cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA" : 9 Documents clear
PERBEDAAN KECEPATAN PUBERTAS CALON PEJANTAN SAPI P.O YANG DIPELIHARA PADA KELOMPOK SEX YANG BERBEDA Muchamad Lutfhi; Trinil Susilawati; Nurul Isnaini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.862 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi perbedaan kecepatan pubertas calon pejantan sapi PO yang dipelihara pada kelompok sex yang berbeda. Materi yang dipergunakan 28 ekor pedet jantan dan 9 ekor pedet betina dengan umur 8 - 11 bulan, yang dibagi menjadi tiga perlakuan A (kontrol) yaitu satu ekor sapi jantan/kandang ditempatkan dalam kandang  individu; B yaitu empat ekor sapi jantan (sex sejenis ditempat dalam kandang kelompok) dan C yaitu empat ekor sapi jantan dan tiga ekor sapi betina muda (sex beda jenis yang ditempatkan dalam kandang kelompok) dengan tiga ulangan. Kegiatan ini dilaksanakan enam bulan di kandang percobaan Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan. Data yang diperoleh dianalisa dengan Two Way Anova menggunakan program Microsoft Excel 2007. Hasil penampungan semen dengan elektroejakulator menunjukkan spermatozoa dengan persentase motilitas individu minimal 10 % dan konsentrasi minimal 50 juta/ml yaitu sapi kandang A = 1 ekor; B= 4 ekor dan C=3 ekor. Hasil analisis ragam terhadap hasil penampungan semen tidak berbeda nyata (P>0,05) dari ketiga perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa calon pejantan sapi PO yang dipelihara pada kelompok sex sejenis maupun beda jenis memiliki waktu pubertas yang  sama cepatnya (15 bulan) dibandingkan pada kandang individu (16 bulan). Kata Kunci : Calon Pejantan sapi PO, kelompok sex dan pubertas
PERBEDAAN KUALITAS SEMEN DAN PRODUKSI SEMEN BEKU PADA BERBAGAI BANGSA SAPI POTONG Karim Khalifa Zamuna; Trinil Susilawati; Gatot Ciptadi; Marjuki Marjuki
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.887 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi semen beku pada berbagai bangsa sapi potong dan untuk mengetahui produksi semen pada masing-masing  individu pada bangsa yang sama. Penelitian dilakukan di Balai Inseminasi Buatan Daerah Ungaran Jawa Tengah Indonesia. Materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah catatan produksi semen yang terdiri kualitas semen segar dan jumlah straw semen beku pada bulan Januari sampai Desember tahun 2014  sebanyak  39 ekor sapi  yang terdiri dari 18 ekor sapi Simental, 8 ekor sapi  Limousin, 8 ekor PO dan 5 ekor sapi Brahman. Pengencer yang dipergunakan adalah skim kuning telur.  Metode yang dipergunakan adalah studi kasus dengan rancangan acak kelompok. Variabel yang diamati adalah Volume semen, Konsentrasi, Motilitas individu, total spermatozoa dan total spermatozoa yang motil. Hasilnya menunjukkan volume sapi Limousin yang terbanyak = 7,2 + 1,3 ml, diikuti oleh  oleh sapi simental = 6,8 + 1,6 ml,  sapi PO = 6,1 + 1,2 ml dan yang paling sedikit adalah sapi Brahman = 4,2 + 1,8 ml. Rata-rata volume semen pada berbagai bangsa terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05). Rata-rata persentase motilitas spermatozoa sapi  Simental =  57,8 + 13,05 %, Sapi  Limousin = 61,17 +1.37%, sapi PO = 63,5 + 6,62 %  dan  Brahman = 44,8 + 25,33 %, Rata-rata persentase motilitas pada berbagai bangsa tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Rata-rata Total spermatozoa dan total spermatozoa yang motil pada sapi Simental adalah 9.320,3 + 2.461,2 and 5.532,9 + 2.314,2 ; Sapi Limousin = 11.266,9 + 1.159,6 dan  7.908,9 + 3.851,2; Sapi PO = 8.995,1 + 2.860,8 dan  5.651,6 + 2.418,4 , Sapi  Brahman =  6.189,3 + 22,6 dan  3.053,3 + 4.356,6. Rata-rata kedua parameter ini tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada berbagai bangsa sapi  (P>0,05). Rata-rata produksi semen beku per hari pada sapi  Simental 280,67 + 68,57 straw ; sapi Limousin 315,6 + 44,32 straw ;  sapi PO 275,15 +70,61  straw  dan sapi   Brahman 225,18 + 59,74 straw. Rata-rata produksi semen beku tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada berbagai bangsa sapi  (P>0,05). Volume semen, motilitas individu dan produksi semen beku harian masing-masing  individu pada bangsa yang sama pada sapi Limousin, Simental, PO dan Brahman terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,05). Keyword: Sapi Limousin , Sapi Simental, Sapi PO dan Sapi Brahman
KARAKTERISTIK SAPI MADURA BETINA BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI KECAMATAN GALIS DAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN Angga Putra Pradana; Woro Busono; Sucik Maylinda
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.712 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sapi Madura betina yang dipelihara di ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Pamekasan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Madura betina umur kurang dari 1 sampai 1,5 tahun sebanyak 12 ekor pada dataran rendah, 21 ekor pada dataran tinggi dan sapi Madura betina umur lebih dari 1,5 sampai 2 tahun sebanyak 28 ekor pada dataran rendah, 19 ekor pada dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Madura betina pada umur dan ketinggian tempat yang berbeda memiliki sifat kualitatif yang sama yakni warna dominan tubuh merah kecoklatan, memiliki tanduk, memiliki warna putih pada kaki, memiliki garis punggung, serta memiliki warna hitam di bagian bawah telinga dan ujung ekor berwarna hitam. Berdasarkan hasil penelitian rataan lingkar dada di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 141,1±7,8 cm dibanding dengan rataan lingkar dada di dataran rendah yakni 133,6±10,4 cm. Rataan panjang badan di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 116,7±7,1 cm dibanding dengan rataan panjang badan di dataran rendah yakni 111,1±6,6 cm. Rataan tinggi badan di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 114,0±3,8 cm dibanding dengan rataan tinggi badan di dataran rendah yakni 112,1±5,4 cm. Rataan bobot badan di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 212,8±26,8 kg dibanding dengan rataan bobot badan di dataran rendah yakni 154,0±36,8 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rektal di dataran tinggi lebih rendah yaitu 37,9±0,6oC dibanding dengan rataan suhu rektal di dataran rendah yakni 38,0±0,5oC. Rataan frekuensi pernapasan di dataran tinggi lebih rendah yaitu 28,7±2,8/menit dibanding dengan rataan frekuensi pernapasan di dataran rendah yakni 30,7±1,89/menit. Rataan HTC di dataran tinggi lebih rendah yaitu 2,2±0,1 dibanding dengan rataan HTC di dataran rendah yakni 2,3±0,1.Kata Kunci: HTC, sapi Madura betina, statistik vital.
PENGARUH PENGGUNAAN PENGENCER SKIM MILK DENGAN BERBAGAI LEVEL FILTRAT KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiates L.) TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR SAPI SIMMENTAL PADA SUHU RUANG Inna Yatusholikhah; Nurul Isnaini; Muhammad Nur Ihsan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.374 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer susu skim  dengan berbagai level filtrat kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) terhadap kualitas semen cair yaitu motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa sapi Simmental yang di simpan papda suhu ruang. Manfaat pada penelitian menjadi studi ilmiah sebagai sumber daya untuk akademisi dan untuk pelaksanaan teknis IB. Materi penelitian yang digunakan yaitu semen segar dari sapi Simmental yang dipelihara di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, umur 5-7 tahun, motilitas massa ++ dan motilitas individu ≥ 50%.. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 sebagai kontrol (1 ml susu skim + 0,1 semen), P1 (0,02 ml filtrat (Phaseolus radiatus L.) + 0,98 ml susu skim + 0,1 semen), P2 (0,04 ml filtrat (Phaseolus radiatus L.) + 0,96 ml susu skim + 0,1 semen) Dan P3 (0,06 ml filtrat (Phaseolus radiatus L.) + 0.94 ml susu skim + 0,1 semen). Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dalam Rancangan Acak, adanya pengaruh yang signifikan akan diuji oleh Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas individu dan abnormalitas spermatozoa tidak berbeda nyata (P> 0,05) untuk semua penyimpanan pada 0, 2, 4 dan 6 jam, sedangkan viabilitas spermatozoa memberikan perbedaan yang nyata (P <0,05) untuk P3 (69,34 ± 11,01) pada penyimpanan 4 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh pengencer susu skim dengan berbagai level filtrat kecambah kacang hijau terhadap kualitas semen cair sapi Simmental pada suhu ruang hanya memberikan pengaruh pada vaibilitas spermatozoa dengan level 4% yang di simpan pada 4 jam. Kata Kunci : semen cair, motilitas, viabilitas, abnormalitas
PENGARUH PEMBERIAN FEED SUPPLEMENT VITERNA PADA AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING Bayu Sutomo; Muhammad Nur Ihsan; Adelina Ari Hamiyanti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.752 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.4

Abstract

Pemberian feed supplement Viterna melalui air minum, dan dilakukan mulai hari ke 1 sampai hari ke 35. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan lapangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 perlakuan dan masing–masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam. Penelitian ini dilakukan dengan penambahan Viterna dalam air minum ternak dengan jumlah sebagai berikut :1) P0 : air minum tanpa Viterna, 2) P1: air minum+0,1% Viterna/liter air, 3) P2: air minum+0,2% Viterna/liter air, 4) P3 : air minum+0,3% Viterna/liter air. Variabel pengamatan meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan bobot badan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Viterna dalam air minum tidak mempengaruhi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir, dengan penambahan Viterna sebanyak 2 cc/liter air minum ternak menurunkan nilai konversi pakan dan level pemberian terbaik. Kata Kunci : konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konfersi pakan
PERFORMANS REPRODUKSI SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN PERANAKAN LIMOUSIN PADA PARITAS BERBEDA DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Laili Windah Fauziah; Woro Busono; Gatot Ciptadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.343 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan performans reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin pada paritas 2 dan 3. Penelitian ini dilakukan di Paciran, Kabupaten Lamongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin yang masing-masing terdiri dari 2 paritas yaitu paritas 2 dan 3 dimana setiap paritas terdiri dari 30 ekor ternak. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati adalah Service per Conception (S/C),Days open (DO), Calving Interval (CI) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata S/C, DO, CI dan CR dari sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin pada paritas 2 dan 3 sebesar masing-masing sebesar1,2 ± 0,4; 117,8 ± 16,5 hari; 397,6 ± 16,6 hari dan79%. Disimpulkan bahwa nilai tampilan reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan memiliki nilai yang baik akan tetapi perlu perbaikanmengenai DO dan CI yang masih panjangKata kunci: calving interval, conception rate, days open, service per conception.
DAYA HAMBAT DEKOK KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestrs Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Pseudomonas sp. PENYEBAB MASTITIS PADA SAPI PERAH Puguh Surjowardojo; Tri Eko Susilawati; Gabriel Ruth Sirait
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.983 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.6

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat dekok kulit apel Manalagi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonassp. Metode penelitian adalah Percobaan dan data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan kemudian hasil perlakuan yang berbeda dianalisis oleh Duncan Beberapa Rentang Test (DMRT), dengan 4 perlakuan, dan 5 pengulangan. Perlakuan yang P0 (iodips), P1 (10% dekok kulit apel), P2 (20% dekok kulit apel) dan P3 (30% dekok kulit apel). Variabel yang diamati adalah zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas sp.Hasil penelitian menunjukan bahwa dekok kulit apel memberi hasil yang berbeda sangat nyata (p<0,01) dalam menghambat pertumbuhan bakteriStaphylococcus aureus danPseudomonas sp. Konsentrasi tertinggi dekok kulit apel  P3 (30%) belum dapat mengimbangi kemampuan P0 (iodips) dalam menghambat bakteri Gram positif Staphylococcus aureus.Daya hambat dekok kulit apel dengan konsentrasi P3 (30%) dapat mengimbangi P0 (iodips) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatifPseudomonas sp. Saran untuk penelitian selanjutnya meninggkatkan konsentrasi dekok kulit apel untuk larutan herbal teat dipping Kata kunci : kulit apel, mastitis, antibakteri
PENGARUH LEVEL FILTRAT KECAMBAH KACANG HIJAU DALAM PENGENCER SUSU SKIM TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR PEJANTAN SAPI MADURA PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG Yulia Indri Anastasia; Nurul Isnaini; Sri Wahjuningsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.988 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.8

Abstract

             Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh penambahan filtrat kecambah kacang hijau dalam pengencer susu skim terhadap kualitas spermetozoa pejantan sapi Madura pada penyimpanan suhu ruang. Materi dalam penelitian ini adalah semen segar sapi Madura berusia 6-11 tahun dengan persentase motilitas 50-65% diambil dari Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. Metode yang digunakann dalam penelitian ini adalah percobaan di laboratorium dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari empat level penambahan filtrat kecambah kacang hijau yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6% dari jumlah 1ml pengencer susu skim dengan masing-masing 7 pengulangan dan disimpan pada suhu kamar selama 6 jam, setiap 2 jam dilakuakan evaluasi kualitas semen cair yaitu motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh level penambahan filtrat kecambah kacang hijau dalam pengencer susu skim pada penyimpanan suhu ruang tidak memberikan perbedaan yang signifikan (P> 0,05) padamotilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Kata kunci: semen cair, susu skim, filtrat kecambah kacang hijau, penyimpanan suhu ruang
DAYA HAMBAT JUS KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli PENYEBAB MASTITIS PADA SAPI PERAH Puguh Surjowardojo; Tri Eko Susilorini; Angel Aprilia Panjaitan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.964 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.5

Abstract

Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill.) sering dikonsumsi baik secara segar maupun diolah menjadi keripik apel. Pengolahan ini menghasilkan limbah berupa kulit. Kandungan kulit apel Manalagi berupa saponin, flavonoid, tannin, polifenol dan katekin yang dapat berperan sebagai antibakteri, kandungan ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti larutan teat dipping iodip untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli penyebab mastitis pada sapi perah. Tujuan penelitian ini untuk menentukan apakah jus kulit apel Manalagi dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli penyebab mastitis pada sapi perah serta untuk mengetahui konsentrasi yang lebih baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcusaureus dan Escerichia coli. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dengan cara diffusi sumurandengan analisis yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan juskulit apel Manalagi dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteristaphylococcus aureus dan Escherichia coli secara signifikan (P<0,01) dengan hasil terbaik terhadapbakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan konsentrasi 30% sedangkan untuk bakteriEscherichia coli menggunakan konsentrasi 10%. Namun, penggunaan jus kulit apel Manalagi belumdapat mengimbangi iodip dalam menghambat bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian iniadalah jus kulit apel Manalagi dapat digunakan untuk larutan antiseptik alami untuk teat dipping padasapi perah.Kata kunci: Staphylococcus aureus, Eschericia coli, zona hambat bakteri, mastitis.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue