cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2012)" : 10 Documents clear
Studi Penentuan Nilai Penghematan Waktu Dan Biaya Pengguna Jalan Tol Dalam Kota (Studi Kasus Tol Waru-Dupak ) Ayu Pertimasari Sekar Handayani; Achmad Wicaksono; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.82 KB)

Abstract

Salah satu komponen penting dalam penentuan tarif tol di Indonesia adalah nilai waktu. Studi ini difokuskan pada penurunan nilai penghematan waktu berdasarkan perilaku pemilihan rute pengguna jalan tol di Indonesia menggunakan data stated preference (SP). Studi difokuskan pada pengguna kendaraan golongan I,pada ruas waru-dupak , jalan tol dalam kota Surabaya Survey pengguna jalan tol dan SP dilakukan selama seminggu mulai tanggal 21 Juli 2011, dilokasi sekitar koridor waru-dupak. Data pilihan dianalisis menggunakan paket ALOGIT untuk analisis maksimum likelihood, sementara analisis regresi data rating dilakukan menggunakan MICROSOFT EXCEL spread sheet. Dari survey yang dilakukan, ditemukan bahwa sebagian besar responden memutuskan untuk menggunakan jalan tol dengan alasan waktu perjalanan yang lebih singkat dan arus lalulintas yang lebih lancer. Dua kuesioner rating dicoba. Satu dengan pilihan-pilihan yang murni hipotetikal dengan atribut waktu perjalanan terdiri dari waktu perjalanan dan tundaan. Sementara yang lain dirancang dengan pilihan yang menampilkan kondisi pilihan berdasarkan pengalaman pengguna saat ini. Rancangan yang terakhir lebih merefleksikan kondisi nyata, data yang dikumpulkan lebih memenuhi syarat dan dapat diandalkan daripada yang diperoleh dari rancangan pertama. Juga ditemukan, bahwa pada tingkat tertentu nilai trade-off uang/waktu, responden cenderung untuk melihat nilai uang sebagai pertimbangan utama dalam pilihannya, selanjutnya waktu atau bahkan mereka tidak melihatnya sama sekali . Dengan menggunakan maximum likelihood,nilai waktu, dalam rp/jam , perjalanan ke tempat kerja-tol dibayar sendiri,perjalanan ke tempat kerja-tol dibayar perusahaan,perjalanan ke tempat kerja,perjalanan bagian dari kerja-tol dibayar sendiri, perjalanan bagian dari kerja-tol dibayar perusahaan,tol dibayar sendiri,tol turut,adalah 4.775, 6.724 , 5.032, 8.117, 6.515, 7.212, analisis regresi adalah 3.278, 7.314, 3.959, 10.702, 4.949, 7.325, 4.643, 6.023 dan 3.332 .Perbedaan tersebut disebabkan karena perbedaan jenis data respon dan metode analisis. 
Kajian Kepuasan Masyarakat Kota Malang Terhadap Kualitas Layanan Angkutan Umum Dengan Menggunakan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Napitupulu, Rudy CC; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.307 KB)

Abstract

Masalah utama yang diduga menjadi pemicu rendahnya minat masyarakat Kota Malang untuk menggunakan angkutan umum adalah rendahnya kualitas pelayanan angkutan umum baik ditinjau dari pengguna (user), operator maupun dimensi kebijakan pemerintah (regulator). Terkait dengan masalah tersebut penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengukur seberapa besar tingkat kepuasan user terhadap kualitas pelayanan angkutan umum saat ini (angkutan kota trayek AG dan trayek TST). Metode analisa yang digunakan dalam mencapai tujuan adalah metode analisis deskriptif, analisis evaluatif, dan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Besarnya sampel penumpang yang digunakan dalam penelitian adalah 200 penumpang yang terbagi menjadi 100 penumpang trayek AG dan 100 penumpang trayek TST, sedangkan sampel angkutan untuk kepentingan survei dinamis adalah 30 unit kendaraan trayek AG dan 9 unit trayek TST.Selanjutnya dari hasil analisis diperoleh gambaran bahwa sebagian besar pergerakan penumpang adalah merupakan pergerakan rutin selama 6 hari dengan maksud untuk pulang ke rumah. Hasil analisis kinerja operasional : 1) Penumpang AG (66%) dan TST (81%) tidak melakukan perpindahan moda lagi; 2) Kecepatan rata-rata angkutan kota trayek AG adalah 22,19 km/jam dan TST adalah 18,34 km/jam;3) Waktu menunggu < 5 menit; 4) Waktu perjalanan < 2 jam 5) Load factor dinamis untuk AG(37,55%) dan TST (34,35%). Keseluruhan hasil kinerja operasional angkutan umum di Kota Malang dinilai masih layak berdasarkan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur (Dirjen Hubdat, 2002), namun berdasar hasil survey masih ditemukan ketidakpuasan penumpang terhadap kualitas layanan. Berdasar hasil analisis SEM, variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan adalah secure, comfort, acces, cost dan environt friendly untuk taryek AG dan comfort, acces, reliability dan cost untuk trayek TST. 
Seismic Response Of A Sandy Stratum With A Silt Layer Under Strong Ground Motions Bakhtiar Cahyandi Ridla; Huei -Tsyr Chen; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.948 KB)

