cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2011)" : 7 Documents clear
Evaluasi Kondisi Jalan dan Pengembangan Prioritas Penanganannya (Studi Kasus di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang) Dian Agung Saputro; Ludfi Djakfar; Arief Rachmansyah
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.654 KB)

Abstract

Kabupaten Malang mempunyai panjang ruas jalan sekitar 1668,76 km dimana sebanyak 29,68% mengalami kerusakan. Dengan adanya rencana perpindahan ibukota kabupaten Malang di kecamatan Kepanjen maka diperlukan infrastruktur pendukung, termasuk infrastruktur jalan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap kondisi jalan saat ini, khususnya jalan kabupaten dengan cara survei kondisi jalan di kecamatan Kepanjen. Hasilnya dapat dipakai untuk menentukan tipe pemeliharaan jalan sehingga tetap dapat mengakomodasi kebutuhan pergerakan dengan tingkat layanan tertentu.Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi terhadap kerusakan jalan di kecamatan Kepanjen dan sekitarnya untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan jalan serta tipe pemeliharaan terhadap jalan yang akan digunakan. Disamping itu juga dapat menentukan prioritas penanganan kerusakan jalan terhadap masing-masing ruas jalan yang ditinjau. Metode evaluasi kondisi jalan dengan menggunakan metode Bina Marga dan metode ASTM D6433. Metode Bina Marga dapat menghasilkan nilai prosentase kerusakan jalan. Sedangkan metode ASTM D6433 mempunyai kelebihan dapat menilai tingkat keparahan dari kerusakan jalan. Penentuan prioritas jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam penelitian ini ditemukan jenis dan tingkat kerusakan yang cukup beragam. Dengan menggunakan metode ASTM D6433 didapatkan berbagai macam nilai kondisi jalan di Kecamatan Kepanjen, dan dengan metode Bina Marga didapatkan prioritas pemeliharaannya. Untuk penentuan faktor prioritas penanganan kerusakan jalan dengan metode AHP didapatkan faktor darurat mempunyai prosentase terbesar yaitu 29,45%. Dari peninjauan terhadap 16 alternatif ruas jalan didapatkan bahwa ruas jalan 167 yang menghubungkan Kepanjen-Pagak menjadi prioritas pertama dengan bobot 5,0026. 
Kajian Karakteristik Angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo di Kota Mataram Isfanari Isfanari; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.675 KB)

Abstract

Kota Mataram yang terus berkembang dalam berbagai sektor memerlukan sarana transportasi yang memadai khususnya angkutan, guna mendukung perkembangan kota yang dinamis. Kondisi angkutan kota yang sangat terbatas dengan melayani rute terbatas maka keberadaan angkutan ojek sepeda motor dan cidomo sebagai angkutan alternatif sangat dibutuhkan oleh pelaku perjalanan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik angkutan ojek sepeda motor dan cidomo, ditinjau dari sisi sosioekonomi, pergerakan, perilaku berkendara, persepsi pengendara/kusir terhadap keselamatan, dan strategi kebijakan yang akan diambil terkait karakteristik Angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo di Kota Mataram. Metode yang digunakan adalah Statistika Deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA) dan Analisis SWOT. Dari penelitian ini diketahui bahwa karakteristik sosioekonomi ekonomi pengendara ojek sepeda motor, mayoritas (45%) usia 17-25 tahun, (84%) suku Sasak, (53%) SMA, (31%) berpenghasilan per bulan Rp. 1.000.000 – Rp. 1.250.000, sedangkan cidomo mayoritas (41%) usia 26-40 tahun, (100%) suku Sasak, (47%) putus sekolah/pondok pesantren, (38%) berpenghasilan per bulan Rp. 500.000 – Rp. 750.000,. Pergerakan penumpang ojek sepeda motor, mayoritas (39%) belanja/ ke pasar, (48%), jarak tempuh 1-5 km, (64%) waktu menggunakan ojek sepeda motor jam 05.00 – 08.00 sedangkan cidomo mayoritas (45%) belanja/ kepasar, (62%), jarak tempuh 1-5 km, (63%) waktu menggunakan cidomo jam 05.00 – 08.00. Perilaku pengendara ojek sepeda motor sebagian besar pengalaman berkendara 16-30 tahun (40%), punya SIM (86%), memiliki SIM dengan tidak diuji (69%), pengetahuan yang kurang dipahami (jarak aman minimal, pengertian rambu, sanksi jika tidak memilik SIM (94%). Sedangkang cidomo sebagian besar pengalaman berkendara 5-15 tahun (58%), tidak punya SIM (87%), memiliki SIM dengan tidak diuji (98%), pengetahuan yang kurang dipahami (simulasi situasi, posisi untuk terlihat, jarak aman minimal, pengertian rambu, fungsi rambu, sanksi jika tidak memiliki SIM (88%). Persepsi pengendara ojek sepeda motor terhadap kecelakaan, mayoritas (63%) pernah mengalami kecelakaan, (39%) pernah mengalami kecelakaan satu kali, (34%) kecelakaan disebabkan kesalahan sendiri, sedangkan pemakai jalan sebagai penyebab kecelakaan adalah pengendara sepeda motor (59%) sedangkan cidomo mayoritas (61%) pernah mengalami kecelakaan, (46%) pernah mengalami kecelakaan satu kali, (43%) kecelakaan disebabkan kesalahan sendiri, sedangkan pemakai jalan sebagai penyebab kecelakaan adalah kusir cidomo (29%). Angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo dalam posisi yang kuat dan berpeluang, Sehingga rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif Strategi artinya angkutan Ojek Sepeda Motor dan Cidomo dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat memungkinkan untuk terus melakukan pengembangan, meningkatkan pelayanan pada pengguna angkutan. 
Studi Pemilihan Pengerjaan Beton Antara Pracetak dan Konvensional pada Pelaksanaan Konstruksi Gedung dengan Metode AHP Zainul Khakim; Muhammad Ruslin Anwar; Mohammad Hamzah Hasyim
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.159 KB)

Abstract

Pemilihan suatu metode sangat penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi karena metode pelaksanaan yang tepat dapat memberikan hasil yang maksimal terutama jika ditinjau dari segi biaya maupun waktu. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara - cara konvensional menjadi lebih modern, yaitu dengan cara penerapan beton pracetak. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui kriteria utama yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan metode pengerjaan beton di Kota Surabaya. (2) mengetahui metode pengerjaan beton yang paling banyak dipilih dengan mempertimbangkan beberapa kriteria pada pelaksanaan konstruksi gedung di Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei kuesioner serta wawancara dengan beberapa perusahaan kontraktor, konsultan perencana, perusahaan beton pracetak (precaster), perusahaan beton konvensional (readymix) dan pemilik proyek (owner) di Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur. Dari 55 kuesioner yang disebarkan, yang berhasil dikumpulkan adalah 46 kuesioner. Penelitian ini menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang digunakan dalam pemilihan pengerjaan beton adalah biaya pekerjaan, waktu pelaksanaan, mutu hasil pekerjaan, perencanaan, keselamatan kerja, bentuk bangunan, kekuatan struktur, keindahan bangunan, perubahan cuaca, kemampuan kontraktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria keselamatan kerja merupakan kriteria dengan nilai bobot/prioritas tertinggi yaitu 16,4%, kemudian kekuatan struktur (13,6%), mutu hasil pekerjaan (12,7%), biaya pelaksanaan (11,8%), waktu pelaksanaan (9,7%), perencanaan (8,6%), kemampuan kontraktor (7,4%), bentuk bangunan (7,3%), keindahan bangunan (6,9%), dan kriteria perubahan cuaca (5,7%). Untuk metode pengerjaan beton yang paling banyak dipilih pada pelaksanaan konstruksi gedung di Kota Surabaya ditetapkan menggunakan metode beton pracetak dengan nilai persentase sebesar 64,9%, Sedangkan untuk beton konvensional memiliki nilai persentase sebesar 35,1%. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pekerja Wanita pada Proyek Konstruksi di Kota Denpasar Melati, Rita Dyana; Zaika, Yulvi; Budio, Sugeng Prayitno
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.259 KB)

Abstract

Pekerjaan proyek di lapangan, identik dengan pekerjaan sektor keras, yang mayoritas adalah pekerja lakilaki. Dewasa ini tidak jarang dijumpai juga wanita pekerja konstruksi. Fenomena pekerja bangunan wanita terjadi di kalangan masyarakat kelas bawah, di mana faktor ekonomi yang menja di latar belakang utama ditambah adanya faktor adat kebiasaan yang menuntut wanita untuk bekerja. Pekerjaan konstruksi memiliki faktor-faktor kompleks yang mempengaruhi pekerja wanita baik pendukung maupun penghambatnya, dan secara langsung berpengaruh terhadap kinerja pekerja. Sehingga perlu dilakukan kajian terhadap permasalahan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pekerja wanita pada proyek-proyek konstruksi di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap 106 pekerja wanita sebagai tenaga tukang dan buruh bangunan. Selain itu juga survey dengan angket terhadap 17 kontraktor sebagai data pendukungnya. Statistik yang dipilih dalam penelitian ini adalah analisis jalur atau path analysys yang digunakan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pekerja wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia, perusahaan, lapangan dan lingkungan berpengaruh terhadap kinerja pekerja wanita. Dari hasil penelitian diketahui variabel lapangan dan lingkungan secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja pekerja wanita.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pembengkakan Biaya (Cost Overrun) pada Proyek Konstruksi Gedung di Kota Ambon Sahusilawane, Tonny; Bisri, Mohammad; Rachmansyah, Arief
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.038 KB)

Abstract

Unsur input dari proyek konstruksi diantaranya man (tenaga kerja), money (biaya), methods (metode), machines (peralatan), materials (bahan) dan market (pasar), semua unsur tersebut perlu diatur sedemikian rupa sehingga proporsi unsur unsur yang menjadi kebutuhan dalam proyek konstruksi tersebut dapat tepat dalam penggunaanya dan proyek dapat berjalan secara efisien. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji Faktor-faktor apa saja yang paling dominan menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya (Cost Overrun) pada proyek konstruksi gedung di kota Ambon. Berdasarkan hasil analisis faktor, faktor-faktor dominan penyebab terjadinya Cost Overrun pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung di kota Ambon adalah : Bagian perencanaan yaitu; factor pelaksanaan hubungan kerja; dengan nilai loading factor sebesar 81.9 %. Yang terdiri dari a)tingginya frekwensi perubahan pelaksanaan; b)terlalu banyak pengulangan pekerjaan karena mutu jelek; c)terlalu banyak proyek yang ditangani dalam waktu yang sama; d) kurangnya koordinasi antara kontraktor utama dan sub kontraktor; e)kurangnya koorninasi antara Construction Manger – Perencana–Kontraktor; f) terjadi perbedaan/perselisihan pada proyek; g) Manajer proyek tidak kompeten/cakap. 
Pengaruh Air Laut pada Perawatan (Curing) Beton Terhadap Kuat Tekan dan Absorpsi Beton dengan Variasi Faktor Air Semen dan Durasi Perawatan Syamsuddin, Ristinah; Wicaksono, Agung; M, Fauzan Fazairin
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.973 KB)

Abstract

Dalam proses pembuatan bangunan di daerah pantai, kontak dengan air laut terkadang tidak dapat dihindari. Air laut sendiri memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida (Cl) yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang bersifat agresif terhadap bahan lain, termasuk beton. Pada penelitian ini akan dibahas tentang pengaruh air laut terhadap kuat tekan dan absorpsi pada beton pada masa perawatan selama 28 hari dengan berbagai durasi sentuhan dengan air laut. Hal ini karena kontak dengan air laut tidak hanya terjadi pada saat beton sudah jadi, namun juga pada saat perawatannya (curing). Dalam penelitian ini digunakan benda uji beton dengan variasi faktor air semen 0,45; 0,50; 0,55 serta variasi durasi curing air laut selama 1 hari, 2 hari, 3 hari dan curing air bersih selama 3 hari. Tiap variasi diberikan uji tekan setelah beton berumur 28 hari. Untuk mengukur kedalaman absorpsi air laut yang telah diberi pewarna pada pecahan benda uji dengan menggunakan crack detector. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi faktor air semen 0,45 ; 0,50; dan 0,55 memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton baik dengan perawatan air laut maupun air bersih sedangkan variasi durasi curing dengan air laut selama 1 hari, 2 hari, dan 3 hari tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton. Absorpsi yang terjadi pada beton dipengaruhi oleh variasi durasi curing air laut dan variasi faktor air semen, semakin lama masa curing dan semakin besar faktor air semen maka semakin besar pula absorpsi yang terjadi. 
Analisis Dinding Pasangan Batu Bata Terhadap Respon Beban Berulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Christin Remayanti; Sri Murni Dewi; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.585 KB)

Abstract

Perilaku mekanik dari dinding pasangan batu bata atau masonry batu bata dipengaruhi oleh perilaku mekanik bahan penyusunnya yaitu batu bata dan spesi yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian di laboratorium. Selanjutnya hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perilaku mekanik dinding pasangan batu bata secara komputasi. Salah satu cara untuk mengetahui perilaku masonry batu bata secara komputasi adalah dengan menggunakan metode elemen hingga. Teknik pemodelan dengan metode elemen hingga terdiri dari dua jenis model yaitu model makro dan model mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bentuk model mikro dan model makro pada analisis dinding pasangan batu bata terhadap respon beban berulang, mengetahui pengaruh penggunaan bracing pada dinding pasangan batu bata dan pengaruh penggunaan bambu sebagai bahan alternatif bracing bila dibandingkan dengan menggunakan bracing dari bahan baja. Penelitian dilakukan pada model makro dan mikro secara numerik sehigga didapatkan perpindahan, regangan dan tegangan yang terjadi akibat beban berulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa model makro lebih sederhana daripada model mikro dan juga menunjukkan bahwa dengan penambahan bracing baik dari bahan baja maupun bambu pada dinding pasangan batu bata dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan dinding terhadap respon beban berulang. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue