cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
PENGUATAN WILAYAH BINAAN MANDIRI ENERGI MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS MIKROHIDRO DI DAERAH TERPENCIL Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Widhiyanuriyawan, Denny; Purnomo, Mangku
Jurnal Teknik Pengairan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Merah is an isolated hamlet in the village of Batur that has not been reached by PLN electricity because its geographical is on the slopes of Mount Argopuro and far from the village center. To achieve this just by walking or riding a motorcycle as far as 3 km. In Tanah Merah, micro hydro has been developed from the Kedung Sumur River discharge, but it is not yet optimal. A collaboration was held by BPPM FT UB with CSR of PT PGN (Persero) in 2016, but has not been able to resolve the limited power generated for 500 families. Another potential community is farmers and breeders. Most livestock activities carried out by the community are 267 head of beef cattle with the distribution of cattle farmers in RT 8 totaling 107 households, RT 9 totaling 95 households and RT 10 totaling 62 households averaging 2 cows. With such a large number of cattle, it is of course also produced a large amount of livestock waste. Based on these problems, the UB Community Service Team through the Serving Doctoral Program wants to help partner communities solve existing problems in order to improve their welfare. Efforts are being made to empower community groups of micro-hydro (PLTMH) through the use of renewable energy, namely increasing micro-hydro electricity capacity and empowering micro-hydro-based economies.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN AIR BERSIH SEBELUM DAN SESUDAH TERJADI KENAIKAN TARIF PDAM DI KABUPATEN BANGLI Yekti, Mawiti Infantri; Kerta Arsana, I Gusti Ngurah; Aryasavira, Made Dwita Berlian
Jurnal Teknik Pengairan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2013 the Bangli Regency Government and the Bangli Regency PDAM agreed to make a new policy related to the increasing of clean water tariffs in the Bangli and Tembuku Districts. This study aims to bring up the trend of changes before and after the PDAM tariff increase of 118%, so that it can be used as a basis for further Bangli PDAM decision making. This study uses a simple random sampling method by randomly taking the samples studied without looking at the strata, and samples are scattered as many as 80 samples in Bangli District and as many as 75 samples in Tembuku District. The analysis showed that the use of clean water experienced a declining trend after the tariff increase of 25.28% based on the survey and 25.31% based on the provision of the PDAM in the Bangli District. Whereas in Tembuku District the reverse trend showed an increase after the tariff increase of 14.08% based on the survey and 14.07% based on the provision of the PDAM. Changes in the use of clean water on average per person / day is influenced by water needs based on the number of family members in each house per month.
Analisis Ketersediaan Air Menggunakan Model Rain Run NRECA dan Tanki di DAS Babak Ida Bagus Subrata; Hartana Hartana; Ery Setiawan
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.02.01

Abstract

Dalam penelitian ini akan ditinjau adalah pemodelan Nreca maupun Tanki pada Bendung Keru di DAS Babak yang memiliki ketersedian catatan debit air. Pemodelan dimulai dari kalibrasi model rain run sehingga mendapatkan koefisien Nreca dan Tanki pada AWLR Keru. Kemudian perhitungan debit pada Bendung Keru menggunakan data spasial serta data curah hujan dari ARR Keru. Hasil antara pemodelan pada Nreca dan Tanki dibandingkan dengan catatan debit pada Bendung Keru. Hasil dari penelitian ini adalah nilai koefisien model pada AWLR Keru di DAS Babak WS Lombok: a) Koefisien model NRECA yaitu untuk Tampungan kelengasan awal : 727; Tampungan kelengasan akhir: 312; Koefisien Reduksi: 0.27; Koefisien PSUB: 0.43; Koefisien GWF: 0.1; Beda tampungan awal dan akhir: 12; Nilai Korelasi: 0.84; Nilai Volume Error (VE): 0.33; b) koefisien model tanki yaitu Koefisien Tanki 1: Tank Awal : 868; H 1.1 : 29; H 1.2 : 28; F 1.1 : 794; F 1.2 : 661; B1: 254; Koefisien tanki 2: Tank Awal : 330; B2 : 585; Nilai Korelasi : 0.75; Nilai Volume Error (VE): 0.31. Dalam pemodelan debit untuk perhitungan ketersediaan air yang optimal di DAS Babak WS Lombok terutama pada Bendung Keru menggunakan model Tanki.
Pemodelan Debit Sungai Kahayan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berdasarkan Data Hujan dan Evapotranspirasi Very Dermawan; Widandi Soetopo; Jano Alpikarigo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.05

Abstract

Debit merupakan suatu dasar dalam perencanaan pada sebuah kegiatan pengelolaan sumber daya air. Penentuan nilai debit dapat dilakukan melalui pengukuran secara langsung di lapangan ataupun melalui analisa. Dengan adanya analisa curah hujan terhadap debit sungai dapat menjadi alternatif dalam perencanaan bangunan air, dengan penggunaan metode yang tepat hasil analisa debit akan mendekati nilai hidrologis. Dalam studi ini analisa yang dilakukan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan untuk mengetahui hasil pemodelan debit sungai berdasarkan data hujan dan evapotranspirasi dan mengetahui perbandingan debit model dengan debit lapangan. Untuk mengetahui kesesuaian antara debit pemodelan terhadap debit lapangan, maka dilakukan kalibrasi dan pelatihan Jaringan Arsitektur dengan data latih 6 sampai 9 tahun serta verifikasi debit model dengan pembagian data 4 sampai 1 tahun dari data sisa kalibrasi. Pelatihan jaringan arsitektur digunakan epoch 500 sampai 2000. Uji yang digunakan yaitu Mean Square Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), Kesalahan Relatif (Kr), Koefisien Korelasi (R), Nash-Sutcliffe Efisiensi (NSE). Hasil pengujian debit model menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan terhadap debit lapangan berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa di pembagian data latih 7 tahun dan data uji 3 tahun dengan epoch 1000 yang memenuhi kriteria dan memiliki nilai paling baik, berdasarkan nilai Nash-Sutcliffe Efisiensi (NSE), dan Koefisien Korelasi (R).
Evaluasi Pola Operasi Waduk Tamblang di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali Mawiti Infantri Yekti; Tjokorda Gde Raka Wijakesuma; Kadek Diana Harmayani
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.02.05

Abstract

Bendungan Tamblang dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan air baku di Kecamatan Sawan dan Kecamatan Kubutamban Kabupaten Buleleng. Waduk ini berada di aliran Sungai Tukad Daya dan direncanakan mempunyai total tampungan sebesar 6,137,228 m3 sedangkan tampungan waduk efektif sebesar 4,199,646 m3. Fungsi Waduk Tamblang adalah untuk irigasi sebesar 584 ha serta penyediaan air baku sebesar 306 liter/detik. Simulasi operasi Waduk Tamblang menggunakan alternatif debit andalan 80% dan 90%. Data pendukung berupa data curah hujan harian, data debit permukaan aliran Sungai Tukad Daya dan data klimatologi dianalisis untuk mengetahui curah hujan andalan R50 dan R80, debit andalan, evapotranspirasi potensial, curah hujan efektif, kebutuhan air irigasi (KAI), serta kebutuhan air baku pada Kecamatan Sawan dan Kecamatan Kubutambahan. Operasi waduk disimulasikan ke dalam lima alternatif dengan keandalan inflow Q80 dan Q90. Hasil simulasi operasi Waduk Tamblang terjadi surplus pada simulasi alternatif 4 dan alternatif 5. Pola tanam alternatif 4 yaitu padi-jagung-kacang tanah dan alternatif 5 yaitu padi-buncis-bawang-kedelai dan ini sudah disesuaikan pada pola tanam eksisting. Hasil simulasi alternatif 4 dan 5 ini dapat memenuhi kebutuhan air baku dan air irigasi dengan persentase terlayani 100%.
Perbandingan Metode Evaporasi Potensial Di Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Ery Suhartanto; Lily Montarcih Limantara; Hana Arum Rossy Tamaya
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model empiris yang sesuai untuk estimasi evaporasi pada wilayah Nganjuk. Studi ini dilakukan di stasiun meteorologi Sawahan yang digunakan untuk menghitung evaporasi dengan menggunakan metode Blaney-Criddle, metode Penman, metode Radiasi, metode Turc, metode Hamon, metode Christiansen serta modifikasi menggunakan metode Regresi Linier Berganda. Hasil dari masing-masing metode dibandingkan dengan hasil yang lain dan dilakukan uji validasi menggunakan kesalahan relatif (Kr), uji Efisiensi Nash-Sutcliffe (ENS) dan Root Mean Square Error (RMSE). Berdasarkan hasil yang diperhitungkan dapat disimpulkan bahwa metode yang sesuai adalah metode regresi linier berganda dengan hasil uji validasi yang meliputi nilai kesalahan relatif (Kr) adalah 1.15, nilai uji Efisiensi Nash Sutcliffe (ENS) adalah 0.70 dan nilai Root Mean Square Error (RMSE) adalah 0.18.
Penentuan Formulasi Empiris Yang Sesuai Untuk Mengestimasi Kurva Intensitas Durasi Frekuensi Donny Harisuseno; Sri Wahyuni; Yosie Dwirani
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.06

Abstract

Intensitas hujan yang tinggi akan menyebabkan limpasan permukaan yang besar dan dapat berdampak negatif.  Kurva IDF mempermudah perhitungan debit banjir rencana. Tujuan penelitian ini adalah menentukan metode empiris intensitas hujan dan IDF yang cocok untuk lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah Talbot, Mononobe, Hasper Der Weduwen, dan Van Breen.  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Metode Talbot yang paling sesuai digunakan di lokasi penelitian.  Metode Talbot memiliki nilai Deviasi Rata-rata 1.49; Kesalahan Relatif (Kr) rata-rata sebesar 8.64% dan Koefisien Nash Sutcliffe (ENS) rata-rata sebesar 0.98.  Kemudian dilakukan validasi metode terpilih menggunakan kala ulang 2 tahun dan 5 tahun dengan membandingkan intensitas hujan metode empiris dan intensitas hujan pengamatan dengan hasil nilai Deviasi Rata-rata sebesar 2.22; nilai Kesalahan Relatif (Kr) rata-rata sebesar 15.11%, dan Koefisien Nash Sutcliffe (ENS) rata-rata sebesar 0.93.
Simulasi Pola Tanam Pada Sembilan Daerah Irigasi Tersebar di Kota Kupang Ayu P. Paramitha; Rosmiyati A. Bella; Dolly W Karels; Denik S. Krisnayanti
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.02.04

Abstract

Kota Kupang dengan luas 180.27 km2, memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Kota Kupang memiliki 9 daerah irigasi yang terletak tersebar di Kota Kupang. Pada musim kemarau sering timbul kekeringan pada areal pertanian yang mengakibatkan gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tanam pada daerah irigasi di Kota Kupang yang optimal sesuai dengan keseimbangan air yang terjadi antara debit andalan dan kebutuhan air irigasi. Metode untuk menghitung evapotranspirasi digunakan metode Penman Modifikasi dan analisis debit andalan menggunakan metode F.J. Mock. Berdasarkan hasil penelitian, besar kebutuhan air irigasi yang terbesar adalah pada Daerah Irigasi Fatukoa untuk pola tanam padi-palawija-palawija sebesar 0.00-0.25 m3/dtk dan padi-padi-palawija sebesar 0.01-0.47 m3/dtk. Untuk neraca air Daerah Irigasi Fatukoa dengan pola tanam padi-palawija-palawija tahun normal (Q50) sebesar -0.25-2.39 m3/dtk dan tahun kering (Q80) sebesar -0.25-1.46 m3/dtk. Untuk 9 daerah irigasi di Kota Kupang, pola tanam yang sesuai untuk tahun normal (Q50) adalah padi-palawija-palawija dan untuk tahun kering (Q80) adalah padi-palawija-palawija.
Kajian Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih pada PDAM Tirta Barito Kota Buntok Eka Wahyu Diana; Moh. Sholichin; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.02

Abstract

PDAM Kota Buntok merupakan penyuplai kebutuhan air bersih wilayah Buntok Kota, Hilir Sper, Jelapat dan Desa Pamait. Pemanfaatan debit belum optimal dan kehilangan air menjadi kendala pelayanan. Penelitian ini bertujuan mewujudkan sistem jaringan distribusi yang mampu melayani hingga 2038 dengan mengevaluasi kondisi eksisting jaringan distribusi air bersih, rencana pengembangan jaringan, kualitas air dan analisa ekonomi untuk menentukan harga air. Hasil simulasi hidrolika menunjukkan kondisi eksisting tekanan dan headloss gradient memenuhi kriteria teknis sedangkan kecepatan tidak sesuai standar. Kemudian simulasi pengembangan memenuhi persyaratan teknis yaitu 0.3-4.5 m/dt, headloss gradient 0-15 m/km, tekanan 0.5-8 atm. Simulasi konsentrasi sisa klorin injeksi di inlet tandon sebesar 0.4 mg/l diberikan secara konstan. Hasil simulasi sisa klorin memenuhi kriteria yaitu 0.383-0.395 mg/l. Analisis ekonomi didapatkan harga air yaitu Rp 6,100/m3 , BCR 1.23, IRR 12.14 % dan BEP 11 tahun. Analisis kemampuan masyarakat membayar Rp. 4,200/m3 , besar subsidi pemerintah sebesar Rp. 13,905,747,800.
Karakteristik Kecepatan Aliran Di Dekat Dasar Pintu Peluapan Bawah (Sluice Gate) Agatha Padma Laksitaningtyas; Djoko Legono; Bambang Yulistiyanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.07

Abstract

Pintu air berfungsi sebagai pengatur aliran air yang berfungsi untuk mengendalikan debit, muka air dan monitoring debit. Aliran air yang mengalir melalui pintu dapat dalam kondisi aliran bebas maupun aliran terendam yang tergantung dari kedalaman tailwater. Karakteristik aliran yang mengalir melalui pintu air berdasarkan persamaan keseimbangan energi dan momentum, yang tergantung dari tekanan, kecepatan dan kedalaman air yang berada di hulu /hilir pintu air. Hidrolika pintu air terutama pada kondisi aliran bebas sangat dinamis, termasuk profil muka air, gaya yang terjadi pada pintu, atau distribusi pintu bagian bawah, yang banyak diabaikan. Terdapat beberapa pengembangan rumus dasar dari aliran yang mengalir melalui pintu air, terutama pada pengembangan vena kontrakta. Vena kontrakta akan menghasilkan nilai dari koefisein debit (Cd) dan koefisien kontraksi (Cc) yang didapatkan dari rasio perhitungan metode yang sudah ada. Metode dapat juga dengan rasio pengukuran, perhitungan kejadian secara teoritis dan melalui percobaan di laboratorium. Persamaan debit melalui pintu tidak terlalu efektif bila digunakan pada kondisi bukaan pintu yang besar dan pada kondisi pintu terendam penuh.