Abstract

The presence of silt layer with small permeability may exist in the liquefiable sandy ground and it can produce the water film beneath silt layer with high pore water pressure under earthquakes. From the geotechnical point of view, the water film can cause instability of ground especially for slope ground. The objectives of this study is to gain a more understanding the effect of possible crack inside the silt layer at certain time on the seismic responses of ground of liquefiable sand stratum with a silt layer through numerical simulations. A nonlinear 3D effective stress finite element program was used in this study. A total of 4 models were constructed. Two strong earthquakes with different characteristic were used in this study. Settlement on the surface and excessive pore water pressure were presented for all models. The result showed that possible crack in the silt layer can lead to the larger settlement due to the faster dissipation of EPWP beneath the silt layer and the breakage of silt layer can lead to the sudden decrease in EPWP in the soil beneath the silt layer and sudden increase in EPWP in the soil above the silt layer. Sometimes the upward movement of pore water may cause the soil to liquefy, which will not occur without the breakage of silt layer. The crack in the silt layer leads to the faster dissipation of EPWP below the silt layer; such faster dissipation progresses from the location beneath the silt layer to the bottom of the soil stratum. 
Pengaruh Upah, Kemampuan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pekerja Pelaksanaan Bekisting Pada Pekerjaan Beton Amin Zainullah; Agus Suharyanto; Sugeng P. Budio
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.629 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh upah, kemampuan kerja dan pengalaman kerja terhadap kinerja pekerja pelaksanaan pekerjaan bekisting. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja yang sedang melaksanakan proyek Pembangunan Perumahan Greenwood Golf , Pondok Blimbing Indah Kota Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh yaitu seluruh pekerja pada sebuah proyek pembangunan yang sedang berlangsung dengan jumlah 37 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah, kemampuan kerja dan pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pelaksanaan pekerjaan bekisting . Daya prediksi dari model regresi (R-square) yang dibentuk dalam pengujian ini memiliki nilai 36,1%, artinya upah, kemampuan kerja, dan pengalaman kerja mempunyai kontribusi terhadap kinerja pekerja pelaksanaan pekerjaan bekisting sebesar 36,1%, sedangkan sisanya 63,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Manajemen pelaksanaan proyek konstruksi perlu memperhatikan upah karena dengan meningkatkan upah maka kinerja pekerjanya juga akan meningkat. Untuk menambah kemampuan dan pengalaman kerja hendaknya pekerja diikutkan pada pelatihan pembuatan bekisting agar bisa membuat bekisting yang kuat, tidak bocor, mudah dibongkar serta tepat ukurannya dan memiliki nilai ekonomis tinggi dengan waste bekisting yang minimal. 
Kajian Terhadap Implementasi Manajemen Mutu Pada Pengelolaan Proyek Perumahan Muhammad Suryo Nugroho; Muhammad Bisri; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.711 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen mutu pada pengelolaan proyek perumahan yang menggunakan sistem manajemen mutu (SMM) ISO dan yang tidak menggunakan SMM ISO. Penelitian ini dilakukan melalui metode survey dengan pihak manajemen dari beberapa perusahaan pengembang perumahan di kota surabaya. Dari 65 kuesioner yang disebar, yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 60 kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisa kriteria interpretasi skor dan uji – t. Variabel yang digunakan adalah sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk, pengukuran, analisis dan perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu pada pengelolaan proyek perumahan adalah, perusahaan pengembang perumahan yang menggunakan SMM ISO prosentase pilihan responden terhadap semua sub variabel yang paling banyak dipilih adalah klasifikasi “baik”. Sedangkan yang tidak menggunakan SMM ISO, prosentase pilihan responden terhadap semua sub variabel yang paling banyak dipilih adalah klasifikasi “cukup baik”. Untuk perbedaan implementasi manajemen mutu pada pengelolaan proyek perumahan yang menggunakan SMM ISO dan yang tidak menggunakan SMM ISO adalah secara signifikan ada perbedaan implementasi visi, misi, sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, pengelolaan sumber daya, realisasi produk, pengukuran, analisis dan perbaikan. 
Interaksi Penggunaan Lahan Terhadap Pergerakan Pejalan Kaki Dengan Sistem Dinamik (Studi Kasus: Kawasan Alun-Alun Kota Malang) Rosanti, Cynthia Virdiana; Wicaksono, Achmad; Sutikno, Fauzul Rizal
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.816 KB)

Abstract

Kawasan Alun-alun merupakan CBD Kota Malang yang memiliki tarikan pergerakan cukup tinggi disebabkan oleh beragamnya aktivitas penggunaan lahan yang ada. Tingginya tarikan pergerakan pejalan kaki berdampak pada keterbatasan ruang gerak jalur pejalan kaki. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pola penggunaan lahan dan karakteristik sistem transportasi pejalan kaki pada kawasan CBD Alun-alun Kota Malang serta mengetahui interaksi penggunaan lahan terhadap pergerakan pejalan kaki melalui permodelan dinamik jalur pedestrian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan evaluatif baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif serta menggunakan permodelan sistem dinamik dengan STELLA. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa Karakteristik penggunaan lahan pada kawasan CBD Alun-alun Kota Malang antara lain didominasi berupa penggunaan lahan perdagangan -mall dan retail dengan KDB berkisar antara 60%-95%, KLB 120%-285%, serta jumlah lantai bangunan antara 1-3 lantai. Karakteristik sistem transportasi pejalan kaki yaitu Level A terdapat pada titik pengamatan 1, 2, 3 sisi kanan, 3 sisi kiri, 6, dan 7. Level C terdapat pada titik pengamatan 4. Level E terdapat pada titik pengamatan 5 sisi kanan dan E sisi kiri. Interaksi penggunaan lahan terhadap pergerakan pejalan kaki melalui permodelan sistem dinamik dengan STELLA dapat diketahui bahwa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki pada Kawasan Alun-alun selama rentang 12 tahun kedepan akan mencapai tingkat pelayanan maksimal pada Tahun 2012 untuk titik 5, pada Tahun 2013 untuk titik 4, pada Tahun 2014 untuk titik 1, pada Tahun 2016 untuk titik 2,3,6 dan pada Tahun 2017 untuk titik 7. Analisis sentivitas model menggunakan skenario pertumbuhan jumlah karyawan sebesar 1% per tahun, penambahan luas bangunan dan alih fungsi penggunaan lahan.Kata kunci: Pergerakan pejalan kaki, permodelan sistem dinamik, tarikan guna lahan.
Evaluasi Skala Pelayanan Prasarana Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Di Kota Batu Santoso, Joko; Suhardjono, Suhardjono; Hariyani, Septiana
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.566 KB)

Abstract

Studi evaluasi skala pelayanan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Batu dengan analisis diskriptif kondisi eksisting 11 sekolah SMK dengan Permendiknas Standar sarana dan prasarana SMK/MAK Tahun 2008. Hasil yang diperoleh dari studi penelitian 11 SMK di Kota Batu, 3 SMK Negeri dan 8 SMK Swasta dengan berbagai 32 Kompetensi Keahlian, kondisi prasarana pendidikan dengan lahan terluas adalah SMKN 2 seluas 10.500 m2, sedangkan luas lahan terkecil adalah SMK Islam Batu seluas 730 m2. Untuk pelayanan lahan dan bangunan memenuhi lahan, aksesibilitas mudah, menyediakan ruang yang sesuai standar, memiliki ketersediaan listrik minimal 2200 watt dan kondisi bangunan tidak membahayakan yaitu terdapat 18% SMK di Kota Batu tingkat pelayanan akan lahan rendah, 18% tingkat pelayanan akan lahan sangat tinggi, sedangkan 55% memiliki tingkat pelayanan cukup, dan 9% memiliki tingkat pelayanan lahan dan bangunan tinggi. Tingkat Pelayanan prasarana umum terdiri; Ruang Kelas, Perpustakaan dan Laboratorium Biologi, Kimia, IPA, Komputer, Bahasa dan Gambar Teknik SMK Kota Batu 73% Rendah, sedang 18 % dan 9% sangat rendah.Tingkat Pelayanan Ruang pembelajaran Penunjang 27% rendah, 64% sedang dan 9% tinggi. Rata-Rata tingkat pelayanan prasarana 11 SMK di Kota Batu sedang, dan satu SMK pelayanan prasarana tinggi yaitu SMK Islam Batu. 11 Kepala sekolah SMK di Kota Batu menyampaikan evalusi diri prasarana sekolah, Dinas Pendidikan Kota Batu menindaklanjuti dan mengevaluasi secara mendalam sesuai renstra Dinas Pendidikan Kota Batu untuk memenuhi standar pelayanan minimal SMK. 
Pengembangan Kawasan Wisata Balekambang Kabupaten Malang Sriyanti Andayani; M. Ruslin Anwar; Antariksa Antariksa
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.772 KB)

Abstract

Dampak positif pengembangan pariwisata dapat dilihat dari pembangunan sarana dan prasarana pariwisata yang menyerap banyak tenaga kerja. Perkembangan pariwisata Kabupaten Malang di sisi selatan terutama Pantai Balekambang, memang belum dapat optimal akibat banyak kendala yang masih belum dapat diselesaikan. Untuk menunjang hal tersebut diperlukan adanya kajian mengenai Pengembangan Kawasan Wisata Balekambang untuk mengetahui permasalahan dan pengembangan potensi sehingga membantu peran serta Balekambang dalam sektor pariwisata Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Pantai Balekambang, mengetahui potensi dan masalah serta menyusun strategi pengembangan di kawasan wisata Pantai Balekambang. Analisis yang digunakan pada penelitian ini deskriptif evaluatif dan preskriptif. Hasil studi penelitian ini adalah posisi strategi pengembangan kawasan wisata Balekambang adalah pada kuadran 1 dengan konsep Rapid Growth Strategy, yaitu strategi petumbuhan aliran cepat untuk diperlihatkan pengembangan secara maksimal untuk target tertentu dan dalam waktu singkat. 
Human Resources Performace And Compatancy Management By Using A Method Of Balanced Scorecard (Case Study: The Experience Of Tanjung Peprak Port-Surabaya) Abdulmenaam Khamies; M. Ruslin Anwar; Ludfi Djakfar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.509 KB)

Abstract

The aim of this paper is to carry out an analysis of the performance tools implemented in the Port Authority of Surabaya city and so, determine whether improvements in management can be achieved if the level of efficiency is established with attainable targets as a consequence of opportune and reliable information in Contraction Management. In this article we analyze how the use of a Balanced Scorecard has helped Tanjung Perak port authority from the Indonesia Port System to implement their strategic Plan. The Port Authorities have become reliant on the Competency Management model as an instrument for strategic planning of human resources and also in the progressive use of Process Management, which aims to meet the objectives established in the Strategic Plan. On this premise, we set out how the abovementioned Port Authority of Tanjung Perak can fulfill specific strategic and operational objectives regarding the efficiency and effectiveness of the services they provide 
Analisis Multiple Resource Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode Jumlah Kuadrat Terkecil (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gudang Barang Inventaris, Gedung Penunjang 3 lt, Pagar, Gapura dan Jembatan Penghubung di Jakarta) Gde Agus Yudha P. A.; Alwafi Pujiraharjo; Saifoe El Unas
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.098 KB)

Abstract

Pada proyek konstruksi sering dijumpai adanya fluktuasi pemakaian tenaga kerja yang disebabkan karena volume pekerjaan yang tidak merata sepanjang periode pelaksanaan proyek. Selain itu pada penjadualan banyak terjadi overlap antara aktivitas satu dengan aktivitas yang lainnya, sehingga menyebabkan kebutuhan puncak tenaga harian menjadi tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan pemerataan terhadap tenaga kerja (resource leveling), dengan asumsi waktu penyelesaian proyek dibatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leveling suatu tenaga kerja terhadap tenaga kerja lainnya, leveling tenaga kerja yang memberikan optimasi biaya yang paling baik dan besarnya optimasi biaya yang dihasilkan. Leveling dilakukan dengan metode jumlah kuadrat terkecil. Tenaga kerja yang di-leveling yaitu pekerja, tukang batu dan tukang kayu. Hasil leveling kemudian dibandingkan dengan hasil leveling program software Primavera Project Planner (P3) yang digunakan sekaligus sebagai alat bantu pemrosesan dan visualisasi hasil leveling. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil leveling metode jumlah kuadrat terkecil dan software P3 keduanya memberikan solusi penggunaan tenaga kerja yang lebih baik pada leveling tukang batu dibandingkan pada leveling pekerja dan tukang kayu. Besarnya optimasi biaya yang dihasilkan pada kasus penelitian ini adalah 4,9 % dibandingkan dengan biaya pada schedule awal, sedangkan software P3 mampu melakukan leveling secara simultan (multiple resource) dengan hasil efisiensi biaya sebesar 9,3 %. Jadi leveling yang dilakukan pada schedule awal dapat memberikan penghematan biaya tenaga kerja. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue