cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2012)" : 10 Documents clear
Penentuan Prioritas Pengembangan Jaringan Jalan Pendukung Kawasan Strategis di Pulau Sumbawa Rizal Afriansyah; Achmad Wicaksono; Ludfi Djakfar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.958 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jaringan jalan, kebijakan tentang pola pengembangan jaringan jalan dan urutan prioritas pengembangan jaringan jalan pendukung kawasan strategis di Pulau Sumbawa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode AHP dengan kriteria yaitu ekonomi, sosial, aksesibilitas, kondisi jalan, biaya dan kesesuaian tata ruang dan responden berjumlah 16 (enam belas) yaitu para ahli dan stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perkerasan jaringan jalan sebagian dalam kondisi tidak baik/rusak, lebar jalan antara 4-6 meter dengan tipe perkerasan lentur. Kebijakan tentang pola pengembangan jaringan jalan dipengaruhi oleh kriteria aksesibilitas yang memiliki bobot 31%, kondisi jalan 22%, ekonomi 19%, biaya 17%, sosial 6% dan kesesuian tata ruang 5%. Studi ini merekomendasikan urutan prioritas pengembangan jaringan jalan pendukung kawasan strategis yaitu prioritas I : jaringan jalan strategis Agropolitan Manggalewa dan Teluk Bima, prioritas II : jaringan jalan strategis Agropolitan Alas Utan, prioritas III : jaringan jalan strategis Agroindustri Pototano, prioritas IV : jaringan jalan strategis Teluk Saleh, prioritas V : jaringan jalan strategis Lingkar Tambang Batu Hijau dan Dodo Rinti, prioritas VI : jaringan jalan strategis Hu’u, prioritas VII : jaringan jalan strategis Hutan Parado, prioritas VIII : jaringan jalan strategis Pulau Sangiang, prioritas IX : jaringan jalan strategis Gunung Tambora, prioritas X : jaringan jalan strategis Waworada-Sape dan prioritas XI : jaringan jalan strategis Selalu Legini. 
Dampak Lumpur Sidoarjo Terhadap Kelancaran Lalu Lintas di Raya Porong Achmad Wicaksono; Harnen Sulistio; Ludfi Djakfar; Hendi Bowoputro
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.983 KB)

Abstract

Jalan arteri porong merupakan rute utama para moda angkutan barang, yang sebagian besar merupakan para pengantar barang - barang hasil ekspor ataupun impor yang berasal dari Tanjung Perak maupun berasal dari Pasuruan. Namun seiring dengan terjadinya luapan lumpur panas Lapindo membuat jalur atau rute utama tersebut tidak berfungsi secara optimal lagi dalam melayani tingkat volume kendaraan pengirim barang yang semakin meningkat selaras dengan permintaan masyarakat akan kebutuhan semakin melonjak, menimbulkan penumpukan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pengirim barang (kontainer) yang berujung pada keterlambatan pengiriman barang dari atau menuju pelabuhan (Tanjung Perak).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pergerakan kendaraan, kinerja lalulintas, BOK, nilai waktu, dan biaya tunggu barang kendaraan peti kemas, pada dua kondisi yaitu kondisi sebelum dan sesudah beroperasinya jalan alternatif arteri baru porong. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meliputi analisis tingkat pelayanan jalan, asal tujuan, BOK (BOK), nilai waktu dan biaya tunggu barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan mengalami peningkatan pergerakan dari total arus menerus. Sedangkan BOK, nilai waktu dan biaya tunggu barang untuk peti kemas mengalami penurunan. 
Studi Perbandingan Biaya Bekesting Semi Modern Dengan Bekesting Konvensional Pada Bangunan Gedung Ida Bagus Ananta Wijaya; Ludfi Djakfar; Sugeng P. Budio
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.462 KB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi, kayu merupakan bahan yang sangat penting. Pada pekerjaan struktur beton bertulang, kayu diperlukan sebagai bahan utama untuk pembuatan bekesting konvensional. Kekurangan dari sistem ini adalah penggunaan material utama yaitu berupa kayu yang saat ini jumlahnya semakin menipis dan susah untuk didapatkan. Saat ini telah dikembangkan sistem bekesting yang berbeda yaitu bekesting semi modern yang mengganti material kayu yang digunakan secara berulang dengan ukuran yang sama dengan material besi atau baja. Tujuannya adalah menghemat penggunaan bahan kayu. Saat ini sering dijumpai perbedaan jumlah pakai kayu antara di lapangan dan sesuai RKS. Selain itu juga terdapat perbedaan hasil biaya bekesting antara SNI dengan secara perhitungan manual.Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pengaruh bentang bangunan, luas bekesting dan jumlah lantai bangunan pada perbandingan efisiensi biaya bekesting semi modern dengan konvensional sesuai di lapangan. (2) Untuk mengetahui pengaruh bentang bangunan, luas bekesting dan jumlah lantai bangunan pada perbandingan efisiensi biaya bekesting semi modern dengan konvensional sesuai dengan RKS. (3) Untuk mengetahui perbandingan efisiensi biaya penggunaan bekesting semi modern dengan konvensional antara di lapangan dengan RKS. (4) Untuk mengetahui perbandingan biaya bekesting bekesting semi modern dan konvensional dengan SNI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 36 model bangunan gedung yang dibedakan dari bentang bangunan, luas permukaan bekesting dan jumlah lantai bangunan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi biaya bekesting semi modern lebih efisien dibandingkan dengan bekesting konvensional. Efisiensi bekesting semi modern terhadap bekesting konvensional dipengaruhi oleh bentang bangunan, luas permukaan bekesting dan jumlah lantai bangunan. 
Penelitian Keandalan Bangunan Sipil Pada Struktur Cerobong (Studi Kasus: Chimney PLTU Paiton Unit 6 dan 7) Budio, Sugeng P.; Cahya, Indra; N., Kartika Puspa; Hasyim, M. Hamzah; Jamaran, Imran
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.9 KB)

Abstract

Keandalan bangunan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan suatu gedung.Berdasarkan UU RI No. 28 Tahun 2002 disebutkan bahwa setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis.Persyaratan teknis meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung. Dengan demikian, setiap bangunan yang akan dirancang maupun yang sudah beroperasi harus mendapatkan pengawasan yang ketat terhadap kualitas bangunannya serta memiliki jaminan laik fungsi. Studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini adalah Chimney pada PLTU Paiton yang terletak di Paiton..Bangunan ini didesain dengan waktu operasional selama 40 tahun.Akan tetapi, setelah 15 tahun beroperasi dan dilakukan pengecekan terhadap kondisi fisik lapangan, terdapat beberapa bagian bangunan yang mengalami keretakan. Untuk itu perlu dilakukan pengujian keandalannya.Pengujian dilakukan dengan melakukan Hammer Test, UPV Test, Core Drill Testing, Crack Detection Testing, Concrete Cover Testing, Corrosion Testing, Rebar Inspection, Settlement Testing dan Visual Inspection. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton adalah 45,83 MPa, permeabilitas beton 0.43 gr/mnt, porositas beton 3,57%, modulus elastisitas 31182,92 MPa. Adapun retak beton yang cukup besar ditemukan di elevasi +110 m sebesar 0,46 mm dan +220 m sebesar 0,38 mm. Rata-rata nilai resistifitas yang lebih besar dari 12 km menunjukkan tingkat korosifitas rendah. Berdasarkan analisa diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan kapasitas menjadi sebesar 85%. 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Pada campuran Batako Terhadap Kuat Tekan Batako Ristinah, Ristinah; Zacoeb, Achfas; M. D., Agoes Soehardjono; Setyowulan, Desy
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.197 KB)

Abstract

Batu bara yang digunakan sebagai sumber energi akan menghasilkan residu berupa fly ash dan bottom ash. Di Indonesia banyak dijumpai bottom ash dimana volumenya akan terus bertambah tiap tahun. Keberadaan bottom ash ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material bottom ash. Salah satu cara memanfaatkan bottom ash adalah dengan menggunakan material tersebut sebagai bahan pengganti semen pada campuran batako. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian tentang pengaruh bottom ash sebagai pengganti semen terhadap kuat tekan batako. Batako merupakan salah satu alternatif bahan dinding yang murah dan relatif kuat yang terbuat dari campuran pasir, semen dan air. Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji batako dengan campuran pasir, semen dan bottom ash dengan variasi prosentase semen dan bottom ash. Kemudian dilakukan uji tekan untuk mengetahui kekuatan tekan batako serta pengaruh dari pemakaian bottom ash. Hasil pengujian dianalisis secara teoritis, sehingga dapat diketahui hubungan antara kuat tekan dengan prosentase semen terhadap bottom ash. Dari hasil pengujian kuat tekan, besar prosentase bottom ash yang dapat dimanfaatkan berkisar antara 5%-55% dari total berat semen. Prosentasetersebut menghasilkan batako yang termasuk ke dalam mutu II, III dan IV sesuai syarat SNI 03-0349. Berdasarkan uji penyerapan air, seluruh varisi masuk ke dalam mutu 1. 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Tanah Liat Pada Campuran Bata Terhadap Kuat Tekan Bata Hendro Suseno; Prastumi Prastumi; Lilya Susanti; Desy Setyowulan
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.545 KB)

Abstract

Bottom ash merupakan residu pembakaran batu bara yang selama ini digunakan sebagai sumber energi Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). PLTU adalah salah satu sumber energi utama di Indonesia, oleh sebab itu volume bottom ash terus bertambah. Keberadaan bottom ash selama ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar.Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material sisa tersebut.Bata merupakan bahan bangunan yang sering digunakan dkonstruksi.Bata terbuat dari tanah liat dimana kandungan utamanya adalah silika dan alumina, sedangkan pada bottom ash juga terkandung silika.Maka dari itu, perlu dilakukan pengujian tentang pengaruh bottom ash sebagai pengganti tanah liat terhadap kuat tekan bata.Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji bata dengan variasi prosentase tanah liat dan bottom ash.Kemudian dilakukan uji tekan untuk mengetahui kekuatan tekan bata serta pengaruh dari pemakaian bottom ash. Dari pengujian, diketahui bahwa penggunaan bottom ash sebagai pengganti tanah liat dengan prosentase maksimum 45% dapat menghasilkan batu bata yang memiliki kuat tekan yang sama dengan atau lebih dari batu bata yang menggunakan tanah liat 100%. 
Pengaruh Perkuatan Pile Terhadap Daya Dukung Pada Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Herlien Indrawahyuni; Suroso Suroso; Widodo Suyadi; Yulvi Zaika
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.686 KB)

Abstract

Ada kalanya pondasi harus dibangun di permukaan lereng (on face of slope) atau di atas lereng (on top of slope). Hal tersebut dikarenakan struktur atau bangunan memang harus dibangun di daerah yang tidak rata, atau bisa juga dikarenakan keterbatasan lahan datar (plain ground). Contoh pondasi yang harus dibangun di permukaan lereng atau di atas lereng antara lain pondasi abutment jembatan, retaining walls, dan sebagainya. Masalah yang akan timbul ketika suatu pondasi harus dibangun di permukaan lereng atau di atas lereng adalah penurunan bearing capacity (daya dukung)  tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa model lereng yang diberi perkuatan mengalami peningkatan daya dukung tanah pada lereng yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai Bearing Capacity Improvement (BCI). 
Three-Dimensional Numerical Simulation of TsunamiBore Inundation Flow Around Cylindrical StructureSurrounded by Weir Indradri Wijatmiko; Keisuke Murakami
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.879 KB)

Abstract

The extension of tsunami’s destruction due to the damaged of hazardous material containers, such as oil storage tanks, in the Japan tsunami 2011 leads to the investigation of tsunami inundation flow around cylindrical structure surrounded by weir. The investigations are conducted by using three-dimension numerical simulation based on modified Navier-Stoke equations and VOF model. Tsunami wave bore is introduced by applying an analytical equation, which proposed by Fukui (1962). The results indicate that the existence of protective weir significantly reduce wave velocity inside the protective weir. 
Sisa Umur Bangunan Vital Pada Bangunan-Bangunan Teknik Sipil (Studi Kasus : Chimney PLTU Gresik Unit 1 Dan 2) Cahya, Indra; Hidayat, Taufik; Unas, Saifoe El; Susanti, Lilya
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.848 KB)

Abstract

Bangunan secara umum direncanakan dengan fungsi dan masa layan tertentu. Keduanya dapat tercapai apabila dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga perawatan dan pemeliharaannya telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini mengingat perawatan dan pemeliharaan berperanan penting dalam tercapainya rencana masa layan bangunan sesuai fungsinya.Dalam masa layan dapat terjadi berbagai kondisi/ kerusakan yang mengarah pada turunnya (deteriorasi) fungsi kinerja bangunan dan berdampak pada lifetime bangunan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sisa umur bangunan pada struktur Chimney PLTU Gresik unit 1 dan 2. Selain itu juga akan dibahas mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan masa layan bangunan tersebut.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada kondisi eksisting Chimney PLTU Gresik unit 1 dan 2, dapat diketahui bahwa sisa umur bangunan dengan kondisi eksisting adalah 10 tahun. 
Kajian Program Aksi Keselamatan Transportasi Jalan: Kasus Zona Selamat Sekolah (ZOSS) dan Potensi Penerapan Lajur Sepeda Motor di Kota Malang Dalono, Dalono; Sulistio, Harnen; P, Imam Nurhadi
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.733 KB)

Abstract

Masalah keselamatan lalu-lintas merupakan bahasan menarik ditinjau dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi. Milyaran rupiah telah dibelanjakan akibat kecelakaan lalu-lintas. Jenis kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas sebagian besar adalah sepeda motor diikuti mobil penumpang, kendaraan barang dan bus . Jumlah kecelakaan dari sisi jenjang pendidikan adalah tingkat Sekolah Menengah Atas, diikuti tingkat Sekolah Menengah Pertama tingkat Sekolah Dasar dan Perguruan Tinggi. Untuk mereduksi peningkatan jumlah maupun resiko kecelakaan tersebut di atas dilakukan strategi dan program aksi keselamatan transportasi jalan, diantara program aksinya dengan program Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan program penerapan lajur sepeda motor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya penerapan ZoSS di Kota Malang terhadap perilaku pengguna jalan dan keselamatan anak-anak sekolah serta untuk mengetahui potensi penerapan lajur sepeda motor di ruas jalan utama Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian penerapan ZoSS adalah metode analisis diskriptif, evaluatif dan uji statistik sederhana untuk mengetahui kondisi perilaku penyeberang, perilaku pengendara, kecepatan kendaraan, pemahaman pemakai jalan terhadap ZoSS. Sedangkan untuk penerepan potensi lajur sepeda motor analisis diskriptif evaluative untuk mengetahui kondisi geometrik ruas jalan, karakteristik lalu lintas, dan sekenario lajur sepeda motor.Dari hasil anailisis penerapan ZoSS ditemukan penerapan ZoSS ”kurang efektif”,terjadi penurunan perilaku Penyeberang jalan dan Pengendara kendaraan serta perbaikan penurunan kecepatan kendaraan sesaat di lokasi ZoSS dibandingkan evaluasi sebelumnya oleh Dinas perhubungan Kota Malang. Hal ini didukung hasil wawancara terhadap Penyeberang dan Pengendara kendaraan kurang pemahamannya terhadap ZoSS. Tetapi ZoSS sebagai tempat menyeberang dan sarana akses yang mudah ke lokasi sekolah serta Pengendara tidak merasa terganggu dengan keberadaan ZoSS.Untuk potensi penerapan lajur sepeda motor ditemukan kota Malang berpotensi diterapkan lajur sepeda motor pada ruas jalan Arteri dan kolektor dengan rincian lajur khusus sepeda motor pada ruas jalan Jenderal Basuki Rahmat, Letjend. S Parman dan Maijend. Sungkono. Sedangkan lajur non khusus ( lajur bersama dengan angkutan Kota/Mikrolet) pada ruas jalan Panji Suroso, Kyai Ageng Gribig, Madyo Puro, Majend. Sungkono dan Urip Somoarjo. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue