER ROKOK Zulfa Musyaffa, Amirah; Nurul Fadillah; Ibrahim Maina Idriss; Wahyunanto Agung Nugroho; Muhammad Roil Bilad; Wibisono, Yusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.3

Abstract

Membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air untuk menyaring partikel-partikel dalam air. Polisulfon (PSf) adalah polimer yang umum digunakan untuk membuat membran ultrafiltrasi. Namun, permasalahan utama PSf adalah sifatnya yang hidrofobik sehingga menyebabkan rendahnya permeabilitas serta mempercepat terjadinya pengotoran. Selulosa asetat (CA) adalah material hidrofilik yang dapat menimbulkan hidrofilisitas pada membran PSf. Hampir 90% rokok diproduksi dengan filter yang berasal dari CA. Filter rokok mengandung hingga 97% CA yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan membran. Fokus dari penelitian ini adalah melakukan sintesis membran melalui pendekatan metode inversi fasa dengan bahan dasar berupa polimer PSf yang dikombinasikan dengan polimer CA dari limbah filter rokok yang diharapkan dapat meningkatkan sifat hidrofilisitas membran. Variasi PSf dan filter rokok (PSf/CA) yang digunakan pada penelitian adalah 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75. Hasil dari membran dilakukan karakterisasi melalui analisis sudut kontak air, analisis permeabilitas membran, serta analisis gugus senyawa selulosa asetat pada membran. Nilai sudut kontak statis membran berturut-turut adalah 126,754º, 83,291º, 80,223º, 71,929º. Permeabilitas air bersih membran masing-masing adalah 4.145 L/m2.h.bar, 3.125 L/m2.h.bar, 13.145 L/m2.h.bar, dan 7.187 L/m2.h.bar.
KARAKTERISASI ROTI BOLU MANIS BERBASIS MOCAF (Modified Cassava Flour) TERKOMPOSIT SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI Herlina; Siti Nur Shaidah; Asmak Afriliana; Yuli Wibowo; Siswoyo Soekarno; Andy Eko Wiyono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.7

Abstract

Roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor merupakan salah satu inovasi produk pangan olahan non gluten. Penggunaan MOCAF sebagai bahan pengganti terigu aman untuk penderita yang intoleran terhadap gluten. Serbuk daun kelor yang kaya akan protein, serat, dan senyawa bioaktif dapat meningkatkan nilai gizi dan fungsional roti bolu manis. Penelitian ini berguna mengidentifikasi pengaruh rasio MOCAF dan serbuk daun kelor terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensori roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor. Rancangan penelitian berbasis Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 4 (empat) ulangan perlakuan. Faktor  perlakuan adalah rasio MOCAF dan serbuk daun kelor, yaitu: (A1)=100:0; (A2)=98:2; (A3)=96:4; (A4)= 94:6; (A5)=92:8; dan (A6)=90:1. Hasil penelitian yaitu rasio MOCAF dan serbuk daun kelor berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan sensori. Perlakuan terbaik berdasarkan uji efektivitas pada perlakuan A4 dengan rasio MOCAF 96 g dan serbuk daun kelor 4 g (A4) dan nilai daya kembang sekitar 18,22%; kadar air 28,33%; kadar protein 9,56%; kadar serat kasar 2,91%; aktivitas antioksidan 53,46%; dan polifenol total 0,45 mg GAE/g, tingkat kesukaan pada atribut rasa 5,16; aroma 4,60; warna 4,52; tekstur 4,24; dan 3,96 secara keseluruhan.
THE PROCESSING TECHNIQUE AFFECTS THE PHYSICOCHEMICAL AND TEXTURAL CHARACTERISTICS OF PURPLE YAM BASED GLUTEN-FREE DOUGH Ulyarti; Nazarudin; Lisani; Wulandari, Nur
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.4

Abstract

Purple yam tuber in the form of flour has been applied for functional food products. Processing purple yam tubers into flour eliminates many beneficial compounds of the tubers. Another alternative for processing purple yam tubers is to process them directly into a paste to be mixed into the dough. This study was carried out to determine the effect of the processing technique of yam tuber on the texture profile of gluten-free dough made up of yam tuber and modified cassava flour (mocaf). Four (4) types of processing techniques were applied to produce purple yam+mocaf dough. First (ST), steaming yam tuber, mashing + mocaf + water. Second (SST), steaming slice of yam tuber, mashing + mocaf + water. Third (SCT0.5), soaking slices of yam tuber in citric acid 0.5%, mashing + mocaf + yam tuber mucus. The last (SCT1) is soaking slices of yam tuber in citric acid 1%, mashing + mocaf + yam tuber mucus.  The result showed that the amount of water, the ratio between purple yam paste and mocaf, the lead time, and the processing technique play important roles in shaping the texture of the dough. The third technique (SCT0.5) produced higher hardness, adhesiveness, springiness, and cohesiveness dough than the other techniques. However, none of the texture profiles strongly correlate with the dietary fiber content. These results can be used better to understand the free gluten food application of yam tuber.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue